Kamis, 19 Maret 2020

Mengenal TGA (Thermogravimetric Analysis), Analisa Untuk Mengetahui Ketahanan Termal Kemasan Bioplastik

Alternatif penggunaan plastik masih terus dikembangkan dalam rangka mengurangi sampah plastik yang terus meningkat. Salah satu bahan yang dapat dipergunakan adalah rumput laut dan bahan alam lainnya untuk mambuat bioplastik. Dalam rangka mengetahui karakteristik bioplastik, berbagai parameter dan alat pengujian dikembangkan, salah satunya ketahanan termal. 

Ketahanan termal kemasan bioplastik dapat diuji dengan beberapa analisa, diantaranya yaitu dengan uji DSC atau Differential Scanning Calorimetry (telah dibahas pada tulisan sebelumnya) dan uji TGA atau Thermogravimetric Analysis. Menurut Intertek Group (2019), Thermogravimetric Analysis (TGA) memberikan penentuan endoterm, eksoterm, penurunan berat produk saat pemanasan, pendinginan, dan banyak lagi. Bahan yang dianalisis oleh TGA meliputi polimer, plastik, komposit, laminasi, perekat, makanan, pelapis, farmasi, bahan organik, karet, minyak bumi, bahan kimia, bahan peledak dan sampel biologis.

Menurut Ng, Kasi, Saidi & Subramaniam yang dipaparkan dalam Encyclopedia of Polymer Science and Technology (2018), TGA dapat digunakan terutama untuk menyelidiki stabilitas termal (kekuatan bahan pada suhu tertentu), stabilitas oksidatif (laju penyerapan oksigen pada bahan), serta sifat komposisi (misalnya, pengisi, resin polimer, pelarut) dari sampel. Selain itu, kenaikan/kehilangan berat sampel berhubungan dengan faktor yang berbeda. Umumnya, kenaikan berat sampel dikaitkan dengan adsorpsi atau oksidasi, sedangkan penurunan berat sampel dikaitkan dengan dekomposisi, desorpsi, dehidrasi, desolvasi, atau volatilisasi

Analisis termogravimetri menggunakan panas untuk memaksa terjadinya reaksi dan perubahan fisik pada bahan. TGA memberikan pengukuran kuantitatif perubahan massa dalam bahan yang terkait dengan transisi dan degradasi termal. TGA mencatat perubahan massa dari dehidrasi, dekomposisi, dan oksidasi sampel dengan waktu dan suhu. Karakteristik kurva termogravimetri diberikan untuk bahan khusus dan senyawa kimia karena urutan unik dari reaksi fisikokimia yang terjadi pada rentang suhu dan laju pemanasan yang spesifik. Karakteristik unik ini terkait dengan struktur molekul sampel. Ketika digunakan dalam kombinasi dengan FTIR (Fourier-transform infrared spectroscopy), TGA mampu melakukan analisis FTIR terperinci dari gas-gas yang berevolusi. Alat yang digunakan untuk analisa TGA disajikan pada Gambar 1, sedangkan komponen utama dalam alat tersebut disajikan pada Gambar 2.
Gambar 1. Alat untuk analisa TGA
                                                  
Gambar 2. Komponen utama dalam alat analisa TGA

Penulis : Putri Wullandari, Peneliti LRMPHP

0 comments:

Posting Komentar