LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Jumat, 03 Desember 2021

KKP Luncurkan Prangko Seri Ikan Hias Endemik Indonesia


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Prangko Seri Ikan Hias Endemik Indonesia berkolaborasi dengan PT. Pos Indonesia dan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (2/12/2021), di Jakarta.
 
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama (SHP) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi oleh Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kusdiantoro beserta Direktur Utama PT. Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi. Selain itu juga dilakukan pengiriman kartu pos secara simbolis oleh Menteri Trenggono.
 
"Begitu banyaknya jenis ikan hias dan Indonesia juga punya ikan hias endemik. Terima kasih PT. Pos Indonesia karena sudah berhasil mencetak beberapa jenis ikan hias, ada empat ikan hias, untuk menjadi prangko," ucap Menteri Trenggono dalam kesempatan tersebut.
 
Peluncuran prangko bergambar ikan hias endemik Indonesia ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk memublikasikan secara nasional akan kayanya biodiversitas jenis ikan endemik, salah satunya melalui mediator dalam menampilkan ikon-ikon ikan dalam bentuk prangko.
 
Adapun empat ikan hias endemik Indonesia yang dijadikan prangko terdiri dari tiga ikan air tawar yakni Ikan Cupang Kepala Ular (Betta Channoides), Ikan Cupang Alam (Betta Imbellis), dan Ikan Ringau (Datnioides Microlepis) serta satu ikan air laut, yaitu Ikan Capungan Banggai (Pterapogon Kaudemi).
 
Ke depannya Menteri Trenggono berharap inovasi yang dilakukan oleh KKP melalui BRSDM tidak berhenti di kerja sama dalam pembuatan prangko bersama PT Pos Indonesia ini. Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat terlebih generasi muda mengenai asal mula ikan hias haruslah juga diutamakan.
 
"Bagaimana ikan hias menjadi sesuatu yang dapat dipelihara, filosofinya apa, yang membuat generasi muda lebih sadar dan paham. Kembangkan kerja sama dengan seniman, penulis, dan juga pihak-pihak lain yang kompeten," tambahnya.

 
Untuk mengungkap kekayaan jenis ikan di perairan Indonesia, agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi komoditas perikanan yang memiliki nilai manfaat ekonomi bagi bangsa Indonesia perlu dilakukan riset yang mendalam. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro dalam kesempatan yang sama.
 
"Pemanfaatan beragam jenis ikan endemik tentunya memerlukan pengkajian dan riset secara berkesinambungan, sehingga pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara berkelanjutan," ujar Kusdiantoro dalam laporannya.
 
Selain menandatangani SHP Prangko Seri Ikan Hias Endemik Indonesia dan pengiriman kartu pos secara simbolis, dalam kesempatan tersebut juga terdapat pengumuman serta penyerahan hadiah untuk para pemenang kompetisi Lensa Mina yang diselenggarakan oleh BRSDM bekerja sama dengan Minapoli. Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan 31 produk hasil riset BRSDM kepada Direktorat Jenderal Budidaya sebagai bentuk dukungan terhadap program terobosan KKP.

Sumber : kkp


Kamis, 02 Desember 2021

Apresiasi KKP bagi Petugas Belajar Terbaik

Aparatur Sipil Negara (ASN) andal merupakan investasi berharga, terlebih saat ini birokrasi dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur untuk meningkatkan kinerjanya, memastikan dan memelihara kemampuannya sesuai kualifikasi yang dipersyaratkan, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal bagi organisasi. Salah satu bentuk pengembangan pegawai adalah dengan pendidikan melalui Tugas Belajar (Tubel). Beberapa pesertanya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4 dan lulus dalam waktu singkat, di antaranya 1,3 tahun.

