LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 17 Januari 2022

LRMPHP Terima Mahasiswa Magang Universitas Airlangga



Sebagai salah satu bentuk pelayanan publik, LRMPHP senantiasa membuka pintu untuk mahasiswa/i maupun siswa/i yang ingin melaksanakan praktek kerja lapang/magang di LRMPHP.

Sehubungan dengan hal tersebut, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan kembali menerima mahasiawa magang dari Universitas Airlangga pada 17 Januari 2022. Kegiatan PKL diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan yaitu Fawwaz Natasya, Athirah Azhar, Alfania Alifha, Dharrma Mangala,  Marsanda Rizka Fauziah, dan  Alqatlya Wulandari Mustav.

Mahasiswa tersebut dijadwalkan akan melaksanakan magang selama 1 bulan terhitung mulai tanggal 17 Januari - 18 Februari 2022 dibawah bimbingan para peneliti LRMPHP yaitu Tri Nugroho Widianto, M.Si, Arif Rahman Hakim, M.Eng, I Made Susi Erawan, M.Sc dan Bakti Berlyanto Sedayu, Ph.D. Adapun tema kegiatan magang yaitu penelitian tentang alat transportasi ikan hidup, pembuatan bioplastik dari rumput laut, pengolahan produk fish jelly dan ekstraksi rumput laut.

Dalam pertemuan ini para mahasiswa  diberikan penjelasan tentang tupoksi LRMPHP dan tata tertib selama pelaksanaan magang. Selama magang, para mahasiswa mendapatkan berbagai fasilitas seperti ruang untuk beraktivitas, akses internet, printer, fotokopi dan juga tempat tinggal di guest house LRMPHP.

Saat ini LRMPHP terus berbenah dalam memberikan inovasi pelayanan publik diantaranya pengajuan layanan penelitian dan magang secara daring yang dapat di akses melalui tautan http://bit.ly/MekanisasiKP-Maset dan http://bit.ly/MekanisasiKP-MaKlik .


Senin, 10 Januari 2022

Tingkatkan Produktivitas UMKM, LRMPHP Kenalkan Alat Pengisi Adonan Produk Fish Jelly di Bantul

Peneliti LRMPHP, I Made Susi Erawan kenalkan Alat Pengisi Adonan Produk Fish Jelly Semi Otomatis 

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan mengenalkan alat pengisi adonan produk fish jelly semi otomatis hasil rancang bangun LRMPHP kepada para pelaku usaha perikanan Bantul. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula LRMPHP ini dihadiri Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dan pelaku usaha yang menjadi mitra/volunteer kegiatan.

Tri Nugroho Widianto, M.Si, yang mewakili Kepala LRMPHP menyampaikan kegiatan ini dalam rangka mendesiminasikan alsinkan hasil riset LRMPHP sekaligus uji terap untuk mengetahui performansi peralatan tersebut. Melalui uji terap ini diharapkan diperoleh masukan terkait penggunaan alat untuk perbaikan dan penyempurnaan alat.

Sementara itu, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, Istriyani, S.Pt, MM menyampaikan pentingnya mendorong ketersediaan ikan dan produk alahannya supaya dapat meningkatkan gizi di masyarakat. Oleh karena itu uji terap alat pengisi adonan produk fish jelly semi otomatis dari LRMPHP diharapkan dapat mendorong Poklahsar dan UKM untuk semakin meningkatkan inovasi dan produksi olahan ikan.

Tiga Poklahsar dari Bantul yang menerima alat pengisi adonan produk fish jelly semi otomatis adalah Polahsar Siluang Mina Nisa, Poklahsar Midea Frozen Food dan Poklahsar Pempek Sewon Paris. Masing – masing Poklahsar tersebut menerima satu unit alat pengisi adonan produk fish jelly semi otomatis hasil rancang bangun LRMPHP. Penerimaan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh kedua belah pihak, yaitu LRMPHP atas nama Koordinator Riset, I Made Susi Erawan dan Poklahsar atas nama ketua masing-masing poklahsar.

Penandatanganan BAST 


Rabu, 05 Januari 2022

KICK OFF METTING TAHUN ANGGARAN 2022


Dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2022, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan menyelenggarakan pertemuan awal tahun yang dihadiri oleh seluruh pegawai pada tanggal 4 Januari 2022 di ruang aula LRMPHP. Kegiatan Kick Off Metting ini bertujuan untuk mensosialisasikan program dan kegiatan serta penugasan yang diemban oleh LRMPHP pada tahun 2022.

