Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) mengembangkan inovasi alat pengering rumput laut berbasis energi gelombang mikro (microwave energy) sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses pengolahan hasil perikanan. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas produk rumput laut.
Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, kosmetik, hingga farmasi. Dalam proses pengolahannya, tahap pengeringan menjadi faktor penting yang menentukan mutu produk akhir.
Selama ini, sebagian besar pembudidaya dan pengolah rumput laut masih mengandalkan metode pengeringan menggunakan sinar matahari. Cara ini memang relatif mudah dan murah, namun memiliki sejumlah keterbatasan, seperti waktu pengeringan yang cukup lama, ketergantungan pada kondisi cuaca, serta potensi penurunan kualitas apabila proses pengeringan tidak berlangsung optimal.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, LRMPHP mengembangkan teknologi pengeringan menggunakan energi gelombang mikro. Teknologi ini bekerja dengan memanaskan bahan dari bagian dalam terlebih dahulu, kemudian panas merambat menuju permukaan sehingga proses penguapan air dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Prototipe alat pengering yang dikembangkan memiliki dimensi 351 cm × 68 cm × 97 cm dengan kapasitas pengeringan sekitar 6–8 kilogram rumput laut per proses. Hasil pengujian menggunakan rumput laut jenis E. cottonii menunjukkan bahwa alat ini mampu mencapai laju pengeringan 31,36 gram per menit, dengan konsumsi energi 1,17 kJ/kg serta efisiensi energi sebesar 42,95 persen.
Inovasi teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha pengolahan rumput laut dalam meningkatkan efisiensi proses produksi serta menjaga kualitas hasil pengeringan. Ke depan, pengembangan teknologi mekanisasi pengolahan hasil perikanan seperti ini diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing produk perikanan Indonesia.








.jpg)






