Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2018

Sosialisasi Alat Uji Kesegaran Ikan Non Destruktif Kepada Stakeholders Melalui Learning Session LRMPHP 2018


LRMPHP menyelenggarakan learning session dengan tema Non Destructive Testing Ikan segar menggunakan aplikasi android pada hari Jumat, 25 Mei 2018. Kegiatan learning session ini dihadiri oleh tamu undangan dari perwakilan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul, Balai Penelitian Teknologi bahan Alam (BPTBA) LIPI, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) DIY, Stasiun KIPM DIY, Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu hasil perikanan (LPPMHP) DIY, SMK N 1 Sanden Bantul, Penyuluh Perikanan Bantul, pelaku usaha perikanan (UKM) serta Pegawai Internal LRMPHP.

Alat uji kesegaran ikan non destruktif ini merupakan hasil riset rancang bangun dari Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) tahun 2016-2017, bekerjasama dengan Dept. Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta telah diusulkan menjadi paten pada tahun 2017 melalui Sentra HKI KKP.


Penyampaian Materi Learning Session
Bertindak sebagai pemateri yaitu Zaenal Arifin Siregar, M.T. (Peneliti LRMPHP). Pada presentasi yang dimoderatori oleh Tri Nugroho Widianto, M.Si. tersebut dijelaskan tentang pengenalan alat uji, bimbingan cara download aplikasi uji kesegaran ikan pada smartphone dan penggunaannya. Prinsip pengujian ini adalah pendeteksian bau ikan menggunakan sensor dan citra mata ikan menggunakan kamera. Aplikasi penggunaan citra dan sensor bau saat ini masih jarang diterapkan di bidang perikanan, namun metode ini menawarkan kecepatan, kemudahan, akurasi yang baik dan bersifat non destruktif.


Praktek pengujian kesegaran ikan oleh stakeholders
Pada saat learning session dilakukan brainstorming yang dilanjutkan dengan praktek pengujian kesegaran ikan menggunakan smartphone peserta. Peralatan yang sedang dikembangkan LRMPHP tersebut diharapkan dapat membantu stake holder dalam menentukan kesegaran ikan secara cepat dan praktis. 

Selasa, 22 Mei 2018

Menjawab Tantangan Kedepan, KKP Rotasi Jabatan Eselon 1


Jakarta - Berdasarkan Keputusan Presiden RI No 56/ TPA Tahun 2018 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik empat pejabat Eselon 1 di Gedung mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, pada tanggal 22 Mei 2018.

Empat pejabat Eselon I yang dilantik dan dirotasi jabatannya, yakni:
1. Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto menjadi Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.
2. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Syarif Widjaya menjadi Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM).
3. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSP KP) Nilanto Perbowo menjadi Sekretaris  Jenderal KKP.
4. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) M. Zulficar Mochtar menjadi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.

Dalam arahannya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan bahwa rotasi jabatan Eselon I merupakan hal yang lumrah terjadi dalam struktur organisasi. Terlebih saat ini KKP tengah menghadapi tantangan dinamis sehingga diperlukan orang yang tepat untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi madya di KKP.

“Pertukaran tempat adalah hal yang biasa. Pergantian manajemen adalah suatu hal yang biasa dalam perjalanan organisasi. Tentu kita mencari orang yang tepat dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hari ini saya lega melihat tatanan baru di KKP. Saya yakin setiap individu mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatan barunya,” papar Susi.

Susi turut menyoroti BRSDM sebagai sebagai institusi penting yang menjadi fokus utama pemerintah di tahun 2019. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa salah satu langkah dalam pembanguan sumber daya manusia (SDM) yakni melalui pendidikn vokasi.  

“Saya memohon pada Pak Syarif  yang kini menjabat sebagai Kepala BRSDM, sumber daya manusia menjadi pilar penting tahun ini dan tahun depan. SDM menjadi fokus penting pemerintah yang dapat kita tingkatkan melalui pendidikan vokasi,” tutur Susi.

Susi pun berharap, dengan adanya rotasi jabatan, KKP bisa semakin produktif dan efisien dengan dan  membawa jajaran KKP bekerja lebih cepat, sesuai tuntutan zaman.

Senin, 21 Mei 2018

Pentingnya Pembangunan SDM Melalui Pendidikan Vokasi

Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2018, Kepala BRSDM Ingatkan Pentingnya Pembangunan SDM Melalui Pendidikan Vokasi




Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 110, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan Upacara Harkitnas 2018, pada tanggal 21 mei 2018 di STP Jakarta. Upacara dipimpin  langsung   oleh Kepala BRSDM M. Zulficar Mochtar. 

Dalam kesempatan tersebut, Zulficar membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) perihal  amanat Presiden RI Joko Widodo, yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019. “Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas SDM,” tegasnya.

