Selasa, 25 Agustus 2020

Uji Coba Lapang Alat Pengayak Rumput Laut Sistem Getar


Alat pengayak rumput laut sistem getar ini adalah salah satu rangkaian alat pada rancang bangun dan pengembangan serangkaian alat sortasi dan grading kualitas rumput laut. Pelaksanaan uji coba lapang ini bertujuan untuk mendapatkan data-data lapang dan masukan dari pengguna sehingga alat siap digunakan oleh stakeholder. Pelaksanaan uji coba lapang dilakukan di UD. Rumput Laut Mandiri Dusun Duwet, Wonosari, Gunungkidul. 

Uji coba lapang dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu seting alat di lokasi yang disesuaikan dengan keadaan di lokasi tersebut. Seting alat yang dilakukan meliputi pengaturan posisi alat, pengaturan tempat hasil pengayakan dan pengotor, dan pengaturan kecepatan putaran motor penggerak. Tahapan kedua yaitu persiapan rumput laut. Persiapan dilakukan dengan menimbang berat rumput laut yang diayak yaitu 5 kg untuk sekali pengayakan. Bahan baku yang digunakan adalah rumput laut yang terdapat di UD. Rumput Laut Mandiri yang belum mengalami proses pembersihan/pengayakan. Tahapan selanjutnya adalah pengayakan rumput laut. Rumput laut diayak dengan tiga variasi frekuensi inverter yaitu 30 Hz, 40 Hz dan 50 Hz yang berpengaruh terhadap kecepatan putaran motor penggerak. Kecepatan putaran motor tersebut akan mempengaruhi tingkat getaran/goyangan alat pengayak.

Penimbangan rumput laut

Pengayakan rumput laut

Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengayakan 5 kg rumput laut E. Cottonii mendapatkan jumlah pengotor pada kisaran 10 % dari berat rumput laut. Sedangkan untuk rumput laut Gracilaria Sp. mendapatkan jumlah pengotor pada kisaran 2 % dari berat rumput laut. Kecepatan pengayakan yang dikontrol melalui frekuensi inverter berpengaruh terhadap waktu pengayakan dan jumlah pengotor yang diperoleh. Proses pengayakan akan semakin cepat jika kecepatan pengayak semakin cepat dan sebaliknya. Tetapi karena rumput laut semakin cepat turun, maka tingkat pengayakan menjadi tidak optimal. Hasil uji coba menunjukan bahwa kecepatan pengayakan optimal pada frekuensi inverter 40 Hz.

Secara keseluruhan uji coba lapang berjalan dengan baik. Dari hasil uji lapang diperoleh beberapa poin penting terkait alat pengayak rumput laut, diantaranya yaitu :  1) Pengayak rumput laut menggunakan motor listrik yang tidak terlalu besar yaitu 0.5 HP sehingga listrik rumah tangga seperti di UD. Rumput Laut Mandiri mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk pengoperasian alat, 2) Penempatan alat pengayak harus ditanam ke beton atau tanah karena alat bergerak akibat gaya dorong sistem reciprocating. Selain ditanam alat juga bisa diberi pemberat supaya tidak bergeser, 3) Pengoperasian alat mudah karena hanya menggunakan satu saklar ON/OFF untuk menjalankan alat. Tetapi pada pengoperasian untuk menentukan kecepatan optimal pengayakan harus merubah frekuensi inverter, 4) Proses pengayakan cepat, tergantung kecepatan pengayak, semakin cepat pengayak maka rumput laut akan semakin cepat turun, tetapi proses pengayakan menjadi tidak optimal, 5) Kendala yang dihadapi pada uji coba lapang adalah penempatan alat pengayak yang harus ditanam atau diberi beban, hal ini menyebabkan alat pengayak tidak mudah untuk dipindah-pindahkan. 


0 comments:

Posting Komentar