LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Jumat, 26 Februari 2021

Asistensi Pengisian LKE ZI WBK/WBBM di LRMPHP


Dalam rangka pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, telah dilaksanakan asistensi pengisian dokumen Lembar Kerja Evaluasi ZI oleh tim dari Inspektorat 1 - Itjen KKP pada tanggal 23-25 Februari 2021. Tim Itjen terdiri dari Plt Inspektur 1 Bapak Ir. Suparyanto, MM dan Bapak Uriantho Halimawan (auditor). Pelaksanaan asistensi ini terdiri dari 3 tahapan, yaitu pengarahan dari Bapak Suparyanto pada tanggal 23 Februari 2021, yang dilanjutkan dengan proses penyelesaian penyusunan kelengkapan dokumen mulai tanggal 23-25 Februari 2021, dan penilaian mandiri dokumen pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021.

Sejauh ini, masih banyak dokumen yang perlu dilengkapi dan dibenahi oleh tim LRMPHP. Namun demikian, pelaksanaan asistensi dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap LKE penilaian ZI yang ada.





Rabu, 24 Februari 2021

Pengujian Alat Pengisi Adonan Produk Fish Jelly Sistem Handel (ALPINDEL) oleh Poklahsar

Pengujian ALPINDEL oleh poklahsar di Gunung Kidul

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Bantul telah mengembangkan model alat pengisi adonan fish jelly dengan sistem handel (ALPINDEL). Prinsip kerja alat ini adalah adonan ditekan menggunakan silinder pipih (nozzle silinder) sebagai pendorong untuk mengeluarkan adonan melalui outlet pada tabung adonan. Beberapa komponen yang digunakan adalah tuas pendorong, tabung adonan, outlet, pedal pembalik, dan meja. ALPINDEL rancang bangun LRMPHP ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mutu produk akhir yang dihasilkan.

Salah satu lokasi demo dan pengujian alat pengisi adonan produk fish jelly rancang bangun LRMPHP dilakukan di Poklahsar Mentari Dusun Wonosobo I, Desa Banjarejo, Kec. Tunjungsari, Kab. Gunung Kidul. Kegiatan ini bertujuan untuk memperolah data dan informasi terkait dengan pengolahan produk fish jelly serta memperoleh masukan tentang alat pengisi adonan fish jelly seperti ergonomika dan antropometri.

Poklahsar Mentari sudah berdiri sejak tahun 2001 dengan hasil olahan ikan dalam bentuk beku (tahu bakso ikan, bakso ikan, nugget ikan), snack (kerupuk rumput laut, wader krispi) dan beberapa produk olahan perikanan lainnya. Peralatan pengolahan yang dimiliki Poklahsar  Mentari sudah cukup lengkap, namun alat yang digunakan untuk pengisian adonan produk fish jelly masih manual menggunakan sendok. Proses pengisian tersebut menyebabkan volume isian adonan tahu tidak seragam, memakan waktu yang lebih lama dan adonan terpapar udara luar lebih lama. 

Pada demo dan pengujian ALPINDEL oleh poklahsar menunjukkan bahwa secara umum peralatan dapat membantu dan mempermudah dalam pengisian adonan produk fish jelly. Kendala yang dialami saat uji coba diantaranya pada saat proses menekan adonan masih agak berat terutama di bagian akhir pengisian adonan dan melepas pendorong atau piston alat pengisi adonan. Pada pengukuran ergonomika menunjukkan bahwa ketinggian tempat duduk dan meja pengisian sudah sesuai, hanya saja ketinggian handel diharapkan bisa diatur sehingga dapat menyesuaikan dengan tinggi pengguna. Masukan dan saran dari poklahsar tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai data dukung dalam perbaikan alat pengisi adonan fish jelly sistem handel rancang bangun LRMPHP, sehingga dapat meningkatkan proses produksi.

