ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP siap meneruskan pembangunan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2022. ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2021.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 05 Desember 2022

Audensi dengan LRMPHP, Itjen KKP Adakan Survei Persepsi Kinerja Pengawasan

Kepala LRMPHP menerima kunjungan Tim Itjen KKP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan mendapat kunjungan kedinasan dari Tim Sekretariat Inspektorat Jenderal KKP yang dipimpin oleh Bapak Salsabil Tamsil (Perencana Muda Set Itjen KKP). Kunjungan ini dalam rangka survey persepsi pegawai KKP atas kinerja pengawasan Itjen KKP, dimana pegawai LRMPHP merupakan bagian dari SDM organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kunjungan yang dilangsungkan pada hari Kamis tanggal 1 Desember 2022Tim Itjen KKP bertatap muka secara langsung dengan Kepala LRMPHP dan jajarannya di Aula lt. 2 LRMPHP. Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Itjen KKP dan menjelaskan pegawai yang dihadirkan dalam kegiatan ini merupakan pegawai yang berinteraksi dengan auditor, khususnya di jajaran manajerial LRMPHP. 

Pada kesempatan ini, Kepala LRMPHP juga menyampaikan pengantar materi tentang kegiatan pengawasan (penelaahan, evaluasi, review, audit, dan pendampingan kegiatan) yang dilaksanakan oleh Itjen KKP selama beberapa tahun terakhir di LRMPHP. Selain pengisian kuesioner oleh pegawai LRMPHP, dalam pertemuan ini juga dilakukan diskusi interaktif dalam rangka menjaring aspirasi dari pegawai terkait audit dan pengawasan yang dilakukan oleh tim auditor KKP selama ini.


Kamis, 01 Desember 2022

Pelatihan Clean Anhydrous Weed (CAW) di LRMPHP

Pelatihan analisa CAW di Lab. Kimia LRMPHP

LRMPHP mengadakan pelatihan analisa Clean Anhydrous Weed (CAW) rumput laut kepada para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan yang sedang PKL di LRMPHP. Pelatihan yang melibatkan instruktur dari LRMPHP dan 11 pelajar dari SMKN 1 Jepara dan SMKN 1 Temanggung diadakan di LRMPHP pada 30 November 2022. Tujuan pelatihan ini untuk menambah pengetahuan kepada para pelajar dalam analisa kadar CAW pada rumput laut kering sebagai salah satu persyaratan mutu dan keamanan rumput laut.

Pelatihan diawali dengan pengenalan berbagai jenis rumput laut seperti jenis Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, Gelidium spp., Gracilaria spp., Sargassum spp. serta  persyaratan mutu dan keamanan rumput laut kering yaitu parameter sensori, kimia, cemaran logam dan fisik/impurities dalam memenuhi jaminan kualitas rumput laut untuk pasar domestik dan internasional. 

Dalam pemaparannya, Instruktur LRMPHP, Tri Wahyu Handoyo dan Tim menyampaikan bahwa permintaan terhadap rumput laut Indonesia cukup tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. Namun demikian, rumput laut dari Indonesia masih dihargai rendah oleh pasar internasional karena mutunya belum baik. Oleh karena itu diperlukan teknologi penanganan pasca panen serta pengujian kualitas rumput laut sebelum dipasarkan.

Salah satu parameter pengujian kualitas rumput kering yaitu kadar Clean Anhydrous Weed (CAW). Metode pengujian ini mengacu Standar Nasional Indonesia SNI 8168:2015 tentang Penentuan Clean Anhydrous Weed (CAW) pada rumput laut kering. Standar ini menetapkan cara penentuan kadar atau prosentase rumput laut yang bebas dari kotoran total pada semua jenis rumput laut kering. Prinsip pengujiannya dimulai dengan perendaman, pembersihan dan pencucian rumput laut kemudian dikeringkan menggunakan oven hingga didapatkan rumput laut yang bersih dan kering.

Dalam praktek pengujian kadar CAW di Laboratorium Kimia LRMPHP, peserta mengunakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang diperoleh dari Karimun Jawa. Dengan penuh antusias para peserta pelatihan menimbang dan mencacah rumput laut menjadi potongan kecil, selanjutnya dimasukkan kedalam gelas piala dan ditambahkan dengan air bersih. Setelah perendaman selama 30 menit lalu dilakukan pengadukan setiap 5 menit dan buang air rendamannya secara berulang. Langkah selanjutnya pembilasan dan penirisan rumput laut untuk selanjutnya dimasukkan kedalam oven pada suhu 60 °C selama 60 menit.


Selasa, 29 November 2022

Pelatihan Pengeringan Maggot di LRMPHP

Hasil pengeringan maggot dalam pelatihan di LRMPHP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) sebagai salah satu UPT BRSDM KP yang kedepan akan bertransformasi menjadi satker yang akan mengembangkan SDM KP melakukan pelatihan pengeringan Maggot untuk pakan ikan. Pelatihan dilakukan dalam rangka menambah pengetahuan, keterampilan serta mengenalkan teknologi pengeringan mengunakan alsin kepada peserta. Pelatihan dilakukan kepada 6 siswa/i SMKN 1 Temanggung Kelas XIII/Tingkat IV dan 5 siswi kelas XI SMKN 1 Jepara. Pelatihan dibimbing oleh instruktur Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan diantaranya Tri Nugroho, Wahyu T Handoyo dan Koko kurniawan. 

Pelatihan pengeringan maggot telah dilakukan pada minggu II November tahun 2022. Pelatihan pengeringan maggot dilakukan di laboratorium pengolahan dan kimia LRMPHP. Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang melalui proses metamorfosis menjadi lalat dewasa. Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja.

Maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan baik secara langsung maupun diolah menjadi pelet ikan. Pengeringan maggot dilakukan untuk memudahkan penyimpanan serta memperlama umur simpan. Selain itu pengeringan magot dilakukan juga untuk dapat diproses menjadi tepung magot sebagai bahan baku tepung maggot.

Pengeringan maggot dengan mesin pengering rotary drying

Pada pelatihan tersebut dilakukan pengeringan menggunakan pengering microwave serta menggunakan mesin pengering rotary drying. Tahapan pengeringan diawali dengan membersihkan maggot dari kotoran kemudian dilakukan sortasi sesuai ukuran. Setelah bersih maggot dimasukkan ke dalam mesin pengering kemudian disetting sesuai kebutuhan. Pengeringan menggunakan microwave dilakukan selama 45 menit pada daya P10, sedangkan pengeringan menggunakan rotary drying dilakukan pada suhu 100-150 selama 40 menit. Setelah kering maggot diangin-anginkan sampai dingin kemudian dipacking dalam plastik. 

