ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP siap meneruskan pembangunan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2022. ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2021.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 27 Juni 2022

Dorong Kemandirian Desa Perikanan, KKP Kembangkan Smart Fisheries Village

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) tengah mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) dalam rangka memperkuat kemandirian desa yang berbasis usaha perikanan serta sebagai wujud akselerasi program prioritas yang digaungkan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, yakni pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. 

‘’Smart Fisheries Village (SFV) merupakan konsep pembangunan desa perikanan dan satuan kerja yang berbasis pada penerapan benih unggul, teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna, keberlanjutan, serta meningkatkan ekonomi yang berada di tengah-tengah program kampung perikanan budidaya dan Desa Inovasi/Desa Mitra,’’ terang Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, pada acara pelatihan teknis yang merupakan bagian dari  SFV bagi masyarakat Desa Panembangan, Kec. Cilongok, Kab. Banyumas, akhir Juni ini. 

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan langkah BRSDM dalam mempersiapkan SDM unggul untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang berprinsip nilai ekologi atau lingkungan lestari berbasis digital serta  pengembangan SFV agar dapat menjadi pilot project bagi wilayah lain dan memberikan percontohan bagi perkembangan perikanan budidaya air tawar. 

“Melalui SFV, diharap dapat menyinergikan antara riset dan teknologi dengan peningkatan SDM perikanan melalui pelatihan dan teaching factory serta mewujudkan kegiatan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir guna menciptakan desa mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tentunya program ini dapat berjalan dengan baik melalui sinergitas berbagai pihak, baik dari swasta, kementerian, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta stakeholder lain,” tegas Nyoman. 

Selain itu, pengembangan model SFV yang sudah mulai dijalankan ini, akan menjadi sinergi dengan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal, dengan karakteristik lebih memiliki nilai tambah dengan sentuhan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. 


Di sisi lain, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Puslatluh) KP, Lilly Aprilya Pregiwati, berharap pelatihan SFV ini dapat memotivasi masyarakat Desa Panembangan untuk menjadikan desanya sebagai icon kawasan SFV. 

“Melalui pelatihan ini, semoga dapat memotivasi masyarakat untuk menciptakan icon Desa Panembangan sebagai kawasan SFV serta dapat menghasilkan produk perikanan yang nantinya menarik perhatian masyarakat luar untuk berbisnis di desa perikanan pintar ini. Peran penyuluh menjadi sangat penting dalam mengawal dan melakukan monitoring terkait kegiatan pelatihan di kawasan SVF tersebut, tuturnya. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Sub Koordinator Pengembanganan Logistik, Warsito, menuturkan bahwa pengembangan Desa Panembangan menjadi SFV juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

“Saya ucapkan terima kasih atas terselenggaranya beragam giat pelatihan dalam rangka SFV ini, baik itu pelatihan budidaya hingga olahan di Desa Panembangan. Pengembangan ini juga mendapat dukungan Pak Gubernur, harapannya setelah semuanya terintegrasi, pemberdayaan masyarakat di Panembangan dapat tercapai,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh  Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Irma Sufitri. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada KKP, khususnya BRSDM yang telah mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dalam mengelola usahanya.

"Melalui dukungan sarana dan prasarana baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, maka Desa Panembangan saat ini tepat untuk memaksimalkan potensinya dalam usaha perikanan agar terkelola dengan baik dalam bentuk SFV. Tentunya hal tersebut tak lepas dari peran penyuluh perikanan yang juga bekerja keras dalam mendampingi kelompok di lapangan,” jelasnya.

Pada giat pelatihan yang diselenggarakan Balai Pelatihan dan Penyuluh Perikanan (BPPP Tegal) ini, 120 peserta mendapatkan materi berupa pelatihan budidaya ikan nila dengan sistem minapadi; pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal; dan pelatihan diversifikasi olahan ikan. Pelatihan ini juga mendapat respon positif dari Riyanto, salah satu peserta pelatihan budidaya ikan nila dan pakan ikan mandiri. Pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga masyarakat lain, di mana sebelumnya hanya dapat belajar melalui media sosial.

Hadir pada kegiatan pelatihan, Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Joni Haryadi; Kepala BPPP Tegal, Muchlisin; Kepala Desa Panembangan, Untung Sanyoto; serta para Penyuluh Perikanan Kab. Banyumas sebagai motor penggerak utama program ini . Dalam kesempatan tersebut, BRSDM turut memberikan bantuan berupa 80 ekor induk ikan nila unggul, mesin pencetak pakan ikan, serta demplot mina padi.

