Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 18 Maret 2019

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Fungsional Lingkup BRSDM di LRMPHP

Pelantikan Pejabat Fungsional Lingkup LRMPHP
Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Dr. Maman Hermawan, M.Sc melantik lima pejabat fungsional dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional Lingkup BRSDM di Aula LRMPHP pada 16 Maret 2019. Hadir mendampingi Sekretaris BRSDM, Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, Moch. Muchlisin, A.Pi, M.P, Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, M.Sc, rohaniawan dari Kemenag Bantul dan staf kepegawaian lingkup LRMPHP.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, kelima pejabat fungsional Lingkup BRSDM yang dilantik yaitu Singgih, S.St.Pi (Instruktur Muda pada BP3 Tegal), Widiarto sarwono, A.Md dan Adrianto Widi Prasetyo, A.Md (Teknisi litkayasa Pelaksana pada LRMPHP), serta Rofiqoh Nur Su’udiyah, S.Pi dan Agustinus Sanca Leonardo, S.Pi (Penyuluh Perikanan Pertama pada BP3 Tegal).


Pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional
Kepada para pejabat fungsional yang dilantik, Sekretaris BRSDM menyampaikan bahwa pelantikan ini sebagai tindak lanjut dari pelantikan yang telah dimulai oleh Kepala BRSDM di Jakarta beberapa waktu lalu dan akan diteruskan di daerah-daerah. Pelantikan ini sebagai pedoman dalam melakukan aktivitas kerja di kantor. Sumpah/janji jabatan pada hakekatnya merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena pertanggungjawabannya tidak hanya kepada atasan yang berwenang tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, profesionalisme dalam bekerja harus ditingkatkan. Selain itu beliau juga menyampaikan  pesan dan amanat agar pejabat fungsional yang baru dilantik amanah dan menekankan kembali peran ASN untuk memberikan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya, serta menjaga netralitas sebagai ASN pada tahun politik ini.

Sekretaris BRSDM juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019 ini adalah tahun terakhir dalam pelaksanaan rencana pembangunan tahun 2015-2019 dimana target-target yang belum selesai harus diselesaikan. Tuntutan masyarakat terhadap pemerintah yang semakin tinggi harus siap dan mampu diemban aparatur pemerintahan dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi.

Rabu, 13 Maret 2019

Bioetanol dari Limbah Rumput Laut (Bagian I)

Pasokan energi dunia yang berasal dari energi tidak terbarukan seperti fosil dan petrokimia kian menipis. Oleh karena itu, upaya pencarian energi terbarukan terus dilakukan, terutama energi terbarukan yang ramah lingkungan, seperti bioetanol. Etanol dapat dihasilkan dari rumput laut dengan cara merubah serat (komponen penyimpanan) dan selulosa (komponen penyusun dinding sel). Limbah rumput laut, khususnya limbah agar, memiliki beberapa komponen serat (Tabel 1) sehingga perlu dilakukan pemurnian untuk mengekstrak selulosanya agar dapat digunakan dalam pembuatan bioetanol.

Metode pemurnian selulosa yang sudah pernah dilakukan yaitu dengan menggunakan enzim xylanase (enzim yang memiliki kemampuan untuk memecah ikatan antara xilosa di xilan) yang dihasilkan dari jamur Aspergillus niger, yang kedua yaitu dengan menggunakan proses alkalisasi. Namun pemurnian dengan enzim xylanase membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, sedangkan pemurnian dengan proses alkalisasi ini memiliki kelemahan yaitu masih ada sisa kadar lignin. Oleh karena itu perlu dicari cara pemurnian selulosa yang lebih efektif dan biayanya lebih terjangkau, salah satunya yaitu organosol. Organosol adalah salah satu metode yang telah dikomersialisasikan untuk memperoleh selulosa dari biomassa dengan menggunakan pelarut organik, misalnya dengan menggunakan etanol, asam asetat, atau aqueous methanol.

Selulosa sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dapat diperoleh dari hasil samping pengolahan rumput laut (agar – agar). Pengolahan agar – agar menghasilkan residu sebanyak 65 – 70% dari keseluruhan bahan baku yang digunakan. Kelimpahan limbah agar ini belum termanfaatkan dengan baik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Komponen serat yang terdapat pada beberapa bahan rumput laut disajikan pada Tabel 1. LRMPHP telah melakukan penelitian dalam rangka mendapatkan selulosa dari limbah agar. Salah satu metode yang dikembangkan disajikan pada Gambar 1.

