Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Jumat, 20 Juli 2018

Kunjungan Kepala BRSDM ke LRMPHP Bantul

Kunjungan Ka BRSDMKP ke LRMPHP
Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) menerima kunjungan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Prof. Sjarief Widjaja pada Kamis (19/07). Kepala BRSDM didampingi oleh Dr. Ir. Toni Ruchimat, M.Sc (Kepala Pusat Riset Perikanan), Prof. Dr. Hari Eko Irianto (Kepala BBRP2BKP), Dr. Endhay Kusnendar dan sejumlah staf BRSDM. Kunjungan ke LRMPHP dalam rangka memberi arahan dan motivasi kepada pegawai serta berdialog dengan para penyuluh perikanan Bantul.

Dalam arahannya, Kepala BRSDM menyampaikan apresiasinya terhadap hasil riset LRMPHP. Hasil riset yang ada hendaknya dihilirisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kepala BRSDM berharap LRMPHP suatu saat menjadi badan layanan usaha (BLU) untuk komersialisasi hasil riset. Untuk itu kesiapan SDM dan sarana pendukung diantaranya sertifikasi instansi, laboratorium dan hasil riset yang tersertifikasi SNI menjadi tantangan yang harus dihadapi. Riset yang ada hendaknya juga fokus pada bidang spesifik sehingga lebih terarah.


Dialog Ka BRSDMKP di LRMPHP Bantul (dok. LRMPHP)
Sementara itu, dialog Kepala BRSDM dengan penyuluh perikanan fokus pada potensi perikanan di Bantul untuk dijadikan sentra industri perikanan produktif. Kepala BRSDM menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk dapat terus menumbuhkan kewirausahaan bagi anggota masyarakat dalam rangka mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Dialog dengan penyuluh diakhiri dengan harapan para penyuluh agar jumlah SDM penyuluh di Bantul ditambah karena saat ini dinilai belum ideal untuk bekerja dalam cakupan wilayah kerja yang luas, disamping itu beberapa SDM yang ada akan purna tugas. 

Kamis, 19 Juli 2018

LRMPHP Mendampingi Kunjungan Kerja Kepala BRSDMKP ke P2MKP di Sleman

Kunjungan kerja Ka BRSDMKP ke Sleman (dok. LRMPHP)

Kunjungan Kerja Kepala Badan Riset Kelautan dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Prof. Sjarief Widjaja ke Sleman DI Yogyakarta pada Kamis (19/7). Kepala BRSDM KP didampingi oleh Dr. Ir. Toni Ruchimat, M.Sc (Kepala Pusriskan), Prof. Hari Eko Irianto (Kepala BBRP2BKP), Dr. Endhay Kusnendar dan sejumlah staf BRSDMKP. Pada kesempatan tersebut juga hadir kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan kepala BKIPM Yogyakarta.

Kunjungan kerja diawali dengan mengunjungi P2MKP Mina Raya di Dusun Kaliwuru, Selomartani, Kalasan, Sleman DI Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Kepala BRSDMKP berdialog dengan pengelola P2MKP Mina Raya. Pada dialog tersebut pengelola P2MKP Mina Raya menyampaikan perkembangan dari awal berdirinya sampai menjadi pusat pelatihan dan budidaya ikan Nila. Saat ini P2MKP Mina Raya dapat memproduksi 150 – 200 ton per tahun bibit ikan Nila dengan didukung 6 hatchery dengan masing-masing hatchery terdiri dari 8 paket indukan. Sedangkan pada pembesaran ikan Nila, produksi mencapai sekitar 50 ton per tahun.


Dialog dan diskusi Ka BRSDMKP di Mina Raya (dok. LRMPHP)

Dari dialog tersebut, Kepala BRSDMKP mengapresiasi hasil kerja P2MKP Mina Raya dan cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu pada kesempatan tersebut Beliau menyampaikan tentang konsep Kampung Wisata Perikanan di dusun Kaliwuru. Beliau berharap konsep kampung wisata perikanan tersebut terdiri dari wisata kuliner perikanan dan wisata budidaya perikanan. Jadi pengunjung selain dapat menikmati kuliner perikanan dan pesona alam juga akan disuguhi informasi dan edukasi tentang budidaya perikanan mulai dari pakan ikan, pembibitan, pembesaran, panen dan pengolahannya.

Kunjungan selanjutnya adalah ke P2MKP Mina Ngremboko di Desa Wisata Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Widodomartani, Sleman, DI Ygyakarta. Kunjungan dimulai dengan berdiskusi sambil mengunjungi lokasi-lokasi budidaya dan pengolahan. Selanjutnya kepala BRSDMKP menghadiri Forum Komunikasi (FORKAM) yang telah dipersiapkan oleh P2MKP Mina Ngremboko. Dalam forum komunikasi tersebut kepala BRSDMKP berdialog dengan pengelola P2MKP, Penyuluh Perikanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Sleman.