 

Sumber : kkp


Jumat, 17 Juni 2022

Peneliti LRMPHP Resmi Bergabung BRIN

Peneliti Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) resmi dilantik sebagai Pejabat Fungsional Peneliti di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), oleh Kepala Badan BRIN Laksana Tri Handoko secara daring, pada hari Jumat, 17 Juni 2022. Pelantikan ini merupakan rangkaian pengalihan SDM dari beberapa Kementerian dan Lembaga ke dalam BRIN.

Peralihan ini berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2021 Pasal 65 tentang BRIN yang menyebutkan bahwa pengalihan tugas, fungsi dan kewenangan pada unit kerja pelaksana fungsi penelitian, pengembangan, ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan kementerian dan lembaga yang menjadi tugas fungsi BRIN.

Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad menyampaikan selamat dan sukses untuk rekan-rekan peneliti yang telah dilantik sebagai peneliti/PNS BRIN. “Secara pribadi dan kedinasan, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dedikasi rekan-rekan peneliti selama bertugas di LRMPHP, teriring doa semoga rekan-rekan semakin sukses, dan berkibar dalam kiprah di dunia litbangjirap,” ucap Kepala LRMPHP.

Salah satu peneliti LRMPHP yang dilantik, Arif Rahman Hakim juga menyampaikan ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan doanya sehingga kegiatan pelantikan berjalan lancar. ”Saya tidak tahu bagaimana membalas kebaikan rekan-rekan, hanya doa kepada Tuhan YME semoga kita selalu diberi kemudahan, kesuksesan dalam segala hal. Meskipun kedepan kita mungkin tidak bersama lagi dalam pekerjaan, namun suatu kebanggaan dan pengalaman luar biasa pernah menjadi bagian dari LRMPHP,” ungkapnya.  


Kamis, 09 Juni 2022

Hari Laut Sedunia, KKP Ajak Masyarakat untuk Gemar Makan Ikan untuk Pemenuhan Gizi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Hari Laut Sedunia sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa laut merupakan penyedia sumber pangan dan pemenuhan gizi. KKP juga mengajak masyarakat Indonesia untuk gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan dan pemenuhan gizi.

"Kami ingin mengingatkan kembali bahwa laut sangat menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi kita karenanya sangat penting untuk kita jaga," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti melalui keterangan pers, Kamis (9/6/2022).

Artati menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara maritim, kaya akan sumber daya ikan dan memiliki potensi lestari sumber daya ikan laut nasional sebesar 12,01 juta ton/tahun sebagaimana tertuang dalam Kepmen KP Nomor 19 Tahun 2022. KKP memandang seharusnya masyarakat dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk sumber pangan. 

Dalam momen peringatan Hari Laut Sedunia 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), KKP membagikan 300 paket berisi abon ikan, stik rumput laut, pilus anggur laut untuk ibu hamil, ibu baru melahirkan dan anak-anak di Wakatobi. Artati memaparkan, paket tersebut dibeli dari UMKM setempat sebagai bagian dari promosi produk sekitar.

"Melalui Gemarikan, kami ingin menunjukkan bahwa menikmati hasil laut bisa dengan produk bernilai tambah, yang sudah dihasilkan oleh UMKM kita," ujarnya.

Senada, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Trisna Ningsih yang hadir langsung di Kabupaten Wakatobi menyebut alasan pemilihan daerah ini sebagai daerah perluasan Gemarikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 30,2%, dan di Kabupaten Wakatobi sendiri mencapai 26%. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 1 di antara 4 balita di Kabupaten Wakatobi mengalami stunting.

"Tentu ini menjadi concern kami untuk tidak berhenti mengingatkan ayo makan ikan. Dan makan ikan tidak harus goreng atau bakar, tapi bisa olahan," terang Trisna.

Ia menyampaikan bahwa ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan Omega-3, bisa menjadi salah satu sumber protein untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan. Tak hanya itu, ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap serta berperan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK), utamanya membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta). Selain itu, ikan juga baik untuk asupan gizi bagi remaja usia produktif serta para lanjut usia.

Trisna berharap melalui Gemarikan, masyarakat semakin mengerti manfaat dan cara alternatif menikmati ikan. Dengan begitu, hal ini diharapkan bisa menghasilkan multiply effect bagi ekonomi setempat, termasuk menanggulangi stunting.

"Kegiatan ini saja, tidak akan mungkin dapat mengatasi stunting dan gizi buruk, namun jika dilakukan secara berulang, massif, dan didukung oleh semua pihak, niscaya permasalahan tersebut akan dapat diatasi," tutupnya.