ALPINDEL hasil rancang bangun LRMPHP



Jumat, 19 Februari 2021

LRMPHP siap menerapkan Zona Integritas


Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Momentum ini ditandai dengan penandatanganan dokumen pakta integritas oleh seluruh pegawai LRMPHP pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2021, usai pelaksanaan senam bersama yang dilaksanakan di workshop Utamakan Keselamatan Kerja LRMPHP.





Penandatanganan dilaksanakan oleh seluruh pegawai, baik PNS dan PPNPN dengan disaksikan oleh Kepala LRMPHP. Dalam arahan dan sambutannya, Kepala LRMPHP meminta agar seluruh pegawai dapat terlibat dan berperan aktif dalam proses pembangunan ZI menuju WBK/WBBM pada LRMPHP, karena kegiatan ini memandatkan seluruh elemen kantor terlibat secara langsung.

Kamis, 18 Februari 2021

Apresiasi Pegawai Berprestasi di LRMPHP Tahun 2020

Dalam rangkaian kegiatan pembahasan rencana kerja kegiatan LRMPHP tahun 2021 pada 17 Februari 2021, pegawai berprestasi lingkup LRMPHP tahun 2020 mendapatkan penghargaan dari Kepala LRMPHP. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas capaian kinerja selama tahun 2020. Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat seluruh pegawai LRMPHP untuk berprestasi lebih baik lagi di masa mendatang.

Penghargaan kepada pegawai berprestasi diberikan baik perseorangan maupun tim berdasarkan penilaian capaian kinerja pada tahun 2020. Untuk perseorangan, kriteria capaian kinerja ini dilihat dari jumlah publikasi karya tulis ilmiah/KTI dan penghargaan dari lingkup eksternal, sedangkan untuk tim berdasarkan capaian kinerja anggaran tahun 2020 baik kegiatan riset maupun manajerial.

Berdasarkan kriteria tersebut, penghargaan perseorangan diberikan kepada Wahyu Tri Handoyo dengan capaian KTI terbit sebanyak 6 buah, 4 diantaranya jurnal dan 2 prosiding. Sedangkan penghargaan pegawai dengan kriteria atas penghargaan yang diperoleh dari lingkup eksternal diberikan kepada Bakti Berlyanto Sedayu dan Putri Wullandari. Bakti Berlyanto Sedayu menjadi best presenter pada The 6th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development (ICTCRED) 2020 dan Putri Wullandari meraih best presenter pada 4th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) 2020.

Sementara itu penghargaan untuk tim berdasarkan capaian kinerja anggaran tahun 2020 diberikan kepada tim kegiatan riset Uji Terap Skala Terbatas Mini Chilling Storage (MCS) dengan koordinator Arif Rahman Hakim, sedangkan untuk manajerial diberikan kepada tim Tata Usaha dengan koordinator Afris Syahada. Realisasi anggaran untuk Tim riset MCS ini mencapai 99,55 %, sedangkan tim Tata Usaha 94,09 %. 




Penghargaan kepada pegawai berprestasi tahun 2020 


Rabu, 17 Februari 2021

PEMBAHASAN RENCANA KERJA KEGIATAN RISET LRMPHP TAHUN 2021

Pembahasan rencana kerja kegiatan riset LRMPHP 2021

Pelaksanaan pembahasan rencana kerja kegiatan riset LRMPHP tahun 2021 diselenggarakan secara luring di Ruang Aula LRMPHP dan daring melalui aplikasi zoom pada 17 Februari 2021. Kegiatan pembahasan dalam rangka penajaman rencana kerja ini dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, Kepala Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) Yayan Hikmayani beserta tim, evaluator/pembahas kegiatan baik internal maupun eksternal KKP, Perwakilan Politeknik AUP Jakarta dan KP Karawang sebagai mitra LRMPHP serta seluruh pegawai LRMPHP. 

