PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Kamis, 25 Juni 2026

Potensi Pengembangan Mekanisasi Hasil Perikanan Melalui Inovasi Produk Lokal: Dari Es Krim Rumput Laut hingga Sosis Ikan Marlin

Peningkatan nilai tambah hasil perikanan tidak hanya bergantung pada penerapan teknologi berskala industri, tetapi juga dapat lahir dari kreativitas para penyuluh perikanan dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk inovatif bernilai ekonomi. Berbagai inovasi tersebut tidak hanya menjadi materi penyuluhan yang aplikatif bagi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal.

Melalui pendekatan hilirisasi yang sederhana namun tepat guna, inovasi-inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM perikanan, memperluas diversifikasi produk olahan, serta mendukung pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah es krim rumput laut, produk diversifikasi pangan yang memanfaatkan kandungan karaginan alami sebagai penstabil sekaligus meningkatkan kandungan serat dan mineral. Inovasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi rumput laut lokal serta menghadirkan alternatif jajanan sehat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.

Selain memberikan manfaat gizi, pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku es krim juga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi. Komoditas yang sebelumnya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi produk siap konsumsi dengan nilai jual yang lebih tinggi. Berdasarkan dokumen inovasi, pengembangan es krim rumput laut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

Marwah Nompo, Penyuluh dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, menjelaskan bahwa proses produksi es krim rumput laut masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan melalui dukungan peralatan mekanis, seperti mesin pembuat es krim, sehingga kapasitas dan efisiensi usaha dapat meningkat secara signifikan.

Inovasi lainnya adalah SOIMAR (Sosis atau Urutan Ikan Marlin), yaitu produk diversifikasi olahan ikan marlin yang dikembangkan menjadi pangan siap saji dengan sentuhan cita rasa khas Bali. Produk ini menjadi alternatif dalam meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperpanjang umur simpan dan memperluas jangkauan pemasaran.

SOIMAR memanfaatkan daging ikan marlin yang kaya protein dan diolah melalui tahapan pencampuran bumbu, fermentasi singkat, pencetakan, pemanasan, pengukusan, hingga pengemasan vakum sebelum dipasarkan. Inovasi yang dikembangkan oleh Andi Ramlan, Penyuluh Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, memiliki sejumlah keunggulan, antara lain menghasilkan produk siap saji yang praktis, menarik berbagai segmen konsumen, meningkatkan nilai jual dibandingkan ikan segar, serta membuka peluang usaha pengolahan berbasis masyarakat.

Kedua inovasi tersebut menunjukkan bahwa penyuluh perikanan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen inovasi yang menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Melalui penerapan teknologi sederhana, kelompok binaan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas variasi produk olahan, memperkuat daya saing UMKM perikanan, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong konsumsi pangan berbasis hasil perikanan yang lebih beragam.

Ke depan, inovasi-inovasi tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengembangan mekanisasi pengolahan hasil perikanan. Proses produksi yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual berpotensi ditingkatkan melalui penerapan peralatan semiotomatis maupun otomatis sehingga kapasitas, konsistensi mutu, dan efisiensi usaha dapat semakin meningkat.

Pada inovasi es krim rumput laut, proses pengadukan, pembekuan, dan pengemasan dapat didukung melalui penggunaan mesin pembuat es krim, homogenizer, sistem pembekuan cepat (blast freezer), hingga mesin penyegel kemasan otomatis. Sementara itu, pada produk SOIMAR, tahapan pencampuran adonan, pencetakan, pemasakan, dan pengemasan dapat ditingkatkan melalui penggunaan vacuum mixer, mesin pencetak sosis, steam cooker, dan vacuum packaging machine.

Penerapan mekanisasi tersebut diperkirakan akan memberikan sejumlah manfaat strategis, antara lain meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih besar, menjamin mutu dan keamanan pangan melalui proses yang lebih seragam dan higienis, mengurangi kehilangan hasil selama pengolahan dan penyimpanan, meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan waktu produksi, serta mempermudah standardisasi produk guna memenuhi persyaratan sertifikasi dan pemasaran modern.

Dengan demikian, inovasi penyuluh yang berawal dari teknologi tepat guna skala rumah tangga dapat menjadi fondasi menuju industrialisasi UMKM perikanan. Sinergi antara inovasi produk, pendampingan penyuluhan, dan pengembangan mekanisasi pengolahan hasil perikanan diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha lokal.