Dalam peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun menyempatkan diri menyapa anak-anak yang berdiri di booth Gemarikan. Menteri Trenggono berinteraksi dan memotivasi agar mereka rajin mengonsumsi ikan guna membantu mewujudkan cita-cita.

"Jangan lupa makan ikan ya, biar sehat cerdas dan pintar," sapa Menteri Trenggono ke anak-anak di Wakatobi.


Sumber : kkp


Jumat, 03 Juni 2022

PENGGUNAAN ALAT VAKUM-TEKAN, LRMPHP DAN PT NANKAI INDONESIA LAKUKAN PENJAJAKAN KERJASAMA

Praktek penggunaan alat Vakum-tekan

LRMPHP menerima kunjungan PT Nankai Indonesia, 3 Juni 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk diskusi dan survey alat Vakum-tekan. Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh Luthfi Assadad (Kepala LRMPHP), Bakti B Sedayu (KaKelti) dan Arif Rahman Hakim (Peneliti alat Vakum-tekan), sedangkan PT Nankai Indonesia diwakili oleh Hiroshi Miyauchi dan Yuri Mori selaku Senior Manager serta Asa Rahmadi Kepala Unit Research dan Development. 

Alat Vakum-tekan ini merupakan hasil riset LRMPHP pada tahun 2012. Alat ini berfungi untuk mengintroduksikan bahan/larutan osmotik ke dalam produk perikanan dengan tujuan meningkatkan daya awet maupun pengkayaan nutrisinya. Prinsip kerja alat ini adalah mengkondisikan tekanan udara dalam tangki vakum menjadi lebih tinggi maupun lebih rendah dari tekanan normal atmosfer. Salah satu perlakukan yang berhasil dilakukan ialah introduksi asap cair ke dalam fillet ikan Nila. Dengan menggunakan alat Vakum-tekan, introduksi asap cair 4 kali lebih cepat dibandingkan metode perendaman. 

Berdasarkan hal tersebut PT Nankai Indonesia tertarik untuk mengimplementasikan alat Vakum-tekan untuk pengawetan produk olahan kayu. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan alat ini adalah karakteristik kayu diantaranya tingkat porositas dan kadar air. Selain itu larutan osmotik yang akan digunakan juga menjadi faktor penting dalam proses pengawetan kayu.

Pada kegiatan ini juga dilakukan praktek penggunaan alat vakum-tekan, untuk mengetahui komponen dan fungsi serta tahapan pengoperasian alat tersebut.      


Selasa, 31 Mei 2022

Menteri Trenggono Ajak Milenial Berinovasi Majukan Sektor Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan harapannya terhadap milenial pelaku usaha rintisan (start up) di bidang kelautan dan perikanan. Dia mengajak milenial untuk terus berinovasi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia mengingat besarnya peluang usaha di bidang ini. 

Menteri Trenggono juga berharap tidak ada pemutusan hubungan kerja pada usaha rintisan di bidang kelautan dan perikanan di Indonesia.

"Harapan saya berharap berita pemutusan hubungan kerja yang besar besaran tidak terjadi pada start up sektor kelautan dan perikanan karena potensi sektor ini unlimited," ungkap Menteri Trenggono saat membuka acara Fisheries Millenial + Start Up Expo 2022 di Ballroom Kantor Pusat KKP, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Acara tersebut berlangsung hari ini sampai besok dengan melibatkan 24 usaha rintisan (start up) dan 17 UMKM di bidang kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha generasi milenial tersebut.


"Harapan saya kegiatan ini akan menginisiasi tumbuhnya start up perikanan yang kreatif dan inovatif di Indonesia. Tentunya tumbuh merata, dari mulai usaha di hulu hingga hilir serta yang bergerak di bidang teknologi pendukung," tambahnya.

Menurutnya, peluang usaha bidang perikanan terbuka lebar karena permintaan pasar dunia yang begitu tinggi. Lini usaha yang bisa digeluti juga beragam dari hulu hingga hilir, seperti penangkapan, budidaya, pemasaran, pengolahan, hingga teknologi pendukung.

Di samping itu, KKP memiliki program-program prioritas di subsektor perikanan tangkap maupun budidaya yang bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk memulai serta mengembangkan usaha.

Dia berharap generasi muda dapat memanfaatkan besarnya peluang usaha di bidang kelautan dan perikanan ini secara optimal dengan menggunakan teknologi digital sebagai pendukung peningkatan produksi yang berkualitas dan ramah lingkungan.

