Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2019

THAWING IKAN BEKU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NON THERMAL

Ikan tuna merupakan komoditas perikanan yang menyumbang devisa negara terbesar kedua setelah udang. Produksi ikan Tuna mencapai 293,233 ton pada tahun 2017. Tuna sebagian besar tidak bisa sampai di tangan konsumen dalam keadaan segar. Hal ini karena lokasi penangkapannya yang jauh di tengah laut sehingga kapal penangkap tuna akan beroperasi dalam jangka waktu cukup lama (> 6 bulan), lokasi pasar ikan atau pelabuhan tuna jauh dari konsumen, dan juga dipengaruhi oleh adanya musim tangkapan. Oleh karena itu diperlukan teknologi pengawetan untuk mempertahankan kualitas tuna. Teknologi pengawetan yang paling banyak dilakukan ialah dengan pembekuan. Proses selanjutnya dalam pemanfaatan tuna ialah pengolahan menjadi produk pangan baik melalui pengalengan maupun jenis olahan lain. Pada industri pengolahan ikan, proses thawing bahan baku merupakan tahapan yang sangat krusial. Diperlukan metode thawing yang tepat agar bisa meminimalisir kerusakan dan kemunduran mutu tuna yang lebih besar. Metode-metode thawing yang banyak digunakan saat ini antara lain menggunakan hembusan udara, air panas, tekanan tinggi, frekuensi radio, microwave, gelombang infra-merah dan ultrasonik. Permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan metode tersebut ialah waktu proses yang lama, penurunan bobot yang tinggi, peningkatan jumlah bakteri pembusuk, terjadi proses pembusukan secara kimia, suhu terlalu panas dan biaya tinggi. Padahal idealnya selama proses thawing diharapkan mampu mempertahankan kualitas ikan beku dengan proses cepat dalam suhu rendah. Karena waktu thawing yang lebih lama dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba yang lebih cepat pada produk, mengurangi kelarutan protein dan peningkatan konsumsi energi. Thawing cepat pada suhu rendah dengan menggunakan metode non-thermal akan membantu mencegah penurunan kualitas bahan pangan beku selama produksi. Salah satu teknologi baru yang digunakan untuk thawing makanan beku ialah menggunakan metode High voltage electrostatic field (HVEF).

Tegangan tinggi atau medan listrik dapat meningkatkan molekul ionik pada udara dan mempercepat pergerakan ion tersebut. Perubahan transfer massa ion pada udara berkaitan dengan munculnya lecutan corona pada medan listrik. Lecutan ini akan memaksa ion-ion diudara melewati dan merubah struktur materi yang dilewati (kristal es pada daging) yang mengakibatkan kristal es mencair. 

LRMPHP telah melakukan penelitian pembuatan prototipe HVEF untuk thawing ikan tuna beku. Komponen HVEF terdiri dari generator daya tegangan tinggi yang dapat diatur hingga 200 kV oleh pengontrol dan arus keluaran maksimum 5 mA, dudukan berbahan kayu, plate electrode ukuran 8 x 12 cm berbahan tembaga, jarum tembaga berdiameter 0,4 mm dan panjang 60 mm. Elektroda ini terhubung ke kutub positif dari power supply. Alat thawing HVEF dan diagram kelistrikannya disajikan pada gambar 1.
Gambar 1. Prototipe alat thawing dan diagram kelistrikannya
Pada pengujian prototipe HVEF menunjukkan bahwa laju peningkatan suhu inti tuna beku lebih cepat 68 % dibandingkan tuna beku yang dithawing pada air mengalir. Tuna beku yang dithawing tersebut juga mengalami susut bobot sebesar 14%, nilai ini lebih rendah dibandingkan metode konvensional dengan nilai susut sebesar 22 %.

Penulis : Arif Rahman Hakim, Peneliti Muda LRMPHP

Rabu, 27 Februari 2019

Partisipasi LRMPHP Pada Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa di Unpad Bandung

Coaching clinic tentang alat UKI oleh tim LRMPHP
LRMPHP turut berpartisipasi pada ekshibisi Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, pada 25-26 Februari 2019. Festival yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ir. Nilanto Perbowo, M.Sc. tersebut hasil kerjasama Unpad, KKP dan Pemprov Jawa Barat dalam rangka membangun kesadaran masyarakat terutama generasi milenial untuk menjaga kelestarian laut melalui upaya konservasi.

Dalam sambutan pembukaannya, Bp. Nilanto menjelaskan bahwa kegiatan eksibisi ini merupakan hal yang penting sebagai sarana komunikasi efektif kinerja pemerintahan kepada masyarakat. Kinerja pemerintah tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak mengetahui apa yang dikerjakan. Oleh karena itu, diharapkan partisipasi masyarakat, tidak hanya dari kalangan mahasiswa FPIK saja, namun seluruh bidang ilmu di Unpad karena perikanan tidak hanya berkaitan dengan ilmu sains saja, namun menyentuh aspek sosial, ekonomi, hukum dan politik.

Pada Eksibisi Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa, sejumlah teknologi dan produk perikanan karya anak bangsa ditampilkan. LRMPHP bersama stan lain lingkup KKP mendapat kesempatan untuk mengisi stan pameran.  Selain mengisi stan pameran, LRMPHP  juga mengadakan coaching clinic.