Salah satu langkah pemerintah dalam pembangunan SDM, disampakan Zulficar, ialah melalui pendidikan vokasi. Pemerintah mendorong dunia pendidikan untuk bekerja sama dengan industri dan bisnis, guna mencari terobosan baru dalam pendidikan vokasi. Jurusan-jurusan baru, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun di tingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan, juga harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja. 

Harkitnas 2018 yang mengusung  tema ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital’, harus dimaknai dengan upaya penyadaran masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas SDM juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2018. Maknai dengan semaksimal mungkin untuki memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM, terutama generasi muda yang akan membawa kejayaan bangsa di tahun- tahun mendatang,” ucap Zulficar.

Jumat, 18 Mei 2018

Sosialisasi Hasil Riset LRMPHP Melalui Learning Session LRMPHP 2018 (1)


Telah diselenggarakan kegiatan learning session 2018 terkait sosialisasi hasil-hasil riset LRMPHP pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2018 di LRMPHP. Kegiatan learning session 2018 selain diikuti oleh internal LRMPHP, juga dihadiri oleh tamu undangan dari perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul, Balai Penelitian Teknologi bahan Alam (BPTBA) LIPI, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) DIY, Stasiun KIPM DIY, Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu hasil perikanan (LPPMHP) DIY, SMK N 1 Sanden Bantul dan Penyuluh Perikanan Bantul.

Kegiatan learning session ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh LRMPHP setiap tahun dan diagendakan kembali pada tanggal 18 dan 25 Mei 2018. Sebagai pemateri pada kegiatan tersebut yaitu Putri Wullandari, M.Sc. dan Zaenal Arifin Siregar, M.T., keduanya peneliti LRMPHP. Disamping untuk sosialisasi hasil-hasil riset LRMPHP, kegiatan learning session dijadikan sebagai wahana untuk saling belajar dan bertukar pikiran baik sesama peneliti, akademisi maupun dengan para penyuluh.


Pelaksanaan kegiatan Learning Session LRMPHP 2018

Bertindak sebagai pemateri pertama (18 Mei 2018) yaitu Putri Wullandari, MSc yang membawakan materi tentang Proses Pembuatan Pupuk Granul Berbahan Baku Limbah Rumput Laut. Dalam presentasi yang dimoderatori oleh Arif Rahman Hakim, M.Eng tersebut dijelaskan bahwa rumput laut kaya akan unsur hara dan zat pemacu tumbuh (ZPT) seperti auksin, sitokinin, giberelin, asam abisat, dan etilen sehingga potensial digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Pemanfaatan limbah rumput laut disamping dapat meningkatkan nilai tambah juga menjadi solusi untuk konsep pengolahan yang berbasis zero waste. Pupuk organik memiliki beberapa macam bentuk seperti tablet, briket, curah, dan granul, namun bentuk granul paling diminati di pasaran karena bentuk granul lebih mudah diaplikasikan dan mudah meresap ke tanaman. 

Setelah presentasi, kegiatan learning session 2018 diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Beberapa penanya umumnya sangat mengapresiasi pembuatan pupuk organik tersebut, namun penggunaan limbah rumput laut (limbah agar) dalam pembuatan pupuk organik perlu diperhatikan agar struktur alamiah tanah dan pertumbuhan tanaman tetap terjaga.

Tutorial instalasi APK Semar MekanisasiKP


Sebagai bagian dari pelaksanaan penyampaian hasil-hasil riset LRMPHP kepada para pengguna, LRMPHP menggunakan sebuah knowledge management system (KMS) yang disebut sebagai Semar MekanisasiKP.

KMS ini dapat diakses melalui alamat https://semar.mekanisasikp.id. Di dalamnya terdapat berbagai fitur, sebagaimana telah diuraikan pada berita sebelumnya.


Sebagai tambahan kanal untuk mengakses, telah dibuat APK android untuk KMS Semar MekanisasiKP ini, yang dapat diunduh melalui alamat bit.ly/semarkkp. Mengingat apk ini belum tersedia di Google Playstore android, mungkin timbul hambatan untuk melakukan instalasi. 

Video berikut merupakan tutorial atau panduan untuk menginstal APK android Semar MekanisasiKP.



Selasa, 15 Mei 2018

Sosialisasi Hasil-Hasil Riset LRMPHP Melalui Knowledge Management System SEMAR MekanisasiKP

Sosialisasi hasil-hasil riset LRMPHP melalui Knowledge Management System SEMAR MekanisasiKP
Sehubungan dengan implementasi Knowledge Management System pada Satker LRMPHP, telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Hasil-Hasil Riset LRMPHP melalui Knowledge Management System SEMAR MekanisasiKP pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 di Aula LRMPHP. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Puriskan yang diwakili oleh Budi Nugraha,  M.Si. selaku Kabid Riset Pemulihan Sumberdaya & Teknologi Alat dan Mesin Perikanan dan dihadiri tamu undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Diperpautkan Bantul, Stasiun KIPM Yogyakarta, SMK N 1 Sanden Bantul, Penyuluh Perikanan Bantul, FixTx Ind (dh UMG Myanmar), perwakilan Kecamatan Jetis dan seluruh pegawai LRMPHP.