Dialog dan diskusi Ka BRSDMKP di Mina Ngremboko (dok. LRMPHP)

Pada dialog di FORKAM ketua P2MKP Mina Ngremboko Bapak Saptono menyampaikan paparannya tentang pencapaian P2MKP dari awal berdiri sampai saat ini. Dalam paparannya disampaikan bahwa saat ini P2MKP Mina Ngremboko telah memiliki kawasan perikanan dengan 700 kolam ikan dan telah memiliki 80 hatchery. Selain bergerak di bidang budidaya, juga sudah menghasilkan produk olahan, salah satunya Nila Crispy. Produk tersebut telah mendapat pangsa pasar di masyarakat sehingga permintaan semakin meningkat.

Menanggapi paparan tersebut, kepala BRSDMKP mengapresiasi hasil kerja yang sudah dicapai sampai saat ini. Selanjutnya dalam arahannya Beliau berharap supaya P2MKP Mina Ngremboko bisa menjadi bisnis network di bidang perikanan. Dalam arahannya juga disampaikan agar kedepannya dapat dibuat konsep wisata budidaya perikanan sehingga sleman bisa menjadi pusatnya di tingkat nasional bahkan internasional. Sementara itu, Kepala BRSDM memberi arahan kepada para Penyuluh di Kabupaten Sleman agar membuat suatu model penyuluhan untuk dijadikan percontohan bagi penyuluh-penyuluh di daerah lain.

Senin, 09 Juli 2018

Penerimaan Mahasiswa Magang di LRMPHP

Penerimaan dan Penjelasan Teknis Kegiatan PKM (dok. LRMPHP)
Sebagai salah satu bentuk pelayanan publik, LRMPHP senantiasa membuka pintu untuk mahasiswa/i maupun siswa/i yang ingin melaksanakan praktek kerja magang di LRMPHP.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada pertengahan tahun 2018 yang bertepatan dengan libur antar semester di universitas, LRMPHP kembali menerima 4 (empat) orang mahasiswa magang dari Universitas Brawijaya Malang. Keempat mahasiswa tersebut akan melaksanakan Praktek Kerja Magang (PKM) selama 1 bulan yaitu pada tanggal 2 Juli sampai 4 Agustus 2018 dibawah bimbingan para peneliti LRMPHP. Para mahasiswa magang tersebut yaitu :

Nama
NIM
Tema Magang
Pembimbing
Erda Ryvandu Wahidin
155080307111023
Alat Ekstraksi Rumput Laut
Zaenal Arifin Siregar, M.T.
Lina Widya Sari
155080300111023
Mesin Meat Bone Separator
Putri Wullandari, M.Sc.
Akhmad Gofur
155080300111010
Alat Pengisi Adonan Tahu Tuna
Tri Nugroho Widianto, M.Si.
Muhammad Ramadhan
155080301111065
Alat Deep Fryer
Arif Rahman Hakim, M.Eng.

Untuk mengawali pelaksanaan PKM, pada tanggal 2 Juli 2018 telah dilakukan pertemuan yang dihadiri oleh mahasiswa peserta magang, Kepala LRMPHP, peneliti LRMPHP dan staf pelayanan teknis dalam rangka penerimaan dan penjelasan teknis pelaksanaan PKM. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa magang bisa mengetahui lebih jauh tentang LRMPHP dan mengetahui tata tertib selama PKM. Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan tema dan tugas yang harus dilaksanakn selama kegiatan PKM.

Selama PKM di LRMPHP, mahasiswa mendapatkan berbagai fasilitas seperti ruang untuk beraktivitas, akses internet, printer, fotokopi dan juga tempat tinggal di guest house LRMPHP.

Info pelaksanaan magang di LRMPHP dapat di akses melalui tautan dibawah ini :

Kamis, 05 Juli 2018

Menteri Susi Uji Coba Kapal Bambu Laminasi Pertama di Dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat melakukan uji coba kapal bambu Baito Deling 001 di Pantai Kanjeran, Senin (2/7). Dok. Humas KKP/Handika Rizki
KKPNews, Surabaya – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri peluncuran kapal berbahan bambu laminasi, Baito Deling 001 hasil penelitian Dosen Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (2/7). Inovasi dengan teknik laminasi atau penggabungan bilah bambu hingga membentuk papan atau balok tersebut adalah yang pertama kalinya di dunia.