Demo alat UKI dengan peserta coaching clinic
Sesi coaching clinic oleh tim LRMPHP menampilkan alat UKI yaitu alat uji kesegaran ikan yang berbasis android dengan pengolahan citra mata ikan dan pendeteksian bau ikan menggunakan sensor gas. Pemaparan alat UKI tersebut disampaikan oleh Wahyu Trihandoyo, yang dilanjutkan dengan demo alat dan tanya jawab dengan pengunjung.

Pada kesempatan coaching clinic, peserta yang umumnya dari sivitas akademika Unpad terlihat antusias mengikuti acara. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh mahasiswa seperti potensi aplikasi alat UKI untuk pengujian kesegaran hasil laut selain ikan (udang, kerang, maupun cumi-cumi) dan pertanyaan lain terkait prinsip kerja alat. Sebagai apresiasi atas sambutan peserta pada  coaching clinic tentang alat UKI, tim LRMPHP memberikan bingkisan menarik kepada peserta yang antusias mengikuti tanya jawab.

Pemberian bingkisan kepada peserta coaching clinic

Senin, 25 Februari 2019

Kunjungan Poltek KP Pangandaran di LRMPHP


LRMPHP terima kunjungan Tim Poltek KP Pangandaran
LRMPHP menerima kunjungan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Pangandaran pada 22 Februari 2019. Kunjungan dari Program Studi Pengolahan Hasil Laut diterima oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc dan staf kerjasama. Kunjungan Poltek KP Pangandaran ini dalam rangka survey dan penjajagan kerjasama sebagai sarana dalam implementasi tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tim Poltek KP Pangandaran yang dipimpin oleh Ibu Arum menjelaskan bahwa Poltek KP Pangandaran merupakan penyelenggara pendidikan tinggi vokasi yang didirikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan  untuk mendidik anak bangsa khususnya anak pelaku utama perikanan (pembudidaya, penangkap, dan pengolah ikan) agar memiliki keahlian dalam menerapkan teknologi di bidang kelautan dan perikanan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut yaitu melalui peningkatan kompetensi dibidang teknologi dan inovasi pengolahan hasil perikanan. Oleh karena itu diperlukan tenaga ahli dan tempat yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Tim Poltek KP Pangandaran berharap dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki LRMPHP, dapat membantu mahasiswanya untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha.

Sementara itu, Kepala LRMPHP menyambut baik rencana kerjasama tersebut dan akan memfasilitasi dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Sebagai institusi dengan tupoksi penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan dibidang ujicoba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan, maka sudah menjadi kewajiban LRMPHP untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset kepada masyarakat agar termanfaatkan dengan baik.

Pada kesempatan kunjungannya ini, dicapai kesepakatan awal antara LRMPHP dengan Poltek KP Pangandaran berupa rencana kerjasama melalui sharing tenaga ahli dan pelaksanaan praktek kerja lapangan mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari rencana kegiatan tersebut akan dilakukan pembahasan lebih lanjut rencana kerjasama di instansi masing-masing.

Selama di LRMPHP, Tim Poltek KP Pangandaran juga mengunjungi  ruang display peralatan LRMPHP, workshop dan bengkel konstruksi serta fasilitas pendukungnya. Pada kesempatan tersebut dilakukan pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme kerja beberapa peralatan hasil rancang bangun LRMPHP diantaranya peralatan  alat uji kesegaran ikan berbasis sensor (alat UKI),  alat transportasi ikan segar roda dua (ALTIS-2) dan  peralatan lainnya.




Kunjungan Tim Poltek KP Pangandaran di ruang display dan workshop 




Kamis, 21 Februari 2019

LRMPHP Ikuti Inisiasi Pembentukan Himpenindo Cabang Yogyakarta

Inisiasi pembentukan Hipenindo cabang Yogyakarta
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 11/2017, pejabat fungsional diamanatkan agar bergabung atau menjadi anggota suatu organisasi profesi; tak terkecuali dengan peneliti. Organisasi profesi yang mewadahi untuk peneliti, sampai dengan saat ini masih satu-satunya, yaitu Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo), dengan alamat sekretariat di gedung LIPI Jalan Gatot Soebroto Jakarta dan alamat web www.himpenindo.or.id.

Sebagai organisasi profesi, Himpenindo adalah organisasi yang mendapat pengakuan dari pemerintah, dalam hal ini instansi pembina jabatan fungsional peneliti (LIPI); melalui Peraturan Menteri PAN RB nomor 34/2018 dan Peraturan LIPI nomor 14/2018.

Di masa sebelumnya, Himpenindo dibentuk melalui mekanisme top down birokrasi pemerintah, dan pembentukan cabang-cabangnya berdasarkan unit kerja Kementerian/Lembaga. Kongres Himpenindo yang diselenggarakan pada tahun 2018 mengamanatkan agar pembentukan cabang-cabang Himpenindo didasarkan pada pembagian wilayah propinsi di Indonesia. Hal ini agar Himpenindo menjadi organisasi yang tidak terkesan birokrat; serta mewadahi dari, oleh dan untuk peneliti.

