Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Rabu, 13 Juli 2016

Partisipasi LPP-MPHP dalam Rakernis Terpadu KKP dan Rakernis LingkupBalitbang KP Tahun 2016

Rakernis

Sebagai kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun, LPPMPHP berpartisipasi langsung pada Rakernis yang diwakili oleh Plt Kepala LPPMPHP dan Koordinator TO.  Rapat Kerja Teknis memiliki peran strategis untuk merencanakan dan mengoreksi kembali tingkat kemajuan rangkaian program yang telah dilaksanakan di lingkup KKP. Rapat Kerja Teknis Lingkup KKP yang dilaksanakan di Ballroom, Gedung Mina Bahari III, pada tanggal 30 Mei 2016 dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan dihadiri sekitar 600 peserta dari perwakilan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) lingkup KKP serta Dinas Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia. Dalam Rakernis ini juga di launching program Satu Data sebagai program unggulan KKP untuk mendukung kebijakan nasional sebagai wujud peningkatan kualitas data, penyatuan data, dan pembukaan akses data bagi masyarakat luas. Rakernis 2016 terbagi dalam empat sesi yang menghadirkan narasumber Setjen KKP, perwakilan dari Kenterian Keuangan, Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Koperasi dan UKM, dan perwakilan PT Pertamina dan Perindo.

Selain menghadiri kegiatan Rakernis 2016 lingkup KKP, perwakilan LPPMPHP juga menghadiri kegiatan Rakernis lingkup BalitbangKP di hotel Royal Bogor pada tanggal 30 Mei – 1 Juni 2016 dengan tema “Reposisi peran Balitbang KP dalam pembangunan Kelautan dan Perikanan ke depan”. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Badan Litbang KP yaitu Bapak Muhamad Zulficar Mochtar. Sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernis. Dalam arahannya Kepala Balitbang menyatakan bahwa program-program kegiatan Balitbang KP harus berubah dari kegiatan penelitian yang tak berujung menjadi in house consultant Dirjen Teknis dan Pusat Inovasi terhadap isu-isu strategis yang mengemuka saat ini di bidang kelautan dan perikanan. Selanjutnya kegiatan dibagi menjadi 3 sidang kelompok yaitu : 1. Kelembagaan dan sarana prasarana, 2. Penelitian dan pengembangan serta 3. Diseminasi. Output yang diharapkan dari penyelenggaraan meliputi rekomendasi reposisi lembaga Litbang sebagai pusat kepakaran, rekomendasi fokus roadmap penelitian terdepan, dan rekomendasi strategi komunikasi hasil riset yang selanjutnya akan dituangkan dalam sebuah rumusan sebagai acuan kegiatan Balitbang KP kedepan.

Partisipasi LPP-MPHP dalam Pameran Potensi dan Hari Jadi KabupatenGunung Kidul ke-185



Partisipasi LPP-MPHP dalam pameran potensi dan hari jadi kabupaten Gunungkidul ke-185 dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Juni 2016. Tujuan partisipasi dalam pameran selain sebagai media promosi dan sosialisasi atas hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh LPP-MPHP juga sebagai wahana pertukaran informasi antara LPP-MPHP dan pemangku kepentingan terkait (DKP Gunungkidul dan UKM Pengolaha dan Pemasar Hasil Perikanan) mengenai perkembangan usaha dan kendala teknis menyangkut peralatan yang dipergunakan dalam proses pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Pameran tersebut merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke-185 dengan tema Gunungkidul Sejahtera, Kita Bangun Gunungkidul dengan Potensi Lokal yang Berdaya Saing Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri. Pembukaan pameran tersebut ditandai dengan pelepasan 40 (empat puluh) ekor burung Merpati dari tangan Bupati dan Kepala-kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pada pameran tersebut LPP-MPHP menampilkan Alat Meat Bone Separator, Altis 2, dan Alat Pengukus Nugget di Stand DKP Gunungkidul. Pada kunjungan ke stand DKP Gunungkidul, Bupati Gunungkidul dan Wakil Bupati sempat memperhatikan tayangan video dari LPP-MPHP yang menampilkan beberapa teknologi hasil riset. Bapak Wakil Bupati menyatakan bahwa teknologi yang dihasilkan sudah cukup advance namun perlu diperluas lagi dengan hasil yang mempunyai manfaat/impact besar bagi masyarakat misalnya menghasilkan teknologi yang mampu mengolah air laut menjadi air tawar. Beliau menyatakan keyakinan kepada LPP-MPHP karena memiliki segenap potensi sumber daya yang dibutuhkan.

foto_2    foto_3

Selama mengikuti penyelenggaran pameran, LPP-MPHP telah menerima kunjungan dari sejumlah UKM antara lain UKM Bandeng Duri Lunak Seno Budiyanto, UKM POLAIGUN, UKM MINA ASIH. Dari kunjungan tersebut diidentifikasi sejumlah kendala teknis yang ditemui serta minat mereka terhadap teknologi yang diciptakan LPP-MPHP. Peralatan yang diminati antara lain : pengukus nugget, deep fryer, meat bone separator, lemari peniris. Ibu Rustono UKM POLAIGUN menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengukus adonan karena menurut beliau alat tersebut akan sangat berguna dan dapat meningkatkan kecepatan proses pembuatan sate ikan marlin. Sedangkan dari pelaku UKM Tahu Bu Hirta menyampaikan pengalamannya menggunakan peralatan pengukus nugget karya LPP-MPHP. Beliau menyatakan bahwa alat tersebut sangat membantu proses produksi nugget kaki naga yang mencapai 200 kg adonan per hari. Kendala teknis yang dijumpai dari pengukus adonan tersebut adalah masih menempelnya air pengukus pada pan-pan pengukus sehingga membutuhkan waktu lama untuk proses pengukusan. Dari identifikasi tersebut untuk selanjutnya akan dikoordinasikan hasilnya dengan pihak DKP Gunungkidul.