Tabel 1. Komponen Serat pada Beberapa Bahan Rumput Laut

Bahan
Hemiselulosa (%)
Selulosa (%)
Lignin (%)
Bahan Ekstraktif Lainnya (%)
Limbah agar
13,89
59,69
2,37
24,05
Limbah karaginan
6,03
26,72
6,63
60,62
E. spinosum
45,27
4,08
10
40,65
G. salicornia
36,02
4,11
5
54,87
Ulva lactuca
16,42
19,58
2,9
61,1
C. crassa
43,73
25,5
4
26,77
S. polycystum
10,11
24,07
9,27
56,55


Gambar 1. Proses pemurnian selulosa dari limbah agar

Gambar 2. Limbah agar
Dengan menggunakan penambahan asam asetat 0,6 N sebesar 0,05%, rasio limbah agar dengan air 1 : 20, dan suhu pemanasan 80°C dapat diperoleh kadar selulosa sekitar 24 - 26%. Hasil selulosa selanjutnya dapat dipergunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan bioetanol.

Penulis : Putri Wullandari, Peneliti Muda LRMPHP

Senin, 11 Maret 2019

THAWING IKAN BEKU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NON THERMAL

Ikan tuna merupakan komoditas perikanan yang menyumbang devisa negara terbesar kedua setelah udang. Produksi ikan Tuna mencapai 293,233 ton pada tahun 2017. Tuna sebagian besar tidak bisa sampai di tangan konsumen dalam keadaan segar. Hal ini karena lokasi penangkapannya yang jauh di tengah laut sehingga kapal penangkap tuna akan beroperasi dalam jangka waktu cukup lama (> 6 bulan), lokasi pasar ikan atau pelabuhan tuna jauh dari konsumen, dan juga dipengaruhi oleh adanya musim tangkapan. Oleh karena itu diperlukan teknologi pengawetan untuk mempertahankan kualitas tuna. Teknologi pengawetan yang paling banyak dilakukan ialah dengan pembekuan. Proses selanjutnya dalam pemanfaatan tuna ialah pengolahan menjadi produk pangan baik melalui pengalengan maupun jenis olahan lain. Pada industri pengolahan ikan, proses thawing bahan baku merupakan tahapan yang sangat krusial. Diperlukan metode thawing yang tepat agar bisa meminimalisir kerusakan dan kemunduran mutu tuna yang lebih besar. Metode-metode thawing yang banyak digunakan saat ini antara lain menggunakan hembusan udara, air panas, tekanan tinggi, frekuensi radio, microwave, gelombang infra-merah dan ultrasonik. Permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan metode tersebut ialah waktu proses yang lama, penurunan bobot yang tinggi, peningkatan jumlah bakteri pembusuk, terjadi proses pembusukan secara kimia, suhu terlalu panas dan biaya tinggi. Padahal idealnya selama proses thawing diharapkan mampu mempertahankan kualitas ikan beku dengan proses cepat dalam suhu rendah. Karena waktu thawing yang lebih lama dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba yang lebih cepat pada produk, mengurangi kelarutan protein dan peningkatan konsumsi energi. Thawing cepat pada suhu rendah dengan menggunakan metode non-thermal akan membantu mencegah penurunan kualitas bahan pangan beku selama produksi. Salah satu teknologi baru yang digunakan untuk thawing makanan beku ialah menggunakan metode High voltage electrostatic field (HVEF).

Tegangan tinggi atau medan listrik dapat meningkatkan molekul ionik pada udara dan mempercepat pergerakan ion tersebut. Perubahan transfer massa ion pada udara berkaitan dengan munculnya lecutan corona pada medan listrik. Lecutan ini akan memaksa ion-ion diudara melewati dan merubah struktur materi yang dilewati (kristal es pada daging) yang mengakibatkan kristal es mencair. 

LRMPHP telah melakukan penelitian pembuatan prototipe HVEF untuk thawing ikan tuna beku. Komponen HVEF terdiri dari generator daya tegangan tinggi yang dapat diatur hingga 200 kV oleh pengontrol dan arus keluaran maksimum 5 mA, dudukan berbahan kayu, plate electrode ukuran 8 x 12 cm berbahan tembaga, jarum tembaga berdiameter 0,4 mm dan panjang 60 mm. Elektroda ini terhubung ke kutub positif dari power supply. Alat thawing HVEF dan diagram kelistrikannya disajikan pada gambar 1.
Gambar 1. Prototipe alat thawing dan diagram kelistrikannya
Pada pengujian prototipe HVEF menunjukkan bahwa laju peningkatan suhu inti tuna beku lebih cepat 68 % dibandingkan tuna beku yang dithawing pada air mengalir. Tuna beku yang dithawing tersebut juga mengalami susut bobot sebesar 14%, nilai ini lebih rendah dibandingkan metode konvensional dengan nilai susut sebesar 22 %.

Penulis : Arif Rahman Hakim, Peneliti Muda LRMPHP

Rabu, 27 Februari 2019

Partisipasi LRMPHP Pada Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa di Unpad Bandung

Coaching clinic tentang alat UKI oleh tim LRMPHP
LRMPHP turut berpartisipasi pada ekshibisi Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, pada 25-26 Februari 2019. Festival yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ir. Nilanto Perbowo, M.Sc. tersebut hasil kerjasama Unpad, KKP dan Pemprov Jawa Barat dalam rangka membangun kesadaran masyarakat terutama generasi milenial untuk menjaga kelestarian laut melalui upaya konservasi.