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP menyampaikan bahwa  rencana kerja kegiatan LRMPHP tahun 2021 meliputi kegiatan riset dan manajerial. Tahun 2021 ini, LRMPHP mendapat mandat untuk melaksanakan 5 kegiatan riset dengan output prototipe alsin hasil riset perikanan dan  produk rekayasa alsin perikanan siap guna, serta 3 kegiatan manajerial yaitu pelayanan teknis, tata operasional dan tata usaha. Kepala LRMPHP berharap mendapat masukan dan arahan dari Puriskan serta para evaluator agar rencana kegiatan yang sudah disusun memenuhi standar dan kaidah ilmiah.

Sementara itu, Kepala Puriskan dalam arahannya menyampaikan agar LRMPHP ikut mendukung program prioritas KKP yang sedang berjalan hingga tahun 2024. “Judul-judul kegiatan  yang sudah dibuat harus sudah mengarah pada kebutuhan stakeholder baik lingkup KKP maupun lainnya seperti pemerintah daerah dan pelaku usaha kelautan dan perikanan, "tuturnya. Pada Kesempatan ini, Kapuriskan juga mengapresiasi capaian output yang sudah dihasilkan LRMPHP pada tahun 2021 dan diharapkan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Pembukaan kegiatan pembahasan rencana kerja LRMPHP oleh Kapuriskan

Pada pembahasan rencana kerja kegiatan riset dengan output prototipe alsin hasil riset perikanan, terdiri 2 judul riset yaitu Desain dan Rancangbangun Alat Pengidentifikasi Cepat Jenis dan Asal Ikan, serta Desain dan Rancangbangun Aerator Tipe Kincir Terkontrol Untuk Kolam Ikan Budidaya Intensif. Sedangkan pada output produk rekayasa alsin perikanan siap guna terdiri 3 judul riset yaitu Rancangbangun dan Uji Kinerja Alat Transportasi Ikan Hidup Sistem Basah untuk Menjamin Komoditas Berkualitas Prima, Rancangbangun dan Uji Kinerja Mesin Penghasil Bioplastik Ramah Lingkungan untuk Jaminan Produk Berkualitas Prima, dan Rancangbangun, Introduksi dan Uji Terap skala Terbatas Alat Pengisi Adonan Produk Fish Jelly Semi Otomatis. 

Pemaparan rencana kerja diawali Riset Rancangbangun Aerator Tipe Kincir Terkontrol Untuk Kolam Ikan Budidaya Intensif yang disampaikan oleh Arif Rahman Hakim dengan evaluator Agung Setiarto dari Perum Perindo, selanjutnya Introduksi dan Uji Terap skala Terbatas Alat Pengisi Adonan Produk Fish Jelly Semi Otomatis oleh I Made Susi Erawan dengan evaluator Umi Hanifah dari LIPI Subang. Pada riset Rancangbangun dan Uji Kinerja Alat Transportasi Ikan Hidup Sistem Basah untuk Menjamin Komoditas Berkualitas Prima dipaparkan oleh Tri Nugroho Widianto dengan evaluator Dadan Hidayat dari BPTPB DIY, sedangkan riset Desain dan Rancangbangun Alat Pengidentifikasi Cepat Jenis dan Asal Ikan oleh bakti Berlyanto Sedayu dengan evaluator Hanung Adi Nugroho dari UGM. Paparan terakhir tentang riset Rancangbangun dan Uji Kinerja Mesin Penghasil Bioplastik Ramah Lingkungan untuk Jaminan Produk Berkualitas Prima disampaikan oleh Putri Wullandari dengan evaluator Akbar Hanif Dawam dari LIPI Bandung.

Paparan rencana kerja salah satu judul kegiatan riset LRMPHP 2021


Kamis, 11 Februari 2021

Sosialisasi Persiapan Pembangunan ZI dan Pengisian LKE ZI WBK


Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan mengikuti pertemuan dalam rangka persiapan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM dan sosialisasi pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) untuk pemenuhan dokumen kelengkapan untuk penilaian satuan kerja yang dibangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas (dari) Korupsi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sekretariat BRSDM KP pada tanggal 11 Februari 2021 secara daring, dan diikuti oleh 8 (delapan) UPT yang dibangun ZI-WBK/WBBM pada tahun 2021 ini. Fasilitator pada acara ini adalah Plt. Koordinator Kepegawaian dan Hukum Set BRSDM KP, Bapak Hari Purwanto.