Bagi 20 peserta Tubel lingkup KKP yang dinyatakan sebagai peserta terbaik, KKP melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), memberikan apresiasi dan penghargaan, Selasa (30/11/2021), di Jakarta. Mereka adalah lulusan S2 dan S3 terbaik dalam dan luar negeri Tahun 2019-2021. Rinciannya, lulusan dalam negeri terbaik sebanyak 15 orang (masing-masing 5 orang per tahun) serta lulusan luar negeri terbaik sebanyak 5 orang. Beberapa lulusan meraih IPK 4 dan lulus selama 1 tahun 4 bulan dan ada pula yang 1 tahun 6 bulan. Lulusan lainnya meraih IPK 3,98, 3,97, dan sebagainya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, SDM yang berintegritas, produktif, kreatif dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi berkelanjutan sebagai kunci utama dalam percepatan pembangunan kelautan dan perikanan. Menurutnya, SDM tangguh sangat diperlukan dalam mendukung tiga program prioritas KKP untuk keberlanjutan sumber daya laut dan perikanan nasional, yaitu penangkapan ikan terukur, pengembangan budidaya berbasis pada ekspor, dan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro mengatakan, pendidikan bagi aparatur dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi organisasi. Secara umum, tujuan pendidikan yaitu meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional. Sedangkan sasarannya adalah terwujudnya aparatur yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing.

Ia berharap, para peserta Tubel dapat menyiapkan perencanaan yang baik dan proposal penelitian sejak dini serta menjalankan Tubel dengan sungguh-sungguh agar dapat lulus tepat waktu, efektif, dan efisien. Ia juga berharap para lulusan dapat menghasilkan penelitian sesuai dengan kebutuhan unit kerja dan program prioritas KKP, bukan atas dasar keinginan pribadi. Diharapkan penelitian tersebut dapat memecahkan berbagai permasalahan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Tidak semua pegawai bisa Tubel, ini merupakan kesempatan langka. Kesempatan tidak datang dua kali, jadi harus banyak bersyukur, dijalankan sebaik-baiknya, dan selesai secepat-cepatnya. Saya yakin yang lulus kurang dari dua tahun telah menyiapkan milestone sebelumnya. Untuk S3 lima tahun sudah terlalu panjang, apalagi S2 waktu dua tahun sudah cukup lama. Institusi melepas pegawainya untuk Tubel, pertama akan kehilangan pegawai tersebut untuk sementara waktu. Kedua akan keluar budget, yang tidak terkena refocusing. Ini sebagai komitmen KKP untuk terus meningkatkan SDM," ujar Kusdiantoro.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP) Bambang Suprakto menyampaikan, ASN yang telah selesai melaksanakan tugas belajar dari tahun 2019 sampai dengan 2021 sebanyak 195 orang, dengan rincian untuk tugas belajar dalam negeri sebanyak 163 orang masing-masing: 12 orang program DIV/S1, 134 orang program magister dan sebanyak 17 orang program doktoral; dan tugas belajar luar negeri sebanyak 32 orang yaitu 25 orang program magister dan 7 orang program doktoral. Dari 195 orang peserta tugas belajar tersebut diundang 20 orang terbaik untuk diberikan apresiasi.

"Adapun kriteria pemberian apresiasi yaitu lima terbaik dengan IPK tertinggi, selesai cepat/tepat waktu/tidak perpanjangan, tidak dijatuhi hukuman disiplin pegawai. Pembahasan kriteria dan penetapan peserta terbaik dilaksanakan melalui rapat pada tanggal 24 November 2021 yang dihadiri oleh pengelola kepegawaian unit kerja eselon 1 lingkup KKP atas penugasan Sekretariat masing-masing," ujarnya.


Para peserta Tubel menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih, baik dari peserta dalam negeri maupun luar negeri melalui penayangan video. Saat ditanya suka dan dukanya, semua peserta menyampaikan jauh lebih banyak sukanya, seperti dapat kesempatan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mendapat teman dan pengalaman baru, serta pelayanan dan fasilitas yang baik. Sedikit dukanya antara lain karena suasana pandemi maka perkuliahan dilakukan secara daring, sehingga kurang bisa merasakan atmofser kampus. Khusus untuk peserta Tubel luar negeri, sedikit dukanya adalah kesulitan adaptasi dengan situasi dan kondisi setempat, seperti perbedaan waktu, cuaca, budaya, dan makanan. Meski demikian, semua peserta mengaku dapat menjalaninya dengan baik.

Tak hanya pemberian apresiasi dan penghargaan bagi lulusan Tubel terbaik, sebagai rangkaian acara pada kesempatan tersebut juga diselenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya. Misalnya, paparan "Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan" oleh Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian dengan narasumber Prof. Henry M. Manik, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung dan LPDP. Selain itu dilakukan juga penyampaian orasi ilmiah "Dinamika Blue Carbon 3 Teknologi Budidaya Udang Sebagai Unsur Penentu Penataan Areal Pertambakan" oleh salah satu peserta Tubel terbaik M. Rifqi dari Ditjen Perikanan Budidaya KKP, lulusan S3 Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Institut Pertanian Bogor. Ada pula Tes Potensi Akademik dan TOEFL bagi para calon peserta Tubel.