Dalam arahannya Budi Nugraha, M.Si. sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dengan adanya sosialisasi diharapkan hasil-hasil riset LRMPHP lebih dapat dikenal dan dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku perikanan. Adanya aplikasi berbasis elektronik melalui sistem aplikasi SEMAR MekanisasiKP akan lebih mempermudah penyebarluasan hasil riset LRMPHP.

Pemaparan hasil-hasil riset LRMPHP
Sebelum sosialisasi, dilakukan paparan hasil-hasil riset LRMPHP oleh Koordinator Pelayanan Teknis LRMPHP (Tri Nugroho Widianto, M.Si). Hasil riset yang dipaparkan berupa data-data riset maupun peralatan yang telah dihasilkan LRMPHP pada tahun 2012-2018, diantaranya peralatan pengolahan fish jelly serta peralatan sarana transportasi dan penanganan  ikan segar.
Pemaparan sosialisasi Knowledge Management System SEMAR MekanisasiKP
Sosialisasi Knowledge Management System SEMAR MekanisasiKP disampaikan oleh Kepala LRMPHP (Lutfi Assadad, M.Sc.). Dalam paparannya dijalaskan bahwa SEMAR MekanisasiKP merupakan sebuah situs yang dirancang dan dibangun berbasiskan Knowledge Management System, sebagai sistem informasi manajemen pengetahuan berstandar satuan kerja LRMPHP. Sebagai sebuah sistem informasi manajemen pengetahuan terstandar, Semar MekanisasiKP menghimpun berbagai macam:

  • Peralatan terstandar (daftar peralatan penanganan pascapanen perikanan yang telah berhasil dirancang, dibangun, dikembangkan dan diimplementasikan oleh LRMPHP),
  • Rekomendasi teknologi (daftar teknologi dari LRMPHP yang telah lulus uji dan seleksi oleh Komisi Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan),
  • Agenda riset (daftar kegiatan riset yang telah dan sedang berlangsung di LRMPHP),
  • Publikasi ilmiah (daftar publikasi ilmiah LRMPHP meliputi artikel di jurnal, makalah yang dipresentasikan pada seminar/konferensi),
  • Paten (daftar paten dan hak kekayaan intelektual LRMPHP),
  • Tenaga ahli (daftar sumber daya manusia LRMPHP meliputi peneliti dan teknisi yang bergerak pada core business LRMPHP sebagai institusi riset),
  • Produk hukum (peraturan perundangan yang terkait dengan organisasi LRMPHP), dan info terkini.
Pemaparan fungsi dan mekanisme kerja peralatan hasil rancang bangun LRMPHP


Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan kunjungan ke ruang display peralatan hasil riset LRMPHP, workshop dan bengkel konstruksi serta fasilitas pendukungnya. Pada kesempatan tersebut dilakukan penjelasan mengenai fungsi dan mekanisme kerja beberapa peralatan.

Teknologi Digital Perikanan Budidaya

Sumber : IG KKP (@kkpgoid)

Untuk menjamin konektivitas rantai sistem bisnis akuakultur, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mendorong pengembangan inovasi sistem informasi berbasis digital. Digitalasi sistem informasi akuakultur ini memiliki arti penting dalam mendorong terjadinya transformasi sistem bisnis akuakultur yang lebih efisien.

Direktur Jendral DJPB Slamet Soebjakto mengungkapkan bahwa digitalisasi ini akan menjadi jembatan modern bagi seluruh stakeholder perikanan budidaya. Dalam hal seperti akses pasar, sistem ini akan mampu menjamin efesiensi rantai pasar, untuk kegiatan on farm akan lebih efisien waktu, tenaga dan proses.

Sumber : IG KKP (@kkpgoid)

Selasa, 08 Mei 2018

Program Padat Karya Kementerian Kelautan dan Perikanan

sumber : IG KKP (@kkpgoid)

Sesuai arahan Pemerintah, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga fokus melaksanakan program padat karya, yaitu dengan menyusun program prioritas lingkup perikanan untuk menyerap tenaga kerja lokal secara massal, serta menggerakan ekonomi lokal.

Salah satunya, melalui pengembangan teknologi KJA Offshore yang diarahkan untuk menyerap tenaga kerja secara langsung dan tidak langsung, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu nelayan sekitar juga akan diberdayakan melalui pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan nelayan sebagai pakan tambahan untuk KJA Offshore.