Dalam sambutan pembukaannya, Bp. Nilanto menjelaskan bahwa kegiatan eksibisi ini merupakan hal yang penting sebagai sarana komunikasi efektif kinerja pemerintahan kepada masyarakat. Kinerja pemerintah tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak mengetahui apa yang dikerjakan. Oleh karena itu, diharapkan partisipasi masyarakat, tidak hanya dari kalangan mahasiswa FPIK saja, namun seluruh bidang ilmu di Unpad karena perikanan tidak hanya berkaitan dengan ilmu sains saja, namun menyentuh aspek sosial, ekonomi, hukum dan politik.

Pada Eksibisi Festival Membumikan Laut Sebagai Masa Depan Bangsa, sejumlah teknologi dan produk perikanan karya anak bangsa ditampilkan. LRMPHP bersama stan lain lingkup KKP mendapat kesempatan untuk mengisi stan pameran.  Selain mengisi stan pameran, LRMPHP  juga mengadakan coaching clinic.



Demo alat UKI dengan peserta coaching clinic
Sesi coaching clinic oleh tim LRMPHP menampilkan alat UKI yaitu alat uji kesegaran ikan yang berbasis android dengan pengolahan citra mata ikan dan pendeteksian bau ikan menggunakan sensor gas. Pemaparan alat UKI tersebut disampaikan oleh Wahyu Trihandoyo, yang dilanjutkan dengan demo alat dan tanya jawab dengan pengunjung.

Pada kesempatan coaching clinic, peserta yang umumnya dari sivitas akademika Unpad terlihat antusias mengikuti acara. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh mahasiswa seperti potensi aplikasi alat UKI untuk pengujian kesegaran hasil laut selain ikan (udang, kerang, maupun cumi-cumi) dan pertanyaan lain terkait prinsip kerja alat. Sebagai apresiasi atas sambutan peserta pada  coaching clinic tentang alat UKI, tim LRMPHP memberikan bingkisan menarik kepada peserta yang antusias mengikuti tanya jawab.

Pemberian bingkisan kepada peserta coaching clinic

Senin, 25 Februari 2019

Kunjungan Poltek KP Pangandaran di LRMPHP


LRMPHP terima kunjungan Tim Poltek KP Pangandaran
LRMPHP menerima kunjungan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Pangandaran pada 22 Februari 2019. Kunjungan dari Program Studi Pengolahan Hasil Laut diterima oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc dan staf kerjasama. Kunjungan Poltek KP Pangandaran ini dalam rangka survey dan penjajagan kerjasama sebagai sarana dalam implementasi tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tim Poltek KP Pangandaran yang dipimpin oleh Ibu Arum menjelaskan bahwa Poltek KP Pangandaran merupakan penyelenggara pendidikan tinggi vokasi yang didirikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan  untuk mendidik anak bangsa khususnya anak pelaku utama perikanan (pembudidaya, penangkap, dan pengolah ikan) agar memiliki keahlian dalam menerapkan teknologi di bidang kelautan dan perikanan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut yaitu melalui peningkatan kompetensi dibidang teknologi dan inovasi pengolahan hasil perikanan. Oleh karena itu diperlukan tenaga ahli dan tempat yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Tim Poltek KP Pangandaran berharap dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki LRMPHP, dapat membantu mahasiswanya untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha.

Sementara itu, Kepala LRMPHP menyambut baik rencana kerjasama tersebut dan akan memfasilitasi dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Sebagai institusi dengan tupoksi penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan dibidang ujicoba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan, maka sudah menjadi kewajiban LRMPHP untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset kepada masyarakat agar termanfaatkan dengan baik.

Pada kesempatan kunjungannya ini, dicapai kesepakatan awal antara LRMPHP dengan Poltek KP Pangandaran berupa rencana kerjasama melalui sharing tenaga ahli dan pelaksanaan praktek kerja lapangan mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari rencana kegiatan tersebut akan dilakukan pembahasan lebih lanjut rencana kerjasama di instansi masing-masing.

Selama di LRMPHP, Tim Poltek KP Pangandaran juga mengunjungi  ruang display peralatan LRMPHP, workshop dan bengkel konstruksi serta fasilitas pendukungnya. Pada kesempatan tersebut dilakukan pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme kerja beberapa peralatan hasil rancang bangun LRMPHP diantaranya peralatan  alat uji kesegaran ikan berbasis sensor (alat UKI),  alat transportasi ikan segar roda dua (ALTIS-2) dan  peralatan lainnya.




Kunjungan Tim Poltek KP Pangandaran di ruang display dan workshop