Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Tampilkan postingan dengan label Produk Unggulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Unggulan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2017

Tetap Segar, Jaga Nilai - Preserve Freshness, Preserve Value



ALTISe-2 adalah alat transportasi ikan segar yang digunakan untuk mendistribusikan/menjual ikan segar ke pembeli sehingga mutu ikan segar tetap terjaga dan mempermudah kegiatan transportasi ikan oleh pedagang ikan keliling menggunakan sepeda motor. Alat ini terdiri dari komponen utama peti untuk menyimpan ikan yang dilengkapi dengan sistem pendingin TEC, ruang aksesori tempat meletakkan timbangan, pisau dan talenan yang dirakit pada sepeda motor.

Sistem pendingin TEC digunakan di dalam ALTISe-2 yang berfungsi untuk mempertahankan suhu ikan tetap rendah. TEC terdiri dari komponen utama elemen peltier yang menggunakan sumber arus listrik DC (aki)

ALTISe-2 is the fresh fish transportation device for fish retailer used to maintained the temperature and the freshner of fish during retailing practice. TEC (thermo electric cooler) used in the ALTISe-2 to maintain the temperature of the fish remain low. TEC consists of the main components peltier element that uses a DC electric current source (battery)

Perspektif:
Mempertahankan ikan tetap segar lebih menyenangkan pembeli, dan menguntungkan penjual.

Keunggulan Inovasi:
• Mengurangi biaya operasional karena tidak menggunakan es batu
• Dapat mempertahankan suhu ikan di bawah 5 °C selama kegiatan penjualan ikan
• Dapat mempertahankan mutu dan kesegaran ikan selama penjualan ikan
• Altise-2 lebih kelihatan menarik dan bersih jika dibandingkan dengan penggunaan styrofoam box

Sumber : http://www.bic.web.id/login/inovasi-indonesia-unggulan/1350-tetap-segar-jaga-nilai

108 Inovasi Indonesia 2016 | ARN Transportasi | 002 Industrial Manufacturing, Material, and Transport Technologies | 011 Social and Economic Concerns | 007 Agriculture and Marine Resources

Selasa, 16 Mei 2017

PERALATAN PRODUK PERIKANAN UNTUK SKALA KECIL MENENGAH (SERI 5 – MODEL LEMARI PENIRIS DENGAN DOUBLE FAN)


Salah satu proses dalam pembuatan tahu tuna adalah proses penirisan setelah penggorengan yang bertujuan untuk mengurangi kandungan minyak dalam tahu sehingga produk menjadi lebih baik dan tahan lebih lama. Penirisan yang biasa dilakukan adalah penirisan secara alami dengan menggunakan alat konvensional. Dengan alat tersebut masih terdapat beberapa kendala diantaranya penirisan tidak maksimal sehingga kandungan minyak masih tinggi, tempat penirisan kecil dan proses penirisan lama sehingga kapasitas produksi kecil. Oleh karena itu diperlukan peralatan peniris agar dapat meningkatkan efisiensi produksi dan peningkatan mutu produk.

Pada tahun 2014 dan 2015 LRMPHP telah mengembangkan model lemari peniris dengan double fan. Model lemari ini dilengkapi dengan double fan, thermocontroller dengan daya listrik rendah (180 watt), sistem refrigerasi kompresi dengan daya listrik rendah (95 – 110 watt), sistem filter udara masuk dan air exhausting fins. Mekanisme kerja alat ini yaitu udara dingin yang dihasilkan oleh sistem refrigerasi kompresi di distribusikan dan disirkulasikan oleh fan dan air exhausting fins ke seluruh ruangan lemari. Udara dingin tersebut digunakan untuk mempercepat proses penirisan tahu yang berada di dalam lemari. Model lemari peniris hasil rancang bangun disajikan pada gambar 1. 