Untuk wilayah Yogyakarta, pembentukan Himpenindo cabang Yogyakarta diinisiasi oleh satuan kerja LIPI Gunungkidul, yaitu Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA). Dalam rangka memenuhi undangan dari Kepala BPTBA nomor B165/IPT.7/OT.01.01/II/2019 tanggal 4 Februari 2019, perwakilan dari Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan menghadiri undangan pembentukan Himpenindo DI Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor BPTBA pada tanggal 19 Februari 2019. Peserta yang hadir meliputi perwakilan internal BPTBA LIPI dan juga berbagai instansi litbang/riset dari berbagai kementerian dan lembaga yang ada di DI Yogyakarta. Instansi yang diundang/hadir diantaranya yaitu:

1. Bappeda DI Yogyakarta
2. Balai Arkeologi Yogyakarta
3. BATAN Yogyakarta
4. Balai Bahasa Yogyakarta
5. BPTP Pertanian Yogyakarta
6. BBPP Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan
7. Balai Besar Kerajinan dan Batik
8. BKKBN Yogyakarta
9. Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik
10. Balai Pelestarian Nilai Budaya
11. Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai BPPT
12. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial
13. Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan
14. Balai Litbang Sabo

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, yaitu bapak M. Kurniadi (peneliti madya BPTBA LIPI). Beliau menyampaikan data instansi yang diundang berikut data jumlah pejabat fungsional yang terdata dan berada dalam pantauan beliau selaku ketua panitia kegiatan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Himpenindo oleh Wakil Ketua Himpenindo Pusat, yaitu Prof. Dr. Ir. Husein Avicenna Akil, M.Sc. Beberapa poin yang beliau paparkan diantaranya yaitu:

1. Himpenindo merupakan organisasi profesi yang menaungi peneliti, dalam rangka penegakkan etika profesi peneliti, serta mengatur berbagai hal terkait dengan profesi peneliti. Diantara yaitu: sertifikasi kompetensi peneliti, juga akreditasi perangkat sarana-prasana terkait penelitian, misalnya penerbit ilmiah (scientific publishing house).
2. Alur proses berpikir, bahwa Himpenindo merupakan organisasi profesi yang basisnya komunitas, bukan berdasar alur birokrasi; meskipun untuk inisiasi awal pembentukan dan juga keanggotaan sangat terkait dengan birokrasi.
3. Payung aturan terkait dengan kewajiban peneliti untuk bergabung dalam Himpenindo (PP 11/2017, PermenPANRB 34/2018, Per LIPI 14/2018).
4. Keanggotaan himpenindo dapat berasal dari ASN peneliti, ASN non peneliti yang berminat dengan penelitian dan non ASN peneliti (misal pada BUMN).
5. Mandat dari munas Himpenindo pada tahun 2018, agar dibentuk kepengurusan wilayah (propinsi dan kabupaten/kota). Adapun Himpenindo cabang pada berbagai Kementerian/Lembaga yang dahulu dibentuk akan dihapuskan.
6. Tata cara registrasi keanggotaan Himpenindo

Usai paparan dari Prof. Dr. Ir. Husein Avicenna Akil, M.Sc acara dilanjutkan dengan diskusi dan pembentukan tim formatur yang bertugas untuk menyiapkan pelaksanaan Konferensi Himpenindo tingkat provinsi dalam rangka pembentukan kepengurusan Himpenindo wilayah DI Yogyakarta, dengan detail tugas diantaranya yaitu mendata instansi dan jumlah peneliti di DI Yogyakarta, penyusunan tata tertib pelaksanaan konferensi, dan menentukan tempat dan waktu pelaksanaan konferensi.

Lantik 4 Pejabat Eselon II, Menteri Susi Instruksikan Kerja Keras Tuntaskan Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

Pelantikan empat pejabat Eselon II KKP, Rabu (20/2). Dok. Humas KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik 4 orang Pejabat Eselon II setingkat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Rabu (20/2). Prosesi pelantikan tersebut digelar di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta Pusat.

Pejabat-pejabat yang dilantik antara lain: Ir. Umi Windriani, M.M. sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Sekretariat Jenderal KKP; Goenaryo, A.Pi., M.Si sebagai Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap; Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si. sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP); dan Waluyo Sejati Abutohir, S.H., M.M sebagai Kepala Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).

Dalam arahannya, Menteri Susi menyebut, pergantian, rotasi, maupun pergeseran jabatan adalah hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Tujuannya tak lain adalah untuk penyegaran dan perbaikan dengan memberi promosi dan tanggung jawab baru bagi pihak yang diangkat atau dilantik. Terlebih saat ini KKP dinilai harus fokus menuntaskan pekerjaan sebelum berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019.

“Kita sebaiknya fokus menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai dan juga menyampaikan keberhasilan misi pemerintah yang telah kita capai di KKP ini dengan tiga pilar kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan kepada publik, kepada stakeholder, kepada seluruh pemerhati dunia kelautan dan perikanan,” tuturnya usai melakukan pelantikan.

Menurut Menteri Susi, kerja keras mengoptimalkan pencapaian sangatlah penting. Namun, memperbaiki pencatatan aset negara juga tak kalah penting. Untuk itu ia berharap, pencatatan pengelolaan keuangan di KKP dapat dilakukan dengan lebih baik untuk menghindari opinidisclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saudara juga harus mampu dalam waktu dekat ini melihat visi ke depan untuk membawa pembaharuan, menunjukkan sikap-sikap kepemimpinan, keteladanan, kearifan, konsistensi, juga mengayomi dan meningkatkan kesejahteraan pegawai dan stakeholder kita,” pesannya kepada para pejabat yang baru saja dilantik.

Menteri Susi juga berpesar agar para pejabat KKP menanamkan pakta integritas untuk menunjukkan komitmen secara proaktif dalam pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); menghindari conflict of interest; dan menjadi teladan bagi bawahan atau stafnya, serta berperan aktif menyampaikan informasi penyimpangan integritas yang ada pada unit kerjanya.