Hasil pengeringan maggot yang baik akan didapatkan rendemen sekitar 30-35 % dengan kenampakan kuning keemasan, bentuk mengembang serta tekstur yang kering. Pada pelatihan pengeringan maggot tersebut juga dilakukan beberapa treatment awal seperti perebusan untuk mendapatkan kulitas maggot kering yang baik. Para siswa-siswi yang mengikuti pelatihan ini juga turut menyampaikan antusiasme dan apresiasinya karena memperolah ilmu baru yang bermanfaat dan dapat diterapkan untuk usaha.


Senin, 28 November 2022

Pengenalan SRIKANDI di LRMPHP, Sebuah Sistem Informasi Kearsipan

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis kearsipan pada hari Rabu tanggal 23 November 2022. Kegiatan ini dilangsungkan di aula lantai 2 gedung LRMPHP dengan pemateri tunggal Bapak Yustinus Jati Utomo, SH, M.Si - salah satu arsiparis ahli muda di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh koordinator manajerial dan pegawai LRMPHP dan dipimpin langsung oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad. Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP memberikan pengantar berupa kondisi faktual pengelolaan persuratan dan kearsipan yang ada di LRMPHP. Misalnya terkait dengan pengelolaan surat masuk dan surat keluar, penomoran surat, dan juga penggunaan aplikasi elayar sebagai aplikasi persuratan, disposisi dan kearsipan di KKP.

Bapak Jati Utomo dalam kesempatan ini memberikan materi mengenai SRIKANDI, sebuah sistem informasi kearsipan dinamis yang dibangun oleh ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Sebagai sebuah sistem informasi, Srikandi dibuat dan dikembangkan berdasarkan ketentuan atau regulasi yang mengatur mengenai tata laksana dan pengelolaan kearsipan. Regulasi mengenai SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) juga diadopsi dalam pengembangan Srikandi, mengingat ANRI sebagai sebuah lembaga pembina kearsipan secara nasional memiliki kewenangan untuk membuat atau membangun aplikasi yang bersifat umum seperti Srikandi ini.

Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memiliki aplikasi elayar sebagai aplikasi persuratan, disposisi dan kearsipan di KKP dengan penggunaan di tingkat BRSDM KP yang cukup menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemantauan secara berkala setiap awal bulan dari Sekretariat BRSDM KP terkait dengan penggunaan aplikasi elayar pada seluruh satuan kerja BRSDM KP.

Kegiatan bimbingan teknis ini akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi penggunaan sistem informasi kearsipan pada manajerial LRMPHP (Tata Usaha, Tata Operasional, pelayanan Teknis) pada hari Rabu s.d. Jumat pekan ini (23-25 November 2022) oleh Bapak Jati Utomo.

Harapannya dengan diselenggarakannya kegiatan ini, seluruh pegawai memiliki pemahaman dan komitmen akan pentingnya dokumen persuratan dan kearsipan, serta mampu menerapkannya dalam lingkup pekerjaan sehari-hari, termasuk pengecekan terhadap akun elayar masing-masing pegawai secara berkala

Jumat, 25 November 2022

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan di LRMPHP

Pelatihan Pembuatan Bakso ikan di Lab. Pengolahan LRMPHP

Dalam rangka meningkatkan gizi bagi masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan, pemerintah telah membuat gerakan GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Gerakan makan ikan salah satunya dapat dilakukan dengan memopulerkan produk olahan berbahan baku ikan diantaranya bakso ikan. Untuk mendukung gerakan tersebut maka perlu dilakukan pelatihan pembuatan produk olahan ikan salah satunya yaitu bakso ikan. Bakso ikan merupakan produk bakso dengan mensubtitusi daging sapi dengan daging ikan yang telah dihaluskan. Memanfaatkan produk bakso yang sudah popular dan digemari oleh masyarakat maka diharapkan bakso ikan dapat meningkatkan konsumsi ikan. Selain untuk memopulerkan bakso ikan, kegiatan pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam membuat olahan bakso ikan.

Senada dengan hal tersebut diatas, pada tanggal 16 November 2022 Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) berkolaborasi dengan Kwarda DIY dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pelatihan dan diseminasi teknologi pascapanen perikanan dengan membuat bakso ikan.Kegiatan pelatihan dilaksanakan di LRMPHP dengan bimbingan instruktur LRMPHP. Pelatihan diikuti peserta pelatihan yang terdiri dari 30 siswa dari SMK N 1 Tanjungsari – Gunungkidul, SMK N 1 Sanden – Bantul, dan SMK N 1 Temon – Kulon Progo. Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan materi dan praktek langsung pembuatan bakso ikan di laboratorium pengolahan LRMPHP.  

Paparan materi pembuatan tahu bakso oleh instruktur LRMPHP

Pelatihan diawali dengan memberikan paparan tentang pengolahan bakso ikan oleh Instruktur Pertama, Wahyu Tri handoyo yang meliputi penjelasan tentang bakso ikan, standar kualitas bakso ikan, peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat bakso ikan, dan langkah-langkah pembuatan bakso ikan. Untuk mempermudah pemahaman materi, setiap siswa juga diberikan modul pelatihan yang langsung dapat digunakan sebagai praktek pembuatan bakso ikan. Setelah mendapatkan materi peserta pelatihan mempraktekkan pembuatan bakso ikan. Pelaksanaan praktek diawali dengan menyiapkan bahan-bahan yang digunakan, dilanjutkan dengan pembuatan adonan dan pembuatan bola-bola bakso. Setelah praktek selesai para peserta diminta untuk menyajikan hasil olahan kepada para guru pendamping dan pegawai LRMPHP sehingga dapat dinilai produk bakso ikan hasil olahannya.


Rabu, 23 November 2022

Program Kampus Merdeka, Kepala LRMPHP mengajar dan berbagi di Perikanan UGM

Kepala LRMPHP paparkan materi workshop di Perikanan UGM
Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, Luthfi Assadad, menjadi pemateri dalam kegiatan Workshop Proses Scale Up dan Analisis Feasibility Produk Pangan yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada hari Ahad tanggal 20 November 2022 di Hotel Porta Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Merdeka Belajar (PK-KM) Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa-mahasiswi Program Studi THP dan perwakilan dosen, diawali dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Prof. Dr. Amir Husni, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi atau tanya jawab.

Narasumber kegiatan workshop di Perikanan UGM

Kepala LRMPHP menyampaikan materi bertema Peran Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Pengembangan Alat dan Teknologi Tepat Guna. Selain Kepala LRMPHP, narasumber lainnya yaitu Ir. Erista Adisetya, MM dari Erista Garden dan Wednes Aria Yuda, S.TP dari Coklat nDalem.