Proses pendederan dari hulu ke hilir, proses pengamanan budidaya KJA offshore, dan pengelolaan hasil panen juga akan melibatkan masyarakat yg tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD).

Sumber : IG KKP (@kkpgoid)

Senin, 30 April 2018

Monev Manajerial Triwulan I Tahun 2018 Lingkup BRSDM KP di LRMPHP

Kegiatan Monev Manajerial Triwulan I

Telah diselenggarakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) manajerial lingkup Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) di Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) pada tanggal 27-28 April 2018. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pencapaian program dengan hasil yang telah dilaksanankan di LRMPHP hingga Triwulan I. 

Monev dibuka oleh Kepala LRMPHP (Luthfi Assadad, M.Sc) yang dihadiri oleh team evaluator dari Pusat Riset Perikanan (Puriskan) dan BRSDM KP  serta diikuti oleh seluruh pegawai LRMPHP. Team evaluator dari Puriskan diwakili oleh Dra. Hera Rusida, M.M. (Kasubag TU) dan Hadhi Nugraha, S.T (Kasubid Riset Teknologi Alat dan Mesin Perikanan), sedangkan dari  BRSDM KP diwakili oleh Kusdiantoro, S.Pi, MSi (Kabag Program). Dalam sambutannya, Kepala Loka memaparkan nomenklatur, profil dan tupoksi LRMPHP, sarana dan prasarana yang dimiliki serta hasil-hasil riset yang telah dihasilkan. Selain itu dijelaskan terkait penganggaran, realisasi anggaran dan pencapaiannya.

Team evaluator menyatakan bahwa LRMPHP merupakan satker lingkup BRSDM KP yang strategis mengingat tren perikanan dunia saat ini berbasis mekanisasi. Dengan adanya mekanisasi diharapkan konsumsi produk perikanan dapat ditingkatkan, khususnya di DIY yang tingkat konsumsi ikannya per kapitanya masih rendah. Kebijakan riset saat ini disamping bersifat  top down namun juga harus mengakomodir permintaan pengguna sehingga kegiatan riset menjadi lebih fokus dan bersinergi.

Penyampaian hasil evaluasi oleh evaluator
Secara umum, hasil monev manajerial LRMPHP sudah berjalan baik dan sesuai target ideal. Beberapa masukan dan saran diantaranya perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan pengadministrasian lintas satker termasuk informasi pengabdopsian hasil riset dan kerjasama yang dijalankan. Saat ini ada beberapa peralatan hasil rancang bangun LRMPHP yang pinjamkan ke pengolah, untuk itu perlu suatu mekanisme pengadministrasian sehingga payung hukumnya menjadi jelas.  Monev lapang peralatan hasil rancang bangun LRMPHP dilakukan di UKM BU Hirto dan UD Lestari Jaya Gunung Kidul oleh team evaluator. Pada kesempatan tersebut team evaluator mendapat penjelasan langsung dari pengguna alat yang sangat mengapresiasi pinjaman peralatan tersebut.

Evaluator mengunjungi salah satu UKM binaan LRMPHP
Diharapkan dengan adanya monev manajerial tersebut akan tersedianya data kuantitatif dan kualitatif tentang kinerja manajerial, tersedianya rekomendasi untuk meningkatkan kinerja manejerial dan adanya bahan untuk penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan guna perbaikan program.

Kamis, 26 April 2018

Presiden: Pembangunan KJA Lepas Pantai Proses Transfer Ilmu dan Teknologi ke Nelayan

Keramba Jaring Apung (KJA), dok.biro setpres
KKPNews, Pangandaran – Presiden Joko Widodo meresmikan proyek keramba jaring apung (KJA) lepas pantai dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peresmian itu dilaksanakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, Desa Babakan, Selasa, 24 April 2018.

Proyek tersebut merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas para nelayan dan membudidayakan ikan-ikan yang kini sulit ditemukan.

“Ini terobosan pertama di Indonesia. Kita harapkan menjadi cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah dari budidaya perikanan Indonesia,” kata Presiden di hadapan para nelayan dan masyarakat umum yang hadir.

Presiden menjelaskan bahwa pembangunan unit KJA lepas pantai ini merupakan sebuah proses transfer ilmu dan teknologi kepada para nelayan sehingga dapat memproduksi ikan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibanding dengan cara-cara konvensional.

“Coba bandingkan dengan keramba jaring apung biasa yang produksinya hanya 5,4 ton per tahun, per unit. Ini 816 ton per tahun, per unit,” ujarnya.

Oleh karenanya, Kepala Negara meminta para nelayan untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut demi kesejahteraan para nelayan itu sendiri. Ia menyebut bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi perikanan nasional menjadi lebih banyak lagi.