Sumber : kkp


Jumat, 26 November 2021

LRMPHP Terima Kunjungan Direktur Politeknik KP Karawang

Kepala LRMPHP menerima kunjungan Direktur Politeknik KP Kerawang

LRMPHP menerima kunjungan lapang Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Dr. Moch Nurhudah, A.Pi, M.Sc dan jajarannya pada 26 November 2021. Kunjungannya ini dalam rangka peningkatan penguatan jejaring kerjasama antar kedua instansi serta peningkatan pengetahuan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Politeknik KP Karawang di bidang riset perikanan.

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad memaparkan alsinkan hasil riset LRMPHP serta pemanfaatannya oleh mitra. Selain itu juga disampaikan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT)  alsinkan tersebut agar dapat digunakan dan diadopsi oleh masyarakat.

Hal serupa disampaikan Direktur Politeknik KP Karawang bahwa LRMPHP dan Politeknik KP Karawang mempunyai keterkaitan yang erat karena Politeknik KP Karawang merupakan salah satu pendidikan vokasi dimana lulusannya dituntut kompeten dibidangnya sehingga program kerjasama dengan LRMPHP berupa kerja praktek akhir (KPA) dan lainnya akan sangat bermanfaat. Direktur Politeknik KP Karawang juga berharap ada peralatan LRMPHP yang bisa ditempatkan di Politeknik KP Karawang mengingat 55% siswa Poltek Karawang merupakan anak nelayan sehingga secara tidak langsung dapat dijadikan target diseminasi peralatan tersebut ke masyarakat.

Dalam kunjungannya ini dibahas kegiatan bersama yang telah dilakukan dan rencana dimasa mendatang terkait riset dan pengembangan SDM. Adapun rencana output dari kegiatan tersebut yaitu sharing tenaga ahli, pemanfaatan alsinkan hasil riset untuk kegiatan pendidikan, publikasi bersama dan melanjutkan pelaksanaan kerja praktek akhir (KPA) bagi siswa Politeknik KP Karawang. 

Kunjungan kerja Direktur Politeknik KP Karawang beserta jajarannya dilanjutkan dengan melihat alsinkan hasil riset LRMPHP di ruang workshop serta fasilitas pendukungnya. Selama kunjungannya ini dilakukan pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme kerja beberapa alsinkan hasil riset LRMPHP diantaranya peralatan grading rumput laut, alat ekstruder dan deteksi ikan secara cepat.




Direktur Politeknik KP Karawang beserta jajarannya  melihat alsinkan hasil riset LRMPHP


Kamis, 25 November 2021

Rayakan Puncak Harkannas, Menteri Trenggono Makan Ikan Bareng se-Indonesia

Makan ikan secara serentak di 34 Provinsi dan 13 negara menjadi acara puncak perayaan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2021. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan menyiapkan menu ikan masing-masing. 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap kebutuhan protein masyarakat bisa terpenuhi dari ikan. Menurutnya, KKP memiliki 3 program terobosan guna memastikan keberlanjutan sumber daya ikan. 

"(Kita) mengelola sumber daya kelautan tetep sehat supaya hasilnya bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia," ujar Menteri Trenggono saat berbicara di puncak Harkannas 2021, Kamis (25/11/2021). 

Adapun ketiga terobosan KKP yakni penangkapan ikan secara terukur guna meningkatkan kesejahteraan nelayan, kemudian perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor yang didukung dengan riset kelautan dan perikanan. Terakhir, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Di puncak Harkannas, Menteri Trenggono juga meminta akademisi untuk melahirkan riset mendalam tentang kelautan dan perikanan. 

"Produktivitas sektor perikanan kita akan diregulasi dengan penangkapan yang terukur berbasis kuota. Pengembangan kampung budidaya kita kembangkan dengan perikanan-perikanan darat yang punya ekonomi tinggi, salah satunya ikan belida," sambungnya. 