Dalam sesi diskusi, banyak pertanyaan dari peserta kegiatan, baik dari mahasiswa maupun dosen yang hadir dalam kesempatan ini. Materi diskusi lainnya juga menyangkut peluang pelaksanaan magang mahasiswa di LRMPHP dan penjajakan kerjasama dalam rangka kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) antara LRMPHP dan Departemen Perikanan UGM. Untuk poin terakhir, LRMPHP masih menunggu proses transformasi kelembagaan di Kementerian Kelautan dan Perikanan selesai dilakukan, sehingga pelaksanaan penandatanganan kerjasama dapat dilakukan.

Sesi diskusi pada kegiatan workshop di Perikanan UGM


Selasa, 22 November 2022

Hari Ikan Nasional ke-9 : KKP Dorong Sektor Perikanan Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis sektor perikanan mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional. Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang digelar setiap 21 November, menjadi momentum mengingatkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan sebagai bahan pangan berprotein tinggi dan menyehatkan. 

"Dengan peringatan Harkannas ke-9 Tahun 2022 ini, kita terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan dan menjadikan ikan sebagai sumber protein utama, guna mencetak generasi unggul berkualitas sebagai calon penerus bangsa. Terlebih Indonesia sebagai negara maritim, sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan melalui keterangan tertulis (21/11/2022). 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa krisis pangan dan energi menjadi ancaman besar bagi dunia pada forum G-20 tanggal 15-16 November 2022 di Bali. Dalam laporan terpisah, Organisasi Pangan Dunia FAO memprediksi pada 2023 terjadi peningkatan kerawanan pangan tingkat akut secara global. Hal ini dipicu oleh dampak Pandemi Covid-19, serta perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, yang secara eksponensial menstimulus naiknya harga minyak dunia yang akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok dan pangan dunia. 

Permasalahan ketahanan pangan ini telah menjadi perhatian seluruh pemimpin dunia. Oleh karena itu, Indonesia, dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan langkah antisipatif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Kekayaan sumber daya laut yang melimpah merupakan modal dasar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan gizi nasional. Melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) menjadi indikator peningkatan Angka Konsumsi Ikan Nasional. Gerakan ini menjangkau di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota termasuk wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi. 


Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat angka konsumsi ikan nasional pada 2021 mencapai 55,16 kg/kapita setara ikan utuh segar. Angka ini tumbuh 1,10% dibanding tahun sebelumnya sebesar 54,56 kg/kapita setara ikan utuh segar. Angka konsumsi ikan pada 2024 ditargetkan sebesar 62,5 kg/kapita setara ikan utuh segar. 

“Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan memiliki kandungan asam lemak omega 3,6,9 sangat relevan sebagai salah satu sumber asupan gizi untuk mendukung program ketahanan pangan. Ikan juga mengandung vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Selain itu, ikan termasuk komoditas yang mudah dikreasikan menjadi berbagai olahan sehingga menjadi lebih variatif saat dihidangkan,” terang Trenggono. 

Mengusung tema "Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan untuk Generasi Unggul", puncak perayaan Harkannas ke-9 digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Menteri Trenggono, peringatan Harkannas tahun ini spesial karena untuk pertama kali peringatan Harkannas diselenggarakan di luar Jawa. Peringatan Harkannas ke-9 di Parigi Moutong diharapkan menjadi stimulus bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis hasil perikanan. Selain itu, Parigi Moutong dikenal sebagai daerah penghasil perikanan strategis karena memiliki 472 kilometer garis pantai dan berada di kawasan Teluk Tomini yang indah. 

“Dukungan Kabupaten Parigi Moutong dalam gelaran Harkannas Tahun ini diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam pelaksanaan Harkannas di tahun berikutnya. Setiap daerah berpeluang menjadi tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Ikan Nasional untuk memasyarakatkan makan ikan dan memberikan efek pengganda menggerakkan sektor-sektor ekonomi bidang kelautan dan perikanan dan bidang pendukung lainya di daerah,” pungkasnya. 


Rangkaian kegiatan peringatan Harkannas terdiri dari seminar, lokakarya, lomba logo Gemarikan, lomba foto, pameran produk 52 UMKM perikanan dari 34 Provinsi, lomba dan demo masak ikan, lomba melukis anak-anak dan makan ikan bersama. Sedangkan puncak peringatan Harkannas diisi dengan beragam rangkaian acara di Pantai Mosing. Di antaranya tanam mangrove, bersih pantai, parade paralayang, parade perahu nelayan, penyerahan hadiah pemenang lomba dan peluncuran logo baru Gemarikan. Ada juga kegiatan pemecahan rekor MURI penanaman mangrove dan bersih pantai sebagai bagian dari program Bulan Cinta Laut. 

Menteri Trenggono mengajak masyarakat untuk turut merayakan Harkannas, baik secara daring maupun luring. "Saya berharap, peringatan Harkannas ke-9 ini dapat terus memperkuat peran dan sinergi semua pihak dalam peningkatan ketahanan gizi dan pangan melalui pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dengan tetap berkomitmen pada pengelolaan yang berkelanjutan, agar generasi yang akan datang, anak cucu kita nanti dapat terus mengonsumsi ikan”, tutupnya.

Sebelumnya, KKP telah menggagas program ekonomi biru untuk menghadirkan laut sehat guna mendorong produk perikanan sebagai solusi ketahanan pangan. Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat mengisi sesi Blue Food Coalition pada rangkaian United Nation Oceans Conference (UNOC) 2022 yang berlangsung di Lisbon, Portugal, Senin (27/6/2022).


Sumber : kkp


Instruktur LRMPHP Berikan Pelatihan Pembuatan Tahu Bakso Ikan dengan Teknologi ALPINDEL

Pengisian adonan tahu bakso dengan ALPINDEL

Gaung “Gemarikan” (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) rupanya masih menggema dengan tujuan utama adalah meningkatkan konsumsi protein di masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan diversifikasi olahan menjadi produk olahan yang lebih disukai masyarakat dan dapat dikonsumsi sewaktu waktu seperti diolah menjadi tahu bakso ikan. 

Pembuatan tahu bakso ikan rupanya belum terlalu banyak dikuasai oleh masyarakat. Sehingga Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) berkolaborasi dengan Kwarda DIY dan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan tahu bakso ikan pada tanggal 16 November 2022 di LRMPHP.

Peserta dalam kegiatan pelatihan adalah para pelajar SMK Kelautan di wilayah D.I Yogyakarta yang juga sebagai anggota Pramuka, yaitu SMK N 1 Tanjungsari Gunungkidul, SMK N 1 Sanden Bantul , dan SMK N 1 Temon Kulon Progo, masing-masing sebanyak 10 siswa. Selain dapat meningkatkan pengetahuan dalam hal memasak olahan ikan, pelatihan ini juga diharapkan sebagai modal kewirausahaan siswa SMK Kelautan setelah menyelesaikan masa studinya. 

