Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 01 November 2017

Gelar Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Kelautan dan Perikanan 2017


Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Seminar Nasional Gelar Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Kelautan dan Perikanan. Acara ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil riset dan teknologi kelautan dan perikanan dari para pakar, peneliti dan dosen, praktisi, pemerhati dan pengambil kebijakan lembaga penelitian, perguruan tinggi, instansi pemerintah terkait, lembaga swadaya masyarakat, dan mahasiswa. Seminar Nasional Gelar Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Kelautan dan Perikanan mengusung tema “Riset dan Inovasi Teknologi untuk Solusi dan Akselerasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan”. Rangkaian acara seminar bidang pengolahan produk dan bioteknologi kealutan dan perikanan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017 di Gedung Mina Bahari III Lt. 1 dan Gedung Mina Bahari IV Lt. 15. 

Pembukaan seminar nasional ini dilaksanakan di Ball Room Gedung Mina Bahari III dengan rangkaian acara meliputi pembukaan oleh Dr. Aryo Hanggono, DEA selaku Staff Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, dan dilanjutkan dengan paparan oleh pembicara kunci yaitu Prof. Dr. Indroyono Soesilo. Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pembicara tambahan yaitu Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa dari Direktur Riset PKM Kemenristek Dikti, Dr. Nocholas Paul dari ACIAR dan Dr. Tukul Rameyo Adi dari SAM Kemenkomar Bidang Sosiologi. 

Dalam sambutannya, Dr. Aryo Hanggono, DEA menyatakan bahwa hasil riset dan teknologi dewasa ini merupakan hal yang wajib untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan. Khususnya di bidang kelautan dan perikanan sangat diperlukan teknologi dan hasil riset yang bisa membantu mensejahterakan para stakeholder. Sedangkan Prof. Dr. Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa teknologi digital dan penginderaan jauh di bidang kelautan sangat membantu memudahkan dalam pemantauan kondisi laut Indonesia sehingga bisa melakukan mapping dalam memanfaatkan hasil laut Indonesia. Dengan melakukan mapping maka penangkapan ikan akan lebih efektif dan menghasil tangkapan ikan yang lebih banyak serta tidak merusak dan mematikan sumber daya ikan selanjutnya. Hasil tangkapan ikan yang melimpah jika di sinkronisasikan dengan bidang pengolahan ikan maka akan menghasilkan industri perikanan yang maju.

Prof. Ocky menyebutkan dalam paparannya kompetensi riset Indonesia masih ketinggalan jauh dari negara lain.  Masih banyak hasil riset yang belum bisa dikembangkan menjadi skala usaha, hal ini yang menjadi salah satu tantangan pengembangan riset kedepan. Sementara itu dalam paparannya mengenai Akselerasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan, Dr. Tukul Romeyo Adi menyatakan bahwa dalam rangka akselerasi pembangunan kelautan dan perikanan yang harus diperkuat adalah industri ekonomi kreatifnya terlebih dahulu. Sebagai salah satu contoh adalah wisata bahari dan perikanan. Penggabungan antara wisata bahari dan perikanan kedepannya bisa didorong untuk menjadi prime mover perekonomian Indonesia. 

0 comments:

Posting Komentar