“Kita harapkan semakin banyak yang terlibat dalam keramba jaring apung offshore ini. Pemasarannya ke mana? Kita harapkan bisa ekspor entah ke Timur Tengah, Australia, Eropa, Jepang, semuanya,” tuturnya.

Untuk diketahui, unit KJA yang diresmikan Presiden terletak di lepas pantai yang berjarak 8 mil dari Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang. Untuk menuju unit tersebut, dibutuhkan waktu selama kurang lebih 45 menit menggunakan kapal.

Proyek ini dalam praktiknya melibatkan hingga ratusan nelayan setempat untuk beroperasi. Tak hanya di Pangandaran, saat ini pemerintah juga sedang membangun unit serupa di beberapa titik lainnya.

“Ini baru satu yang dibangun di sini, nanti akan dikembangkan dua lagi. Sedang dikerjakan di Sabang dan Karimun Jawa,” ungkap Presiden.

Di setiap lubang keramba yang dibangun di lepas pantai Pangandaran, ditebar bibit ikan Kakap Putih (Baramundi) yang kini sulit ditemukan nelayan setempat yang salah satunya diakibatkan oleh penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan. Dalam kunjungan itu, Presiden turut menebar benih ikan dimaksud usai memberikan sambutan.

Sebelum beranjak menuju lokasi keramba, ia sempat berpesan kepada para nelayan untuk mulai beralih kepada alat tangkap yang ramah lingkungan. Kesadaran tersebut perlu untuk ditanamkan demi menjamin keberlanjutan dan kesinambungan usaha perikanan tangkap hingga generasi mendatang.

“Marilah kita pakai jaring-jaring yang ramah pada lingkungan. Jangan pakai jaring yang kecil-kecil sehingga ikan kecil kena semua. Anak-cucu kita nanti kehabisan ikan-ikan yang harusnya bisa dinikmati,” ucapnya.

Setelah bertemu nelayan, Presiden bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuju KJA lepas pantai dengan menggunakan kapal riset dan latih Madidihang 03 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat mendekat kerambu jaring apung tersebut, Presiden dan rombongan berganti perahu karet sea rider untuk mendekati kerambu jaring dan menebar benih ikan kakap putih (baramundi).

Lompatan Industri Perikanan

Sementara itu, setelah meninjau lokasi pembangunan rumah khusus nelayan di di Desa Prapat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Presiden menjelaskan kepada jurnalis bahwa perbedaan KJA lepas pantai dengan keramba konvensional yang sudah ada. Secara kapasitas dan teknologi, KJA lepas pantai memiliki perbedaan nyata yang mampu meningkatkan produksi ikan hingga ratusan kali lipat.

“Keramba jaring apung yang di danau banyak sekali. Ini sekarang yang di lepas pantai, kira-kira dari pantai jauhnya 8 mil. Kapasitasnya besar sekali. Pemantauannya computerized semua,” tuturnya.

Presiden menambahkan, KJA lepas pantai ini merupakan budidaya ikan dengan cara modern.

“Setelah saya lihat di lapangan tadi, memang sebuah lompatan di industri perikanan yang harus kita ikuti. Kalau tidak kita ketergantungan terus pada ikan tangkap,” ucapnya. (biro_setpres)

Sumber : KKPNews

Cek Kesegaran Ikan dengan Android (HP)

Pengujian kesegaran ikan diperlukan dalam upaya peningkatan mutu serta keamanan produk perikanan Indonesia. Berbagai metode pengujian telah dikembangkan untuk memperoleh metode pengujian yang lebih baik.

Peralatan uji kesegaran ikan berbasis nondestruktif telah dikembangkan oleh LRMPHP, Bantul, DIY. Prinsip kerja alat ini adalah pendeteksian bau ikan menggunakan sensor dan citra mata ikan menggunakan kamera. Aplikasi penggunaan citra dan sensor bau saat ini masih jarang diterapkan di bidang perikanan, namun metode ini menawarkan kecepatan, kemudahan, akurasi yang baik dan bersifat non destruksi.

Pengujian kesegaran ikan
Desain peralatan yang dikembangkan menggunakan aplikasi smartphone dengan spesifikasi sistem operasi android. Desain peralatan yang dikembangkan berbentuk kotak (bok) dengan sensor dan kamera diletakkan di dalamnya. Ikan yang akan diuji tingkat kesegarannya dimasukan dalam kotak pengujian tersebut. Data sensor dan citra mata yang diperoleh selanjutnya diolah oleh software pada aplikasi uji kesegaran ikan yang telah diinstal di handphone android.