Koko Kurniawan paparkan materi pembuatan tahu bakso ikan kepada peserta pelatihan

Untuk mengetahui tingkat kesiapan siswa dalam mengikuti pelatihan dalam pembuatan tahu bakso ikan, kegiatan pelatihan diawali dengan pretest. Kegiatan ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelatihan. Selanjutnya paparan materi secara singkat terkait pembuatan tahu bakso ikan  disampaikan oleh Instruktur LRMPHP, Koko Kurniawan. Dalam paparannya, Instruktur menyampaikan materi pelatihan pembuatan tahu bakso ikan sesuai modul yang telah dibagikan. "Langkah pembuatan tahu bakso ikan meliputi persiapan bahan/bumbu, pembuatan adonan, pengisian adonan ke dalam tahu, perebusan/pengukusan, penirisan,  dan penggorengan tahu bakso ikan, " paparnya. "Dalam pengisian adonan ke dalam tahu akan digunakan ALPINDEL (Alat Pengisi Adonan sistem Handel), yakni alat hasil rancang bangun LRMPHP dengan tingkat higienitasnya tinggi dan sudah diuji terap di UKM, " tambahnya.

Rangkaian kegiatan pelatihan selanjutnya praktek pembuatan tahu bakso ikan di Lab. Pengolahan LRMPHP dibawah bimbingan instruktur. Pada kesempatan ini para peserta pelatihan sangat antusias dan senang membuat tahu bakso ikan karena merupakan hal baru dan berhasil membuat tahu bakso ikan dengan tekstur, rasa dan bentuk sesuai yang diajarkan. Beberapa siswa bahkan menyampaikan produk hasil buatannya mirip produk yang dijual dipasaran, bahkan beranggapan memiliki rasa yang lebih lezat. 


Praktek pembuatan tahu bakso di Lab. pengolahan LRMPHP dan penyajian hasil olahan oleh salah satu peserta pelatihan

Senin, 21 November 2022

KKP BERSATU Melawan Korupsi


#SobatBahari, Yuk bersama hindari korupsi, untuk wujudkan Indonesia bebas korupsi.

LRMPHP @MekanisasiKP, sebagai bagian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, turut serta dalam kampanye KKP Bersatu Melawan Korupsi, sebuah komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.


 

SEMARAKKAN GITA LAUT, LRMPHP KIRIM DUO ALTIH & ALTIS-2


Untuk memeriahkan Bulan Cinta Laut tahun 2022, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan agenda GITA LAUT dengan tema Laut Sehat, Indonesia Sejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Baru Kapanewon Srandakan Bantul pada hari Sabtu, 19 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan di sektor kelautan dan perikanan, mulai dari pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan, pokdakan, pokwasmas, nelayan, pengolah produk perikanan, siswa-siswi/taruna-taruni SMK Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha pariwisata, anggota polair, prajurit TNI AL, pegawai-ASN di KKP maupun pemda, BUMD, Bank BPD DIY, Samsat, dan lain sebagainya.

Agenda Gita Laut tahun 2022 ini diawali dengan Apel Pagi dengan Inspektur Upacara Bapak Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si (Kepala DKP DIY) dan dilanjutkan dengan bersih pantai. Eksebisi produktivitas armada penangkapan ikan dan pameran turut meramaikan kegiatan yang dibuka oleh Bapak Wiyos Santoso, S.E.,M.A.cc (Asisten II Pemda DIY, mewakili Bapak Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X), disertai dengan kehadiran Bapak Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul) dan jajaran forkopimda.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan turut menyemarakkan agenda gita laut ini dengan mengirimkan 2 (dua) buah materi pameran, yakni Alat Transportasi Ikan Hidup (ALTIH) dan Alat Transportasi Ikan Segar untuk Kendaraan Bermotor Roda 2 (ALTIS-2). Antusiasme pengunjung, khususnya generasi muda dirasakan akan keberadaan duo materi pameran dari LRMPHP ini.

ALTIH adalah alat transportasi ikan hidup yang didesain untuk memudahkan dan mempertahankan kualitas ikan hidup selama transportasi, serta dapat diaplikasikan untuk membantu kegiatan transportasi ikan hidup dalam jumlah yang padat. Alat ini dapat meminimalkan stress ikan selama transportasi dengan menambahkan filtrasi untuk menjaga kualitas air tetap baik. Selain itu terdapat sistem kontrol kualitas air yang dapat memantau kondisi kualitas air secara realtime sehingga dapat segera dilakukan tindakan  apabila kualitas air tidak sesuai standar yang telah ditentukan. ALTIH didesain secara khusus untuk dapat diaplikasikan pada kendaraan bermotor roda empat (pick up). Sementara itu, ALTIS-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (sepeda motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah sehingga mutu ikan tetap terjaga. ALTIS-2 terpilih kedalam salah satu inovasi 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada kategori alat transportasi. ALTIS-2 juga terpilih dalam Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017), serta menjadi runner up pada Kompetisi IPLAN Challenges 2018 yang diselenggarakan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Nanyang Technological University of Singapore. 



Jumat, 18 November 2022

HARKANNAS 2022, LRMPHP Diseminasikan Alsin TTG di Gunung Kidul

Memenuhi undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul (nomor 523/1173 tanggal 21 Oktober 2022), Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (Luthfi Assadad) menghadiri peringatan Hari Ikan Nasional ke-9 tahun 2022 yang diselenggarakan di area kantor DKP Gunungkidul pada hari Kamis, tanggal 17 November 2022.

Dalam kesempatan ini, Kepala LRMPHP menyampaikan paparan kepada para peserta dan undangan bertema "PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA ~ Guna Mendorong Produktivitas Usaha Pengolahan Hasil Perikanan skala UMKM" sebagai sebuah sharing dari LRMPHP. Paparan ini disajikan sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Ikan Nasional di Kabupaten Gunungkidul, serta untuk menyampaikan status terkini atas pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna oleh LRMPHP, serta implementasinya secara khusus di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Kepala LRMPHP diseminasikan Alsin TTG pada Harkannas 2022 di Gunung Kidul

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan cooking class (lomba memasak ikan) tingkat Kabupaten Gunungkidul, dan dimeriahkan dengan adanya pameran produk dan UMKM di bidang kelautan dan perikanan dari hulu s.d. hilir, termasuk juga pengolah garam, pembudidaya ikan hias, pengolah pupuk organik dari rumput laut, dan juga dari pelaku usaha lainnya.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta ini, Kepala LRMPHP berkesempatan turut serta mendampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul Bapak drh. Krisna Berlian dan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Ibu Endah Subekti untuk beraudiensi dengan para pelaku usaha.

