Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 30 April 2018

Monev Manajerial Triwulan I Tahun 2018 Lingkup BRSDM KP di LRMPHP

Kegiatan Monev Manajerial Triwulan I

Telah diselenggarakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) manajerial lingkup Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) di Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) pada tanggal 27-28 April 2018. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pencapaian program dengan hasil yang telah dilaksanankan di LRMPHP hingga Triwulan I. 

Monev dibuka oleh Kepala LRMPHP (Luthfi Assadad, M.Sc) yang dihadiri oleh team evaluator dari Pusat Riset Perikanan (Puriskan) dan BRSDM KP  serta diikuti oleh seluruh pegawai LRMPHP. Team evaluator dari Puriskan diwakili oleh Dra. Hera Rusida, M.M. (Kasubag TU) dan Hadhi Nugraha, S.T (Kasubid Riset Teknologi Alat dan Mesin Perikanan), sedangkan dari  BRSDM KP diwakili oleh Kusdiantoro, S.Pi, MSi (Kabag Program). Dalam sambutannya, Kepala Loka memaparkan nomenklatur, profil dan tupoksi LRMPHP, sarana dan prasarana yang dimiliki serta hasil-hasil riset yang telah dihasilkan. Selain itu dijelaskan terkait penganggaran, realisasi anggaran dan pencapaiannya.

Team evaluator menyatakan bahwa LRMPHP merupakan satker lingkup BRSDM KP yang strategis mengingat tren perikanan dunia saat ini berbasis mekanisasi. Dengan adanya mekanisasi diharapkan konsumsi produk perikanan dapat ditingkatkan, khususnya di DIY yang tingkat konsumsi ikannya per kapitanya masih rendah. Kebijakan riset saat ini disamping bersifat  top down namun juga harus mengakomodir permintaan pengguna sehingga kegiatan riset menjadi lebih fokus dan bersinergi.

Penyampaian hasil evaluasi oleh evaluator
Secara umum, hasil monev manajerial LRMPHP sudah berjalan baik dan sesuai target ideal. Beberapa masukan dan saran diantaranya perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan pengadministrasian lintas satker termasuk informasi pengabdopsian hasil riset dan kerjasama yang dijalankan. Saat ini ada beberapa peralatan hasil rancang bangun LRMPHP yang pinjamkan ke pengolah, untuk itu perlu suatu mekanisme pengadministrasian sehingga payung hukumnya menjadi jelas.  Monev lapang peralatan hasil rancang bangun LRMPHP dilakukan di UKM BU Hirto dan UD Lestari Jaya Gunung Kidul oleh team evaluator. Pada kesempatan tersebut team evaluator mendapat penjelasan langsung dari pengguna alat yang sangat mengapresiasi pinjaman peralatan tersebut.

Evaluator mengunjungi salah satu UKM binaan LRMPHP
Diharapkan dengan adanya monev manajerial tersebut akan tersedianya data kuantitatif dan kualitatif tentang kinerja manajerial, tersedianya rekomendasi untuk meningkatkan kinerja manejerial dan adanya bahan untuk penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan guna perbaikan program.

Kamis, 26 April 2018

Presiden: Pembangunan KJA Lepas Pantai Proses Transfer Ilmu dan Teknologi ke Nelayan

Keramba Jaring Apung (KJA), dok.biro setpres
KKPNews, Pangandaran – Presiden Joko Widodo meresmikan proyek keramba jaring apung (KJA) lepas pantai dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peresmian itu dilaksanakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang, Desa Babakan, Selasa, 24 April 2018.

Proyek tersebut merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas para nelayan dan membudidayakan ikan-ikan yang kini sulit ditemukan.

“Ini terobosan pertama di Indonesia. Kita harapkan menjadi cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah dari budidaya perikanan Indonesia,” kata Presiden di hadapan para nelayan dan masyarakat umum yang hadir.

Presiden menjelaskan bahwa pembangunan unit KJA lepas pantai ini merupakan sebuah proses transfer ilmu dan teknologi kepada para nelayan sehingga dapat memproduksi ikan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibanding dengan cara-cara konvensional.