Menteri Susi juga menginginkan adanya penertiban di program-program bantuan pemerintah, seperti bantuan kapal perikanan, bantuan alat tangkap, dan sebagainya. Ia juga meminta agar KKP khususnya Direktorat Jenderal PSDKP meningkatkan pemantauan dan pengawasan demi menuju Legal, Reported, and Regulated Fishing (LRRF).

“Segera Ditjen Perikanan Tangkap dengan PDS (red-Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan), juga dengan Sekretariat Jenderal bisa bersama-sama melakukan konsolidasi agar muatan kapal-kapal dapat dilaporkan dengan benar,” Menteri Susi menginstruksikan.

Menteri Susi menginginkan agar kapal-kapal perikanan mendaratkan dan mencatatkan hasil tangkapannya di pelabuhan-pelabuhan perikanan terdekat.

Kesejahteraan ABK (red-Awak Kapal Perikanan) dan nahkoda kapal perikanan juga menjadi perhatian Menteri Susi. Menurutnya, ABK dan nahkoda kapal perikanan termasuk stakeholderperikanan tangkap di samping para pemilik kapal, sehingga kesejahteraannya harus diperhatikan.

Di sisi Sumber Daya Manusia, Menteri Susi menginginkan adanya rekrutmen karyawan-karyawan KKP dengan nilai-nilai dan kemampuan spesial dan istimewa. Hal ini mengingat KKP membutuhkan terobosan-terobosan dan ide-ide baru dari putra putri terbaik bangsa.

Sementara itu, dalam upaya menunjukkan keberlanjutan (sustainability) produktivitas sektor kelautan dan perikanan, Menteri Susi menginginkan peran aktif dari Pusat Riset KKP. Menurutnya, riset yang baik dapat menjadi pedoman dalam menyusun program-program di KKP. “Riset yang baik akan mendukung rencana program-program yang baik, sehingga kita tidak membuat program-program yang salah karena risetnya tidak benar,” tandasnya. 

Sumber : KKPNews

Selasa, 19 Februari 2019

Inisiasi Kerjasama Riset LRMPHP dengan UNNES Semarang

Inisiasi kerjasama antara LRMPHP dengan UNNES Semarang
Dalam rangka penguatan pelayanan kerjasama, LRMPHP menerima kunjungan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 18 Februari 2019. Kunjungan yang dipimpin Samsudin Anis, S.T., M.T., P.hD selaku Koordinator Prodi Teknik Mesin, diterima oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc didampingi staf peneliti dan kerjasama. Kunjungan UNNES tersebut dalam rangka inisiasi kerjasama Riset Rancang Bangun Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Microwave antara  LRMPHP dengan UNNES.


Pembahasan materi inisiasi kerjasama
Tim LRMPHP menjelaskan bahwa selama ini telah banyak dirancang alat pengering mekanis untuk pengeringan rumput laut, namun metode pengeringan yang ada masih menerapkan sistem konvensional (konduksi/konveksi). Metode tersebut meskipun dapat mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, namun waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan kurang efektif. Oleh karena itu penggunakan Microwave untuk pengeringan rumput laut mempunyai potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan secara nasional.  

Sejalan dengan kegiatan riset tersebut, Tim UNNES Semarang yang juga dituntut untuk melakukan riset berbasis kebutuhan masyarakat, sangat mengapresiasinya. Pada pembahasan antara LRMPHP dengan Tim UNNES dihasilkan rumusan inisiasi kerjasama Riset Rancang Bangun Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Microwave dengan ditandai  pendatanganan berita acara inisisasi kerjasama bersama antara kedua belah pihak. Adapun rencana output dari kegiatan kerjasama yaitu prototipe alat pengering rumput laut menggunakan microwave, Sharing tenaga ahli, publikasi bersama dan pelaksanaan praktek kerja lapangan mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari rencana kegiatan tersebut akan dilakukan pembahasan lebih lanjut rencana kerjasama dan pengusulan pelaksanaan kerjasama secara berjenjang di instansi masing-masing.