Minggu, 21 Juni 2026

KKP Pastikan Biaya Sertifikasi Mutu Hasil Perikanan 0 Rupiah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan biaya pengurusan sertifikat mutu hasil perikanan tanpa pungutan biaya. Langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat kualitas jaminan mutu hasil perikanan bagi pasar domestik, maupun ekspor. 

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini menegaskan, jika ada pungutan dalam bentuk dan jumlah apapun dalam proses sertifikasi, itu bukan tindakan resmi KKP.

"Bagi para pelaku usaha saya sampaikan bahwa untuk mengurus sertifikasi mutu perikanan tidak dipungut biaya apapun alias gratis mulai dari pengajuan/pendaftaran, proses audit atau inspeksi oleh para Inspektur Mutu sampai mendapatkan sertifikat mutu", tegas Ishartini di Jakarta, Kamis (18/6).

Ishartini menjelaskan bahwa KKP melalui Badan Mutu memiliki layanan 9 sertifikasi mutu perikanan yang semuanya dapat diakses oleh pelaku usaha perikanan sesuai kebutuhan dengan biaya nol rupiah alias gratis. Hal ini sebagai salah satu komitmen Pemerintah untuk mendukung iklim usaha yang sehat serta memudahkan masyarakat dalam mengembangkan sektor perikanan dari hulu sampai ke hilir.

Selain tidak berbiaya, layanan sertifikasi mutu perikanan juga dapat diakses secara online diantaranya melalui laman www.oss.go.id; https://skp-pdspkp.kkp.go.id/; https://haccp.kkp.go.id/h4.

“Seluruh layanan sertifikasi telah memiliki standar waktu pelayanan yang jelas atau Service Level Agreement (SLA) diantaranya untuk layanan Sertifikat Kelayakan Pengolahan akan diterbitkan 7 hari setelah dokumen diunggah lengkap, lalu HACCP dan sertifikasi lainnya selama 10 hari,” jelasnya.

Ishartini lalu merinci jenis - jenis sertifikasi mutu perikanan yang dapat diakses pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk di negara tujuan ekspor, yaitu SKP, HACPP, CBIB (Cara Budi daya Ikan Yang Baik), CPIB benih (Cara Perbenihan Ikan Yang Baik), CPPIB (Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik), CPOIB (Cara Pembuatan Obat Ikan Yang Baik), CDOIB (Cara Distribusi Obat Ikan Yang Baik), SPDI (Sertifikat Penerapan Distribusi Ikan) dan CPIB kapal (Cara Penanganan Ikan Yang Baik diatas Kapal). 

Namun demikian terdapat persyaratan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum bermohon layanan sertifikasi di Badan Mutu seperti ijin kesesuaian kegiatan pemanfaaatan ruang laut (KKPRL), Persetujuan Lingkungan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung (SLF) dan Sertifikat standar. Jika perijinan dasar ini belum dipenuhi maka secara otomatis akan tertolak di sistem OSS. 

“Untuk keterangan lebih detil dapat menghubungi kami melalui akun media sosial resmi Badan Mutu atau email set.bppmhkp@kkp.go.id,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen KKP dalam memberikan pelayanan prima dalam penerapan quality assurance kepada pelaku usaha untuk mendorong ekspor perikanan yang berdaya saing, meningkatkan keberterimaan sehingga menjadikan produk perikanan Indonesia champion di pasar global.



Sumber: kkp web


Minggu, 14 Juni 2026

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memiliki laboratorium (Lab) uji kontaminasi radioaktif produk perikanan, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur baru-baru ini.

Lab Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BUSPM di bawah KKP itu telah terakreditasi ISO 17025. "Selain itu juga mendapatkan persetujuan BAPETEN selaku Nuclear Supervision Authority, serta memperoleh approval US FDA untuk melakukan uji beberapa parameter radioaktif termasuk Cs-137," tutur Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, di Jakarta, Jumat (12/6).

Dia lalu menjelaskan bahwa lab penguji kontaminasi Cs-137 pada produk perikanan ini memang secara khusus dibangun oleh KKP untuk mendukung daya saing dan keberterimaan produk perikanan terutama udang ke berbagai negara utamanya Amerika Serikat (AS). Bahkan lab BUSPM ini menjadi satu - satunya di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara.

"Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan. Hasil uji lab bisa dipakai mengurus SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan-red) sebagai persyaratan ekspor di beberapa negara bersyarat bebas radioaktif misalnya Amerika Serikat," tutup Ishartini.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa Indonesia sanggup untuk menyelenggarakan sertifikasi bebas Cs-137 untuk memenuhi persyaratan US FDA. Sejak 31 Oktober 2025 sampai 11 Juni 2026 KKP telah berhasil mengawal ekspor udang ke AS sebanyak 4072 kontainer dengan sebanyak 3370 kontainer telah masuk pasar AS dengan volume 51.607 ton senilai Rp 8,78 Triliun.