Usai membuka puncak Harkannas 2021, Menteri Trenggono menyempatkan diri untuk meninjau inovasi produk yang ditampilkan di kegiatan tersebut. Dia pun mengapresiasi produk olahan rumput laut berupa kemasan dan sedotan biodegradable buatan Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP). 


“Ini salah satu solusi untuk lingkungan dan merupakan Langkah nyata terkait sustainable blue economy. Dan saya harap UKM UKM kita dapat memproduksinya karena ini satu peluang yang luar biasa,” ungkap Menteri Trenggono.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Harkannas sebagai momentum meningkatkan kesadaran akan pentingnya makan ikan. Terlebih dengan tema Harkannas ke-8 tahun ini, diharapkan ikan bisa menjadi asupan yang berperan dalam menciptakan generasi yang tangguh dan unggul. Dia pun mengajak masyarakat untuk selalu makan ikan.

"Harkannas ke-8 dapat jadi momentum kesadaran masyarakat pentingnya makan ikan untuk memunculkan generasi tangguh dan menjadikan sektor kelautan dan perikanan penggerak ekonomi nasional. Ayo kita makan ikan," kata Menkomarves Luhut yang hadir secara daring. 

Sebagai informasi, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti menyebut bahwa sejumlah rangkaian Harkannas 2021 terselenggara atas kerja sama Ditjen PDSPKP KKP, Institut Pertanian Bogor (IPB), Foodbank of Indonesia, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Pusat dan Daerah, serta mitra organisasi kemasyarakatan, profesi dan pelaku usaha. Untuk kegiatan hari ini, merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara KKP dan IPB yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan dan Rektor IPB pada tanggal 16 Juni 2021. 

Adapun rangkaian kegiatan Harkannas lainnya di antaranya, Kick off Dapur Ngebul bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FoI) tanggal 14 Oktober 2021, lomba foto/video Adu Masak Ibu Hebat bersama FoI yang diluncurkan tanggal 18 Oktober 2021, Webinar Series Harkannas #1 bersama FINA/ HAC-IPB tanggal 9 November 2021. Kemudian Webinar Series Harkannas #2 bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kelautan dan Perikanan tanggal 11 November 2021, Webinar Series Harkannas #3 bersama Marine Stewardship Council (MSC) tanggal 16 November 2021.

"Dalam kegiatan-kegiatan tersebut kita selalu sampaikan pentingnya dan manfaat makan ikan," tutup Artati.



Sumber : kkp


Selasa, 23 November 2021

Karakteristik Teknis Pengeringan Nori Dari Campuran Ulva lactuca dan Gracilaria

Nori (Sumber : https://www.tribunnewswiki.com/2021/07/07/nori-rumput-laut-kering)

Sepertinya kita akan mengenal jenis makanan berbentuk lembaran, terbuat dari rumput laut dan memiliki citarasa sedikit asin dan gurih. Nori adalah jawabannya, jenis makanan ini sebenarnya berasal dari pesisir Asia Timur dan terbuat dari jenis rumput laut Pophyra sp, yang merupakan jenis rumput laut endemik di wilayah tersebut. Karena terbuat dari jenis rumput laut endemik, maka negara yang mampu memproduksi nori menjadi produsen utama. Sehingga nori menjadi sebuah komoditas makanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi atau bahasa sehari hari bisa dikatakan cukup mahal.

