ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP siap meneruskan pembangunan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2022. ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2021.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 05 Desember 2022

Audensi dengan LRMPHP, Itjen KKP Adakan Survei Persepsi Kinerja Pengawasan

Kepala LRMPHP menerima kunjungan Tim Itjen KKP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan mendapat kunjungan kedinasan dari Tim Sekretariat Inspektorat Jenderal KKP yang dipimpin oleh Bapak Salsabil Tamsil (Perencana Muda Set Itjen KKP). Kunjungan ini dalam rangka survey persepsi pegawai KKP atas kinerja pengawasan Itjen KKP, dimana pegawai LRMPHP merupakan bagian dari SDM organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kunjungan yang dilangsungkan pada hari Kamis tanggal 1 Desember 2022Tim Itjen KKP bertatap muka secara langsung dengan Kepala LRMPHP dan jajarannya di Aula lt. 2 LRMPHP. Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Itjen KKP dan menjelaskan pegawai yang dihadirkan dalam kegiatan ini merupakan pegawai yang berinteraksi dengan auditor, khususnya di jajaran manajerial LRMPHP. 

Pada kesempatan ini, Kepala LRMPHP juga menyampaikan pengantar materi tentang kegiatan pengawasan (penelaahan, evaluasi, review, audit, dan pendampingan kegiatan) yang dilaksanakan oleh Itjen KKP selama beberapa tahun terakhir di LRMPHP. Selain pengisian kuesioner oleh pegawai LRMPHP, dalam pertemuan ini juga dilakukan diskusi interaktif dalam rangka menjaring aspirasi dari pegawai terkait audit dan pengawasan yang dilakukan oleh tim auditor KKP selama ini.


Kamis, 01 Desember 2022

Pelatihan Clean Anhydrous Weed (CAW) di LRMPHP

Pelatihan analisa CAW di Lab. Kimia LRMPHP

LRMPHP mengadakan pelatihan analisa Clean Anhydrous Weed (CAW) rumput laut kepada para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan yang sedang PKL di LRMPHP. Pelatihan yang melibatkan instruktur dari LRMPHP dan 11 pelajar dari SMKN 1 Jepara dan SMKN 1 Temanggung diadakan di LRMPHP pada 30 November 2022. Tujuan pelatihan ini untuk menambah pengetahuan kepada para pelajar dalam analisa kadar CAW pada rumput laut kering sebagai salah satu persyaratan mutu dan keamanan rumput laut.

Pelatihan diawali dengan pengenalan berbagai jenis rumput laut seperti jenis Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, Gelidium spp., Gracilaria spp., Sargassum spp. serta  persyaratan mutu dan keamanan rumput laut kering yaitu parameter sensori, kimia, cemaran logam dan fisik/impurities dalam memenuhi jaminan kualitas rumput laut untuk pasar domestik dan internasional. 

Dalam pemaparannya, Instruktur LRMPHP, Tri Wahyu Handoyo dan Tim menyampaikan bahwa permintaan terhadap rumput laut Indonesia cukup tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. Namun demikian, rumput laut dari Indonesia masih dihargai rendah oleh pasar internasional karena mutunya belum baik. Oleh karena itu diperlukan teknologi penanganan pasca panen serta pengujian kualitas rumput laut sebelum dipasarkan.

Salah satu parameter pengujian kualitas rumput kering yaitu kadar Clean Anhydrous Weed (CAW). Metode pengujian ini mengacu Standar Nasional Indonesia SNI 8168:2015 tentang Penentuan Clean Anhydrous Weed (CAW) pada rumput laut kering. Standar ini menetapkan cara penentuan kadar atau prosentase rumput laut yang bebas dari kotoran total pada semua jenis rumput laut kering. Prinsip pengujiannya dimulai dengan perendaman, pembersihan dan pencucian rumput laut kemudian dikeringkan menggunakan oven hingga didapatkan rumput laut yang bersih dan kering.

Dalam praktek pengujian kadar CAW di Laboratorium Kimia LRMPHP, peserta mengunakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang diperoleh dari Karimun Jawa. Dengan penuh antusias para peserta pelatihan menimbang dan mencacah rumput laut menjadi potongan kecil, selanjutnya dimasukkan kedalam gelas piala dan ditambahkan dengan air bersih. Setelah perendaman selama 30 menit lalu dilakukan pengadukan setiap 5 menit dan buang air rendamannya secara berulang. Langkah selanjutnya pembilasan dan penirisan rumput laut untuk selanjutnya dimasukkan kedalam oven pada suhu 60 °C selama 60 menit.


