Selasa, 24 Desember 2019

PENYIMPANAN RUMPUT LAUT DI SALAH SATU UKM KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Rumput laut merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi maupun diperjualbelikan di Indonesia termasuk di Kabupaten Gunung Kidul. UKM pengolah maupun pengepul rumput laut akan melakukan penyimpanan rumput laut sebelum diolah atau dipasarkan. Penyimpanan rumput laut dapat berlangsung selama beberapa hari sampai bertahun-tahun. Identifikasi, dan karakterisasi gudang penyimpanan rumput laut dilakukan di salah satu pelaku usaha pengolahan dan distribusi rumput laut yaitu di UD. Rumput Laut Mandiri, Gunung Kidul.

Selama tahun 2019 ini, jenis rumput laut yang disimpan di gudang penyimpanan UD. Rumput Laut Mandiri yaitu : Ulva, agar merah, Pitata, Sargassum sp., Gelidina, Gelidium, Gracilaria, dan Eucheuma spinosum. Sedangkan Eucheuma cottonii belum tersedia karena belum mendapat kiriman dari Makassar.
Jenis rumput laut yang disimpan UD. Rumput Laut Mandiri
Rumput laut yang disimpan ada 2 macam menurut kondisi pengolahannya yaitu rumput laut kering asin dan kering tawar. Pada rumput laut kering asin masih terdapat kandungan garam dalam jumlah banyak, sedangkan pada rumput laut kering tawar, sudah mengalami proses pencucian dan harus dikeringkan dahulu sebelum disimpan.

Para-para penjemuran rumput laut
Sebelum disimpan, rumput laut dikeringkan dengan diletakkan pada para – para yang terpapar sinar matahari. Proses pengeringan dengan sinar matahari ini berlangsung selama dua hari. Pengecekan kadar air dengan cara memegang fisik rumput lautnya. Setelah dirasa cukup, rumput laut kemudian dimasukkan ke dalam karung dan disimpan pada gudang penyimpanan.

Penyimpanan rumput laut di gudang dalam wadah karung dengan cara ditumpuk sampai ketinggian tertentu, di bagian bawahnya ada yang diberi alas palet dan ada yang tidak. Kapasitas maksimal gudang penyimpanan yaitu 20 ton, namun saat ini kapasitas gudang penyimpanan yang digunakan hanya 3 ton. Penyimpanan rumput laut kering asin bisa bertahan selama 3 – 5 tahun, dengan susut bobot  18% selama 4 tahun. 

Kondisi gudang penyimpanan
Perlakuan pasca panen hendaknya perlu menjadi perhatian yang serius dari semua pelaku usaha rumput laut. Pembudidaya harus mulai sadar akan pentingnya jaminan kualitas hasil produksi yang baik, dengan begitu akan terbangun hubungan timbal balik secara positif antara pembudidaya dengan pihak industri pengolah. Jika standar kualitas rumput laut yang dihasilkan baik, maka akan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha industri pengolah, kondisi ini tentunya secara langsung akan menjamin kontinuitas penyerapan produksi dari pembudidaya sehingga kegiatan usaha budidaya akan berjalan secara berkelanjutan (Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP). 

Secara umum rumput laut kering dengan kandungan kadar air 20-30% mampu bertahan 2-3 tahun, bergantung pada cara penyimpanan.  Tempat penyimpanan yang baik adalah tidak lembab, kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pada bagian dasar (di atas lantai) diberi alas dari papan penyangga untuk menghindari kelembaban. Penyimpanan yang tidak baik bisa menyebabkan kadar air rumput laut meningkat hingga 50-55%. Pada kondisi demikian, rumput laut bisa membusuk dan tidak mampu disimpan lama. Rumput laut yang mengalami peningkatan kadar air sebaiknya dilakukan penjemuran ulang dan dipadatkan kembali, kemudian disimpan pada tempat yang memenuhi syarat penyimpanan.

Menurut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,KKP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan, antara lain :
1) Tempat/gudang penyimpanan harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, tetapi hindari lubang         yang besar, gudang mudah dirawat dan dibersihkan dan jangan menimbulkan kotoran/benda                asing yang dapat mengkontaminasi produk
2) Produk harus disimpan dan ditata secara rapi (di atas palet kayu) dan diberi label (kode lot)
3) Barang yang masuk dan keluar gudang harus tercatat dengan baik (jumlah dan kode lot-nya)
4) Pengeluaran barang dari gudang harus mengikuti system FIFO (first in first out), yaitu barang              yang masuk pertama kali harus keluar terlebih dahulu. Sedangkan barang yang masuk terakhir             harus keluar belakangan.
5) Ketinggian susunan rumput laut yang telah dikemas maksimal 5 susun sedangkan jarak antar              palet/papan (alas) 20 cm. 



Penulis: Ahmat Fauzi, Peneliti LRMPHP

0 comments:

Posting Komentar