Kepala LRMPHP dalam kesempatan ini memaparkan refleksi tahun 2021 dan Outlook 2022, yang berisi berbagai prestasi dan capaian yang telah diraih LRMPHP pada tahun 2021 baik perorangan maupun tim, serta rancangan pelaksanaan dan pembagian tugas kegiatan pada tahun 2022.


Penghargaan pegawai berprestasi baik secara individu/tim lingkup LRMPHP


Selasa, 04 Januari 2022

KKP Akselerasikan Program Riset dan SDM 2022

Dalam rangka mencapai target-target yang telah ditetapkan dengan baik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengakselerasikan berbagai program dan kegiatannya, salah satunya di bidang riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal tersebut sebagaimana pencanangan akselerasi KKP yang diglorifikasi akhir tahun 2021. Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Kusdiantoro, Senin (3/1/2022), saat memimpin Apel Pagi perdana di 2022 lingkup BRSDM secara virtual. 

Ia bersyukur bahwa pada 2021 capaian kinerja BRSDM telah melebihi target sebelum akhir tahun. Tak hanya itu, pihaknya telah mencetak sejarah pada 2021 sebagai tahun terbaik dalam capaian realisasi anggaran sejak terbentuknya BRSDM, yaitu sebesar 98,61%. Bahkan salah satu Satuan Kerja (Satker) BRSDM, yakni Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, telah mengukir prestasi atas realisasi anggaran 2021, yaitu sebesar 99,88%. 

Capaian kinerja BRSDM Tahun 2021 tersebut antara lain 1.795 kelompok meningkat kualitasnya (target 1.500), 62,36% lulusan terserap di dunia usaha dan industri (target 62%), 3.611 kelompok dibentuk (target 2.000), 334 startup pendidikan dan pelatihan (target 298), 11 data/peta kebijakan (target 11), dan 3 riset dimanfaatkan industri (target 3). Selain itu capaian lainnya, 86,65 untuk nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah BRSDM (target 86), 0,25% batas tertinggi nilai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (target 1%), 3,87 maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (target 3), 10 Satker berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (target 10), 78 Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (target 73), dan 32,85 Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi BRSDM (target 31).

Untuk 2022, pihaknya telah menetapkan target-target indikator kinerja utama, antara lain 8.535 peserta pendidikan vokasi, 41.000 kelompok, 4.960 peserta Diklat aparatur, 4 model sosial ekonomi, 15 teknologi hasil riset perikanan, 12 data dan/atau informasi sumber daya kawasan pesisir, 36 penelitian dan pengabdian pendidikan tinggi, 25.000 peserta pelatihan masyarakat, 6 riset pengolahan produk dan bioteknologi, stock assessment 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) laut, stock assessment 4 WPP perikanan darat, serta 2 data dan informasi karakteristik dan dinamika laut di WPP. 

"Tahun 2022 kita mulai hari ini sudah beraktivitas. Menteri Kelautan dan Perikanan sudah menetapkan bahwasanya tahun 2022 sebagai tahun accelerate, bagaimana semua program bisa diakselerasikan dengan baik, bisa mendongkrak atau mendukung ketiga program prioritas KKP," ujar Kusdiantoro. 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menetapkan ketiga program prioritas tersebut. Pertama, penerapan kebijakan penangkapan terukur berbasis kuota di setiap WPP untuk keberlanjutan ekologi. Kedua, pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor, dengan komoditas unggulan di pasar global, yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut. Ketiga, pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Selanjutnya Menteri Trenggono, ucap Kusdiantoro, menyampaikan arahan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBN harus ter-delivered dengan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara keuangan, serta dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. APBN Tahun 2022 harus menjadi instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan mengakselerasi daya saing Indonesia, terutama yang berkaitan dengan daya saing ekspor dan investasi. 

Menurut Kusdiantoro, keterbatasan anggaran yang dimiliki di Tahun 2022 tidak boleh menjadi hambatan dalam berkinerja. Solusinya adalah dengan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan kerja sama yang saling menguntungkan bagi para pihak mengacu peraturan perundangan yang berlaku.

"Di tahun 2022 kita terus memperbaiki dan meningkatkan apa yang dicapai di tahun 2021 serta mengakselerasikan kegiatan-kegiatan kita untuk mendukung ketiga program prioritas KKP. Mudah-mudahan dengan keterbatasan yang ada, kita bisa mengambil suatu hikmah dan melakukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk mencapai target yang ditetapkan. Kita harapkan tahun 2022 semua Satker fokus dalam proses pencapaian indikator kinerja utamanya. Dilakukan evaluasi secara terus-menerus, sehingga kita bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi sehingga target ini bisa terkawal dengan baik," ujarnya. 