Selasa, 29 November 2022

Pelatihan Pengeringan Maggot di LRMPHP

Hasil pengeringan maggot dalam pelatihan di LRMPHP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) sebagai salah satu UPT BRSDM KP yang kedepan akan bertransformasi menjadi satker yang akan mengembangkan SDM KP melakukan pelatihan pengeringan Maggot untuk pakan ikan. Pelatihan dilakukan dalam rangka menambah pengetahuan, keterampilan serta mengenalkan teknologi pengeringan mengunakan alsin kepada peserta. Pelatihan dilakukan kepada 6 siswa/i SMKN 1 Temanggung Kelas XIII/Tingkat IV dan 5 siswi kelas XI SMKN 1 Jepara. Pelatihan dibimbing oleh instruktur Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan diantaranya Tri Nugroho, Wahyu T Handoyo dan Koko kurniawan. 

Pelatihan pengeringan maggot telah dilakukan pada minggu II November tahun 2022. Pelatihan pengeringan maggot dilakukan di laboratorium pengolahan dan kimia LRMPHP. Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang melalui proses metamorfosis menjadi lalat dewasa. Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja.

Maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan baik secara langsung maupun diolah menjadi pelet ikan. Pengeringan maggot dilakukan untuk memudahkan penyimpanan serta memperlama umur simpan. Selain itu pengeringan magot dilakukan juga untuk dapat diproses menjadi tepung magot sebagai bahan baku tepung maggot.

Pengeringan maggot dengan mesin pengering rotary drying

Pada pelatihan tersebut dilakukan pengeringan menggunakan pengering microwave serta menggunakan mesin pengering rotary drying. Tahapan pengeringan diawali dengan membersihkan maggot dari kotoran kemudian dilakukan sortasi sesuai ukuran. Setelah bersih maggot dimasukkan ke dalam mesin pengering kemudian disetting sesuai kebutuhan. Pengeringan menggunakan microwave dilakukan selama 45 menit pada daya P10, sedangkan pengeringan menggunakan rotary drying dilakukan pada suhu 100-150 selama 40 menit. Setelah kering maggot diangin-anginkan sampai dingin kemudian dipacking dalam plastik. 

Hasil pengeringan maggot yang baik akan didapatkan rendemen sekitar 30-35 % dengan kenampakan kuning keemasan, bentuk mengembang serta tekstur yang kering. Pada pelatihan pengeringan maggot tersebut juga dilakukan beberapa treatment awal seperti perebusan untuk mendapatkan kulitas maggot kering yang baik. Para siswa-siswi yang mengikuti pelatihan ini juga turut menyampaikan antusiasme dan apresiasinya karena memperolah ilmu baru yang bermanfaat dan dapat diterapkan untuk usaha.


Senin, 28 November 2022

Pengenalan SRIKANDI di LRMPHP, Sebuah Sistem Informasi Kearsipan

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis kearsipan pada hari Rabu tanggal 23 November 2022. Kegiatan ini dilangsungkan di aula lantai 2 gedung LRMPHP dengan pemateri tunggal Bapak Yustinus Jati Utomo, SH, M.Si - salah satu arsiparis ahli muda di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh koordinator manajerial dan pegawai LRMPHP dan dipimpin langsung oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad. Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP memberikan pengantar berupa kondisi faktual pengelolaan persuratan dan kearsipan yang ada di LRMPHP. Misalnya terkait dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar, penomoran surat, dan juga penggunaan aplikasi elayar sebagai aplikasi persuratan, disposisi dan kearsipan di KKP.

Bapak Jati Utomo dalam kesempatan ini memberikan materi mengenai SRIKANDI, sebuah sistem informasi kearsipan dinamis yang dibangun oleh ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Sebagai sebuah sistem informasi, Srikandi dibuat dan dikembangkan berdasarkan ketentuan atau regulasi yang mengatur mengenai tata laksana dan pengelolaan kearsipan. Regulasi mengenai SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) juga diadopsi dalam pengembangan Srikandi, mengingat ANRI sebagai sebuah lembaga pembina kearsipan secara nasional memiliki kewenangan untuk membuat atau membangun aplikasi yang bersifat umum seperti Srikandi ini.

Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memiliki aplikasi elayar sebagai aplikasi persuratan, disposisi dan kearsipan di KKP dengan penggunaan di tingkat BRSDM KP yang cukup menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemantauan secara berkala setiap awal bulan dari Sekretariat BRSDM KP terkait dengan penggunaan aplikasi elayar pada seluruh satuan kerja BRSDM KP.

Kegiatan bimbingan teknis ini akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi penggunaan sistem informasi kearsipan pada manajerial LRMPHP (Tata Usaha, Tata Operasional, pelayanan Teknis) pada hari Rabu s.d. Jumat pekan ini (23-25 November 2022) oleh Bapak Jati Utomo.