Sumber; kkp web


Rabu, 10 Juni 2026

KKP Gandeng SnackVideo untuk Pengembangan SDM Kelautan Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) menggandeng SnackVideo, sebuah platform media sosial berbasis video pendek asal Tiongkok, untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui platform media sosial. 

Penandatanganan berlangsung di Bogor, Jawa Barat belum lama ini, antara Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dan Direktur PT. Karya Kreatif Nusantara (SnackVideo Indonesia) Yugo Prabowo, yang dikuasakan kepada Kepala Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia Yulika Satria Daya. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan PKS sebelumnya antara kedua pihak pada Desember 2023.

Ruang lingkup PKS meliputi peningkatan kapasitas SDM; penyebarluasan program dan kegiatan pengembangan SDM kelautan dan perikanan melalui aplikasi SnackVideo; serta promosi produk kelompok usaha kelautan dan perikanan melalui aplikasi SnackVideo.

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan pengembangan SDM melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi bagi masyarakat kelautan dan perikanan untuk mendukung program prioritas KKP.

Ia menambahkan, KKP saat ini mendorong pendekatan pembangunan berbasis ekonomi biru yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing global, antara lain melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih, (KNMP) pengembangan budi daya terintegrasi, modernisasi kapal perikanan, dan sebagainya.

Untuk program-program tersebut, KKP mengadakan rekrutmen SDM seperti manajer dan pegawai untuk KNMP, tenaga kerja budi daya udang terintegrasi di Waingapu, serta Awak Kapal Perikanan (Perwira dan Anak Buah Kapal) untuk Program Modernisasi Kapal Penangkap Ikan.

Karena itu, menurut Nyoman, kolaborasi dengan SnackVideo menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengembangan SDM kelautan dan perikanan melalui pemanfaatan platform digital.

“Transformasi digital membuka peluang besar bagi sektor kelautan dan perikanan. Melalui kerja sama ini, kami ingin meningkatkan kapasitas SDM sekaligus memperluas penyebarluasan informasi program-program KKP agar lebih mudah diakses, lebih menarik, dan menjangkau generasi muda maupun pelaku usaha kelautan dan perikanan di berbagai daerah,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (9/6).

Ia menambahkan, pemanfaatan media sosial berbasis video pendek juga diharapkan mampu mendukung promosi produk usaha kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat pengembangan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mendukung ekonomi biru, serta mendorong lahirnya insan kelautan dan perikanan yang kompeten, inovatif, dan siap menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia Yulika Satria Daya mengatakan, melalui kerja sama dengan BPPSDM KP, pihaknya berharap dapat mendukung pemerintah, salah satunya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor produktif. Menurut Yulika, nantinya beberapa fitur khusus yang tersedia di SnackVideo memungkinkan para penggunanya untuk bisa mendaftar secara daring dalam rekrutmen awak kapal perikanan, misalnya. 

“Selain itu pula, sebagai aplikasi video pendek, SnackVideo akan memberikan pelatihan bagi para petugas penyuluh lapangan, mahasiswa, dan UPT KKP agar kelak dapat mensosialisasikan program-program unggulan pemerintah melalui pendekatan yang lebih menghibur dan edukatif,” tambahnya.

Sebagai informasi, KKP melalui BPPSDM KP berhasil meraih penghargaan Best Knowledge Dissemination Award dari SnackVideo pada acara “Wow Five SnackVideo Gala 2025” dalam rangka ulang tahun SnackVideo Indonesia yang kelima, Januari lalu. Menurut Yulika, penghargaan tersebut diberikan karena akun BPPSDM KP dinilai konsisten menyajikan konten informatif dan beragam dibandingkan akun Kementerian/Lembaga lain. Dalam hal ini, konten yang disajikan seputar pengembangan SDM kelautan dan perikanan dalam mendukung ekonomi biru dan program prioritas KKP.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, SDM yang berkualitas merupakan salah satu kunci dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, BPPSDM KP berperan besar dalam menghasilkan SDM yang unggul bagi pembangunan kelautan dan perikanan.



Sumber: kkp web


Senin, 08 Juni 2026

Peringati WOD & Coral Triangle Day 2026, KKP Perkuat Aksi Kolaborasi Lindungi Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan moment peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan Hari Terumbu Karang Sedunia (Coral Triangle Day) pada 7 - 8 Juni, untuk memperkuat aksi kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. 

Peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 berlangsung di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali digelar bersama WWF-Indonesia, CTI-CFF, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia dan berbagai mitra strategis lainnya. Berbagai aksi nyata bersama yang diperkuat diantaranya pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting, hingga pengembangan program-program ekonomi biru. 

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, mitra, akademisi, hingga masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mewujudkan masa depan laut Indonesia yang lebih produktif dan lestari,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara di Bali, Minggu (7/6).

Koswara menjelaskan, laut Indonesia memiliki peran strategis sebagai sumber pangan, penggerak ekonomi, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

KKP, sambungnya, juga terus memperkuat implementasi kebijakan ekonomi biru melalui berbagai program prioritas, antara lain perluasan kawasan konservasi, rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, pengembangan karbon biru, serta pengendalian sampah laut melalui Program Laut Sehat Bebas Sampah. Langkah itu untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem laut dengan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dan memperkuat gerakan bersama dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia untuk generasi mendatang,” pungkasnya. 

Sementara itu, CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menegaskan bahwa kesehatan ekosistem laut merupakan fondasi bagi ketahanan pangan, ekonomi, dan iklim Indonesia, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

“Menjaga laut berarti menjaga masa depan bangsa Indonesia. Di jantung Segitiga Terumbu Karang, ekosistem pesisir dan laut menopang ketahanan pangan, mata pencaharian, serta ketahanan iklim bagi jutaan masyarakat,” terangnya.

Melalui ragam kegiatan bertemakan ‘Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu’, pihaknya turut mengajak generasi muda untuk tidak hanya belajar tentang laut, tetapi terlibat langsung dalam upaya menjaganya.

Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang diselenggarakan dalam peringatan ini antara lain workshop, talkshow, pameran, kampanye pengurangan sampah laut, serta Festival Layang-Layang Spesies Laut 3D. Kegiatan itu sekaligus untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ekosistem laut bagi kehidupan, serta memperkuat dukungan terhadap upaya konservasi dan pembangunan ekonomi biru. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan learning by fun agar masyarakat dapat memahami isu-isu kelautan melalui pengalaman yang menarik, partisipatif, dan mudah dipahami.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat terkait dengan kesehatan lautnya. Karena itu, melalui kebijakan ekonomi biru, pemerintah mendorong pengelolaan laut yang produktif sekaligus lestari, sehingga manfaatnya dapat terus dinikmati oleh masyarakat dari generasi ke generasi.



Sumber: kkp web


Rabu, 03 Juni 2026

LRMPHP Dorong Gemarikan Warga Imogiri Menuju Generasi Emas

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) terus berkomitmen mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif LRMPHP dalam Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan DPRD DIY.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) di Balai Dusun Banyusumurup, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, diikuti oleh 20 peserta yang merupakan ibu-ibu warga setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dukuh Banyusumurup, Wawan Suwanto, serta Lurah Girirejo, Dwi Yuli Purwanti.

Kampanye Gemarikan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi yang berperan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan beragam.

Dalam kesempatan tersebut, Instruktur LRMPHP, Wahyu Tri Handoyo, menyampaikan materi mengenai peran strategis ikan dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan era digital yang ditandai dengan meningkatnya konsumsi makanan instan, masyarakat perlu kembali mengutamakan konsumsi pangan alami (real food) yang kaya nutrisi, salah satunya ikan.

Menurut Wahyu, ikan merupakan sumber protein hewani yang melimpah di Indonesia dan memiliki kandungan gizi yang lengkap, meliputi protein berkualitas tinggi, asam lemak tidak jenuh, vitamin, serta berbagai mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan. Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan penanganan ikan yang baik, mulai dari proses pembersihan, penyimpanan, pengawetan, hingga pengolahan, guna menjaga mutu dan keamanan pangan. Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai produk diversifikasi olahan ikan yang dapat menjadi alternatif menu bergizi bagi keluarga.

Sementara itu, perwakilan Dislautkan DIY, Abdu, menyampaikan berbagai upaya Pemerintah Daerah DIY dalam meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD DIY, Drs. Aslam Ridlo, mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi ikan sejak usia dini. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik melalui konsumsi ikan merupakan investasi penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait konsumsi serta pengolahan ikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Kampanye Gemarikan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Selasa, 26 Mei 2026

GASPOL! LRMPHP Siap Kawal Hasil Rakornis BPPSDM KP 2026 melalui Rencana Aksi Strategis

Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) Tahun 2026 yang berlangsung di Wind Hill Resort, Bogor, Jawa Barat, pada 21–24 Mei 2026. Kegiatan strategis tersebut menghasilkan sejumlah rumusan penting dan komitmen kinerja untuk mendukung percepatan program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan.