Kepala LRMPHP bersama Bupati Gunung Kidul  dalam kegiatan Harkannas 2022 di Gunung Kidul


Kamis, 17 November 2022

KEGIATAN PELATIHAN DAN DISEMINASI TEKNOLOGI PASCAPANEN PERIKANAN di LRMPHP

Akhir akhir ini bahan makanan yang berasal dari olahan ikan mulai menjamur di kalangan masyarakat DI Yogyakarta. Bukan hanya diolah dengan cara yang sederhana, namun telah mengalami modifikasi menjadi makanan yang cukup menarik. Sehingga pengolah ikan menjadi salah satu jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang cukup diminati dan mampu memberikan penghasilan menjanjikan jika ditekuni dengan benar. 

Pramuka sebagai salah satu kegiatan kepanduan yang ada diseluruh jenjang pendidikan berpeluang besar dalam mengajarkan siswanya untuk memiliki wawasan kemadirian, berketrampilan dan kewirausahaan. Implementasi tersebut dapat dilaksanakan Satuan Kerja Saka Bahari Kwarda DI Yogyakarta dalam bentuk  pelatihan dan diseminasi teknologi pascapanen yang diselenggarakan oleh LRMPHP berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DI Yogyakarta serta Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta, pada tanggal 16 November 2022 di LRMPHP..

Kegiatan diseminasi ini berupa pengenalan dan pelatihan pengolahan bahan makanan berbasis ikan seperti pembuatan tahu ikan, bakso ikan dan ikan asap. Ketiga jenis masakan tersebut cukup banyak diminati masyarakat di wilayah DI Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas antara sesama komponen Saka Bahari Kwarda DI Yogyakarta, mengenalkan deversifikasi pascapanen perikanan dan alsin pengolahan perikanan kepada para siswa anggota pramuka, serta mampu meningkatkan kemandirian dan ketrampilan mengolah makanan berasal dari ikan. Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas antara sesama komponen Saka Bahari Kwarda DI Yogyakarta sehingga dapat memberikan wujud nyata kemajuan gerakan kepramukaan. 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan di halaman LRMPHP dengan Inspektur upacara Sekretaris DKP DIY (Ketua Pinsaka Bahari). Perangkat upacara dari Siswa/I PKL dari SMK N 1 Temanggung dan SMK N 1 Jepara yang. Selanjutnya sambutan oleh Kepala LRMPHP, diikuti arahan dari Sekretaris DKP DIY dan Kwarda D.I. Yogyakarta. Narasumber lainnya dari Stasiun KIPM Yogyakarta, Ika Nur Putriantini dan Halim Parnomo menyampaikan materi tentang Evaluasi Sarana Prasarana dan Sanitasi Higiene pada Penanganan Ikan sesuai GMP, SSOP. Sementara pemaparan materi diseminasi teknologi pascapanen tentang pembuatan tahu ikan, bakso ikan dan ikan asap disampaikan oleh instruktur dari LRMPHP, yaitu Wahyu Tri Handoyo, Koko Kurniawan, dan Tri Nugroho Widianto.

Kegiatan pelatihan dan diseminasi teknologi pascapanen perikanan ini diikuti oleh peserta dari sekolah menengah kelautan dan perikanan yang ada di wilayah D.I. Yogyakarta yaitu SMK Negeri 1 Sanden Bantul, SMK Negeri 1 Temon Kulon Progo, dan SMK Negeri 1 Tanjungsari Gunung Kidul, masing-masing SMK terdiri 10 siswa/i dan 2 guru pendamping.

Bapak Sumanto selaku guru pendamping dari SMKN 1 Tanjungsari Gunung Kidul menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Kedepan kegiatan ini hendaknya diagendakan setiap tahun bahkan tiap semester, kami bisa diberikan pengalaman hal seperti ini lagi sehingga mengetahui cara-cara bekerjasama, bagaimana cara-cara membuat adonan yang sesuai dengan takaran, kesehatan dan kebersihan,” ujarnya.




Senin, 14 November 2022

Pelatihan Operasional Alat Vakum Tekan "Vacuum Impregnation" untuk Pembuatan Ikan Salem Asap di LRMPHP

Pelatihan operasional alat vakum tekan untuk pembuatan ikan salem asap

Pengasapan ikan merupakan salah satu usaha pengawetan ikan yang dapat berpengaruh baik terhadap mutu dan daya awet produk yang diasap. Pembuatan ikan asap secara tradisional dilakukan dengan mengasapi ikan secara langsung dari pembakaran kayu atau tempurung kelapa. Metode ini mempunyai beberapa kelemahan, antara lain kualitas produk ikan kurang konsisten serta adanya deposit tar dan senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Metode lain untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan asap cair, sehingga pemberian aroma asap pada makanan akan lebih praktis.

Salah satu metode yang dikembangkan oleh Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) dalam pembuatan ikan asap adalah dengan menggunakan alat vakum tekan. Impregnasi vakum (vacuum impregnation) merupakan suatu metode dalam pengolahan pangan. Prinsip impregnasi adalah mengeluarkan sebagian atau keseluruhan udara maupun cairan dalam suatu bahan pangan kemudian menggantikannya dengan cairan atau larutan osmotik yang dikehendaki. Saat bahan pangan diberi perlakuan impregnasi vakum, cairan yang ada dalam bahan akan keluar karena kondisi tekanan lingkungan di bawah tekanan atmosfir, bagian-bagian yang kosong tersebut akan terisi kembali oleh cairan lain ketika tekanan dikembalikan pada tekanan atmosfir seperti semula atau lebih tinggi hingga tercapai keseimbangan antara cairan dalam bahan dan lingkungan.

Untuk mendesiminasikan dan mengenalkan alat tersebut kepada masyarakat dilakukan pelatihan pengoperasian alat vakum tekan kepada Taruna/i SMKN 1 Temanggung, pada tanggal 10 Agustus 2022 di LRMPHP. Pelatihan dilakukan dibawah bimbingan instruktur bersama teknisi alat dari LRMPHP. Pelatihan dilakukan dengan memberikan pengetahuan teknis maupun praktek langsung pengoperasikan alat untuk pembuatan ikan salem asap. Selain bahan utama ikan salem yang digunakan, beberapa bahan lainnya yang digunakan diantaranya asap cair, garam dan bumbu-bumbu. 