 
 Gambar 1. Model lemari peniris hasil rancang bangun LRMPHP

Hasil uji coba menunjukkan bahwa model lemari peniris dapat mendistribusikan suhu lebih merata pada masing-masing rak dan dapat meningkatkan kecepatan penirisan pada masing-masing batch. Untuk menurunkan suhu inti tahu dari 75 °C menjadi 38 °C memerlukan waktu 20 menit. Suhu ruangan lemari peniris di semua rak mencapai kestabilan setelah 16 menit dengan RH 44%. 

Jumat, 12 Mei 2017

PERALATAN PRODUK PERIKANAN UNTUK SKALA KECIL MENENGAH (SERI 5 – DEEP FRYER 2 KOLOM)


Salah satu proses dalam pembuatan tahu tuna adalah proses penggorengan. Alat yang biasa digunakan untuk proses penggorengan tahu tuna adalah tungku dan wajan besar dengan bahan bakar menggunakan kayu bakar seperti disajikan pada gambar 1. Dengan alat tersebut masih terdapat beberapa kendala diantaranya distribusi panas yang tidak merata sehingga kematangan tahu tidak optimal, kapasitas penggorengan dan tempat penirisan terbatas sehingga kapasitas produksi kecil. Oleh karena itu diperlukan peralatan penggorengan yang dapat mendukung pengembangan produk tahu tuna sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan peningkatan mutu produk.

Gambar 1. Alat penggorengan tahu tuna oleh UMKM


Gambar 2. Deep fryer hasil rancang bangun LRMPHP

Pada tahun 2014 dan 2015 LRMPHP telah mengembangkan model alat penggorangan dengan metode deep frying. Deep frying adalah metode menggoreng dengan minyak berjumlah banyak sehingga semua bagian makanan yang digoreng terendam di dalam minyak panas. Deep frying diklasifikasikan ke dalam metode memasak kering sebab tidak ada air yang digunakan dalam proses memasak tersebut. Deep frying banyak digunakan untuk mendapatkan hasil penggorengan yang optimal. Alat yang digunakan pada metode penggorengan ini adalah alat deep fryer 2 kolom seperti disajikan pada gambar 2. Alat ini terbuat dari bahan stainless steel yang food grade sehingga aman untuk pengolahan makanan. Alat ini terdiri dari 2 kolom yang masing-masing dilengkapi tray peniris sehingga kapasitas penggorengan menjadi lebih besar. Bahan bakar menggunakan gas LPG sehingga mempermudah kontrol bahan bakar dan pengoperasiannya. Selain itu juga dilengkapi thermometer dan thermostat untuk mengontrol suhu minyak goreng.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa model alat deep fryer 2 kolom memiliki kapasitas penggorengan 50 – 60 tahu per kolom. Diperoleh suhu penggorengan optimum penggorengan pada kolom 1 sebesar 140oC dan pada kolom 2 sebesar 170oC.

Kamis, 20 April 2017

PERALATAN PRODUK PERIKANAN UNTUK SKALA KECIL MENENGAH (SERI 3 – ALAT PENGISI ADONAN SISTEM PEDAL LISTRIK)



LR MPHP telah mengembangkan model alat pengisi adonan dengan sistem pedal listrik. Mekanisme kerja alat ini pada prinsipnya sama dengan alat pengisi adonan sistem handel, yaitu adonan ditekan menggunakan silinder pipih (nozzle silinder) sebagai pendorong untuk mengeluarkan adonan melalui outlet pada tabung adonan. Perbedaannya yaitu pada mekanisme pendorongnya. Pada sistem pedal listrik mekanisme pendoronya menggunakan ulir dengan penggerak motor listrik yang dihubungkan dengan pedal sehingga dapat mempercepat pengisian adonan. Alat ini menggunakan daya listrik 180 watt. Komponen utama yang digunakan adalah tabung adonan, motor penggerak, ulir penggerak, panel kelistrikan, pedal listrik, dan meja.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa model alat pengisi adonan sistem pedal listrik dengan menggunakan mekanisme ulir dapat digunakan untuk pengisian adonan tahu tuna dengan kapasitas 1.45 – 2.79 detik per tahu.