Rakornis tahun ini mengusung tema “Gaspol, Gerak Akselerasi Percepatan Output dan Layanan Selaraskan Misi Perkuat Sinergi (GASPOL SELARAS MANIS)” dan dipimpin langsung oleh Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta. Sebanyak 116 peserta dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta perwakilan eksternal hadir secara luring untuk menyatukan langkah dalam mendukung delapan program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Dalam arahannya, I Nyoman Radiarta menegaskan bahwa ukuran keberhasilan instansi saat ini tidak lagi hanya sebatas pelaksanaan kegiatan rutin, melainkan sejauh mana kegiatan tersebut mampu mempercepat output, memperkuat layanan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat kelautan dan perikanan. Filosofi “Gaspol” juga menjadi semangat bersama untuk mendorong seluruh jajaran bergerak lebih cepat, terukur, terkoordinasi, dan selaras dalam mencapai target organisasi.

Rakornis BPPSDM KP 2026 memfokuskan pembahasan pada delapan program prioritas berbasis ekonomi biru (Blue Economy), yaitu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pembangunan kawasan budidaya udang terintegrasi di Waingapu, revitalisasi budidaya ikan di Pantai Utara Jawa, pengembangan budidaya ikan tematik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan modeling kawasan budidaya komoditas unggulan terintegrasi, pembangunan pergaraman nasional menuju swasembada garam, modernisasi kapal perikanan, serta modernisasi sarana dan prasarana pendidikan kelautan dan perikanan.

Sebagai unit kerja di bawah BPPSDM KP yang berfokus pada riset mekanisasi dan perekayasaan teknologi pengolahan hasil perikanan, LRMPHP siap menyelaraskan program kerja dan inovasi teknologi guna mendukung target nasional tersebut, khususnya dalam penguatan sektor hilir perikanan melalui modernisasi sarana dan teknologi pengolahan hasil perikanan.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis yang berlangsung secara intensif. Kegiatan diawali dengan pemaparan roadmap kegiatan 2026–2029 oleh para Kepala Pusat dan arahan Kepala BPPSDM KP. Pada hari berikutnya, dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah mitra, yaitu Sampoerna University, BPSDM Perhubungan, dan Snack Video. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembahasan penajaman Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BPPSDM KP serta sidang kelompok terkait pelaksanaan anggaran SBSN dan program prioritas nasional. Selain itu, peserta juga membahas langkah-langkah likuidasi sejumlah satuan kerja agar proses penataan aset dan sumber daya manusia tetap berjalan tertib tanpa mengganggu pelayanan publik.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (23/5) melalui pemaparan hasil sidang kelompok dan penandatanganan Dokumen Komitmen Kinerja sebagai bentuk kesiapan seluruh unit kerja dalam mendukung pencapaian target organisasi. Rakornis kemudian resmi ditutup pada Minggu (24/5).

Berdasarkan hasil rapat pleno dan pembahasan teknis, Rakornis BPPSDM KP 2026 menghasilkan lima rumusan utama. Pertama, penyediaan sumber daya manusia unggul untuk mendukung ekonomi biru melalui integrasi penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Kedua, optimalisasi pendampingan penyuluh perikanan pada berbagai program prioritas seperti KNMP, swasembada garam, budidaya tematik, hingga tambak udang Waingapu. Ketiga, standardisasi dan modernisasi pendidikan melalui penguatan Ocean Institute of Indonesia (OII) dan pembangunan sarana pendidikan berbasis SBSN. Keempat, peningkatan pelatihan berbasis teknologi dan sertifikasi melalui Corporate University (Corpu) dan Community Learning Center (CLC). Kelima, penguatan tata kelola organisasi yang akuntabel pasca-likuidasi satuan kerja, mencakup penataan SDM, aset, arsip, dan dokumen administrasi lainnya.

Bagi LRMPHP, hasil Rakornis ini menjadi acuan penting dalam memperkuat peran lembaga dalam pendampingan penyuluhan serta pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan (SDM KP) ke depan. Melalui semangat “Selaraskan Misi, Perkuat Sinergi”, LRMPHP siap mengakselerasi perannya dalam meningkatkan kapasitas SDM KP melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan guna mendukung hilirisasi perikanan nasional serta meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan Indonesia.