Kamis, 10 November 2022

Pelatihan Pembuatan Nori dari Rumput Laut Lokal di LRMPHP


Salah satu hasil olahan perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah nori. Olahan berbentuk lembaran ini terbuat dari rumput laut dan memiliki citarasa sedikit asin dan gurih. Nori berasal dari wilayah Asia Timur yang terbuat dari jenis rumput laut Pophyrasp, yang merupakan jenis rumput laut endemik di wilayah tersebut. Karena terbuat dari jenis rumput laut endemik, menyebabkan nori menjadi sebuah komoditas makanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu pengenalan pembuatan olahan produk tersebut dan inovasinya dari bahan lokal kepada masyarakat. 

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan nori dari rumput laut lokal kepada para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) pada tanggal 1 November 2022 di LRMPHP. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan nori ini, diikuti 6 siswa/i dari SMKN 1 Temanggung Kelas XIII/Tingkat IV dan 5 siswi kelas XI SMKN 1 Jepara.

Kegiatan pelatihan diawali  dengan pengenalan bahan dasar pembuatan produk nori dari rumput laut lokal yang diperoleh dari perairan pantai Gunung Kidul. Nori dibuat dari dua jenis rumput laut yaitu Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii. 

Dalam proses pembuatan nori, kedua jenis rumput laut tersebut terlebih dahulu dibersihkan, selanjutnya Ulva lactuca direndam dengan perbandingan Ulva (gr) : air (ml) : garam (gr) adalah 2 : 60 : 5, sedangkan Eucheuma cottonii direndam dengan air tawar. Perendaman dilakukan selama 6 jam. Untuk membuat nori perbandingan yang digunakan 50% Ulva lactuca ditambah 50% Eucheuma cottonii. Penghancuran dilakukan menggunakan blender dengan dicampur dengan air sebanyak 8 kali berat rumput laut. Setelah terbentuk bubur rumput laut selanjutnya direbus selama 15 menit atau hingga bubur mengental. 

Pengeringan bubur rumput laut dilakukan menggunakan loyang yang dilapisi dengan alumunium foil dan diolesi margarin pada bagian atasnya. Pengeringan dilakukan menggunakan oven selama kurang lebih 1,5 jam atau hingga bubur rumput laut mengelupas dari loyang.

Instruktur pelatihan pembuatan nori dari LRMPHP, drh. Koko Kurniawan, M.Sc menyampaikan pentingnya suhu pengeringan yang terbaik sebagai aspek teknis pembuatan nori dari bahan rumput laut lokal tersebut. “Tingkat kekerasan nori dipengaruhi oleh suhu pengeringan dan komposisi bahan, ” jelasnya. 

Dalam kesempatan ini, para siswa ikut berpartisipasi aktif dan antusias karena baru pertama kali praktek pengolahan nori dari bahan rumput laut ini.


Kamis, 03 November 2022

Pelatihan Pembuatan Ikan Asap Berkualitas di LRMPHP

Pelatihan pembuatan ikan asap bersama instrukrur dari LRMPHP
Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) melatih para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) berbagai produk olahan perikanan yang berkualitas. Kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan para pelajar SMK yang sedang praktek kerja lapangan (PKL), pada tanggal 5 oktober di LRMPHP, 

Pelatihan teknologi pengolahan berbagai produk olahan perikanan melibatkan 6 siswa/i SMKN 1 Temanggung Kelas XIII/Tingkat IV dan 5 siswi kelas XI SMKN 1 Jepara. Sebagai instruktur pada pelatihan ini adalah pegawai LRMPHP yang sudah kompeten dibidangnya.

Ikan patin asap hasil pengasapan menggunakan asap cair

Ikan asap adalah salah satu produk olahan ikan yang mempunyai aroma asap. Selama ini pembuatan ikan asap masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan cara mengasapi ikan secara langsung. Namun, metode ini mempunyai beberapa kelemahan diantaranya kualitas produk ikan kurang konsisten serta adanya deposit tar dan senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan penggunaan asap cair. Pemberian aroma asap pada makanan dengan asap cair akan memudahkan dalam pengaturan konsentrasinya dan pengaplikasinya juga lebih praktis.

Salah satu penelitian pembuatan asap cair dan aplikasinya telah dikembangkan oleh peneliti di LRMPHP. Asap cair dihasilkan dari pirolisis tempurung kelapa pada suhu 400 derajat C yang dapat menghasilkan asap cair dengan kandungan fenol paling tinggi (sebesar 4,01%) dan tidak mengandung senyawa benzo(a)pyrene yang berbahaya bagi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman fillet ikan patin dalam larutan asap cair dengan konsentrasi 2% selama 20 menit menghasilkan ikan patin asap yang paling disukai panelis.

Tri Nugroho Widianto, Instruktur LRMPHP yang juga terlibat dalam penelitian asap cair, menyampaikan pentingnya jaminan keamanan pangan setiap produk yang dihasilkan sehingga aman untuk dikonsumsi.  

Para siswa-siswi yang mengikuti pelatihan ini juga turut menyampaikan antusiasme dan apresiasinya karena memperolah ilmu baru yang bermanfaat dan dapat diterapkan untuk usaha.


Senin, 31 Oktober 2022

Trenggono Kembali Menjadi Menteri Terpopuler di Media Digital, KKP Raih 5 Award pada AHI 2022


Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono kembali berhasil meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022 untuk kategori Pemimpin Terpopuler di Media Digital pada Sub Kategori Menteri. 

Selain menyabet penghargaan tersebut, tim komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil membawa kementerian tersebut memperoleh empat penghargaan kehumasan di ajang bergengsi itu. 

KKP berhasil meraih Kategori Institusi Terpopuler di Media Digital untuk Sub Kategori Kementerian, Kategori Kanal Digital, Sub-Kategori Aplikasi. 

Kemudian penghargaan pada Kategori Media Internal, Sub-Kategori Majalah Cetak, Samudera Informasi Kelautan dan Perikanan (SEGARA) Edisi 1, Juni Tahun 2022, serta Kategori Kanal Digital, Sub-Kategori Media Sosial Instagram. 

"Alhamdulillah atas award yang diberikan kepada saya pribadi dan juga KKP, terlebih award ini kami terima masih dalam suasana HUT ke-23 KKP. Ini menjadi kado istimewa, sekaligus penyemangat untuk bekerja lebih optimal dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan," ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP. 

"Saya juga berterima kasih atas apresiasi dari Humas Indonesia selaku penyelenggara anugerah ini. Kami akan terus aktif membangun komunikasi agar program dan kebijakan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh stakeholder," pungkasnya.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menambahkan, ini adalah tahun kedua KKP berhasil meraih sejumlah penghargaan yang diselenggarakan oleh PR Indonesia Group.

KKP menurutnya memiliki concern tinggi dalam menyampaikan informasi mengenai sektor kelautan dan perikanan ke tengah masyarakat. Baik itu informasi yang kaitannya dengan kebijakan maupun isu-isu terkini pada sektor kelautan dan perikanan. 