KKP Siapkan Program Prioritas 2019 Perkuat Struktur Ekonomi Pembudidaya Ikan

Dok. Humas DJPB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan program prioritas di TA. 2019 secara langsung diarahkan untuk peningkatan struktur ekonomi masyarakat pembudidaya ikan dan mendorong perekonomian nasional.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/2) usai membuka Rakornas Program Prioritas 2019, mengatakan bahwa program prioritas TA. 2019 masih sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini menurutnya, berdasarkan pertimbangan kinerja program tahun 2018 yang berjalan efektif dan memberikan dampak positif, khususnya terhadap struktur ekonomi pembudidaya ikan.
“Benar, tahun 2019 kita tetap akan alokasikan program sejenis dan langsung bisa dirasakan masyarakat. Tahun ini, kita akan lebih pertajam tolak ukurnya sesuai rencana strategis yang ada. Fokus kita yakni peningkatan produksi untuk suplai pangan domestik dan ekspor; memperbesar kontribusi subsektor budidaya terhadap PDB; dan perbaikan struktur ekonomi,” jelas Slamet.
Slamet juga menyatakan, sasaran target kinerja di tahun 2019 lebih realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Menurutnya, pertimbangan ini penting agar program nantinya lebih terukur karena sejak dini telah terpetakan unsur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya.
Sebagaimana diketahui, tahun 2019, KKP akan mengalokasikan berbagai program prioritas yakni: (1) Dukungan pengembangan minapadi sebanyak 400 paket tersebar di 6 provinsi; (2) Dukungan pengembangan budidaya lele bioflok sebanyak 250 paket tersebar di 10 provinsi; (3) Dukungan eskavator sebanyak 20 unit tersebar di 8 provinsi; (4) Pengelolaan irigasi tambak partisipatif (PITAP) sebanyak 10 paket di 10 provinsi; (5) Dukungan kebun bibit rumput laut (KBRL) hasil kultur jaringan sebanyak 80 paket di 4 provinsi; (6) Bantuan mesin pakan mandiri sebanyak 55 paket di 10 provinsi; (7) Bantuan benih berkualitas sebanyak 213,9 juta ekor di 34 provinsi; (8) Bantuan induk unggul sebanyak 1,1 juta ekor di 34 provinsi; (9) Pembangunan sarana prasarana perbenihan sebanyak 18 unit di 4 provinsi; (10) Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di 3 lokasi; (11) Asuransi Pembudidaya Ikan untuk meng-cover lahan 5.000 Ha di 14 provinsi; (12) Bantuan pakan mandiri sebanyak 1.250 ton; dan (13) Monitoring residu dan sertifikasi untuk ekspor sebanyak 4.860 di 14 provinsi.
Sumber : KKPNews

Rabu, 13 Februari 2019

Pembahasan Rencana Kerja Kegiatan Riset LRMPHP Tahun 2019

Pembahasan proptek kegiatan riset LRMPHP 2019
Pelaksanaan pembahasan rencana kerja LRMPHP tahun 2019 telah dilakukan pada 12 Februari 2019 di Ruang Aula LRMPHP. Kegiatan pembahasan dalam rangka penajaman rencana kerja ini dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad S.Pi, M.Sc, Puriskan yang diwakili Budi Nugraha,  MSi selaku Kabid Riset Pemulihan SD &  Teknologi ALSINKAN, para evaluator riset dan seluruh pegawai LRMPHP.

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP memaparkan rencana kegiatan riset LRMPHP Tahun 2019  tentang mekanisasi penanganan rumput laut.  Kegiatan riset ini dibagi dalam 3 judul kegiatan yaitu rancang bangun alat grading rumput laut, rancang bangun silo rumput laut dan rancang bangun pengering rumput laut menggunakan microwave. Pada tahun 2019 ini, LRMPHP juga mengemban tugas untuk melaksanakan kegiatan Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) yaitu aplikasi teknologi alat transportasi ikan segar (ALTIS-2) kepada masyarakat pengguna. Oleh karena itu, Kepala LRMPHP berharap mendapat arahan dari Puriskan dan masukan dari para evaluator agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, Ka.LRMPHP menjelaskan tentang arah pembangunan kemaritiman yang berorientasi pada transformasi budaya maritim dengan fokus pada pembangunan SDM.

Sementara itu, Budi Nugraha,  MSi, selaku wakil Puriskan menjelaskan  bahwa kegiatan INTAN merupakan kegiatan program prioritas nasional untuk mendekatkan hasil-hasil riset dan inovasi kepada masyarakat. Kegiatan INTAN yang sifatnya teknis, saat ini pelaksanaannya dilakukan di UPT daerah. Pada tahun 2019 ini, terdapat 3 kegiatan INTAN lingkup Puriskan BRSDM KP yaitu Pengembangan Agro-Silvo-Fisheries di Lahan Gambut (Perikanan Tangkap), Aplikasi Teknologi Alat Tangkap Ramah Lingkungan (Light Atractor) Gilnet (Jaringan Insang) dan Line Hauler/Pancing BRPL (Perikanan Budidaya) dan Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar (Pemulihan SD &  Teknologi ALSINKAN). Teknologi Transportasi Ikan Segar yang akan diaplikasikan merupakan hasil riset dan inovasi dari Satker LRMPHP. Teknologi tersebut  merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor). Selain itu, Budi Nugraha,  MSi menjelaskan agar LRMPHP mempersiapkan diri dengan rencana reorganisasi Satker lingkup BRSDM KP. Pengusulan LRMPHP menjadi Balai tentunya akan berdampak pada kewenangan/tupoksi yang lebih luas sehingga tuntutan kerja yang lebih berat harus siap diemban oleh pegawai LRMPHP. 

Sambutan Ka.LRMPHP dan arahan dari Pusriskan
Pembahasan kegiatan riset tahun 2019, diawali dengan pemaparan kegiatan Riset Rancang Bangun Alat Silo Rumput Laut dengan evaluator Dr Ir Nursigit Bintoro, M.Sc dari  Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Beberapa masukan yang harus diperhatikan untuk perbaikan rencana kegiatan riset  diantaranya terkait kondisi bahan baku dan pengujian flow rumput laut,  perancangan mass flow hopper, perancangan loading (bucklet elevator) dan unloading (screw conveyor), perancangan sistem aerasi (chiller), perakitan dan pengujian alat serta analisis datanya. Selanjutnya pada pemaparan kegiatan Riset Rancang Bangun Alat Grading Rumput Laut dengan evaluator Dr. Rudiati Evi Masithoh, STP., M.Dev.Tech dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, ada beberapa saran dan masukan untuk perbaikan rencana kegiatan riset. Beberapa saran dan masukan tersebut diantaranya penggunaan parameter warna dan tekstur dalam pengolahan citra untuk prediksi persentase impurities rumput laut. Selain itu, juga disarankan untuk mempertajam bagian pendahuluan, tujuan riset (sortasi atau grading), dan penanganan rumput laut setelah grading.

