Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Rabu, 13 Februari 2019

Pembahasan Rencana Kerja Kegiatan Riset LRMPHP Tahun 2019

Pembahasan proptek kegiatan riset LRMPHP 2019
Pelaksanaan pembahasan rencana kerja LRMPHP tahun 2019 telah dilakukan pada 12 Februari 2019 di Ruang Aula LRMPHP. Kegiatan pembahasan dalam rangka penajaman rencana kerja ini dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad S.Pi, M.Sc, Puriskan yang diwakili Budi Nugraha,  MSi selaku Kabid Riset Pemulihan SD &  Teknologi ALSINKAN, para evaluator riset dan seluruh pegawai LRMPHP.

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP memaparkan rencana kegiatan riset LRMPHP Tahun 2019  tentang mekanisasi penanganan rumput laut.  Kegiatan riset ini dibagi dalam 3 judul kegiatan yaitu rancang bangun alat grading rumput laut, rancang bangun silo rumput laut dan rancang bangun pengering rumput laut menggunakan microwave. Pada tahun 2019 ini, LRMPHP juga mengemban tugas untuk melaksanakan kegiatan Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) yaitu aplikasi teknologi alat transportasi ikan segar (ALTIS-2) kepada masyarakat pengguna. Oleh karena itu, Kepala LRMPHP berharap mendapat arahan dari Puriskan dan masukan dari para evaluator agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, Ka.LRMPHP menjelaskan tentang arah pembangunan kemaritiman yang berorientasi pada transformasi budaya maritim dengan fokus pada pembangunan SDM.

Sementara itu, Budi Nugraha,  MSi, selaku wakil Puriskan menjelaskan  bahwa kegiatan INTAN merupakan kegiatan program prioritas nasional untuk mendekatkan hasil-hasil riset dan inovasi kepada masyarakat. Kegiatan INTAN yang sifatnya teknis, saat ini pelaksanaannya dilakukan di UPT daerah. Pada tahun 2019 ini, terdapat 3 kegiatan INTAN lingkup Puriskan BRSDM KP yaitu Pengembangan Agro-Silvo-Fisheries di Lahan Gambut (Perikanan Tangkap), Aplikasi Teknologi Alat Tangkap Ramah Lingkungan (Light Atractor) Gilnet (Jaringan Insang) dan Line Hauler/Pancing BRPL (Perikanan Budidaya) dan Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar (Pemulihan SD &  Teknologi ALSINKAN). Teknologi Transportasi Ikan Segar yang akan diaplikasikan merupakan hasil riset dan inovasi dari Satker LRMPHP. Teknologi tersebut  merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor). Selain itu, Budi Nugraha,  MSi menjelaskan agar LRMPHP mempersiapkan diri dengan rencana reorganisasi Satker lingkup BRSDM KP. Pengusulan LRMPHP menjadi Balai tentunya akan berdampak pada kewenangan/tupoksi yang lebih luas sehingga tuntutan kerja yang lebih berat harus siap diemban oleh pegawai LRMPHP. 

Sambutan Ka.LRMPHP dan arahan dari Pusriskan
Pembahasan kegiatan riset tahun 2019, diawali dengan pemaparan kegiatan Riset Rancang Bangun Alat Silo Rumput Laut dengan evaluator Dr Ir Nursigit Bintoro, M.Sc dari  Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Beberapa masukan yang harus diperhatikan untuk perbaikan rencana kegiatan riset  diantaranya terkait kondisi bahan baku dan pengujian flow rumput laut,  perancangan mass flow hopper, perancangan loading (bucklet elevator) dan unloading (screw conveyor), perancangan sistem aerasi (chiller), perakitan dan pengujian alat serta analisis datanya. Selanjutnya pada pemaparan kegiatan Riset Rancang Bangun Alat Grading Rumput Laut dengan evaluator Dr. Rudiati Evi Masithoh, STP., M.Dev.Tech dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, ada beberapa saran dan masukan untuk perbaikan rencana kegiatan riset. Beberapa saran dan masukan tersebut diantaranya penggunaan parameter warna dan tekstur dalam pengolahan citra untuk prediksi persentase impurities rumput laut. Selain itu, juga disarankan untuk mempertajam bagian pendahuluan, tujuan riset (sortasi atau grading), dan penanganan rumput laut setelah grading.