Berbagai usaha untuk meniru nori yang ada dipasaran telah dilakukan salah satunya dengan mengganti bahan rumput laut Porphyradengan Ulva lactuca dan Gracilaria seperti yang dilaporkan dalam sebuah artikel yang berjudul  Engineering analysis in manufacturing process on nori made from mixture of Ulva lactuca and Gracillaria yang telah diterbitkan dalam IOP Conference Series, 3rd International Symposium on Agricultural and Biosystem Engineering. Paper tersebut menitik beratkan pada pembahasan cirikhas yang terjadi selama pengeringan nori seperti bagaimana pola pengeringannya dan penerapan model pengeriangan. Mungkin sedikit pertanyaan bahwa, apa menariknya kita mengetahui pola pengeringan? Bahwa dengan mengetahui pola pengeringan suatu produk maka kita akan bisa tahu perubahan yang terjadi selama proses pengeringan. Sehingga akan dapat dibuat sebuah produk yang sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk membuat sebuah nori imitasi diperlukan campuran rumput laut lokal dengan perbandingan komposisi 97% Ulva lactuca dengan 3% Gracilaria yang diproses melalui tiga tahapan. Pertama adalah persiapan, dilakukan dengan membersihkan rumput laut dari kotoran yang menempel dan merendam Gracilaria dengan cuka selama 6 jam. Kedua adalah pencampuran, dilakukan dengan blender dengan menambahkan 8x bagian air bersih. Dan ketiga adalah pemasakan yang dilakukan menggunakan kompor hingga air menguap setengahnya dan menghasilkan bubur rumput laut. Bubur dikeringakan menggunakan oven dengan tiga suhu yang berbeda, yaitu 50 C, 60 C dan 70 C. Empat model pengeringan digunakan untuk mengevaluasi ketiga suhu pengeringan tersebut yaitu Henderson dan Pabis, Lewis, Page dan Page modifikasi. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan yang digunakan maka kadar air nori akan semakin rendah. Kadar air ini berhubungan langsung dengan tingkat kerenyahan produk, bahwa produk dengan kadar air lebih yang lebih tinggi akan lebih liat atau alotdalam bahasa daerahnya. Sehingga nori yang dikeringkan dengan suhu yang lebih tinggi maka terasa lebih renyah. Laju pengeringan tertinggi diperoleh pada suhu pengeringan 70 C, sehingga semakin tinggi suhu pengeringan yang digunakan maka semakin cepat pula nori masak. 

Dari semua suhu pengeringan yang dipakai menunjukkan bahwa laju pengeringan tetap lebih mendominasi selama proses pengeringan. Hal ini disebabkan karena kandungan air bebas yang banyak pada bubur rumput laut. Laju pengeringan menurun hanya teramati pada akhir pengeringan dimana ketika kadar air bebas pada bubur rumput laut telah habis. Dari keempat model pengeringan yang dipakai, menujukkan bahwa model pengeringan Page paling mendekati dengan data observasi selama proses pengeringan pada semua suhu pengeringan. Hal ini dikuatan pula dengan nilai  R2 dan RMSE Model Page yang lebih baik dibandingkan model lainnya. Nilai R2 dan RMSE dapat dilihat pada Tabel 1 dan secara visual grafik perbandingan antara model yang dipakai dan data observasi dapat dilihat pada Gambar 1.


                           Gambar 1. Grafik kadar air dari model pengeringan yang dipakai dan observasi selama pengeringan

(Sumber: Kurniawan K, Bintoro N. 2019. Engineeringanalysis in manufacturing process of norimade from mixture of Ulva lactuca andGracillaria sp. IOP Conf. Series: Earth andEnvironmental Science 355 (2019) 012036.The 3rd International Symposium onAgricultural and Biosystem Engineering6–8 August 2019, South Sulawesi,Indonesia)


Penulis : Koko Kurniawan - LRMPHP

Kamis, 18 November 2021

DWP LRMPHP Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan

DWP LRMPHP  Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Amanah Trimulyo

Dharma Wanita Persatuan Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (DWP LRMPHP) melaksanakan kegiatan bakti sosial pada Rabu (17/11/2021). Kegiatan ini dalam dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kelautan dan Perikanan ke-22 yang mengambil tema "Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan".

Kegiatan bakti sosial berupa pemberian paket sembako di tiga panti asuhan yang ada di sekitar kantor LRMPHP yaitu Pantai Asuhan Amanah Trimulyo, Ar-Rasyid dan Al-Dzikro. Kepala LRMPHP Luthfi Assadad mengapresiasi partisipasi rekan-rekan pegawai, khususnya ibu-ibu DPW LRMPHP  sehingga kegiatan bakti sosial di panti asuhan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial DWP KKP ini dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia oleh 109 UPT lingkup KKP dengan berbagai jenis kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing DWP setiap daerah.


DWP LRMPHP  Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Ar-Rasyid dan Al-Dzikro


Jumat, 12 November 2021

KKP Raih Top GPR Awards 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali meraih penghargaan di bidang kehumasan. KKP menjadi salah satu Kementerian yang dinilai berhasil membangun digital public relations, sehingga berhak mendapat Top Government Public Relations (GPR) Awards 2021 yang diberikan oleh GPR Institute dan Suarapemerintah.id. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi kinerja tim komunikasi KKP dalam menyampaikan informasi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai kebijakan dan program kerja sektor kelautan dan perikanan harus disampaikan secara masif ke tengah masyarakat demi menjaga kelestarian ekosistem perikanan dan mendorong produktivitas sektor ini. 