Tampilan software dan hasil pengujian kesegaran ikan

Peralatan uji lapang yang dikembangkan LRMPHP telah diuji cobakan di Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Yogyakarta, Cilacap dan Semarang dengan tingkat penerimaan yang baik. Diharapkan peralatan tersebut dapat membantu stake holder dalam menentukan kesegaran ikan secara cepat dan praktis

 

Jumat, 20 April 2018

Bersihkan Sampah Plastik Dalam “ Earth Day 2018 : End Plastic Pollution”


Aksi LRMPHP pada peringatan hari bumi
Dalam rangka perayaan Hari Bumi – Earth Day pada tanggal 22 April 2018, LRMPHP turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  Partisipasi LRMPHP ini merupakan wujud nyata dari kepedulian untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan kehidupan di bumi. Aksi LRMPHP ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilakukan BRSDM dengan 48 unit kerja dan penyuluh perikanan bersama mitra untuk mengkampanyekan Hari Bumi “Earth Day 2018 : End Plastic Pollution


Aksi penanaman pohon pada peringatan hari bumi
Hari Bumi – Earth Day tahun 2018 mengambil tema End Plastic Pollution yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan kehidupan di bumi melalui penghentian polusi plastik.

Aksi Hari Bumi  lingkup LRMPHP pada 16 - 22 April 2018 dengan mengajak masyarakat melakukan reduce, reuse, recycle plastic dalam keseharian. Puncak kegiatan berupa aksi bersih-bersih lingkungan yang dilanjutkan dengan penanaman pohon. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal  20 April 2018 dan diikuti oleh seluruh pegawai LRMPHP. Dengan aksi lokal tersebut diharapkan akan menjadi aksi nasional sehingga pesan dari kegiatan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Rabu, 18 April 2018

LRMPHP Lakukan Studi Banding Layanan Perpustakaan dan Pengarsipan

Keberadaan perpustakaan pada suatu lembaga riset sangat diperlukan. Hal ini karena perpustakaan dapat mempercepat penyebarluasan informasi hasil riset kepada masyarakat. Perpustakaan sangat potensial dalam mendukung pencapaian tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mendukung tersedianya perpustakaan yang representative, LRMPHP sebagai institusi riset telah mengirim dua orang stafnya untuk melakukan studi banding.

Diskusi di ruang pengolahan bahan koleksi di perpus sleman

Diskusi di perpustakaan UGM
Studi banding bertujuan untuk mempelajari tentang  kepustakaan yang meliputi pelayanan, pengelolaan, pengembangan dan pengarsipannya serta perkembangan teknologi informasi. Kegiatan studi banding tersebut dilakukan pada tanggal 9-10 dan 18 April 2018 di Perpustakaan UGM, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotamadya Yogyakarta  serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Studi banding dilakukan dengan cara diskusi bersama pengelola perpustakaan yang dilanjutkan dengan pengamatan di lokasi.

Hasil studi banding diperoleh cara pengelolaan bahan pustaka melalui inventarisasi  menggunakan aplikasi SIPUS (Sistem Informasi Perpustakaan), klasifikasi dengan DDC (Dewey Decimal Classification) serta penentuan tajuk subyek dengan daftar tajuk subyek Perpustakaan Nasional. Diharapkan dengan pelaksanaan studi banding akan menambah wawasan dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan di LRMPHP sehingga menjadi lebih baik. 

Jumat, 13 April 2018

Riset Bersama Pembuatan Pakan Ikan LRMPHP dengan Pokdakan Minasari

Pada tahun 2018 LRMPHP melakukan Penelitian Mesin Pembuat Pakan Ikan Skala UKM. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dihasilkan prototipe mesin pembuat pakan ikan yang dapat diaplikasikan kepada pembudidaya dan pembuat pakan ikan skala kecil. Dalam proses penelitian tersebut melibatkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minasari di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali agar dihasilkan teknologi yang sederhana dan tepat guna.
Diskusi dengan Kadis Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali
Kegiatan penelitian tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Kepala Dinas mengharapkan hasil penelitian nantinya dapat meningkatkan produksi pakan ikan mandiri di Kabupaten Boyolali khususnya sehingga budidaya perikanan semakin berkembang. Selain itu alat yang dihasilkan mempunyai spesifikasi yang sederhana, murah serta mudah diaplikasikan untuk pembudidaya ikan skala kecil.

Selasa, 10 April 2018

ALTISe-2 Dalam Kumpulan Inovasi Indonesia Satu Dekade



Salah satu hasil rancang bangun LRMPHP yaitu ALTISe-2 (Alat Transportasi Ikan Segar Roda 2) terpilih dalam Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017). Bundle “100+ Inovasi Indonesia” adalah kumpulan serial tahunan karya inovasi Indonesia, dalam set 10 (sepuluh) buku, berisi 1.045 karya inovasi Indonesia yang dinilai paling prospektif selama 10 tahun terakhir.

ALTISe-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah sehingga mutu ikan tetap terjaga. ALTISe-2 terpilih kedalam salah satu inovasi 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada kategori alat transportasi. 

