Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Kamis, 16 Maret 2017

Koordinasi 1 Data KKP dengan Penyuluh lingkup Bantul


Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tanggal 03 Maret 2017 terkait dengan koordinasi awal program satu data Kementerian Kelautan dan Perikanan (one data KKP) di Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, pada tanggal 14 Maret 2017, LPP-MPHP mengadakan koordinasi teknis antara pengolah data dengan PPB dan PPL se-Kabupaten Bantul. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, PPL (Petugas Penyuluh Lapangan), PPB (Petugas Penyuluh Bantu) dan perwakilan dari Kecamatan Jetis.


Koordinasi teknis ini dilakukan karena adanya perubahan wilayah kerja pengolah data. Selain itu juga bertujuan untuk membahas pelaksanaan teknis pengolah data di lapangan. Pelaksanaan pengambilan data di wilayah kerja pengolah data sudah diawali tanggal 13 Maret oleh saudara Gilang Israwan dan Rinto Pujatmoko dengan tujuan kecamatan Srandakan, Sanden dan Bambanglipuro. Data sampling listing untuk wilayah Bantul ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei 2017. 

Selasa, 14 Maret 2017

ALTIS-2 TERPILIH DALAM 108 INOVASI INDONESIA-2016


Pada tahun 2016 program 108 Inovasi Indonesia kembali diselenggarakan oleh Business Innovation Center (BIC) dan didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingggi. BIC memilih sebanyak 108 karya inovasi paling prospektif. Pada tanggal 26 Oktober 2016 setelah melalui proses penjurian, BIC mengumumkan secara resmi 108 karya yang terpilih.

Salah satu hasil rancang bangun LPP-MPHP yaitu ALTIS-2 (Alat Transportasi Ikan Segar) terpilih kedalam 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada tema alat transportasi. ALTIS-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda dua (motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah, memudahkan transportasi dan menjaga mutu ikan. Alat ini terdiri atas komponen utama peti untuk menyimpan ikan yang dilengkapi dengan sistem pendingin TEC dan ruang aksesoris untuk meletakkan peralatan jual beli. 


Sistem pendingin TEC berfungsi sebagai komponen untuk mempertahankan suhu ikan tetap rendah. TEC terdiri atas dua komponen utama yaitu elemen peltier dan heatsink dengan menggunakan sumber listrik DC 12 volt dari aki.

ALTIS-2 yang telah didaftarkan patennya ke Dirjen HKI dengan nomor pendaftaran paten SOO20142661 memiliki beberapa keunggulan yaitu mengurangi biaya operasional es batu, lebih menarik dan higienis dibandingkan dengan styrofoam dan dapat mempertahankan suhu ikan dibawah 5 ÂșC selama kegiatan jual-beli ikan sehingga mutu ikan tetap terjaga

Jumat, 10 Maret 2017

Pengembangan Koleksi Pustaka LPP-MPHP

Pengembangan koleksi pustaka merupakan salah satu faktor utama sebuah perpustakaan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka LPP-MPHP berupaya untuk melakukan penambahan koleksi pustaka dengan cara menjalin kerjasama dengan instansi-instansi lain baik dari internal KKP maupun eksternal. Salah satunya adalah Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Jakarta yang memberikan sejumlah buku untuk tambahan koleksi pustaka perpustakaan LPP-MPHP.



Koleksi pustaka yang diterima sebanyak 69 judul terdiri atas fiksi 1 eksemplar dan nonfiksi 68 eksemplar dengan total 212 eksemplar yang sebagian besar berkaitan dengan kelautan, pulau pulau kecil dan wilayah pesisir. Dari 69 judul tersebut diantaranya ada 1 edisi terbitan berkala berupa jurnal sebanyak 12 eksemplar. Selain itu, ada ensiklopedia pulau-pulau kecil, peta, profil wilayah/kegiatan/institusi, regulasi, buku pedoman, direktori pulau-pulau kecil dan CD perangkat lunak. Dengan penambahan koleksi pustaka tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan perpustakaan LPP-MPHP.

Selasa, 07 Maret 2017

LPP-MPHP Mengikuti Kegiatan Tindak Lanjut Program One Data KKP

Menindaklanjuti pertemuan pada tanggal 1 Maret 2017 terkait dengan program satu data Kementerian Kelautan dan Perikanan (one data KKP), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi D.I Yogyakarta kembali mengadakan pertemuan dan koordinasi dengan enumerator dari LPPMP-HP pada tanggal 3 Maret 2017 di Aula Kantor Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) dan PPB (Petugas Penyuluh Bantu).



Pada pertemuan tersebut dibahas pembagian kerja dan listing satu data pembagian wilayah kerja enumerator. LPPMP-HP mengikutsertakan 12  stafnya untuk melakukan enumerasi di 17 kecamatan wilayah Bantul yaitu Piyungan, Banguntapan, Kretek, Sanden, Srandakan, Sewon, Bantul, Kasihan, Sedayu, Imogiri, Dlingo, Pandak, Pajangan, pleret, Jetis, Bambanglipuro dan Pundong. Dalam melakukan tugasnya, para enumerator akan didampingi oleh PPL dan PPB yang telah ditunjuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul.

Rabu, 01 Maret 2017

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Melantik 4 Pejabat Eselon I

Pelantikan 4 Pejabat Eselon I Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. (dok.humas KKP / Joko Siswanto)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara resmi melantik empat Pejabat Tinggi Madya setara Eselon I lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari III, Jakarta pada Selasa (28/2).

Pejabat yang dilantik adalah Rifky Effendi Hardijanto sebagai Sekretaris Jenderal, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP); Sjarief Widjadja sebagai Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal; M. Zulficar Mochtar sebagai Kepala Badan Riset dan dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT); dan Achmad Poernomo sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik.

Dalam pelantikan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan beberapa hal, diantaranya yaitu :
  1. Perubahan pimpinan di tubuh KKP ini sebagai hal yang wajar dan diperlukan untuk memaksimalkan kinerja KKP. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang yang diamanahkan.
  2. Selama dua tahun ini, KKP telah mencoba untuk mencapai target-target demi kepentingan negara. KKP juga sudah melihat evaluasi kinerja, sehingga perlu adanya perubahan jabatan. Hal ini perlu dilakukan agar tiga tahun ke depan KKP bisa mencapai tujuan yang kita inginkan bersama.
  3. Ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden RI karena sudah bersedia mendengar dan menampung aspirasi dari pembantunya. Beliau telah menyetujui usulan-usulan demi pengelolaan Kelautan dan Perikanan Indonesia yang lebih baik.
  4. Kepada Dirjen Perikanan Tangkap yang baru, agar melakukan upaya-upaya inovatif guna meningkatkan produksi perikanan tangkap Indonesia. Hal ini karena perikanan tangkap adalah salah satu sektor kekuatan utama KKP. Sebanyak ¾ wilayah Indonesia adalah laut yang merupakan sumber perikanan tangkap. Jika bisa dikelola dengan baik, maka akan menjadi suatu keuntungan yang sangat besar bagi Negara Indonesia.
  5. Ucapan terima kasih atas kinerja seluruh jajaran KKP. Hal ini berkaitan dengan acara World Oceans Summit (WOS) di Bali, dimana Uni Eropa memuji Negara Indonesia, bahkan dijadikan percontohan pengelolaan kelautan perikanan dunia.

Sumber : KKPnews