Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Kamis, 29 Desember 2016

Teknologi Pengolahan Pupuk Rumput Laut (Seri 3 - Alat Pencuci RumputLaut)


Rumput laut merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat nilai gizi yang dikandungnya. Rumput laut dapat dijadikan sebagai bahan makanan, kosmetik, dan pupuk organik. Untuk mendapatkan kualitas rumput laut yang baik dan siap menjadi bahan baku perlu dilakukan penanganan yang baik dan benar.

Salah satu penanganan rumput laut yaitu pencucian untuk menghilangkan kotoran-kotaran berupa pasir, karang, garam, keong dan kotoran lainnya. Pencucian rumput laut pada umumnya masih dilakukan secara manual oleh para petani, yaitu dengan cara merendam rumput laut di dalam drum yang berisi air sambil diaduk dalam jangka waktu tertentu. Proses ini memerlukan waktu yang lama dan tidak efisien.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pada tahun 2015 LPP-MPHP telah mengembangkan model alat pencuci rumput laut dengan sistem kontinyu seperti disajikan pada gambar 1. Mekanisme kerja alat ini cukup sederhana yaitu rumput laut dimasukkan kedalam drum pencucian yang berputar secara horisontal dan disertai dengan penyemprotan air untuk membersihkan kotoran – kotoran. Posisi drum yang didesain miring sehingga secara otomatis rumput laut akan keluar melalui outlet alat. Proses ini dapat dilakukan secara terus menerus tanpa harus berhenti untuk loading dan unloading. Pencucian rumput laut seperti disajikan pada gambar 2 dan 3.
Gambar 1. Alat pencuci rumput laut hasil rancang bangun LPP-MPHP
Gambar 2. Pencucian rumput laut
Gambar 3. Pencucian yang terjadi di dalam drum
Hasil uji kinerja alat menunjukkan bahwa kapasitas pencucian rumput laut E. Cottoni dan Sargassum berturut-turut sebesar 100 kg/jam dan  40 – 60 kg/jam. Keunggulan alat ini adalah menggunakan sistem kontinyu sehingga lebih mudah dan bisa mengurangi waktu loading dan unloading material.

Jumat, 23 Desember 2016

Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional



Informasi tentang percepatan pembangunan industri perikanan KKP yang dikemukakan oleh Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Nilanto Perbowo yang dimuat di Bisnis Tempo tanggal 16 November 2016

Menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 7/2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan percepatan pembangunan industri perikanan nasional mulai tahun 2017. Pada tahun 2016, KKP fokus pada perlindungan nelayan, pembudidayaan ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta penambak garam. Adapun pada tahun 2015, KKP fokus kebijakan pada pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal dan pembenahan tata kelola perikanan.

Pada tahun 2017 KKP menargetkan produksi olahan sebanyak 6,2 juta ton, naik dari tahun 2015 yang hanya 5,5 juta ton. Untuk mencapai target itu, KKP akan membangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 12 pulau terluar. Kawasan tersebut dipilih selain karena terdapat stok ikan yang melimpah, juga relatif dekat dengan negara-negara tetangga yang akan menjadi sasaran ekspor.

Selain mempermudah kegiatan ekspor, keberadaan SKPT tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pasokan bahan baku ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) di dalam negeri yang saat ini produksinya jauh di bawah kapasitas yang ditentukan. Untuk memperlancar distribusi, KKP sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah BUMN yang bergreak di bidang logistik agar dapat mengoperasikan pengangkutan dari SKPT ke sejumlah UPI di Bitung (Sulawesi Utara), Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Utara.

Kegiatan yang dilakukan di masing-masing SKPT mencakup hulu dan hilir, perikanan tangkap maupun budi daya, pengawasan dan karantina, pengelolaan ruang laut, serta sumber daya manusia dan kelembagaan. Seluruh unit eselon I KKP akan bergerak di masing-masing SKPT. Di sisi hilir dan daya saing, KKP akan membangun sistem pendingin terintegrasi (integrated cold storage) berkapasitas 200-500 ton, ice flake kapasitas 10 ton dan 1,5 ton, coolbox dan freezer, gudang rumput laut, kendaraan roda empat dan roda enam berpendingin, sentra kuliner, dan pasar ikan bersih.

Sumber : Bisnis Tempo

Rabu, 07 Desember 2016

Selasa, 06 Desember 2016

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PUPUK RUMPUT LAUT (SERI 2 – ALAT GRANULATOR)



Pupuk organik memiliki bermacam-macam bentuk seperti tablet, briket, curah, dan granul. Pupuk dalam bentuk granul adalah salah satu yang cukup banyak di pasaran dengan kelebihan mudah ditaburkan dan mudah diserap oleh tanaman. Salah satu alat yang digunakan untuk proses pembuatan pupuk granul adalah granulator. Alat ini berfungsi untuk membentuk butiran-butiran (granul) dari bahan awal berupa tepung.

Alat granulator sudah banyak diproduksi dan beredar di pasaran, namun pada umumnya granulator yang ada adalah tipe pan granulator yang terdiri dari piringan berputar dengan pengaturan sudut tertentu yang kurang cocok diaplikasikan untuk pengolahan pupuk granul rumput laut. Untuk mendukung pengolahan pupuk organik khususnya dari bahan rumput laut diperlukan peralatan yang bisa menghasilkan granul dengan mudah dan memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.

Pada tahun anggaran 2015 LPP-MPHP telah mengembangkan model alat granulator seperti terlihat pada gambar 1. Mekanisme kerja alat ini cukup sederhana dan mudah yaitu memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran baling-baling di dalam drum seperti pada gambar 2. Alat granulator terdiri dari 3 drum yaitu drum 1 sebagai pembentuk granul yang terdiri dari baling-baling dan pemecah. Sedangkan drum 2 dan 3 sebagai pemadat granul yang sudah terbentuk. Bagian ini terdiri dari piringan yang berputar searah putaran jarum jam.

Gambar 1. Alat granulator hasil rancang bangun LPP-MPHP
Gambar 2. Bagian utama alat yang berfungsi untuk membentuk granul
Pada proses pembuatan pupuk granul dengan menggunakan alat ini diperlukan komposisi campuran yang tepat. Pada uji coba yang sudah dilakukan bahan yang digunakan adalah tepung dari bahan dasar rumput laut, kapur pertanian dan ditambah air dengan takaran tertentu. Selain takaran yang tepat juga diperlukan waktu yang tepat pada proses granulasi sehingga dihasilkan granul dengan ukuran yang standar. Hasil uji coba yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa alat granulator hasil rancang bangun memiliki kapasitas produksi yang lebih banyak yaitu 10 kg/jam dibandingkan dengan alat granulator komersil yaitu 4 kg/jam.