Terdapat 6 komponen pengungkit (proses) dan 2 komponen hasil pada LKE, dimana masing-masing memiliki rincian penilaian dan dokumen yang harus dilengkapi. LKE ini sendiri berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 52/2014 jo nomor 10/2019. Dari LRMPHP, pegawai yang mengikuti kegiatan ini diantaranya yaitu Kepala LRMPHP, Koordinator Tata Usaha dan jajaran, Koordinator Tata Operasional dan tim, serta tim dari Pelayanan Teknis.

Strategi KKP Bangkitkan Ekonomi UKM Pengolah Ikan di Tahun 2021


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan melanjutkan program bantuan chest freezer atau peti beku dan peralatan pengolahan ikan untuk Unit Pengolahan Ikan (UPI) berskala Usaha Kecil Mikro (UKM) di tahun 2021. Terlebih program ini terbukti efektif dan dirasakan secara langsung oleh penerimanya.

Seperti Kelompok UKM Bale Bahari dari Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merasakan langsung dampak positif dari bantuan peralatan bakso ikan yang diberikan KKP melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP).

"Setelah menerima bantuan peralatan pengolahan, kelompok kami mampu meningkatkan produksinya yang semula hanya 1,5 kg per hari sebanyak 15 kali perbulan menjadi 7 kg per hari sebanyak 26 kali sebulan," ujar Anita Puji Lestari, ketua Kelompok UKM Bale Bahari.

"Semangat berproduksi kelompok kami juga dibarengin dengan keberhasilan pemasaran yang kami lakukan melalui online, door to door, secara langsung ataupun melalui reseller," imbuh Anita.

Tak hanya UKM Bale Bahari, beberapa penerima bantuan melaporkan terjadi pertambahan nilai ekonomi rata-rata per bulan sebesar Rp2,5 juta bagi penerima bantuan peralatan pengolahan dan Rp1,4 juta bagi penerima chest freezer.

"Alhamdulillah, artinya program kita betul-betul bisa dirasakan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," kata Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Artati menguraikan, selama 2020, bantuan stimulus peralatan pengolahan dan chest freezer diberikan kepada 538 kelompok yang terdiri dari 281 penerima bantuan peralatan pengolahan dan 257 penerima bantuan chest freezer. Bantuan sudah disebar di 9 Provinsi yaitu di Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan NTB.

"Bantuan ini untuk pengolahan ikan asin, pindang, ikan asap, bakso ikan, kerupuk ikan, nugget ikan dan abon ikan," sambungnya.

Rencananya, pada tahun 2021, PDSPKP akan menyerahkan bantuan 300 chest freezer dan 228 peralatan pengolahan kepada UPI berskala mikro kecil. Artati menilai mereka memegang peranan penting bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun ketahanan pangan.

Di bidang ekonomi misalnya, UPI mikro kecil menjadi pendorong ekonomi kerakyatan karena dari sisi jumlahnya mendominasi yaitu sebanyak 62.389 unit.

"Mayoritas UPI di Indonesia, sekitar 98%, merupakan UPI mikro kecil yang lokasinya banyak berada di pedesaan dan daerah pesisir," jelasnya.

Sementara dari sisi ketahanan pangan, UPI mikro kecil memegang peran kunci karena sebagian besar produk perikanan yang dikonsumsi di dalam negeri dihasilkan oleh mereka. Dikatakan Artati, produksi UPI mikro kecil memang ditujukan untuk pasar domestik, berbeda dengan UPI menengah besar yang mayoritas produknya ditujukan untuk pasar ekspor.

"Ini menunjukkan bahwa produk olahan UPI mikro kecil menjadi penyumbang kebutuhan protein ikan bagi masyarakat Indonesia," sambungnya.