"Bisnis ke depan itu mulai dari hulu sampai hilir musti benar-benar dijaga. Bagaimana teknologi bisa membantu memastikan hulu sampai hilir aman,” pungkasnya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan bahwa kegiatan Fisheries Millennials+Start Up Expo 2022 dengan mengangkat tema Level up Your Digital Life ini bertujuan sebagai sarana bagi millennials+start up perikanan untuk memperluas usaha melalui kemitraan bisnis dan investasi dengan pelaku usaha perikanan dan calon investor potensial.

Kemudian juga untuk mengajak generasi muda yang dekat dengan dunia digital agar tertarik pada sektor kelautan dan perikanan. “Dalam acara ini juga ada pameran inovasi millennials+start up perikanan sebagai solusi permasalahan usaha kelautan dan perikanan," ujar Artati.

 

Sumber : kkp


Senin, 30 Mei 2022

Kemasan Edibel dari Rumput Laut, Bungkus Kopi Tak Perlu Dibuang !!

Belakangan beredar video tentang seorang pria yang membuat mie instan, uniknya bumbu beserta kemasan yang terlihat seperti plastik transparan langsung disiram air panas, trus bisa dimakan lagi. Tenang… jangan panik! Plastik kemasan tersebut merupakan edibel film yang dia buat menggunakan bahan alami seperti gelatin, protein dan pati-patian. Edibel film tersebut dia buat sebagai pengganti plastik kemasan bumbu yang terbuat dari plastik yang sehingga aman untuk dikonsumsi. Bukan hanya bungkus bumbu mie instan, kopi pun dapat dikemas menggunakan edibel film, sehingga tinggal diseduh dengan air panas kopi tersebut langsung dapat diseduh serta dapat diminum tanpa membuang kemasannya.Penggunaan edibel film menggunakan bahan alami merupakan jawaban dari permasalahan lingkungan tentang sampah plastik, terutama plastik kemasan sekali pakai. Seperti diketahui bahwa sampah plastik merupakan bahan yang tidak terdegradasi atau terurai secara alami. 

Salah satu bahan alam yang dapat diolah menjadi kemasan edibel film adalah rumput laut. Pembuatannya pun cukup mudah, bisa dilakukan di rumah, bahkan dapat dilakukan oleh siswa yang masih duduk dibangku SMA. Dalam channel media sosialnya sebut saja namanya Dharma, ia mempraktikan pembuatan edibel film menggunakan bahan rumput laut kering dari jenis Eucheuma cottonii dan gula pasir serta bunga telang sebagai pewarna alaminya. Rumput laut dihaluskan terlebih dahulu, kemudian tambahkan daun telang ke dalam air yang sedang dimasak, tambahkan bubuk rumput laut dan tambahkan pula gula pasir. Setelah itu tuangkan campuran tadi ke dalam loyang secara merata hingga membentuk lembaran. Setelah dikeringkan terbentuklah edibel film. Untuk membuat kemasan, edibel film tersebut dipotong sesuai ukuran kemudian direkatkan menggunakan sealer perekat plastik. Kemudian kemasan bisa diisi dengan kopi dan dapat langsung diseduh dengan air panas tanpa membuka kemasan. Kemasan edibel fim tersebut dapat larut dalam air panas, sehingga tidak menimbulkan sampah plastik.

Desain Kemasan Edibel (Foto: Salam dan Larasati)

Foto di atas merupakan desain kemasan edibel film untuk minuman bubuk. Melalui sentuhan jiwa seni yang tinggi, Salam dan Larasati melakukan eksperimen dan desain kemasan edibel menggunakan material karagenan dari rumput laut yang dimuat pada Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain tahun 2014. Dari hasil percobaan, mereka menemukan bahwa rumput laut dalam bentuk bahan mentah tidak memiliki sifat khusus yang optimal untuk dijadikan keunggulan produk. Namun berbeda dengan karagenan hasil ekstraksi rumput laut, bahan ini memiliki karakteristik yang berpotensi unggul untuk dimanfaatkan. Karakteristik tersebut antara lain: kemampuan dapat dimakan, thermoreversible atau berubah jenis zat menyesuaikan suhu, transparan, kenyal, elastis, dapat larut, dan bernutrisi. Edibel film yang mereka hasilkan diproyeksikan untuk kemasan bajigur, minuman tradisional yang sudah sering terdengar di telinga masyarakat. Namun tidak menutup kemungkinan untuk di aplikasikan sebagai kemasan komoditi bubuk lain seperti bandrek, susu bubuk, teh hijau bubuk, jamu dan sebagainya.