Penyampainnya pun dilakukan dengan cara beragam, di antaranya melalui media digital berupa website, sosial media, hingga streaming talkshow Bincang Bahari. Lalu ada juga tayangan dokumenter Neptune TV yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

"Melalui beragam program publikasi, kami ingin memberikan kemudahan informasi dan edukasi bidang kelautan dan perikanan kepada masyarakat. Ini sesuai arahan Pak Menteri bahwa setiap kebijakan, program kerja yang ada di KKP harus diketahui masyarakat agar berjalan tepat sasaran. Di sisi lain, media digital juga menjadi sarana penting untuk kami menerima masukan yang disampaikan masyarakat," ujar Doni.

Pemimpin Redaksi Humas Indonesia/CEO PR Indonesia Group, Asmono Wikan menyampaikan keberhasilan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memenangkan  penghargaan Terpopuler di Media Digital dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022 antara lain berkat kebijakan yang sangat tegas sekaligus konsisten dan dirasakan manfaatnya bagi ekosistem kelautan dan perikanan di Indonesia. Salah satunya kampanye memerangi sampah laut melalui Program Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut.

"Popularitas KKP dan Menteri Trenggono di media digital dalam pantauan kami sangat populer sekaligus bernada positif. Ini berkat program-program yang tegas, dimana program prioritas KKP dibawah Menteri Trenggono menempatkan ekologi sebagai panglima dan berfokus pada upaya kesehatan laut dan kesejahteraan nelayan. Selamat untuk pencapaian dalam AHI 2022 kali ini," ujar Asmono.

Penjurian AHI 2022 berlangsung secara hybrid selama dua hari berturut-turut dari tanggal 10 – 11 Oktober 2022 dengan melibatkan lima juri babak presentasi. Terdapat lima kategori yang dipertandingkan, yaitu kategori Pelayanan Keterbukaan Informasi Publik Terinovatif, PPID Terbaik, Media Internal, Kanal Digital, dan Program Kehumasan Pemerintah (Government Public Relations/GPR).

Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah eksposur positif tertinggi di media digital. PR Indonesia bekerja sama dengan Nolimit yang telah melakukan monitoring pemberitaan ratusan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/BUMN/BUMD di media online lokal, media online nasional, dan media online internasional.

"Monitoring tersebut diambil sepanjang 1 Januari - 30 Juni 2022, dengan menggunakan metode kuantitatif secara real time dan analisa kuantitatif," jelas Asmono.


Sumber : kkp


Kamis, 27 Oktober 2022

HUT Ke-23, KKP Fokus Akselerasikan Program-Program Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-23 pada Rabu (26/10/2022), dengan tema Ekonomi Biru untuk Indonesia.  

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan fokus kementeriannya saat ini mengakselerasi lima program berbasis ekonomi biru untuk menjaga kesehatan ekosistem laut, pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Tepat hari ini KKP berusia 23 tahun. Pekerjaan rumah masih sangat banyak, dan fokus kami saat ini adalah mempercepat implementasi lima program ekonomi yang telah dirancang untuk menjadi ekologi sebagai panglima, dan menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi," ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP, Rabu (26/10/2022). 

Lima program ekonomi biru KKP meliputi perluasan wilayah konservasi laut, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya ramah lingkungan khususnya untuk komoditas unggulan ekspor seperti udang, lobster, rumput laut, dan kepiting.

Kemudian penataan pemanfaatan ruang laut dan wilayah pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem dari peningkatan aktivitas ekonomi, serta penerapan program Bulan Cinta Laut untuk mengurangi populasi sampah plastik di laut.

"Terima kasih atas doa dan dukungan yang disampaikan dari banyak pihak. Komitmen kami jelas, mengelola sektor kelautan dan perikanan sesuai prinsip ekonomi biru. Ekonomi biru untuk Indonesia," pungkasnya.

Melalui video pendek yang dikirimkan ke KKP, ucapan dan dukungan mengalir dari berbagai tokoh di Indonesia. Rata-rata mendukung langkah KKP mengelola sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

KKP juga diminta untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya masyarakat kelautan dan perikanan, utamanya bagi para nelayan dan anak buah kapal.

 "Laut dan isinya harus terus dilestarikan kesuburan dan ekosistemnya. Kita harus lebih fokus meneliti laut dan isinya. Kehidupan kaum nelayan harus ditingkatkan dengan baik, dari kesejahteraannya, perumahannya, kesehatan, dan pendidikannya," ujar Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketua MPR Bambang Soesatyo meyakini langkah KKP mengusung program ekonomi biru akan mendorong geliat investasi di sektor kelautan dan perikanan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, sektor kelautan dan perikanan menjadi roda penggerak ekonomi, salah satunya melalui terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir. 

"Saya mendukung pelaksaan ekonomi biru dengan pondasi menjadikan ekologi menjaga ekosistem laut dan pesisir sebagai panglima dalam pembangunan ekonomi kelautan perikanan, dengan senantiasa mengedepankan aspek kelestarian dan berkelanjutan, sehingga akan membuka peluang investasi lapangan pekerjaan dan pemerataan pertumbuhan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Indonesia," harapnya. 

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap program ekonomi biru yang sudah digagas KKP mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan, di antaranya dampak perubahan iklim dan krisis pangan.

"Saya berharap program-proram ekonomi biru yang sudah digagas KKP memapu menjawab tantangan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan untuk saat ini dan di masa depan. Dengan konsep tata kelola ekonomi biru, diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan pengelolaan baik dari aspek ekologi, sosial, maupun ekonomi," ujar Luhut. 

Sementara itu dukungan juga datang dari Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Suharso berharap program-program ekonomi biru KKP mampu menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional, dan menjadi pelopor implementasi program ekonomi biru di Indonesia.

"Diharapkan sektor kelautan dan perikanan berperan sebagai ujung tombak ekonomi biru di tanah air. Kami mendukung pengembangan dan implementasi ekonomi biru agar Indonesia berjaya sebagai negara maju," ungkap Suharso.    


Sumber ; kkp


Selasa, 25 Oktober 2022

Kunjungan Kerja Kepala BRSDM KP ke LRMPHP

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. I Nyoman Radiarta berkunjung ke DI Yogyakarta pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2022. Salah satu lokasi kunjungan kerja adalah satuan kerja Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah BRSDM KP.

Dalam kunjungan ini, Bapak I Nyoman Radiarta berkenan memberikan arahan dan menerima audiensi dengan para pegawai LRMPHP dan penyuluh perikanan Kabupaten Bantul satminkal BPPP Tegal.