Rabu, 05 April 2017

PERALATAN PRODUK PERIKANAN UNTUK SKALA KECIL MENENGAH (SERI 2 – ALAT PENGISI ADONAN SISTEM HANDEL)


Salah satu proses dalam pembuatan tahu tuna adalah pengisian adonan ke dalam tahu yang telah digoreng. Beberapa proses pengisian adonan yang dilakukan oleh pengolah tahu tuna yaitu pengisian manual menggunakan tangan (gambar 1) dan pengisian menggunakan alat sederhana menggunakan selongsong pipa ukuran 4 inchi (gambar 2). Dalam proses tersebut masih ditemukan beberapa kekurangan, diantaranya yaitu material peralatan yang belum food grade, belum stabil dan terkontrolnya beberapa parameter proses produksi,  dan mekanisme kerja peralatan yang belum optimal dari segi ergonomika. Oleh karena itu untuk mendukung pengembangan produk tahu tuna diperlukan peralatan pengolahan yang sederhana dan dapat terjangkau oleh UMKM sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan peningkatan mutu produk akhir yang dihasilkan.

Gambar 1. Pengisian adonan manual menggunakan tangan
Gambar 2. Pengisian adonan menggunakan selongsong pipa 4 inch
Pada tahun 2014 dan 2015 LPP-MPHP mengembangkan model alat pengisi adonan dengan sistem handel. Prinsip kerja alat ini adalah adonan ditekan menggunakan silinder pipih (nozzle silinder) sebagai pendorong untuk mengeluarkan adonan melalui outlet pada tabung adonan. Beberapa komponen yang digunakan adalah tuas pendorong, tabung adonan, outlet, pedal pembalik, dan meja. Model alat pengisi adonan sistem handel disajikan pada gambar 3, dan cara menggunakannya disajikan pada gambar 4.
Gambar 3. Model alat pengisi adonan sistem handel
Gambar 4. Penggunaan alat pengisi adonan sistem handel
Hasil uji coba menunjukkan bahwa model alat pengisi adonan sistem handel dengan menggunakan mekanisme pegas pendorong dan pegas pembalik dapat digunakan untuk pengisian adonan tahu tuna dengan kapasitas 1.35-1.46 detik per tahu.

Selasa, 07 Februari 2017

Teknologi Pengolahan Pupuk Rumput Laut (Seri 5 - Alat PengekstraksiRumput Laut)



Salah satu proses pengolahan rumput laut menjadi pupuk cair adalah proses ekstraksi. Proses ini bertujuan untuk mengambil ekstrak rumput laut, diantaranya yaitu senyawa hormon pemacu tumbuh, dan juga unsur hara lainnya yang berguna bagi tanaman. Berdasarkan hasil percobaan yang sudah dilakukan, pembuatan pupuk cair berbahan rumput laut dengan menggunakan air sebagai media ekstraksi dan pada suhu tinggi tidak mempengaruhi/merusak keberadaan hormon pemacu tumbuh dalam pupuk cair yang dihasilkan.

Namun, jenis rumput laut yang dapat diproses dengan metode tersebut hanya Sargassum sp. dan Gracillaria sp. Oleh karena itu pada tahun 2013 LPP-MPHP mengembangkan alat ektstraksi rumput laut dengan menggunakan sistem pemanasan, seperti disajikan pada gambar 1.

Gambar 1. Alat pengekstraksi rumput laut hasil rancang bangun LPP-MPHP
Prinsip kerja alat ekstraksi rumput laut yaitu dengan memanaskan rumput laut pada media cair dalam sebuah bejana yang dapat diatur temperaturnya, dan dilengkapi dengan pengaduk elektrik untuk mempercepat proses ekstrasi kandungan hormon dan unsur hara dari talus rumput laut

Kamis, 02 Februari 2017

Rancang Bangun RSW untuk Penanganan Ikan di Atas Kapal


Kemunduran mutu ikan setelah penangkapan dan transportasi di atas kapal masih cukup tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga mutu ikan selama transportasi di atas kapal adalah metode pendinginan. Sistem pendingin ikan yang umum digunakan di atas kapal adalah menggunakan palka dengan media pendingin es seperti disajikan pada Gambar 1. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan es selama kegiatan penangkapan ikan diantaranya terjadinya kerusakan fisik ikan terutama ikan yang diletakkan di bagian bawah, selain itu bongkahan es yang terlalu besar dapat menyebabkan bagian perut ikan robek terutama ikan tuna sehingga mutu ikan menjadi turun.