“Coba bandingkan dengan keramba jaring apung biasa yang produksinya hanya 5,4 ton per tahun, per unit. Ini 816 ton per tahun, per unit,” ujarnya.

Oleh karenanya, Kepala Negara meminta para nelayan untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut demi kesejahteraan para nelayan itu sendiri. Ia menyebut bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi perikanan nasional menjadi lebih banyak lagi.

“Kita harapkan semakin banyak yang terlibat dalam keramba jaring apung offshore ini. Pemasarannya ke mana? Kita harapkan bisa ekspor entah ke Timur Tengah, Australia, Eropa, Jepang, semuanya,” tuturnya.

Untuk diketahui, unit KJA yang diresmikan Presiden terletak di lepas pantai yang berjarak 8 mil dari Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang. Untuk menuju unit tersebut, dibutuhkan waktu selama kurang lebih 45 menit menggunakan kapal.

Proyek ini dalam praktiknya melibatkan hingga ratusan nelayan setempat untuk beroperasi. Tak hanya di Pangandaran, saat ini pemerintah juga sedang membangun unit serupa di beberapa titik lainnya.

“Ini baru satu yang dibangun di sini, nanti akan dikembangkan dua lagi. Sedang dikerjakan di Sabang dan Karimun Jawa,” ungkap Presiden.

Di setiap lubang keramba yang dibangun di lepas pantai Pangandaran, ditebar bibit ikan Kakap Putih (Baramundi) yang kini sulit ditemukan nelayan setempat yang salah satunya diakibatkan oleh penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan. Dalam kunjungan itu, Presiden turut menebar benih ikan dimaksud usai memberikan sambutan.

Sebelum beranjak menuju lokasi keramba, ia sempat berpesan kepada para nelayan untuk mulai beralih kepada alat tangkap yang ramah lingkungan. Kesadaran tersebut perlu untuk ditanamkan demi menjamin keberlanjutan dan kesinambungan usaha perikanan tangkap hingga generasi mendatang.

“Marilah kita pakai jaring-jaring yang ramah pada lingkungan. Jangan pakai jaring yang kecil-kecil sehingga ikan kecil kena semua. Anak-cucu kita nanti kehabisan ikan-ikan yang harusnya bisa dinikmati,” ucapnya.

Setelah bertemu nelayan, Presiden bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuju KJA lepas pantai dengan menggunakan kapal riset dan latih Madidihang 03 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat mendekat kerambu jaring apung tersebut, Presiden dan rombongan berganti perahu karet sea rider untuk mendekati kerambu jaring dan menebar benih ikan kakap putih (baramundi).

Lompatan Industri Perikanan

Sementara itu, setelah meninjau lokasi pembangunan rumah khusus nelayan di di Desa Prapat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Presiden menjelaskan kepada jurnalis bahwa perbedaan KJA lepas pantai dengan keramba konvensional yang sudah ada. Secara kapasitas dan teknologi, KJA lepas pantai memiliki perbedaan nyata yang mampu meningkatkan produksi ikan hingga ratusan kali lipat.

“Keramba jaring apung yang di danau banyak sekali. Ini sekarang yang di lepas pantai, kira-kira dari pantai jauhnya 8 mil. Kapasitasnya besar sekali. Pemantauannya computerized semua,” tuturnya.

Presiden menambahkan, KJA lepas pantai ini merupakan budidaya ikan dengan cara modern.

“Setelah saya lihat di lapangan tadi, memang sebuah lompatan di industri perikanan yang harus kita ikuti. Kalau tidak kita ketergantungan terus pada ikan tangkap,” ucapnya. (biro_setpres)

Sumber : KKPNews

Cek Kesegaran Ikan dengan Android (HP)

Pengujian kesegaran ikan diperlukan dalam upaya peningkatan mutu serta keamanan produk perikanan Indonesia. Berbagai metode pengujian telah dikembangkan untuk memperoleh metode pengujian yang lebih baik.

Peralatan uji kesegaran ikan berbasis nondestruktif telah dikembangkan oleh LRMPHP, Bantul, DIY. Prinsip kerja alat ini adalah pendeteksian bau ikan menggunakan sensor dan citra mata ikan menggunakan kamera. Aplikasi penggunaan citra dan sensor bau saat ini masih jarang diterapkan di bidang perikanan, namun metode ini menawarkan kecepatan, kemudahan, akurasi yang baik dan bersifat non destruksi.