Selanjutnya pada pemaparan kegiatan INTAN berupa ALTIS-2 menghadirkan evaluator Dr. Suwarman Partosuwiryo, A.Pi, MM. Evaluator menjelaskan bahwa kegiatan INTAN ALTIS-2 sangat relevan untuk mendukung program gemar makan ikan KKP. Hal ini dikarenakan ALTIS-2 merupakan alat transportasi ikan yang sederhana, lincah dan praktis sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pelosok yang hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. Oleh karena itu, evaluator sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap kesiapan ALTIS-2 menjadi teknologi siap pakai yang  dapat diproduksi masal.





Pemaparan proptek riset dan kegiatan INTAN


Senin, 11 Februari 2019

Pembahasan Kegiatan Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) 2019 di LRMPHP

Pembahasan program INTAN 2019 
Pembahasan persiapan pelaksanaan kegiatan prioritas Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN) Pusriskan Tahun 2019 telah dilakukan di LRMPHP pada 8 Februari 2019. Turut hadir pada kegiatan tersebut,  Kepala LRMPHP (Luthfi Assadad, M.Sc), Kabag Program BSRDM KP (Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc), Kabag TU Puriskan (Dra. Hera Rusida, M.M.) dan para Kabid dari Riset Perikanan Tangkap, Riset Perikanan Budidaya dan Riset Pemulihan SD dan Teknologi ALSINKAN serta para peneliti kegiatan INTAN 2019. Kegiatan didahului dengan paparan prioritas nasional BRSDM KP oleh Kabag Program dan dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan INTAN 2019.


Pemaparan program INTAN 2019 dan diskusi
Kabag Program BRSDM KP, Kusdiantoro, S.Pi, M.Sc, memaparkan tentang kegiatan lingkup Pusriskan BRSDM KP 2019, diantaranya kegiatan prioritas Inovasi Adaptif Lokasi Perikanan (INTAN). Kegiatan ini merupakan kegiatan program prioritas nasional untuk mendekatkan hasil-hasil riset dan inovasi kepada masyarakat melalui program INTAN. Terdapat 3 kegiatan INTAN tahun 2019 yang dibahas di LRMPHP yaitu Pengembangan Agro-Silvo-Fisheries di Lahan Gambut, Aplikasi Teknologi Alat Tangkap Ramah Lingkungan (Light Atractor) Gilnet (Jaringan Insang) dan Line Hauler/Pancing BRPL dan kegiatan Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar.

Aplikasi Teknologi Transportasi Ikan Segar merupakan hasil riset dan inovasi dari LRMPHP berupa ALTIS-2 yang merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor). ALTIS-2 sudah diuji cobakan di Bantul, Gunung Kidul, Padang, Jembrana, Pacitan dan Bitung dengan tingkat penerimaan yang baik.  ALTIS-2 juga meraih juara II pada kompetisi IPLAN (IPLAN Challenges 2018) yang dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive.

Selama pembahasan persiapan pelaksanaan INTAN 2019, masukan dan saran diperoleh guna penyempurnaan protap/juklak kegiatan, diantaranya penajaman KAK, pelaporan terkait progres fisik dan anggaran bulanan serta aspek teknis perjanjian serah terima alat termasuk ruang lingkup hal teknis yang dapat dikerjasamakan. Pada kesempatan ini, Kabag TU Puriskan yang mewakili Kepala Pusriskan berharap agar pelaksanaan INTAN ini dapat memberikan nilai tambah pemanfaatan alat bagi pengguna. Selain itu juga harus saling take and give antara pemberi dan penerima karena INTAN bukan program bantuan.