Hal lain adalah ketersediaan es yang terkadang sulit serta harga yang relatif mahal. Penggunaan es juga dapat menambah berat kapal sehingga kebutuhan bahan bakar selama penangkapan ikan meningkat.

Gambar 1. Palka dengan media pendingin es
Salah satu alternatif upaya yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan sistem refrigerasi di atas kapal untuk memperpanjang daya simpan ikan hasil tangkapan nelayan. Teknologi yang dinilai tepat untuk penanganan ikan di atas kapal dalam jangka waktu yang relatif tidak lama adalah dengan pendinginan pada suhu sekitar 0 C . Cara yang dinilai cukup baik adalah dengan media air laut yang didinginkan (RSW). Metode ini dapat mengurangi resiko kerusakan fisik ikan dan proses pendinginan dapat berlangsung dengan cepat. Selain itu kelembapan permukaan ikan juga tetap terjaga sehingga mutu dan kenampakan ikan tetap baik. Dengan cara seperti ini seluruh permukaan ikan dapat berkontak langsung dengan media pendingin air es, termasuk rongga perut dan rongga insang. Sehingga cara ini efisien untuk menurunkan suhu tengah tubuh ikan dalam waktu cepat.

Gambar 2. Rancangan RSW pada kapal
Pada tahun 2016 LPP-MPHP telah melakukan serangkain penelitian rancang bangun mini cold storage menggunakan RSW yang dapat diaplikasikan untuk kapal penangkap ikan sampai kapasitas 1,5 ton. Hasil uji kinerja pendahuluan dengan beban ikan menunjukkan bahwa selama 12 hari suhu ikan dapat dipertahankan antara -1 - 1 C  seperti disajikan pada Gambar 2.

Rabu, 07 Desember 2016

Senin, 26 September 2016

PERALATAN PENGOLAHAN FISH JELLY PRODUK (SERI 3 - ALAT PENGADON)


Peralatan utama yang dibutuhkan dalam proses pembuatan nugget adalah alat penggiling daging, alat pembuat adonan dan alat pengukus. Proses produksi fish jelly secara manual oleh UKM terdapat kendala diantaranya kualitas/mutu produk tidak seragam dan efisiensi produksi yang masih rendah. Hal ini disebabkan proses produksi secara manual membutuhkan waktu relatif lama dan menggunakan tenaga manusia yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan peralatan.

Alat pengadon adalah alat yang digunakan untuk mencampur bahan-bahan produk fish jelly sehingga menjadi bentuk adonan yang homogen. Alat pengadon yang digunakan oleh UKM biasanya menggunakan bowl cutter yang banyak dijual di pasaran. Kendala yang dihadapi pada alat pengadon tersebut diantaranya kualitas adonan yang kurang homogen sehingga membutuhkan bantuan tangan sebagai pengaduk. Penggunaan tangan untuk mengaduk ini tidak aman karena didalam bowl pengadon terdapat pisau yang berputar. Selain itu juga kurang efektif karena masih membutuhkan tenaga manusia.

Pada tahun anggaran 2015 LPP-MPHP mengembangkan model alat pembuat adonan. Alat pembuat adonan tersebut dirancang dengan memodifikasi alat pengadon bowl cutter (Gambar 1) yang ada dipasaran. Modifikasi alat dilakukan dengan menambahkan dua buah static mixer dari bahan kayu (Gambar 2) yang diletakkan pada sisi tengah bowl pengadon dan satu lagi pada sisi pinggir (Gambar 3).
   
