Kamis, 20 Juli 2017

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Buktikan Kebijakan Peralihan Alat Tangkap KKP Efektif

Ilustrasi Gill Net (sumber : http://www.montereyfish.com)

Penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang membuktikan, kebijakan peralihan alat tangkap ikan dari cantrang menjadi gillnet millenium merupakan kebijakan yang tepat. Adalah Alinda Putri A, Irfan Miftahudin, Putri Inova Novita, dan Septiana Sri Astuti, empat mahasiswa Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unibraw yang melakukan penelitian hasil tangkapan ikan kembung atau Rastrelliger brachysomadi laut perairan Kabupaten Pasuruan.

Pada penelitian yang dilakukan sepanjang Mei 2017 tersebut ditemukan fakta bahwa penggunaan gillnet millenium jauh lebih menguntungkan daripada cantrang karena ikan yang tertangkap oleh gillnet millenium merupakan ikan yang sudah matang dan sudah pernah bertelur.

Gillnet millenium dapat menangkap ikan yang sudah besar dan sudah bertelur dan tidak merusak karang,” kata Putri Inova Novita dalam Young Scientist International Seminar and Expo Universitas Brawijaya, Kamis (13/7/2017), sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Sebagai informasi, gillnet adalah salah satu alat tangkap yang diperbolehkan pemerintah setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2 Tahun 2015 yang diperbaharui dengan Permen KP Nomor 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI). Di mana dalam Permen tersebut penggunaan pukat tarik dan pukat hela, termasuk cantrang dilarang.

Dari hasil penelitian mereka didapatkan fakta bahwa gillnet millenium yang memiliki ukuran mata jaring 3,5 inchi hanya dapat menangkap ikan yang besarnya berukuran 18,275 cm ke atas. Sedangkan berdasarkan hasil laboratorium, ikan kembung yang besarnya sudah 18,275 cm sudah matang gonad pertama kali atau telurnya sudah matang.

“Ikan yang tertangkap kami bedah dan kami ambil telurnya, kami identifikasi tingkat kematangannya berapa. Dan sudah matang,” jelasnya.

Karenanya, ia menilai kebijakan mengganti pukat dengan gillnet millenium sebagai alat tangkap ikan efektif untuk menseleksi ikan yang sudah layak ditangkap.

Sumber: Kompas.com/AFN dan KKP news

0 comments:

Posting Komentar