Jumat, 08 Februari 2019

Peliputan Hasil Riset LRMPHP oleh Media Nasional

Peliputan hasil riset LRMPHP oleh media
Seiring berkembangnya era digitalisasi, berita dan informasi  dituntut cepat sampai kepada masyarakat. LRMPHP sebagai institusi riset yang handal di bidang iptek dan inovasi mekanisasi pengolahan hasil perikanan dan kelautan selalu berusaha untuk mendesiminasikan hasil-hasil iptek dan inovasi tersebut kepada masyarakat. Sejalan dengan hal itu maka dilakukan peliputan hasil riset dan inovasi LRMPHP oleh media nasional (Gatra) pada kamis, 7 Februari 2019. Media ini merupakan  majalah berita mingguan yang berisi aneka berita  termasuk  bidang iptek dan dapat diakses secara online  melalui situs www.gatra.com. 

Peliputan hasil riset LRMPHP dilakukan di Kantor LRMPHP dan kunjungan lapang untuk mewancarai pengguna hasil riset tersebut. Peliputan iptek dan inovasi didahului dengan pemaparan  hasil-hasil riset LRMPHP oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc  bersama tim media peliput serta didampingi oleh perwakilan tim peneliti LRMPHP dan Pusriskan Jakarta yang diwakili oleh Dra. Hera Rusida, M.M. Pada kesempatan ini, Ka.LRMPHP menjelaskan lebih dari 15 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2018. Salah satu hasil rancang bangun peralatan tersebut berupa alat transportasi ikan segar roda 2 (ALTIS-2). 


Peliputan hasil riset di LRMPHP
ALTISe-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah sehingga mutu ikan tetap terjaga. ALTISe-2 terpilih kedalam salah satu inovasi 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada kategori alat transportasi. ALTISe-2 juga terpilih dalam Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017). Bundle “100+ Inovasi Indonesia” adalah kumpulan serial tahunan karya inovasi Indonesia, dalam set 10 (sepuluh) buku, berisi 1.045 karya inovasi Indonesia yang dinilai paling prospektif selama 10 tahun terakhir. Pada 2018, ALTIS-2 juga meraih juara II pada kompetisi IPLAN (IPLAN Challenges 2018) yang dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive. 

Dengan berbagai keunggulan dan prestasi yang telah diraih ALTIS-2 tersebut, dilanjutkan wawancara dengan pengguna ALTIS-2. Wawancara dengan pengguna ALTIS-2 yaitu Bp. Somulyo dari Bantul dilakukan di Kantor LRMPHP, serta dengan Bp. Marwoto di Gunung Kidul. Hasil wawancara menunjukkan bahwa umumnya pengguna ALTIS-2 mendapatkan keuntungan dengan menggunakan ALTIS-2 yaitu lebih praktis, higienis dan ikan/udang yang dijual tetap segar.  Beberapa kendala terkait dengan kerusakan komponen peralatan selama ini bisa ditangani sendiri oleh pengguna. Tim LRMPHP yang ikut mendampingi juga memberi saran kepada pengguna ALTIS-2 untuk mendatangi Kantor LRMPHP apabila ada kerusakan yang tidak dapat ditangani sendiri.


Peliputan dengan pengguna ALTIS-2
Selain diskusi dengan pengguna ALTIS-2, peliputan juga dilakukan kepada pengguna peralatan olahan tuna UD. Lestari Jaya di Gunung Kidul. UKM ini di miliki oleh Bapak Sungkono yang merupakan UKM binaan LRMPHP dan menggunakan almari peniris  rancang bangun LRMPHP untuk produk olahan tuna seperti dalam nugget, tahu dan ekado. Pada kesempatan tersebut, Bp. Sungkono menjelaskan bahwa selama ini peralatan yang digunakan berjalan dengan lancar, adapun sedikit kendala yang dihadapi yaitu almari peniris tidak bisa masuk ruang produksi dikarenakan almari peniris terlalu besar. Keuntungan pada saat menggunakan alat almari peniris ini yaitu produk lebih cepat tiris dan lebih higienis sehingga dapat menjaga mutu produk yang dihasilkan. 

Peliputan dengan pengguna hasil riset di UD. Lestari Jaya