Melimpahnya produksi rumput laut semestinya dapat mendorong pengolahan material terbarukan tersebut menjadi bioplastik yang ramah lingkungan pengganti plastik konvensional. Bukan tidak mungkin proses pembuatan bioplastik yang sederhana berpotensi untuk dikembangkan menjadi skala industri yang lebih besar. Sentuhan teknologi dan kreatifitas seni juga dapat diterapkan agar produk bioplastik dari rumput laut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar baik domestik maupun luar negeri. Dengan demikian diversifikasi produk rumput laut ini dapat meningkatkan nilai ekonomis dan neraca perdagangan negara.

Namun demikian menurut Carina dkk (2021) yang telah mengulas pemanfaatan polisakarida rumput laut dalam kemasan makanan dalam Jurnal Trends in Food Science & Technology, perlu diperhatikan penggunaan rumput laut yang aman dan bebas resiko dari logam berbahaya, sifat mekanik edibel film perlu disesuaikan dengan penggunaan tertentu menggunakan campuran plasiticizer alami. Penelitian yang lebih detail juga perlu dilakukan agar kemasan dari rumput laut memiliki keunggulan yang signifikan terhadap kemasan konvensional.


Penulis : Pamungkas, A. - LRMPHP




Jumat, 27 Mei 2022

Bikin Pintar dan Cerdas, KKP Ajak Anak-Anak Rajin Makan Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan Indonesia memiliki modal besar untuk membantu peningkatan kecerdasan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau dan luas perairan laut 6,4 juta km2 atau sekitar 70% total luas wilayah Indonesia, potensi kekayaan sumber daya ikan yang dimiliki Indonesia beraneka ragam dan melimpah di hampir seluruh wilayah. 

"Kekayaan ini merupakan modal dasar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan gizi nasional," jelas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, Rabu (25/5/2022). 

Artati menambahkan, kandungan protein dan Omega-3 yang tinggi pada ikan, sangat relevan sebagai salah satu sumber protein dalam mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan. Selain itu, kandungan gizi yang lengkap pada ikan juga memiliki peran penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 

"Rutin mengonsumsi ikan dapat membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta)," urainya.

Mengingat pentingnya makan ikan, KKP mengajak ibu hamil, perempuan menyusui dan anak-anak untuk lebih sering mengonsumsi ikan. Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), KKP kembali mengajak masyarakat untuk bangga dan doyan makan ikan. 

"Kita akan terus gaungkan Gemarikan mengingat pentingnya gizi untuk otak di masa pertumbuhan. Dan ini kami prioritaskan di daerah stunting," sambung Artati.

Sementara Kepala Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Widya Rusyanto menyebut Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari AKI 2019 sebesar 54,50 kg/kapita menjadi 54,56 kg/kapita setara ikan utuh segar di tahun 2020. KKP pun menargetkan pertumbuhan konsumsi ikan nasional pada periode 2020–2024 sebesar 2,43% per tahun dengan target konsumsi ikan pada tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita setara ikan utuh segar.

Kemudian data Susenas 2020, Konsumsi Ikan Dalam Rumah Tangga (KIDRT) Kabupaten Cilacap sebesar 16,38 kg/kapita setara ikan utuh segar dan menempatkan wilayah ini sebagai salah satu fokus intervensi stunting terintegrasi tahun 2021.

"Atas dasar itu, kami mendapat amanat sebagaimana pilar 4 Perpres 72 Tahun 2021 untuk edukasi promosi dengan target 90 keluarga stunting," kata Rusyanto usai melakukan Safari Gemarikan di Cilacap beberapa waktu lalu.

Bersama Anggota Komisi IV DPR Teti Rohatiningsih, S.Sos, KKP membagikan 1.000 paket olahan yang terdiri dari bakso ikan, rolade ikan, otak-otak ikan, empek-empek ikan, tahu bakso ikan dan kerupuk ikan tenggiri ke masyarakat, khususnya ibu-ibu, perempuan menyusui dan anak-anak di Cilacap. Rusyanto berharap, kegiatan Safari Gemarikan ini bisa berdampak peningkatan konsumsi sekaligus pemasaran produk UMKM setempat.

"Semoga bisa membantu mengenalkan produk-produk perikanan yang dihasilkan oleh UMKM pengolah dan pemasar di Kabupaten Cilacap kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membeli hasil produksi UMKM tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak anak-anak untuk terus mengonsumsi ikan. Hal ini dia sampaikan saat berkunjung ke SD tempatnya menimba ilmu dulu, di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

 

Sumber : kkp