"Kita pastikan di tahun 2022 BRSDM menjadi suatu institusi yang bisa mengawal semua program KKP dengan baik. Kita harapkan slogan semangat akselerasi ini dapat diadaptasikan sampai ke seluruh pegawai. Seluruh pegawai harus bisa memahami apa yang kita kerjakan. Bagaimana prosesnya dikawal, juga kinerja dan anggarannya, sehingga kita bisa menjadi suatu tim yang kuat. Pemimpin mampu meng-organize timnya dengan cara baik dan bersama-sama bekerja. Selamat melaksanakan tahun 2022, selamat bekerja, dan mudah-mudahan tahun 2022 menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan-perbaikan harus kita lakukan sehingga menjadi suatu organisasi yang menuju kepada kesempurnaan," pungkasnya.

 

Sumber : kkp

Jumat, 31 Desember 2021

LRMPHP Kembangkan Alat Produksi Bioplastik Rumput Laut dengan Sistem Ekstrusi

Pencarian bahan alternatif pengganti plastik sintetis kian berkembang seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik serta dikeluarkannya regulasi-regulasi pelarangan penggunaan plastik secara global. Sebagai negara maritim penghasil rumput laut merah terbesar di dunia, Indonesia berpotensi untuk mengembangkan plastik alternatif ramah lingkungan berbahan rumput laut. Selain sumber bahan bakunya yang melimpah, rumput laut juga memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan penggunaan bahan biomasa lainnya dalam pembuatan bioplastik skala besar.

Pembuatan plastik dari rumput laut yang dilakukan saat ini umumnya menggunakan metode casting, dimana ekstrak rumput laut biasanya dilarutkan dalam air yang dipanaskan kemudian ditambahkan bahan-bahan tambahan lainnya, lalu larutan dituangkan ke wadah yang rata dan dibiarkan mengering dan membentuk plastik film. Sedangkan cara yang umum lainnya adalah dengan menuangkan larutan ekstrak rumput laut ke dalam cetakan-cetakan seperti gelas, wadah makanan, dan lainnya.

Contoh pemanfaatan film plastik rumput laut (sumber: www.greeners.co)

Meskipun cara ini terbilang sangat sederhana, namun untuk memenuhi permintaan bioplastik skala komersial cara casting ini masih menghadapi kendala. Hal ini disebabkan oleh produksinya yang tidak kontinu atau batch sehingga sulit untuk mencapai produksi dengan kapasitas besar. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim peneliti Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) mendesain dan mengembangkan perangkat alat produksi bioplastik rumput laut sistem kontinu yaitu menggunakan sistem ekstrusi panas.

Mesin ekstrusi bioplastik rumput laut rancangan LRMPHP

Dengan sistem ekstrusi ini, formulasi ekstrak rumput laut yang telah dicampurkan merata dengan bahan-bahan lainnya di proses menggunakan ekstruder pada suhu sekitar 130 – 150°C. Prinsip kerja sistem ekstrusi yaitu mencampur dan bahan-baku bioplastik dalam kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam sebuah selongsong (barrel). Di dalam barrel juga terjadi proses shearing (pemotongan) adonan formulasi bioplastik, sehingga selain terjadi perubahan secara fisik juga terjadi perubahan terhadap struktur kimia dari adonan bahan bioplastik selama proses ekstrusi. Adonan bioplastik rumput laut diaduk dalam barel dan ditekan menggunakan ulir hingga akhirnya keluar melalui lubang outlet (dies).

Hasil ekstrusi bahan-bahan rumput laut yaitu bijih bioplastik merupakan ektrudat berbentuk filamen yang kemudian dipotong-potong menjadi pelet kurang dari 1 cm menjadi bijih bioplastik rumput laut. Bijih bioplastik inilah yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi brang-barang jadi seperti wadah makanan, piring, dan lainnya yaitu menggunakan sistem compression molding atau injection molding.

Bijih bioplastik rumput laut dan wadah bioplastik


Penulis : Bakti Berlyanto Sedayu - LRMPHP


.

