Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Jumat, 27 November 2020

Semarak Peringati Harkannas 2020, KKP Catat Rekor Muri dan Launching Aplikasi Gemarikan

Pandemi covid 19 tak mengurangi semarak peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang jatuh setiap tanggal 21 November, dimana  pada tahun 2020 ini merupakan peringatan yang ke-7. Berbagai event digelar dalam rangkaian peringatan Harkannas dengan tetap memperhatikan  protokol kesehatan Covid 19.  Dan pada puncak peringatan Harkannas yang diselenggarakan pada Kamis (26/11) digelar acara serentak yang dipusatkan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta dan diikuti seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi di Indonesia.

Acara dimulai dengan makan ikan bersama secara serentak  terhubung melalui aplikasi zoom yang dikomandoi dari Jakarta dan diikuti oleh seluruh Provinsi di Indonesia. Acara makan ikan ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia, sehingga diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia  dengan menciptakan rekor baru  “Makan Ikan Serentak dilokasi terbanyak di Seluruh Indonesia.”

“Penghargaan dari MURI semoga semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat di seluruh Indonesia untuk terus mengkonsumsi ikan. Makan ikan merupakan investasi kesehatan untuk masa depan,” ujar  Artati Widiarti, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Lebih lanjut Artatti menyebutkan bahwa tema Peringatan Harkannas  tahun ini  adalah Makan Ikan Tingkatkan Imunitas Lawan Covid dan Stunting,  dengan pertimbangan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan. Konsumsi ikan dianggap salah satu solusi untuk melawan stunting dan covid karena ikan  mempunyai keunggulan diantaranya mengandung asam lemak Omega 3 tinggi untuk perkembangan mata, otak, dan jaringan syaraf serta memiliki komposisi asam amino lengkap, mudah dicerna dan diserap tubuh, serta sumber vitamin D dan Kalsium bagi pertumbuhan tulang.

“KKP terus  menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan guna meningkatkan imunitas tubuh.  Untuk itu ayo makan ikan berkualitas untuk meningkatkan imunitas,” terang Artati.

Selain makan ikan, dilakukan juga pameran virtual yang juga diikuti oleh seluruh  daerah di Indonesia.  Masing – masing daerah secara bergiliran menampilkan produk produk olahan unggulan yang khas dari daerah masing-masing. Berbagai inovasi menu dan produk produk olahan berbahan baku ikan ditampilkan pada pameran kali ini. Seperti dari Maluku yang menampilkan ikan tuna asap cair dan ikan abon tuna plus teri. Tak hanya dipasarkan di daerah Maluku saja, produk ini bahkan sudah dibawa keluar negeri sebagai oleh oleh.  Dari NTB tak kalah menarik menarik dengan menampilkan produk produk olahan dari rumput laut yang dibuat menjadi coklat dan biskuit.  Dan masih banyak daerah daerah lainnhya yang menampilkan produk inovasi dengan memanfaatkan hasil hasil tangkapan nelayan setempat.

Tak kalah menarik dan inovatif, KKP pada kesempatan ini melaunching aplikasi tentang  Gemarikan yang bisa diakses melalui smartphone.  “Tinggal instal aplikasi “Gemarikan” dari playstore, masyarakat akan mendapatkan semua informasi yang terkait dengan Gemarikan mulai dari katalog ikan, olahan ikan, resep masakan, restoran hingga umkm perikanan,”terang Artati.

Rangkaian seminar online yang dikemas dalam format webinar  juga dilakukan dalam rangka peringatan Harkannas tahun 2020 ini  dan dilaksanakan secara berkala sebelum acara puncak peringatan.  Pada Webinar seri ke-1, telah dibahas manfaat ikan untuk meningkatkan imunitas khususnya menghadapi pandemi COVID-19. Kemudian webinar seri ke-2, diulas tips bagaimana mengajak anak untuk lebih menyukai dan mengonsumsi ikan. Tak kalah menarik pada seri ke-3 dibahas tentang makan ikan untuk kesehatan dan kecantikan. Dan sebagai penutup  pada acara puncak digelar webinar dengan mengangkat tema ikan untuk Indonesia maju.