ALTISe-2 telah didaftarkan patennya ke Dirjen HKI dengan nomor pendaftaran paten SOO20142661. Beberapa keunggulan ALTISe-2 yaitu biaya operasional es batu tereduksi, lebih menarik dan higienis dibandingkan dengan styrofoam serta suhu ikan dapat dipertahankan dibawah 5°C selama transportasi. Peralatan tersebut telah diuji coba di 6 lokasi berbeda yaitu Gunung Kidul, Padang, Pacitan, Bantul, Jembrana dan Bitung dengan tingkat penerimaan yang baik. 

Sebagai salah satu inovasi yang terpilih dalam “Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017)”, ALTISe-2 diharapkan dapat menjadi referensi yang menarik dan bermanfaat bagi Lembaga Litbang, Kementerian, Organisasi Bisnis dan Kemasyarakatan. 

Senin, 09 April 2018

Mudahnya Mengakses Berita LRMPHP melalui Aplikasi

Dikarenakan tuntutan dan akses berita yang cepat dan akurat, LRMPHP melakukan perluasan kanal berita melalui aplikasi BABE. Mulai tanggal 6 April 2018 lalu, informasi yang disajikan dan ditayangkan melalui website www.mekanisasikp.web.id dapat diakses melalui aplikasi BABE (Baca Berita) Indonesia. 


Salah satu tampilan berita LRMPHP di BABE
BABE merupakan salah satu aplikasi sindikasi (agregator) untuk membaca berbagai media. Ada beberapa media arus utama yang juga dapat dibaca melalui aplikasi BABE, diantaranya yaitu kompas, tempo, kumparan, katadata, mongabay, dan lain sebagainya. Aplikasi BABE dapat diunduh melalui Playstore dan ios. Khusus pengguna android, dapat mengunduh aplikasi dimaksud melalui halaman https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ss.android.article.master.id

Dengan penambahan kanal informasi website MekanisasiKP.web.id melalui aplikasi BABE, diharapkan
1. Segmentasi pembaca bertambah dan makin luas
2. Penyampaian hasil riset @mekanisasiKP kepada pengguna akan semakin optimal
3. Semakin banyak pilihan aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna

Namun demikian, kanal-kanal yang lain juga masih tersedia dan akan selau diperbarui secara berkala, diantaranya yaitu
1. Web utama http://MekanisasiKP.web.id
2. Halaman facebok LRMPHP yang beralamat di http://facebook.com/MekanisasiKP
3. Twitter @MekanisasiKP
4. Instagram @MekanisasiKP
5. Bitrix http://kinerjakkp.bitrix24.com  (BRSDM #MekanisasiKP). Bitrix ini merupakan aplikasi manajemen pengetahuan terstandar yang khusus digunakan oleh internal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ada beberapa kanal lain yang sedang dalam tahap perbaikan dan pengembangan, yaitu
1. Web http://MekanisasiKP.litbang.kkp.go.id  (dalam perbaikan).
2. Web http://kkp.go.id/MekanisasiKP  (dalam tahap pengembangan).

Ke depan, akan ada kanal atau saluran lain yang dibangun, demi mempercepat penyampaian/diseminasi hasil-hasil riset yang telah dilaksanakan oleh LRMPHP kepada para pengguna.

Jumat, 06 April 2018

NIKMATNYA IKAN ASAP TANPA ASAP

Ikan asap adalah produk olahan ikan yang mempunyai aroma asap. Selama ini pembuatan ikan asap masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan cara mengasapi ikan secara langsung. Namun, metode ini mempunyai beberapa kelemahan, antara lain kualitas produk ikan kurang konsisten serta adanya deposit tar dan senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan (Dharmadji, 1996). Kelemahan ini dapat diatasi dengan penggunaan asap cair. Dengan cara ini pemberian aroma asap pada makanan akan lebih praktis, yaitu dengan pencelupan produk ke dalam asap cair yang diikuti dengan pengeringan (Darmadji, 2002).

Asap cair merupakan asap yang terkondensasi menjadi fase cair. Asap ini mengandung berbagai senyawa, antara lain fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, ester, keton, hidrokarbon alifatik, dan poliaromatik hidrokarbon. Asap cair dapat dihasilkan secara sederhana dengan malakukan pirolisis atau pembakaran dengan pembatasan penggunaan oksigen menggunakan alat pirolisa. Untuk mendapatkan asap cair dengan kualitas yang aman untuk makanan, dapat dilakukan dengan mengatur suhu pembakaran dan meredistilasi asap yang dihasilkan atau menyaring dengan filter tertentu. Salah satu perbandingan pengasapan tradisional dan pengasapan asap cair ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.