 



Kamis, 30 Desember 2021

Mengetahui Jenis Ikan dengan Menggunakan Smartphone

Beragamnya jenis ikan di perairan Indonesia menyebabkan sulitnya masyarakat untuk dapat mengenali ikan-ikan yang ditemui di pendaratan ikan atau di pasar. Kemudian juga dengan penamaan yang berbeda terhadap jenis ikan yang sama pada tiap daerah (nama lokal), ataupun sebaliknya, yaitu penamaan yang sama terhadap ikan-ikan dari jenis yang berbeda, menambah kesulitan bagi masyarakat umum untuk mengetahui jenis ikan yang dibeli atau dikonsumsi dengan pasti. Demikian halnya kesulitan oleh petugas dalam pencatatan produksi perikanan dan penghitungan stok ikan nasional dengan valid.

Hingga saat ini, untuk memastikan jenis ikan apa yang didapatkan masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan buku atau panduan konvensional klasifikasi jenis ikan, atau dilakukan oleh seorang taksonomis. Hal ini menjadi tidak praktis serta memungkinan terjadinya kesalahan dalam menentukan jenis ikan yang didapatkannya, yaitu akibat objektivitas individu. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di tersebut, dibutuhkan suatu teknologi yang mampu mengenali jenis ikan secara objektif, akurat, dan dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat umum.

Aneka ragam jenis ikan (sumber: iStock)

Teknologi computer vision yang merupakan cabang dari sistem kecerdasan buatan (AI) kini berkembang dengan pesat terutama untuk mengenali berbagai macam objek. Peneliti Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) kini juga tengah mengembangkan teknologi ini untuk mengenali berbagai jenis ikan di Indonesia. Pada sistem aplikasi computer vision, komputer dapat mengenali suatu objek berdasarkan citra ikan yang didapat melalui perangkat kamera, yaitu dengan cara komputasi piksel-piksel penyusun citra ikan yang meliputi bentuk, warna dan tekstur yang ditangkap oleh layar monitor.

Berbeda halnya dengan cara kerja penglihatan manusia, gambar ikan yang telah dikomputasi oleh mesin akan membentuk suatu pola tertentu yang kemudian dikenali oleh mesin. Dengan kata lain, mesin dilatih mengenali pola berbagai jenis ikan berdasarkan gambar ikan-ikan tersebut. Semakin banyak gambar ikan yang dilatihkan ke mesin, maka akan semakin baik pula mesin dapat mengenali jenis ikan. Hasil dari komputasi atau pelatihan gambar-gambar ikan terhadap mesin tersebut didapatkan sebagai sebuah model, dan model inilah yang selanjutnya dapat dipasang (deploy) ke dalam perangkat lunak lainnya seperti Android.

Aplikasi pengenalan jenis ikan yang dikembangkan di LRMPHP

Melalui aplikasi computer vision, masyarakat akan dengan mudah mengenali jenis-jenis ikan yang ditemuinya, yaitu hanya dengan menjalankan aplikasi berbasis computer vision yang dipasang dalam sistem android. Hanya dengan mengarahkan kamera ponselnya ke objek ikan yang ingin diketahui atau dengan cara mengambil objek gambarnya, selanjutnya sistem aplikasi secara cepat (real-time) akan menayangkan informasi jenis ikan dan informasi lainnya dalam tampilan layar ponsel. Praktis bukan?


Penulis : Bakti Berlyanto Sedayu - LRMPHP


 



Rabu, 29 Desember 2021

Penggunaan Sensor DO Optic untuk Kolam Budidaya Udang

Dalam budidaya udang, kontrol terhadap kandungan oksigen terlarut/Dissolved Oxygen (DO) merupakan proses sangat penting agar dihasilkan udang dengan pertumbuhan optimal. Oleh karenanya sensor DO menjadi alat yang tidak tergantikan dalam penentuan nilai DO pada air budidaya. Saat ini sebagian teknisi budidaya menggunakan sensor berjenis membrane- polarographic untuk menentukan DO kolam budidaya mereka. Meskipun selama ini sensor jenis membrane masih handal untuk kondisi ideal air tambak namun beberapa kondisi menyebabkan sensor ini butuh perbaikan.