 
 Gambar 1. Alat pengadon bowl cutter di pasaran
  
 
 Gambar 2. Static mixer

  
 
 Gambar 3. Alat pengadon bowl cutter dengan tambahan static mixer

Penambahan static mixer bertujuan membantu proses pengadukan agar diperoleh adonan nugget yang homogen, sehingga nugget yang dihasilkan diharapkan sesuai dengan standar SNI 7758 : 2013. Selain itu juga dilakukan modifikasi terhadap bentuk dan jumlah mata pisau sehingga diharapkan diperoleh mata pisau dengan konsumsi energi rendah yang menghasilkan nugget dengan mutu sesuai dengan standar SNI. Dari hasil uji coba yang sudah dilakukan kapasitas alat adalah 48 kg/jam dengan waktu pengadonan per batch 8 menit. Daya listrik yang digunakan juga tidak terlalu besar yaitu 1500 watt.

Jumat, 02 September 2016

Selasa, 16 Februari 2016

Uji Terap Alat Transportasi Ikan Segar Roda 2 (ALTIS-2)

Kontainer pengangkut ikan yang dilengkapi sistem pendingin ringan bertenaga baterai, oleh pedagang keliling, mampu mempertahankan suhu dan kesegaran ikan hingga ke tangan konsumen.

Salah satu penyebab rendahnya mutu ikan saat diterima konsumen, adalah karena lemahnya penanganan ikan selama transportasi dari tempat pelelangan ikan (TPI) ke tangan konsumen. Umumnya kegiatan transportasi yang dilakukan oleh pedagang ikan keliling adalah menggunakan styrofoam box atau blong plastik yang direkayasa dipasang disamping belakang sepeda motor. Material kontainer tersebut tidak memenuhi standar higiena karena permukaan styrofoam memiliki porositas yang besar sehingga memungkinkan kotoran menempel dan sulit dibersihkan, selain itu penggunaan blong plastik juga tidak ergonomis dan dapat menyebabkan keseimbangan berkendara terganggu serta memberikan kesan kotor/kusam.

Melihat banyaknya pelaku pedagang ikan keliling di berbagai daerah di Indonesia dengan peralatan sederhana tersebut, maka peneliti LPPMPHP mengembangkan rancang bangun alat transpotasi ikan segar untuk motor roda dua (ALTIS 2), yang terdiri dari kontainer insulasi yang dilengkapi pendingin yang dapat dirangkai dengan sepeda motor roda dua.

Material kontainer
ALTIS - 2 dibuat dari komponen bahan-bahan yang ringan namun kuat untuk digunakan dalam praktek penjualan ikan keliling. Secara umum, dinding kontainer terbuat dari bahan plat alumunium dengan sistem insulasi menggunakan polyuretan. Sedangkan sistem pendingin dipasang di dalam dinding kontainer menggunakan thermoelectric cooler (TEC). Untuk mendapatkan bobot yang ringan, rangka dudukan (bracket) kontainer dibuat dari bahan plat/batang alumunium.

Performa ALTIS-2
ALTIS-2 digunakan untuk ikan yang telah dingin sebelum dijajakan oleh pedagang ikan keliling (telah di es atau disimpan beku). Alat ini mampu mempertahankan suhu ikan 3 - 4 oC selama kegiatan, dengan waktu keliling hingga 4 - 5 jam, serta mampu menampung ikan sebanyak 60 Kg. Selain lebih higienis dan lebih kuat secara fisik, keuntungan menggunakan ALTIS 2 yaitu pedagang tidak perlu membawa es untuk mempertahanan suhu ikan, serta dapat meningkatkan omzet penjualan oleh kesan bersih dan modern yang menarik para konsumen/pelanggan.