Harapannya dengan diselenggarakannya kegiatan ini, seluruh pegawai memiliki pemahaman dan komitmen akan pentingnya dokumen persuratan dan kearsipan, serta mampu menerapkannya dalam lingkup pekerjaan sehari-hari, termasuk pengecekan terhadap akun elayar masing-masing pegawai secara berkala

Jumat, 25 November 2022

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan di LRMPHP

Pelatihan Pembuatan Bakso ikan di Lab. Pengolahan LRMPHP

Dalam rangka meningkatkan gizi bagi masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan, pemerintah telah membuat gerakan GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Gerakan makan ikan salah satunya dapat dilakukan dengan memopulerkan produk olahan berbahan baku ikan diantaranya bakso ikan. Untuk mendukung gerakan tersebut maka perlu dilakukan pelatihan pembuatan produk olahan ikan salah satunya yaitu bakso ikan. Bakso ikan merupakan produk bakso dengan mensubtitusi daging sapi dengan daging ikan yang telah dihaluskan. Memanfaatkan produk bakso yang sudah popular dan digemari oleh masyarakat maka diharapkan bakso ikan dapat meningkatkan konsumsi ikan. Selain untuk memopulerkan bakso ikan, kegiatan pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam membuat olahan bakso ikan.

Senada dengan hal tersebut diatas, pada tanggal 16 November 2022 Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) berkolaborasi dengan Kwarda DIY dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pelatihan dan diseminasi teknologi pascapanen perikanan dengan membuat bakso ikan.Kegiatan pelatihan dilaksanakan di LRMPHP dengan bimbingan instruktur LRMPHP. Pelatihan diikuti peserta pelatihan yang terdiri dari 30 siswa dari SMK N 1 Tanjungsari – Gunungkidul, SMK N 1 Sanden – Bantul, dan SMK N 1 Temon – Kulon Progo. Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan materi dan praktek langsung pembuatan bakso ikan di laboratorium pengolahan LRMPHP.  

Paparan materi pembuatan tahu bakso oleh instruktur LRMPHP

Pelatihan diawali dengan memberikan paparan tentang pengolahan bakso ikan oleh Instruktur Pertama, Wahyu Tri handoyo yang meliputi penjelasan tentang bakso ikan, standar kualitas bakso ikan, peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat bakso ikan, dan langkah-langkah pembuatan bakso ikan. Untuk mempermudah pemahaman materi, setiap siswa juga diberikan modul pelatihan yang langsung dapat digunakan sebagai praktek pembuatan bakso ikan. Setelah mendapatkan materi peserta pelatihan mempraktekkan pembuatan bakso ikan. Pelaksanaan praktek diawali dengan menyiapkan bahan-bahan yang digunakan, dilanjutkan dengan pembuatan adonan dan pembuatan bola-bola bakso. Setelah praktek selesai para peserta diminta untuk menyajikan hasil olahan kepada para guru pendamping dan pegawai LRMPHP sehingga dapat dinilai produk bakso ikan hasil olahannya.


Rabu, 23 November 2022

Program Kampus Merdeka, Kepala LRMPHP mengajar dan berbagi di Perikanan UGM

Kepala LRMPHP paparkan materi workshop di Perikanan UGM
Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, Luthfi Assadad, menjadi pemateri dalam kegiatan Workshop Proses Scale Up dan Analisis Feasibility Produk Pangan yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada hari Ahad tanggal 20 November 2022 di Hotel Porta Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Merdeka Belajar (PK-KM) Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa-mahasiswi Program Studi THP dan perwakilan dosen, diawali dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Prof. Dr. Amir Husni, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi atau tanya jawab.

Narasumber kegiatan workshop di Perikanan UGM

Kepala LRMPHP menyampaikan materi bertema Peran Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Pengembangan Alat dan Teknologi Tepat Guna. Selain Kepala LRMPHP, narasumber lainnya yaitu Ir. Erista Adisetya, MM dari Erista Garden dan Wednes Aria Yuda, S.TP dari Coklat nDalem.

Dalam sesi diskusi, banyak pertanyaan dari peserta kegiatan, baik dari mahasiswa maupun dosen yang hadir dalam kesempatan ini. Materi diskusi lainnya juga menyangkut peluang pelaksanaan magang mahasiswa di LRMPHP dan penjajakan kerjasama dalam rangka kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) antara LRMPHP dan Departemen Perikanan UGM. Untuk poin terakhir, LRMPHP masih menunggu proses transformasi kelembagaan di Kementerian Kelautan dan Perikanan selesai dilakukan, sehingga pelaksanaan penandatanganan kerjasama dapat dilakukan.

Sesi diskusi pada kegiatan workshop di Perikanan UGM


Selasa, 22 November 2022

Hari Ikan Nasional ke-9 : KKP Dorong Sektor Perikanan Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis sektor perikanan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional. Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang digelar setiap 21 November, menjadi momentum mengingatkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan sebagai bahan pangan berprotein tinggi dan menyehatkan. 