Artati berharap, bantuan peralatan pengolahan dan chest freezer bisa mendorong UPI mikro kecil untuk tetap mampu memproduksi produk perikanan yang memenuhi jaminan mutu dan keamanan produk perikanan sehingga nantinya bisa mendapatkan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta berdaya saing. Selain itu, adanya pemberian peralatan pengolahan dan chest freezer menjadi wujud kehadiran negara terhadap kelompok pengolah mikro kecil.

Mengingat ikan memiliki sifat yang mudah rusak (perishable) sehingga diperlukan penanganan khusus untuk menjaga dan mempertahankan mutu serta memperpanjang masa simpannya, diantaranya dengan menggunakan chest freezer," tandasnya.


Sumber : KKP

Sabtu, 06 Februari 2021

Kepala LRMPHP Dampingi Kunker Kapusriskan di Sleman

Kunjungan di kampung Nila Mino Ngremboko

Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Bantul, Luthfi Assadad turut mendampingi kunjungan kerja Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Yayan Hikmayani di Sleman pada 6 Februari 2021. Kunjungan Kerja dalam rangka rangkaian kegiatan verifikasi kampung ikan untuk mewujudkan salah satu dari tiga program prioritas KKP, yaitu pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut, yang juga merupakan program unggulan KKP, sejalan dengan tagline-nya “mengembangkan perikanan budidaya berkelanjutan di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat”. Kegaitan verifikasi kampung ikan dilaksanakan dengan mengunjungi secara langsung lokasi masyarakat pembudidaya ikan di Kampung Nila serta Kampung Minapadi di Sleman.

Dalam kunjungannya di Kampung Nila POKDAKAN Mino Ngremboko Sleman, Kepala Pusat Perikanan mengapresiasi Pokdakan Mino Ngremboko yang telah berhasil membudidayakan Nila dan menjadi salah satu sentra pasar benih Nila di Yogyakarta. Selain menyediakan benih, Pokdakan Mino Ngremboko juga menyediakan ikan Nila ukuran konsumsi. Konsep yang dibangun di Mino Ngremboko melalui pembudidayaan Nila dengan kolam bersama dan juga kolam-kolam yang dikelola oleh rumah tangga di tiap-tiap rumah warga. Kedepannya selain budidaya ikan Nila, Pokdakan Mino Ngremboko juga ingin dikembangkan untuk lokasi desa wisata.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Perikanan dalam kunjungannya di Kampung Minapadi Samberembe, Sleman. Kepala Pusriskan sangat mengapresiasi pengembangan perikanan di Desa Samberembe ini, dan juga untuk keseluruhan wilayah Sleman seperti di Samberembe dan Mino Ngremboko. Dalam kunjungannya ini, Kepala Pusriskan menggali informasi mengenai minapadi dan pengelolaan desa Samberembe baik dari penyuluh maupun pengelola kampung minapadi dan kampung wisata. Kasi Pengembangan Perikanan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung pengembangan sektor perikanan. Hal ini tercermin dengan terbentuknya beberapa desa di Kabupaten Sleman yang dikembangkan di bidang perikanan antara lain desa minapadi, desa perikanan budidaya dengan kincir, desa budidaya nila, dll.

Kunjungan di Kampung Minapadi Desa Samberembe

Kampung Minapadi Samberembe merupakan salah satu kampung minapadi yang diinisiasi oleh POKDAKAN Mina Muda dan telah dikembangkan ke arah desa wisata yang dikelola oleh kelompok-kelompok yang terdiri dari POKDAKAN, kelompok masyarakat pertanian, dan juga kelompok masyarakat umum. Selain minapadi, juga terdapat pembudidayaan lele dengan sistem bioflok. Disamping itu juga telah dilakukan produksi pakan mandiri oleh POKDAKAN, pakan yang dihasilkan adalah jenis pakan tenggelam. Desa Samberembe sendiri telah dicanangkan sebagai Desa Wisata kelas tumbuh, dengan nama Mina Wisata Technopark Samperembe. Saat ini juga telah terjalin kemitraan dengan Bank Syariah Mandiri untuk bantuan dana pengembangan desa wisata