Pengasapan asap cair
Pengasapan tradisional

Salah satu penelitian pembuatan asap cair dan aplikasinya telah dikembangkan oleh peneliti di Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan dan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Asap cair dihasilkan dari pirolisis tempurung kelapa pada suhu 400 derajat C yang dapat menghasilkan asap cair dengan kandungan fenol paling tinggi (sebesar 4,01%) dan tidak mengandung senyawa benzo(a)pyrene yang berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan ikan patin asap terbilang sangat mudah, hanya dengan merendam ikan dalam larutan asap cair dan dilanjutkan dengan pemanasan. Ikan patin (pangasiun sutchi) kemudian di fillet kemudian dicuci dan direndam dalam larutan asap cair yang telah disiapkan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman fillet ikan patin dalam larutan asap cair dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menghasilkan ikan patin asap yang paling disukai panelis. Ikan asap yang telah dihasilkan dapat disantap dengan cara digoreng langsung atau dibuat sayur mangut agaiur lebih nikmat. Untuk menambah aroma dan rasa tertentu dalam perendaman asap cair dapat ditambahkan bumbu-bumbu sesuai selera. Pada pembuatan ikan asap ini dijamin mata tidak akan perih dan hasilnya aroma asap lebih terasa dan nikmat tentunya. Selamat mencoba dan menikmati ikan asap tanpa asap. 




Rabu, 04 April 2018

Alat Pengisi Adonan Tahu Tuna Sistem Pedal Listrik (ALPINDAL)

Alat pengisi adonan tahu tuna sistem pedal listrik (ALPINDAL)
Salah satu pemanfaatan ikan tuna yang banyak dilakukan di masyarakat adalah pengolahan ikan menjadi tahu tuna. Pembuatan tahu tuna relatif lebih mudah untuk dikerjakan dan tidak memakan banyak beaya. Tahu tuna juga mudah dipasarkan karena harganya yang terjangkau sehingga banyak orang menyukainya. Namun demikian dalam pengolahannya beberapa permasalahan sering muncul diantaranya proses pengirisan tahu dan memasukkan daging tuna ke dalam tahu. Proses pengirisan tahu dan memasukkan daging ikan tuna ke dalam tahu umumnya masih dilakukan secara manual sehingga mengakibatkan proses lama dan membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Salah satu altematif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan peralatan pengisi adonan tahu yang dirancang dengan mesin sistem pedal listrik.

Perancangan alat pengisi adonan sistem pedal listrik ditujukan sebagai langkah awal dalam mengoptimalkan proses pengisian adonan tahu tuna. Salah satu komponen yang menjadi pokok perhatian dalam perancangan ini adalah selongsong adonan. Proses desain dan evaluasi kekuatan struktur selongsong adonan merupakan hal penting. Sebelum produk dibuat berdasarkan gambar perancangan, maka harus dievaluasi terlebih dahulu terhadap persyaratan-persyaratan atau spesifikasi produk yang akan dihasilkan. Produk hasil fase perancangan produk tersebut haruslah dapat memenuhi spesifikasi yang disyaratkan yaitu dapat memenuhi fungsinya, mempunyai karakteristik yang harus dipunyai dan dapat melakukan kinerja atau performance.

Untuk memudahkan evaluasi tersebut maka dapat dibuat sebuah atau beberapa buah prototipe, yang secara fisik dapat diuji untuk mengetahui apakah fungsi, karakteristik dan kinerjanya memenuhi persyaratan-persyaratan yang dikenakan pada produk tersebut. Perlu dicatat bahwa pembuatan prototipe produk baru layak dilakukan jika produk akan dibuat secara massal atau secara seri. Dalam hal produk hanya dibuat sebuah saja atau beberapa, maka pembuatan prototipe menjadi mahal. Untuk mengatasinya dapat dibuat prototipe pada komputer dan kemudian dilakukan simulasi.

LRMPHP telah melakukan penelitian perancangan  alat  pengisi   adonan  sistem pedal listik ke dalam tahu. Salah satu komponen utama dari alat yang dirancang adalah selongsong adonan. Desain rancangan, khususnya analisis komponen selongsong menggunakan Software Solidworks Release 2013. Model pengisi adonan sistem pedal listrik rancangan LRMPHP mempunyai kapasitas pengisian adonan 1,45-2,79 detik/tahu, menggunakan daya listrik 180 watt dan dilengkapi dengan meja peniris stainless steel.

Hasil analisis dan uji kapasitas selongsong adonan dengan menggunakan batasan nilai von misses dan translational displacement dalam pembuatan rancangan diperoleh hasil translational displacement sebesar 0.000168375 mm dan nilai von misses terbesar adalah 5,79638107 N/m2. Nilai yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan nilai elastic modulus stainless steel sebesar 1,9x1011 N/m2. Berdasarkan nilai tersebut rancangan selongsong adonan dapat diterima dan dipabrikasi pada tahap selanjutnya.

Sumber : Semnaskan XII UGM, 2015.