"Dengan peringatan Harkannas ke-9 Tahun 2022 ini, kita terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan dan menjadikan ikan sebagai sumber protein utama, guna mencetak generasi unggul berkualitas sebagai calon penerus bangsa. Terlebih Indonesia sebagai negara maritim, sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan melalui keterangan tertulis (21/11/2022). 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa krisis pangan dan energi menjadi ancaman besar bagi dunia pada forum G-20 tanggal 15-16 November 2022 di Bali. Dalam laporan terpisah, Organisasi Pangan Dunia FAO memprediksi pada 2023 terjadi peningkatan kerawanan pangan tingkat akut secara global. Hal ini dipicu oleh dampak Pandemi Covid-19, serta perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, yang secara eksponensial menstimulus naiknya harga minyak dunia yang akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok dan pangan dunia. 

Permasalahan ketahanan pangan ini telah menjadi perhatian seluruh pemimpin dunia. Oleh karena itu, Indonesia, dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan langkah antisipatif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Kekayaan sumber daya laut yang melimpah merupakan modal dasar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan gizi nasional. Melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) menjadi indikator peningkatan Angka Konsumsi Ikan Nasional. Gerakan ini menjangkau di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota termasuk wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi. 


Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat angka konsumsi ikan nasional pada 2021 mencapai 55,16 kg/kapita setara ikan utuh segar. Angka ini tumbuh 1,10% dibanding tahun sebelumnya sebesar 54,56 kg/kapita setara ikan utuh segar. Angka konsumsi ikan pada 2024 ditargetkan sebesar 62,5 kg/kapita setara ikan utuh segar. 

“Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan memiliki kandungan asam lemak omega 3,6,9 sangat relevan sebagai salah satu sumber asupan gizi untuk mendukung program ketahanan pangan. Ikan juga mengandung vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Selain itu, ikan termasuk komoditas yang mudah dikreasikan menjadi berbagai olahan sehingga menjadi lebih variatif saat dihidangkan,” terang Trenggono. 

Mengusung tema "Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan untuk Generasi Unggul", puncak perayaan Harkannas ke-9 digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Menteri Trenggono, peringatan Harkannas tahun ini spesial karena untuk pertama kali peringatan Harkannas diselenggarakan di luar Jawa. Peringatan Harkannas ke-9 di Parigi Moutong diharapkan menjadi stimulus bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis hasil perikanan. Selain itu, Parigi Moutong dikenal sebagai daerah penghasil perikanan strategis karena memiliki 472 kilometer garis pantai dan berada di kawasan Teluk Tomini yang indah. 

“Dukungan Kabupaten Parigi Moutong dalam gelaran Harkannas Tahun ini diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam pelaksanaan Harkannas di tahun berikutnya. Setiap daerah berpeluang menjadi tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Ikan Nasional untuk memasyarakatkan makan ikan dan memberikan efek pengganda menggerakkan sektor-sektor ekonomi bidang kelautan dan perikanan dan bidang pendukung lainya di daerah,” pungkasnya. 


Rangkaian kegiatan peringatan Harkannas terdiri dari seminar, lokakarya, lomba logo Gemarikan, lomba foto, pameran produk 52 UMKM perikanan dari 34 Provinsi, lomba dan demo masak ikan, lomba melukis anak-anak dan makan ikan bersama. Sedangkan puncak peringatan Harkannas diisi dengan beragam rangkaian acara di Pantai Mosing. Di antaranya tanam mangrove, bersih pantai, parade paralayang, parade perahu nelayan, penyerahan hadiah pemenang lomba dan peluncuran logo baru Gemarikan. Ada juga kegiatan pemecahan rekor MURI penanaman mangrove dan bersih pantai sebagai bagian dari program Bulan Cinta Laut. 

Menteri Trenggono mengajak masyarakat untuk turut merayakan Harkannas, baik secara daring maupun luring. "Saya berharap, peringatan Harkannas ke-9 ini dapat terus memperkuat peran dan sinergi semua pihak dalam peningkatan ketahanan gizi dan pangan melalui pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dengan tetap berkomitmen pada pengelolaan yang berkelanjutan, agar generasi yang akan datang, anak cucu kita nanti dapat terus mengonsumsi ikan”, tutupnya.

Sebelumnya, KKP telah menggagas program ekonomi biru untuk menghadirkan laut sehat guna mendorong produk perikanan sebagai solusi ketahanan pangan. Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat mengisi sesi Blue Food Coalition pada rangkaian United Nation Oceans Conference (UNOC) 2022 yang berlangsung di Lisbon, Portugal, Senin (27/6/2022).


Sumber : kkp