Selanjutnya pada pemaparan kegiatan INTAN berupa ALTIS-2 menghadirkan evaluator Dr. Suwarman Partosuwiryo, A.Pi, MM. Evaluator menjelaskan bahwa kegiatan INTAN ALTIS-2 sangat relevan untuk mendukung program gemar makan ikan KKP. Hal ini dikarenakan ALTIS-2 merupakan alat transportasi ikan yang sederhana, lincah dan praktis sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pelosok yang hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. Oleh karena itu, evaluator sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap kesiapan ALTIS-2 menjadi teknologi siap pakai yang  dapat diproduksi masal.





Pemaparan proptek riset dan kegiatan INTAN


Senin, 11 Februari 2019

Pembahasan Kegiatan Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) 2019 di LRMPHP

Pembahasan program INTAN 2019 
Pembahasan persiapan pelaksanaan kegiatan prioritas Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) Pusriskan Tahun 2019 telah dilakukan di LRMPHP pada 8 Februari 2019. Turut hadir pada kegiatan tersebut,  Kepala LRMPHP (Luthfi Assadad, M.Sc), Kabag Program BSRDM KP (Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc), Kabag TU Puriskan (Dra. Hera Rusida, M.M.) dan para Kabid dari Riset Perikanan Tangkap, Riset Perikanan Budidaya dan Riset Pemulihan SD dan Teknologi ALSINKAN serta para peneliti kegiatan INTAN 2019. Kegiatan didahului dengan paparan prioritas nasional BRSDM KP oleh Kabag Program dan dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan INTAN 2019.


Pemaparan program INTAN 2019 dan diskusi
Kabag Program BRSDM KP, Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc, memaparkan tentang kegiatan lingkup Pusriskan BRSDM KP 2019, diantaranya kegiatan prioritas Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN). Kegiatan ini merupakan kegiatan program prioritas nasional untuk mendekatkan hasil-hasil riset dan inovasi kepada masyarakat melalui program INTAN. Terdapat 3 kegiatan INTAN tahun 2019 yang dibahas di LRMPHP yaitu Pengembangan Agro-Silvo-Fisheries di Lahan Gambut, Aplikasi Teknologi Alat Tangkap Ramah Lingkungan (Light Atractor) Gilnet (Jaringan Insang) dan Line Hauler/Pancing BRPL dan kegiatan Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar.

Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar merupakan hasil riset dan inovasi dari LRMPHP berupa ALTIS-2 yang merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor). ALTIS-2 sudah diuji cobakan di Bantul, Gunung Kidul, Padang, Jembrana, Pacitan dan Bitung dengan tingkat penerimaan yang baik.  ALTIS-2 juga meraih juara II pada kompetisi IPLAN (IPLAN Challenges 2018) yang dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive.

Selama pembahasan persiapan pelaksanaan INTAN 2019, masukan dan saran diperoleh guna penyempurnaan protap/juklak kegiatan, diantaranya penajaman KAK, pelaporan terkait progres fisik dan anggaran bulanan serta aspek teknis perjanjian serah terima alat termasuk ruang lingkup hal teknis yang dapat dikerjasamakan. Pada kesempatan ini, Kabag TU Puriskan yang mewakili Kepala Pusriskan berharap agar pelaksanaan INTAN ini dapat memberikan nilai tambah pemanfaatan alat bagi pengguna. Selain itu juga harus saling take and give antara pemberi dan penerima karena INTAN bukan program bantuan.

Jumat, 08 Februari 2019

Peliputan Hasil Riset LRMPHP oleh Media Nasional

Peliputan hasil riset LRMPHP oleh media
Seiring berkembangnya era digitalisasi, berita dan informasi  dituntut cepat sampai kepada masyarakat. LRMPHP sebagai institusi riset yang handal di bidang iptek dan inovasi mekanisasi pengolahan hasil perikanan dan kelautan selalu berusaha untuk mendesiminasikan hasil-hasil iptek dan inovasi tersebut kepada masyarakat. Sejalan dengan hal itu maka dilakukan peliputan hasil riset dan inovasi LRMPHP oleh media nasional (Gatra) pada kamis, 7 Februari 2019. Media ini merupakan  majalah berita mingguan yang berisi aneka berita  termasuk  bidang iptek dan dapat diakses secara online  melalui situs www.gatra.com. 

Peliputan hasil riset LRMPHP dilakukan di Kantor LRMPHP dan kunjungan lapang untuk mewancarai pengguna hasil riset tersebut. Peliputan iptek dan inovasi didahului dengan pemaparan  hasil-hasil riset LRMPHP oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc  bersama tim media peliput serta didampingi oleh perwakilan tim peneliti LRMPHP dan Pusriskan Jakarta yang diwakili oleh Dra. Hera Rusida, M.M. Pada kesempatan ini, Ka.LRMPHP menjelaskan lebih dari 15 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2018. Salah satu hasil rancang bangun peralatan tersebut berupa alat transportasi ikan segar roda 2 (ALTIS-2). 