"Penghargaan ini patut untuk disyukuri, dan menjadi penyemangat serta mendorong KKP untuk terus berinovasi dalam menyampaikan informasi terkait program, kebijakan dan capaian dengan memanfaatkan teknologi agar terwujud program yang efektif dan efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Menteri Trenggono dalam keterangan resmi KKP, Jumat (12/11/2021). 

Menteri Trenggono menilai, perkembangan teknologi dan digitalisasi pada setiap pelayanan sektor kelautan dan perikanan di seluruh unit kerja di KKP sangat penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam hal menyebarkan dan menerima informasi dari masyarakat kelautan dan perikanan melalui saluran komunikasi yang telah disiapkan KKP. 

"Adopsi teknologi itu penting, digitalisasi itu perlu," tegas Trenggono. 

Penghargaan TOP GPR Award 2021 ini diberikan sebagai apresiasi terhadap keberhasilan Pemerintah dalam menjalankan program public relations yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi digital yang semakin berkembang. Penyerahan penghargaan berlangsung secara virtual pada Kamis, 11 November 2021, mengangkat tema 'Sinergi Pranata Humas (GPR) untuk Indonesia Maju'. 

Berdasarkan hasil penilaian TOP GPR Index 2021, ada lebih dari 77 ribu ulasan Kementerian Kelautan dan Perikanan di internet dan dicari oleh rata-rata 36 ribu pengguna internet setiap bulannya. 

Kemudian di berbagai media online, KKP telah diberitakan lebih dari 10 ribu kali dalam kurun waktu 1 tahun ke belakang. KKP juga memiliki media website yang aktif dan dikunjungi oleh rata-rata lebih dari 900 ribu visitor setiap bulan. 

Asisten Khusus Bidang Media dan Komunikasi Publik Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, menambahkan, penghargaan yang diterima sebagai wujud kerja keras dari tim komunikasi membangun citra dan reputasi positif KKP di era digital. 

Hal ini terlihat dari penilaian tiga aspek yang diberikan oleh dewan juri, yakni digital awareness aspect, digital media dan media sentiment aspect, serta website aspect dengan total skor 94,28 poin. 

“Ini membuktikan tim komunikasi KKP berhasil menjalankan program kehumasan yang efektif dan efesien dengan memanfaatkan teknologi digital yang makin berkembang. Di era digitalisasi telah membuat arus informasi semakin terbuka dan mudah diakses, KKP membangun tim komunikasi yang agile dan adaptif guna menghadapi dinamika perubahan ini,” katanya. 

Selain membangun tim komunikasi yang tangguh, lanjut Doni, KKP juga berinovasi dengan sejumlah konten sesuai kebutuhan era digital. Terbaru, membangun channel video dokumentasi NeptuneTV di platform streaming MaxStream, IndiHome, dan Youtube. 

“NeptuneTV mulai mendapatkan traksi yang positif, terutama dari kalangan milenial untuk menjadi sumber literasi sektor kelautan dan perikanan. Kami akan terus kembangkan platform NeptuneTV sehingga menjadi acuan utama nantinya di era digital untuk informasi sektor kelautan dan perikanan,” tutupnya. 

Sementara itu, Founder GPR Institute, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, mengatakan penghargaan TOP GPR Award 2021 bisa menjadi alat penilaian untuk mengukur kinerja humas pemerintah. Penilaian dilakukan sejak bulan Juli hingga September 2021, dan pengumpulan data dilakukan melalui engine pihak ketiga yang bersifat independen dan kredibel. 

“Apresiasi semacam ini perlu dilakukan untuk menjadi alat penilaian terhadap perkembangan public relations, khususnya di ranah pemerintahan. Penghargaan ini juga tentunya bisa menjadi evaluasi sehingga muncul motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas public relations di Indonesia,” kata Widodo. 

Dalam setahun terakhir, KKP meraih banyak prestasi termasuk di bidang kehumasan, di antaranya Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2020 Kategori Mentor oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 sebagai Badan Publik "Informatif" oleh Komisi Informasi Pusat, hingga penghargaan Kementerian dan Menteri Terpopuler di Media Digital 2021 Kategori Kementerian oleh PR Indonesia Group.

 

Sumber : kkp