Pengujian kesegaran ikan
Desain peralatan yang dikembangkan menggunakan aplikasi smartphone dengan spesifikasi sistem operasi android. Desain peralatan yang dikembangkan berbentuk kotak (bok) dengan sensor dan kamera diletakkan di dalamnya. Ikan yang akan diuji tingkat kesegarannya dimasukan dalam kotak pengujian tersebut. Data sensor dan citra mata yang diperoleh selanjutnya diolah oleh software pada aplikasi uji kesegaran ikan yang telah diinstal di handphone android.

Tampilan software dan hasil pengujian kesegaran ikan

Peralatan uji lapang yang dikembangkan LRMPHP telah diuji cobakan di Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Yogyakarta, Cilacap dan Semarang dengan tingkat penerimaan yang baik. Diharapkan peralatan tersebut dapat membantu stake holder dalam menentukan kesegaran ikan secara cepat dan praktis

 

Jumat, 20 April 2018

Bersihkan Sampah Plastik Dalam “ Earth Day 2018 : End Plastic Pollution”


Aksi LRMPHP pada peringatan hari bumi
Dalam rangka perayaan Hari Bumi – Earth Day pada tanggal 22 April 2018, LRMPHP turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  Partisipasi LRMPHP ini merupakan wujud nyata dari kepedulian untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan kehidupan di bumi. Aksi LRMPHP ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilakukan BRSDM dengan 48 unit kerja dan penyuluh perikanan bersama mitra untuk mengkampanyekan Hari Bumi “Earth Day 2018 : End Plastic Pollution


Aksi penanaman pohon pada peringatan hari bumi
Hari Bumi – Earth Day tahun 2018 mengambil tema End Plastic Pollution yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan kehidupan di bumi melalui penghentian polusi plastik.

Aksi Hari Bumi  lingkup LRMPHP pada 16 - 22 April 2018 dengan mengajak masyarakat melakukan reduce, reuse, recycle plastic dalam keseharian. Puncak kegiatan berupa aksi bersih-bersih lingkungan yang dilanjutkan dengan penanaman pohon. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal  20 April 2018 dan diikuti oleh seluruh pegawai LRMPHP. Dengan aksi lokal tersebut diharapkan akan menjadi aksi nasional sehingga pesan dari kegiatan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Rabu, 18 April 2018

LRMPHP Lakukan Studi Banding Layanan Perpustakaan dan Pengarsipan

Keberadaan perpustakaan pada suatu lembaga riset sangat diperlukan. Hal ini karena perpustakaan dapat mempercepat penyebarluasan informasi hasil riset kepada masyarakat. Perpustakaan sangat potensial dalam mendukung pencapaian tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mendukung tersedianya perpustakaan yang representative, LRMPHP sebagai institusi riset telah mengirim dua orang stafnya untuk melakukan studi banding.

Diskusi di ruang pengolahan bahan koleksi di perpus sleman

Diskusi di perpustakaan UGM
Studi banding bertujuan untuk mempelajari tentang  kepustakaan yang meliputi pelayanan, pengelolaan, pengembangan dan pengarsipannya serta perkembangan teknologi informasi. Kegiatan studi banding tersebut dilakukan pada tanggal 9-10 dan 18 April 2018 di Perpustakaan UGM, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotamadya Yogyakarta  serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Studi banding dilakukan dengan cara diskusi bersama pengelola perpustakaan yang dilanjutkan dengan pengamatan di lokasi.

Hasil studi banding diperoleh cara pengelolaan bahan pustaka melalui inventarisasi  menggunakan aplikasi SIPUS (Sistem Informasi Perpustakaan), klasifikasi dengan DDC (Dewey Decimal Classification) serta penentuan tajuk subyek dengan daftar tajuk subyek Perpustakaan Nasional. Diharapkan dengan pelaksanaan studi banding akan menambah wawasan dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan di LRMPHP sehingga menjadi lebih baik.