Peliputan hasil riset di LRMPHP
ALTISe-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah sehingga mutu ikan tetap terjaga. ALTISe-2 terpilih kedalam salah satu inovasi 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada kategori alat transportasi. ALTISe-2 juga terpilih dalam Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017). Bundle “100+ Inovasi Indonesia” adalah kumpulan serial tahunan karya inovasi Indonesia, dalam set 10 (sepuluh) buku, berisi 1.045 karya inovasi Indonesia yang dinilai paling prospektif selama 10 tahun terakhir. Pada 2018, ALTIS-2 juga meraih juara II pada kompetisi IPLAN (IPLAN Challenges 2018) yang dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive. 

Dengan berbagai keunggulan dan prestasi yang telah diraih ALTIS-2 tersebut, dilanjutkan wawancara dengan pengguna ALTIS-2. Wawancara dengan pengguna ALTIS-2 yaitu Bp. Somulyo dari Bantul dilakukan di Kantor LRMPHP, serta dengan Bp. Marwoto di Gunung Kidul. Hasil wawancara menunjukkan bahwa umumnya pengguna ALTIS-2 mendapatkan keuntungan dengan menggunakan ALTIS-2 yaitu lebih praktis, higienis dan ikan/udang yang dijual tetap segar.  Beberapa kendala terkait dengan kerusakan komponen peralatan selama ini bisa ditangani sendiri oleh pengguna. Tim LRMPHP yang ikut mendampingi juga memberi saran kepada pengguna ALTIS-2 untuk mendatangi Kantor LRMPHP apabila ada kerusakan yang tidak dapat ditangani sendiri.


Peliputan dengan pengguna ALTIS-2
Selain diskusi dengan pengguna ALTIS-2, peliputan juga dilakukan kepada pengguna peralatan olahan tuna UD. Lestari Jaya di Gunung Kidul. UKM ini di miliki oleh Bapak Sungkono yang merupakan UKM binaan LRMPHP dan menggunakan almari peniris  rancang bangun LRMPHP untuk produk olahan tuna seperti dalam nugget, tahu dan ekado. Pada kesempatan tersebut, Bp. Sungkono menjelaskan bahwa selama ini peralatan yang digunakan berjalan dengan lancar, adapun sedikit kendala yang dihadapi yaitu almari peniris tidak bisa masuk ruang produksi dikarenakan almari peniris terlalu besar. Keuntungan pada saat menggunakan alat almari peniris ini yaitu produk lebih cepat tiris dan lebih higienis sehingga dapat menjaga mutu produk yang dihasilkan. 

Peliputan dengan pengguna hasil riset di UD. Lestari Jaya


Rabu, 23 Januari 2019

Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa LRMPHP TA 2019

Rencana Umum Pengadaan (RUP) adalah kegiatan yang terdiri dari identifikasi kebutuhan barang/jasa yang diperlukan Kementerian Negara/Lembaga (K/L), penyusunan dan penetapan rencana penganggaran sampai dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Penyusunan RUP merupakan tahap awal yang harus dilakukan oleh KPA sebelum dilaksanakannya pengadaan barang/jasa. RUP ini diharapkan memberikan informasi yang jelas mengenai target, lingkup kerja, Sumber Daya Manusia (SDM), waktu, mutu, biaya dan manfaat dari pengadaan. RUP ini nantinya akan menjadi acuan bagi kegiatan pengadaan barang/jasa.*

RUP sebagai sebuah rencana disusun dengan tujuan pengadaan barang/jasa memperoleh barang/jasa dengan kualitas seperti yang diharapkan. Selain itu dengan adanya RUP juga diharapkan kelancaran proses pengadaan terjamin. Kelancaran proses itu penting, karena merujuk pada logika dalam konsep input-proses-output, apabila input baik dan proses dilaksanakan dengan baik maka hasilnya (output) akan baik. Maka RUP disusun agar terjaminnya input-proses-output dalam kegiatan pengadaan.*

Sebagai bagian dari transparansi, akuntabilitas dan reformasi birokrasi; LRMPHP dengan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa LRMPHP Tahun Anggaran 2019 melalui aplikasi RUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 

RUP untuk LRMPHP dapat diakses melalui alamat sebagai berikut:

Arsip Rencana Umum Pengadaan dan dokumen lainnya, juga dapat diakses di website ini pada menu RB (link).

Footnote:

(LSD)

Senin, 21 Januari 2019

Siaran Pers KKP Nomor SP246/SJ.04/XII/2018


Link siaran pers Kementerian kelautan dan Perikanan Nomor SP246/SJ.04/XII/2018 berjudul LRMPHP raih Juara II IPLAN Challenges 2018.
Klik di sini, atau mirror di sini.
(LSD)

Kamis, 10 Januari 2019

Penetapan Program Kerja LRMPHP Tahun Anggaran 2019


Penetapan program kerja kegiatan LRMPHP tahun anggaran 2019 (dok.LRMPHP)
Penetapan program kerja kegiatan LRMPHP tahun anggaran 2019, dilaksanakan pada 9 Januari 2019 di Ruang Aula LRMPHP. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc dan seluruh pegawai.


Paparan program kerja 2019 oleh Ka.LRMPHP (dok.LRMPHP)
Pada kesempatan tersebut, Kepala LRMPHP menyampaikan program kegiatan tahun anggaran 2019 diantaranya terkait anggaran, sumber daya manusia, pelaksana kegiatan, target kelembagaan dan rencana pengembangan pegawai. Program kegiatan LRMPHP tahun 2019 meliputi kegiatan riset, inovasi teknologi adaptif dan manajerial. Kegiatan riset tentang mekanisasi penanganan rumput laut yang dibagi dalam 3 judul kegiatan yaitu rancang bangun alat grading rumput laut, rancang bangun silo rumput laut dan rancang bangun pengering rumput laut menggunakan microwave. Adapun kegiatan inovasi teknologi adaptif yaitu aplikasi teknologi alat transportasi ikan segar (ALTIS-2) kepada masyarakat pengguna.