“Semoga dengan adanya Harkannas yang diperingati setiap tahun membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa sebagai negara kepulauan, bangsa kita memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk bangsa.  Selain itu  dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi,” pungkas Artati.

  

Sumber : KKP


Sabtu, 21 November 2020

Harkannas ke-7 : Makan Ikan Tingkatkan Imunitas Lawan Covid dan Stunting

 


Tahun 2020  merupakan peringatan Harkannas yang ke-7, dan  peringatan Harkannas tahun ini  mengangkat tema “Makan Ikan Tingkatkan Imunitas Lawan Covid dan Stunting,” dengan pertimbangan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan dan juga terkait pandemic covid 19 yang memerlukan imunitas sebagai daya tangkal terhadap penularannya.

Kamis, 12 November 2020

Diseminasi Teknologi ALTIS-2 di LRMPHP Bantul

Diseminasi Teknologi ALTIS-2 di LRMPHP Bantul

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) melaksanakan kegiatan diseminasi teknologi berupa Alat Transportasi Ikan Segar untuk Kendaraan Roda Dua (ALTIS-2) di halaman kantor LRMPHP. Kegiatan diseminasi ini dalam rangka mendekatkan hasil-hasil riset dan inovasi kepada masyarakat sehingga dapat memberikan nilai tambah pemanfaatan alat bagi pelaku usaha. 

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala LRMPHP beserta staf, Ketua Dewan Riset Daerah D.I. Yogyakarta, Perwakilan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul,  Kapolsek Jetis Bantul, Penyuluh Perikanan Bantul dan pelaku usaha perikanan asal Bantul yang menjadi mitra riset ALTIS-2 yaitu Bapak Somulyo dan Riyanto. 

Kepala LRMPHP bersama narasumber

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP Luthfi Assadad, M.Sc menyampaikan diseminasi ini  sebagai bagian dari komunikasi publik atas hasil kegiatan riset yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. "ALTIS-2 merupakan salah satu inovasi hasil riset LRMPHP dengan capaian prestasi diantaranya menjadi salah satu rekomendasi teknologi (rekomtek) Kementerian Kelautan dan Perikanan 2016 dan juara 2 pada kompetisi Indonesia-Postharvest Loss Alliance for Nutrition (IPLAN) Challenges 2018, " tuturnya. 

Sementara itu, Diperpautkan Bantul yang diwakili Ibu Hanifah mengatakan ALTIS-2 merupakan salah satu solusi terbaik untuk melancarkan distribusi produk-produk perikanan yang mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Ir. Bayudono, M.Sc, selaku Ketua Dewan Riset Daerah D.I. Yogyakarta yang mengapresiasi ALTIS-2. "Teknologi ALTIS-2 merupakan peluang bagi pedagang ikan keliling dalam mendekatkan dagangannya ke masyarakat, " tuturnya.  Selain itu, teknologi ALTIS-2 merupakan teknologi sepadan, material/bahan untuk merakit ALTIS-2 dapat dengan mudah diperoleh di Bantul. Ketua DRD juga menyampaikan kehadiran teknologi baru tidak selalu mudah untuk diterima masyarakat, padahal teknologi tersebut bermanfaat. Oleh karena itu dalam berinovasi diharapkan tidak hanya memperhatikan aspek teknis, namun aspek sosialnya juga. "Peneliti jangan takut membuat kesalahan, tapi usahakan jangan membuat kesalahan, "tambahnya.

Terkait aspek teknis, Kapolsek Jetis Bantul, AKP M. Sholeh SH MM menyampaikan bahwa ALTIS-2 masih memenuhi kriteria teknis barang bawaan kendaraan bermotor sesui Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014 Pasal 10 ayat 4 tentang Angkutan Jalan yaitu muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi, tinggi muatan tidak melebihi 900 mm dari atas tempat duduk pengemudi, dan barang muatan diletakkan di belakang pengemudi.