Kepala LRMPHP melaporkan kondisi eksisting satuan kerja LRMPHP pra dan pasca pengalihan SDM sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Presiden nomor 78 tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional, termasuk mandat, inovasi dan teknologi yang telah dihasilkan, pelayanan publik dan kondisi SDM terkini di LRMPHP.

Kepala BRSDM KP memberikan arahan terkait dengan transisi kelembagaan, pelaksanaan program prioritas KKP dan program utama di BRSDM KP, serta transisi SDM.

Usai arahan, dilanjutkan audiensi dengan para pegawai dan juga kunjungan melihat berbagai sarana prasarana yang ada di LRMPHP.

Dalam kesempatan ini, Kepala BRSDM KP juga berdialog dan memberikan semangat dan motivasi kepada siswa-siswi kelas 4 SMKN 1 Temanggung dan kelas 2 SMKN 1 Jepara yang sedang melaksanakan magang di LRMPHP. 



Jumat, 21 Oktober 2022

Presiden Jokowi Apresiasi Gernas Bulan Cinta Laut KKP

Presiden Joko Widodo mengapresiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut saat meninjau langsung bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di pesisir Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (20/10/2022). 

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCl) merupakan salah satu langkah konkret Indonesia dalam menangani pencemaran laut yang bersumber dari sampah plastik. 

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk terus mendukung Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut. Kita harus mewujudkan Laut yang Sehat untuk Indonesia Sejahtera" jelas Presiden Jokowi. 

Presiden Jokowi juga berdialog dengan para nelayan di Kampung Nelayan Tanjung Laut untuk mendengarkan berbagai keluhan dan masalah yang dihadapi oleh nelayan. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Trenggono menyampaikan bahwa Gernas BCL dilaksanakan dengan menerapkan mekanisme ekonomi sirkular melalui pengumpulan sampah dan pembayaran kompensasi atau insentif. Diharapkan melalui mekanisme tersebut, para nelayan mendapatkan pendapatan tambahan terutama saat musim tidak melaut. 

"Kegiatan ini merupakan salah satu program ekonomi biru yang kami rancang untuk memulihkan kesehatan laut, terutama dari dampak negatif sampah plastik di laut,” tegas Menteri Trenggono. 

Menteri Trenggono juga mengapresiasi pengelolaan sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sudah baik dan berharap dapat menjadi salah satu contoh penanganan sampah pesisir untuk wilayah lain. 

"Upaya ini harus terus dilakukan, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut,” ujar Trenggono. 

Data Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bangka Barat mencatat rata-rata timbulan sampah pada 2019 – 2022 mencapai 82 ton/hari atau sekitar 29.279 ton/tahun. Per 19 Oktober 2022, sebanyak 1.236 nelayan ikut berpartisipasi dalam pengumpulan sampah di laut, khususnya sampah plastik, dengan jumlah total sampah terkumpul mencapai 28,1 ton. 

Penanganan sampah dalam kegiatan Bulan Cinta Laut tidak lepas dari dukungan, kolaborasi dan sinergi pihak terkait. Pemerintah mengharapkan kegiatan Gernas BCL tidak berhenti di Oktober saja, namun terus berlanjut dan menjadi tradisi bagi nelayan agar tetap peduli pada ekosistem laut. 

"Laut telah memberikan banyak manfaat bagi manusia, saatnya kita bersama-sama mengembalikan fungsi laut, mengelola dengan bijak serta mengkonversi sumber daya keanekaragaman laut yang dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan kebutuhan generasi masa mendatang" tutup Trenggono.

Pada rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri Trenggono menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis untuk nelayan di Tanjung Laut. Total kartu keanggotaan nelayan aktif di Bangka Barat mencapai 900 peserta.

 

Sumber : kkp


Kamis, 06 Oktober 2022

KKP Targetkan Peningkatan Nilai Standart Pelayanan Publik Tahun 2022

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan peningkatan nilai Standart Pelayanan Publik tahun 2022 menyusul akan dilaksanakannya penilaian Ombudsman pada minggu ke-3 bulan Oktober mendatang. 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar saat menyerahkan apresiasi atas kerja keras dan komitmen dalam memenuhi komponen standar pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh lintas unit lingkup KKP di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (5/10/22). 

“Saya harap seluruh jajaran penyelenggara pelayanan publik lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat mempersiapkan dengan baik penilaian sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik,” ucap Antam dalam sambutannya. 

Untuk diketahui, KKP menyabet Predikat Kepatuhan Tinggi Tahun 2021 oleh Ombudsman Republik Indonesia dan berhasil masuk peringkat ke 10 dari 24 Kementerian dengan hasil penilaian sebesar 86,66 sekaligus masuk kategori Zona Hijau. Predikat Kepatuhan Tinggi diberikan kepada KKP atas penilaian kinerja 20 produk pelayananan (layanan administrasi pusat) dengan hasil 19 produk layanan dari 10 Direktorat lingkup KKP mendapatkan kategori Hijau. 

Dalam kesempatan tersebut tak luput Antam menyampaikan apresiasi kepada direktorat penerima predikat serta berharap untuk dapat konsisten mempertahankannya. 

"Saya ucapkan selamat kepada seluruh direktorat yang mendapatkan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman. Terima kasih atas pencapaiannya, karena hasil ini diperoleh tidak instan dan melalui proses penuh perjuangan, pengorbanan, dan penuh perhatian. Saya harap penilaian ini bisa kita pertahankan bahkan tingkatkan sehingga kinerja kita semakin bagus,” tutur Antam. 

Perolehan predikat ini sekaligus memotivasi KKP untuk terus menciptakan iklim perizinan yang baik. Layanan yang baik akan mendorong masyarakat untuk menghidupkan ekonomi sektor Kelautan dan Perikanan yang tertib dan bertanggungjawab. 

Sebagai informasi, predikat tersebut diraih KKP melalui beberapa proses pengambilan data dengan metode penilaian wawancara, observasi, dan studi dokumen melalui media elektronik dan non elektronik seperti wawancara tertutup tanpa didampingi terhadap staf, pejabat, dan masyarakat penggunan. Selain itu dilakukan pula observasi secara terbuka dan studi dokumen sebagai data dukung.

Selain memberikan penghargaan, KKP melalui Inspektorat Jenderal juga melakukan pemantauan secara bertahap kepada konsistensi tingkat kepatuhan dalam implementasi amanat UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, khususnya dalam menyusun, menetapkan dan menerapkan standar pelayanan publik.

Adapun Predikat Kepatuhan Tinggi yang didapat oleh 19 produk pelayanan KKP di antaranya Rekomendasi Pemasukan Hasil Perikanan (RPHP), Sertifikat Pendaftaran Obat Ikan, Rekomendasi Pembudidayaan Ikan Penanaman Modal (RPIPM), hingga Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP).

 



Sumber : kkp