Jumat, 05 Februari 2021

Kepala LRMPHP Dampingi Kunker Kapusriskan di Kampung Garam Kebumen

Kunjungan kerja di Kampung Garam Kebumen

Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Bantul, Luthfi Assadad turut mendampingi kunjungan kerja Kepala Pusat Riset Perikanan KKP, Yayan Hikmayani di Kebumen pada 5 Februari 2021. Kunjungan Kerja dalam rangka rangkaian kegiatan verifikasi kampung ikan ini juga diikuti oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Kepala BPPP Tegal, Kepala Sekolah SUPM Tegal, serta tim dari Poltek Sidoarjo. 

Kegiatan verifikasi dilaksanakan untuk mewujudkan salah satu dari tiga program prioritas KKP, yaitu pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut, yang juga merupakan program unggulan KKP, sejalan dengan tagline-nya “mengembangkan perikanan budidaya berkelanjutan di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat”. Kegiatan verifikasi kampung ikan dilaksanakan dengan mengunjungi secara langsung lokasi masyarakat pembudidaya ikan di Kampung Baung-Majalengka, Kampung Lele-Boyolali, Tambak Garam-Kebumen, Kampung Nila serta Kampung Minapadi di Sleman. 

Kunjungan di Tambak Garam Kebumen Desa Tlogopragoto, tepatnya di Kelompok Usaha Garam (KUGAR) “Cirat Segoro Renges (CSR)”, turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen serta penyuluh perikanan. Kepala DKP Kabupaten Kebumen menyampaikan informasi terkait potensi kelautan dan perikanan di wilayah Kebumen yang masih perlu terus digali dan dikembangkan antara lain melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Wilayah Kebumen telah memiliki kampung lele, gurami, nila, dan juga kampung garam. Perlu skema untuk pengembangan dan pemanfaatan kampung-kampung tersebut. Saat ini kampung garam di Kebumen telah berkembang dengan baik dan disuport oleh Bapak Bupati untuk dapat mencukupi kebutuhan garam lokal dan dikembangkan untuk dapat memasok garam wilayah lain. Diharapkan tidak hanya usaha garam saja yang terekspose tetapi wilayah sekitar dapat terintegrasi untuk dikembangkan potensinya yaitu melalui Desa Wisata Bahari yang perlu didukung oleh sinergi berbagai pihak antara lain pemerintah daerah, pemerintah pusat, penyuluh, kelompok, dll.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Perikanan menyampaikan bahwa Dinas KP Kabupaten Kebumen ditugaskan untuk penyusunan naskah akademik kampung ikan yang akan disampaikan ke Menteri Kelautan dan Perikanan. Salah satu UPT di lingkup Pusat Riset Pusriskan yaitu Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) yang berlokasi di Bantul, diharapkan dapat melakukan riset alat mesin pengolahan garam, baik itu garam untuk konsumsi, kosmetik, ataupun garam farmasi. Selain itu, tim yang ikut kunjungan ke kampung garam ini ingin menggali informasi mengenai peran masing-masing pihak baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Diharapkan, Pusat Riset dapat mengaplikasikan teknologi, Pusat Pelatihan dan Penyuluhan menugaskan penyuluh dalam pendampingan teknologi, Pusat Pendidikan dapat menugaskan siswanya praktek di lokasi kampung ikan untuk membantu pengembangannya dan dari BRSDM KP diharapkan dapat memberikan analisa yang baik untuk pengembangan kampung-kampung ikan kedepan.

Pada kesempatan ini, Kepala LRMPHP menyampaikan bahwa riset di bidang garam dilaksanakan oleh unit kerja Pusat Riset Kelautan di Pamekasan dan juga dari BPPP Tegal yang telah melaksanakan pelatihan dan penyuluhan pengolahan garam. Saat ini perlu dilakukan evaluasi dari teknologi-teknologi yang telah digunakan, kekurangannya apa sehingga dapat dilakukan perbaikan/ peningkatan teknologi.