ALTIS-2 (Alat Transportasi Ikan Segar Roda Dua) merupakan inovasi hasil rancang bangun LRMPHP dan terpilih kedalam 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada tema alat transportasi. ALTIS-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda dua (motor) dengan beberapa keunggulan diantaranya dapat mempertahankan suhu tetap rendah dan memudahkan transportasi sehingga mutu ikan tetap terjaga. Altis-2 ini sudah diuji terap di Gunung Kidul, Padang, Pacitan, Bantul, Jembrana dan Bitung. Saat ini, ALTIS-2 telah didaftarkan patennya ke Dirjen HKI dengan nomor pendaftaran paten SOO20142661. 

Penetapan program kerja LRMPHP tahun anggaran 2019 ini diakhiri dengan harapan dari Kepala LRMPHP agar semua pegawai mendukungnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Minggu, 30 Desember 2018

LRMPHP Raih Juara II IPLAN Challenges 2018


link: http://news.kkp.go.id/index.php/loka-riset-mekanisasi-perikanan-brsdm-kp-raih-juara-ii-iplan-challenges-2018/

KKPNews, Jakarta – Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP), salah satu unit pelaksana teknis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjadi juara II Innovation Challenges bidang pasca panen ikan segar untuk pemasaran lokal, dalam kompetisi Indonesia-Postharvest Loss Alliance for Nutrition (IPLAN) Challenges 2018.

Kepala LRMPHP BRSDM KKP Luthfi Assadad menjelaskan, keikutsertaan unit kerjanya ini merupakan salah satu bukti, bahwa pihaknya kompeten dalam melakukan pengolahan hasil perikanan. “Ini sebagai bukti kami melakukan pengolahan dengan baik. Prestasi ini juga sebagai pioner bagi kami, untuk melakukan yang lebih inovatif dan bermanfaat,” ungkapnya.

LRMPHP mengajukan inovasi ALTIS-2 (alat transportasi ikan segar roda-2) yang merupakan produk unggulan dan andalan LRMPHP yang telah dikaji dan dikembangkan selama beberapa tahun, serta telah diuji terap di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, LRMPHP juga mengikutsertakan mini cold storage untuk kapal di bawah 10 GT sebagai peserta kompetisi. “Kalau yang mini cold storagenya hanya lolos sampai 100 besar, tidak lolos ke 40 besar. Nah kalau yang ALTIS-2 ini, dapat juara II kemarin,” jelas Luthfi.

Dalam persiapannya, lanjut Luthfi, LRMPHP telah melakukan pengemasan ulang inovasi dan prototype yang telah dihasilkan, baik produk maupun bahan publikasi. “Kami terus lakukan pengemasan ulang inovasi, hingga latihan presentasi,” tambahnya.

Ia pun berharap, hasil riset ini dapat dikenal masyarakat dan menjadi penyemangat bagi pegawai KKP maupun stakeholder perikanan. “Ya harapannya dapat menjadi trigger-penyemangat, baik di internal LRMPHP maupun BRSDMKP untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan, bermanfaat dan menyejahterakan masyarakat,” tutur Luthfi.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris BRSDM KP Maman Hermawan. Ia berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, dan dijadikan alat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pengguna. “Sehingga nantinya kehadiran inovasi ini dirasakan langusng manfaatnya oleh masyarakat pengguna, dalam rangka meningkatkan efisiensi, pendapatan hasil usaha dan mendukung peningkatan kesejahteraan,” terangnya.

Dilansir dari halaman resmi kompetisi (https://iplanchallenge.com/), Innovation Challenges bidang pasca panen ikan segar untuk pemasaran lokal merupakan program kompetisi tingkat nasional yang mencari ide inovasi teknologi pasca panen, agar bisa diterima pengguna dan dipasarkan. Inovasi diutamakan untuk mengurangi postharvest loss (PHL) ikan segar dari tempat pendaratan hingga ke konsumen di lima titik kritis, yakni Tempat Pendaratan Ikan (TPI), transportasi dan distribusi (termasuk pedagang ikan dan sayur-sayuran keliling), pengecer di pasar (termasuk penjual pinggir jalan), Sistem penyimpanan kecil (Small Storage System), dan bahan pendingin alternatif (pengganti es).

Kompetisi ini diselenggarakan atas kerjasama GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition), Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nanyang Technogical University of Singapore, Indonesia-Postharvest Loss Alliance for Nutrition (IPLAN) dan beberapa instansi lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive.

Para dewan juri berasal dari GAIN, Kemenkes, KKP, NTU, IPLAN, serta pakar bisnis dan startup. Sebanyak 230 usulan proposal inovasi dari berbagai wilayah di Indonesia, diseleksi sehingga diperoleh 12 finalis yang kemudian diadu konsep, gagasan dan prototype produknya dalam agenda puncak yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2018 di Jakarta.

Juara pertama pada setiap kategori berhak memperoleh hadiah sebesar Rp 30.000.000, grant untuk pendanaan aplikasi produk sebesar 1 M, serta mentoring dari NTUitive; sedangkan juara kedua berhak memperoleh hadiah sebesar Rp 20.000.000.

(humas_brsdm/MD)