Sensor DO tipe membran adalah alat berbasis elektrokimia yang menggunakan gas permiabel polimer sebagai membran untuk mengisolasi elektrolit sensor dari sampel. Isolasi ini menjadikan sensor hanya meloloskan oksigen sehingga bisa bereaksi dengan katoda. Karenanya laju difusi oksigen dipengaruhi oleh tekanan parsial sampel, bahan dan ketebalan membran. Diungkapkan dalam White Paper Mettler Toledo, beberapa kelemahan dalam penggunaan sensor tipe membrane adalah pertama, secara umum sensor ini butuh waktu lama untuk turun dari nilai DO tinggi (downscale). Hal ini karena setiap oksigen yang terakumulasi dalam elektrolit selama kalibrasi atau saat pengukuran air dengan DO tinggi membutuhkan waktu lama untuk berdifusi keluar melewati membran. Sehingga pembacaan DO cenderung akan tetap tinggi meskipun digunakan untuk sampel DO rendah. Kedua, pada arus atau gerakan air yang rendah, oksigen tidak semuanya bisa melewati membran sehingga bila air dengan DO tinggi namun cendurung diam maka nilai yang terbaca menjadi lebih rendah dibanding kondisi riil. Ketiga, membran sensor sangat rentan terhadap kondisi air, kondisi air yang pekat seperti air tambak akan menyebabkan membran mudah tertutup dan pembacaan DO akan salah. 

DO tipe optik bisa menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sensor ini menggunakan teknologi yang dikenal sebagai pemudaran pijaran (fluorescence quenching) untuk menentukan kandungan DO. Fluorescence ialah fenomena dimana material menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu dan kemudian memancarkan cahaya tersebut dengan panjang gelombang yang berbeda. Sedangkan Fluorescence quenching adalah laju penurunan fluorescence yang disebabkan material lainnya dalam hal ini adalah oksigen. Tingkat pemudaran (quenching) tergantung pada jumlah oksigen yang terkandung dalam air sampel. Quenching sendiri dikuantifikasi melalui perhitungan nilai perbedaan cahaya yang diserap dengan cahaya yang dipancarkan. Seperti terlihat pada Gambar 1. sinar hijau yg dikeluarkan oleh LED di pancarkan ke chromophore dalam OptoCap melalui kabel serat optic. Fluoresensi merah yang kembali juga melewati serat optik ke detektor. Berdasarkan waktu dan intensitas (pergeseran fase) antara dua sinyal cahaya, maka nilai oksigen terlarut diperoleh. Hal ini dijelaskan oleh Feng Weiwei dkk pada tahun 2013 dalam Journal of optic dengan judul : An optical sensor for monitoring of dissolved oxygen based on phase detection

Gambar 1. Skema prinsip kerja sensor tipe optik (sumber: White Paper. Minimize Power Plant Corrosion with improved optical DO Technology. Mettler Toledo)

Yaoguang Wei dkk pada tahun 2019, dalam Journal Sensor berjudul Review of Dissolved Oxygen Detection Technology: From Laboratory Analysis to Online Intelligent Detection, menjelsakan keunggulan dari sensor tipe optik antara lain pertama tidak diperlukan aliran atau gerakan air sampel. Karena sensor optik tidak memasukkan sampel air, maka tidak diperlukan oksigen yang stabil di ujung sensor. Ini memungkinkan penggunaan sensor optik dalam dasar kolam dimana udang lebih banyak tinggal. Kedua, minim pemeliharaan. Titik ujung sensor adalah satu-satunya bagian yang bersentuhan dengan air dan didesain untuk pemakaian terus-menerus. Sensor juga tidak menggunakan membran sehingga tidak ada yang perlu diganti secara regular. Pemliharaan hanya dilakukan dengan membersihkan ujung sensor dari kotoran yang menempel. Ketiga, tidak diperlukan kalibrasi.  Sensor DO optik telah dikalibrasi sebelumnya dan tidak perlu kalibrasi lagi sebelum penggunaan. Hal ini juga mengurangi down-time selama pemakaian.

Namun demikian sensor tipe optik juga memiliki kelemahan yaitu titik sensor berukuran kecil dan halus sehingga ditangani dengan hati-hati. Paparan alkohol konsentrasi tinggi atau senyawa organik tertentu juga dapat menyebabkan kerusakan. Sensor optik harganya lebih mahal dibandingkan sensor membrane dan meskipun telah ditemukan lebih dari 20 tahun yang lalu namun sensor optik relative masih baru dipasaran dan banyak pengguna belum terbiasa menggunakannya.

Berdasarkan uraian tersebut, untuk mengukur DO air kolam tambak udang lebih baik menggunakan sensor DO tipe optik karena mempertimbangkan kondisi airnya yang pekat, salinitas tinggi serta mengandung bahan organik.


Penulis : Arif Rahman Hakim - LRMPHP