Sesuai namanya, Baito Deling berasal dari Bahasa Jawa, ‘baito’ yaitu kapal atau perahu, sedangkan ‘deling’ yaitu bambu. Baito Deling 001 ini memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi 0,8 meter, dan mampu berlari hingga 7 unit, dengan daya tampung 2 GT. Baito Deling 001 juga dilengkapi 10 kursi duduk yang cukup nyaman.

Menteri Susi menyatakan bahwa inovasi kapal bambu laminasi ini sangat bagus dan kita harus mencobanya. Inovasi ini juga sebuah pilihan pada saat hutan kita sudah habis. Kayu tidak ada karena semakin mahal dan nelayan kita memerlukan kapal-kapal ukuran seperti ini. 

Selanjutnya, Menteri Susi melakukan uji coba kapal tersebut dengan berkeliling di Pantai Kanjeran. Ia pun berharap kapal Baito Deling 001 tersebut tak hanya dijadikan arketipe, tetapi juga diujikan lebih lanjut sehingga dapat diaplikasikan secara luas melalui produksi secara massal. Beliau juga berharap ini bisa difinalisasi menjadi sebuah produk. Jadi bukan hanya sekedar prototype trial, tapi diuji coba dengan benar supaya bisa diaplikasikan dan diimplementasikan.

Menteri Susi berpendapat, inovasi ini dapat dijadikan solusi atas mahalnya bahan baku kayu yang dibutuhkan nelayan untuk membuat kapal. “Jadi bambu tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membuat angklung, tapi juga dapat digunakan untuk membuat kapal,” lanjutnya. Namun ia mengatakan, penggunaan bahan bambu rentan terhadap kelembaban sehingga dibutuhkan perlakuan dan penanganan yang baik dan tepat.

Menteri Susi menyadari, memang tak semua produk baru mudah diterima masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sertifikasi untuk menjamin mutunya. “Selama ini banyak karya anak bangsa terhambat sertifikasi karena sertifikasi sering dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menteri Susi ingin dilakukan sertifikasi yang benar karena di era globalisasi ini setiap negara membutuhkan sertifikasi untuk melindungi karya anak bangsa. “Negara dengan produksi yang bagus, kualitas dan efisiensi (produk) bagus akan sukses,” ia meyakinkan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor ITS Prof. Joni Hermana mengungkapkan, investor kapal telah mempresentasikan kapal di Inggris dan kapal tersebut telah dinyatakan sebagai kapal pertama di dunia dengan penggunaan bambu seluruhnya. Ia juga mengatakan kesiapan ITS untuk memproduksi kapal ini secara massal sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat. (AFN)

Sumber : KKPNews

Selasa, 26 Juni 2018

Semar MekanisasiKP Sebagai Produk Inovasi Proyek Perubahan Berprestasi

Dalam rangka memenuhi tuntutan global, tuntutan kompetensi, serta untuk mewujudkan visi misi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, kepala LRMPHP mengikuti diklat kepemimpinan tingkat IV (diklatPIM IV) angkatan XXIX Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diselenggarakan di Balai Diklat Aparatur Sukamandi, Subang - Jawa Barat.

DiklatPIM IV ini diselenggarakan mulai tanggal 12 Februari s.d. 1 Juni 2018, dengan mekanisme on dan off campus. Sebagai bagian dari penyelesaian diklat, peserta diklatPIM IV diberi tugas untuk melaksanakan suatu proyek perubahan yang diterapkan pada unit kerja penugasan dengan memperhatikan struktur organisasi, tugas-fungsi, permasalahan dan inovasi, serta stakeholders dan customers dari organisasi yang dipimpin.

Untuk itu, kepala LRMPHP mengajukan proyek perubahan bertema "Penyediaan Sistem Informasi Knowledge Management System Peralatan dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Terstandar sebagai Prasarana Optimalisasi Penyampaian Hasil-Hasil Riset Kepada Pengguna", dengan mentor Bapak Budi Nugraha, S.Pi, M.Si (Kepala Bidang Riset Pemulihan Sumber Daya dan Teknologi Alat & Mesin Perikanan) dan coach Bapak Edy Sutanto, A.Pi, M.Pd. Proyek perubahan ini dibuat dengan branding Semar MekanisasiKP dan dapat diakses secara online melalui alamat https://semar.mekanisasikp.id dan aplikasi android (link APK).

Pada akhir pelaksanaan diklatPIM IV, kepala LRMPHP dengan proyek perubahan Semar MekanisasiKP ini mendapatkan predikat Sangat Memuaskan dan menempati peringkat II dari 40 peserta diklatPIM IV angkatan XXIX.

Berita terkait:



Pemaparan laporan Proyek Perubahan (dok. LRMPHP)

Penutupan Diklat PIM IV Angkatan XXIX (dok. LRMPHP)

Piagam Penghargaan (dok. LRMPHP)