Tanaman Tumbuh Pesat dengan Pupuk Rumput Laut

Selain kaya akan kandungan mineral, nutrien anorganik dan organik, rumput laut juga memiliki kandungan hormon pemacu tumbuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Indonesia merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia, namun pemanfaatannya di dalam negeri masih terbatas untuk produk pangan, produk semi-jadi, serta beberapa produk kosmetik, sedangkan penggunaan rumput laut untuk bidang pertanian dan hortikultura masih belum banyak dilakukan. Disisi lain, penggunaan jenis pupuk organik kini semakin meningkat sebagai akibat dampak negatif pemakaian pupuk kimia yang intensif terhadap ekosistem pertanian dan lingkungan secara luas. Hal tersebut mendorong peneliti LPPMPHP untuk mengembangkan proses pembuatan serta peralatan pengolahan pupuk organik berbahan dasar rumput laut.

Gambar 1. Pupuk Cair Rumput Laut

Pupuk cair rumput laut dihasilkan dengan cara mengekstrak cairan yang terkandung dalam rumput laut (SAP) dengan cara pengepresan, atau dengan cara mengompos rumput laut dalam tanki dengan menambahkan bakteri fermentasi dan media pertumbuhan, seperti molase (tetes tebu). Cairan yang dihasilkan kemudian dipisahkan menggunakan alat pengepres atau filter press, lalu pupuk cair diujikan ke tanaman. Peralatan yang dikembangkan untuk menghasilkan pupuk cair, antara lain terdiri dari: mesin pencuci rumput laut, alat pencacah dan penggiling, tanki pemanas (ekstraksi), mesin pengepres hidoulik, tanki fermentasi, serta filter press.

Gambar 2. Pupuk rumput laut granul

Selain pupuk cair, tim peneliti LPPMPHP juga mengembangkan pupuk padat rumput laut dalam bentuk granul. Bahan yang digunakan berasal dari rumput laut cokelat Sargassum sp., dan juga memanfaatkan limbah industri pengolahan agar (Gracilaria sp). Bahan rumput laut tersebut dicampur dengan bahan pengisi lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan unsur hara kemudian diolah menjadi bentuk granul. Beberapa peralatan hasil rancang bangun peneliti LPPMPHP untuk pengolahan pupuk granul tersebut diantaranya: Mesin penepung rumput laut, mesin granulator, conveyor belt, dan mesin pengayak.

  
Gambar 3. Uji pupuk terhadap tumbuhan

Aplikasi penggunaan pupuk rumput laut terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Beberapa tanaman uji seperti cabai, tomat, dan terung menunjukan pertumbuhan serta pembentukan set buah yang lebih cepat.

Kamis, 31 Desember 2015

Scalling-up Peralatan Pengolah Pupuk Rumput Laut


Alat Pencuci Rumput Laut menghasilkan 100 kg /hari :



Alat Pencacah Rumput Laut menghasilkan 100 kg/hari :



Alat Granulator menghasilkan 100 kg/hari :


Peralatan Pengolahan Fish Jelly Produk

Mesin pengiling daging
• kapasitas sampai 91,5 kg/jam • material : SS 304
• ukuran screen pori 6 mm dengan 1 kali penggilingan
• motor penggerak 180 Watt dengan biaya produksi Rp. 295/100 kg
• mutu nugget sesuai standar SNI

Mesin pengadon
• kapasitas sampai 26-48 kg/jam
• mutu nugget sesuai standar SNI
• menggunakan static mixer
• mata pisau desain II (bengkok) berjumlah 3 buah
• lama pengadonan 8 menit
• biaya produksi pengadonan Rp. 2.900 (menggunakan listrik PLN) dan Rp. 5.100 (menggunakan genset 5000 Watt) tiap 100 kg adonan

Alat Pengukus
• kapasitas sampai 42 kg/jam
• suhu ruang dan suhu nugget dapat merata tiap bagian ruang
• mutu nugget sesuai standar SNI
• pengukusan berlangsung selama 40 menit
• efisiensi penggunaan bahan bakar 67 %
• biaya produksi pengukusan sebesar Rp. 4.126/100 kg

Selasa, 10 Februari 2015

Kamis, 05 Februari 2015