Instalasi ALTIS-2 pada kendaraan pelaku usaha

Pada pelaksanaan diseminasi ini, pemberian materi terkait dengan petunjuk instalasi, penggunaan dan perawatan ALTIS-2 sesuai buku petunjuk/manual book disampaikan oleh Tri Nugroho Widianto, M.Si selaku peneliti ALTIS-2. Rangkaian kegiatan pelaksanaan diseminasi ALTIS-2 diakhiri dengan diskusi dan instalasi ALTIS-2 pada kendaraan bermotor. 


Kamis, 05 November 2020

Sinkronisasi Program dan Kegiatan LRMPHP dengan Dinas KP Kabupaten/Kota di DI Yogyakarta

Pembukaan kegiatan sinkronisasi program oleh Kapusriskan, Yayan Hikmayani

Sinkronisasi program dan kegiatan riset Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan di wilayah D.I. Yogyakarta diselenggarakan pada 4 November 2020 di Ruang Aula LRMPHP dan dapat diakses secara daring melalui aplikasi zoom. Sinkronisasi program dan kegiatan riset dibuka oleh Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Yayan Hikmayani secara daring sekaligus memberikan arahannya. Hadir dalam kegiatan ini Kepala LRMPHP beserta staf serta Kepala Dinas KP Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mendapatkan masukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan penerapan kegiatan riset mekanisasi perikanan di D.I. Yogyakarta yang dilaksanakan oleh LRMPHP. “Acara ini untuk mempertajam roadmap kegiatan riset yang telah disusun LRMPHP agar pelaksanaannya mencapai hasil yang optimal. Disisi lain acara ini untuk memberikan dukungan kepada kegiatan Dinas KP dengan kompetensi yang dimiliki LRMPHP, " tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Perikanan dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan sinkronisasi dalam rangka membangun kemitraan dan kerjasama antara kedua belah pihak. Sinkronisasi ini selain membantu eselon 1 lingkup KKP juga  menjawab kebutuhan stake holder terdekat yaitu Dinas KP di wilayah D.I. Yogyakarta. Hasil sinkronisasi diharapkan dapat dilanjutkan menjadi kebijakan pengembangan alat dan mesin perikanan KKP untuk meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat.

Penyampaian materi sinkronisasi program dari Dinas KP

Secara umum hasil pemaparan yang disampaikan Kepala Dinas KP Kabupaten/Kota D.I. Yogyakarta menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan riset mekanisasi alat perikanan yang dilakukan LRMPHP. Alat mekanisasi perikanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor usaha perikanan seperti penyiapan sarana produksi, budidaya, penangkapan, pengolahan dan pemasaran. Selain memudahkan stake holder usaha perikanan, juga dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktivitasnya.




Senin, 02 November 2020

Peneliti LRMPHP Kembali Torehkan Prestasi

Sertifikat best presenter ICTCRED 2020 yang diraih peneliti LRMPHP

Bakti Berlyanto Sedayu, salah satu peneliti Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan yang baru saja kembali dari studi S3 di Victoria University, menjadi best presenter dalam The 6th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development (ICTCRED) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro Semarang dan beberapa partner internasional pada tanggal 27-28 Oktober 2020 lalu. 

ICTCRED merupakan salah satu agenda konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh UNDIP, dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam dengan mengusung tema Sustainable Development in Coastal Area. ICTCRED 2020 diikuti oleh 107 presenter baik dari dalam maupun luar negeri.

Bakti Berlyanto Sedayu menjadi best presenter dengan membawakan paper berjudul Initial Properties Identification of Carrageenan Powder for Biodegradable Plastic Production yang ditulis bersama Putri Wullandari, Arif Rahman Hakim dan Dina Fransiska.

Bakti Berlyanto Sedayu memaparkan hasil penelitiannya secara online via zoom meeting