Kamis, 27 Februari 2020

Mengenal DSC (Differential Scanning Calorimetry), Analisa Untuk Mengetahui Ketahanan Termal Kemasan Bioplastik

Berdasarkan data dari Geyer, et al. (2017), jumlah produksi plastik dari tahun 1950 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan yang sangat tajam, dari 2 juta ton per tahun menjadi 381 juta ton per tahun.
Produksi plastik secara global
       
Produksi plastik yang meningkat tajam ini menimbulkan efek yang berbahaya bagi lingkungan karena sifat plastik yang susah terurai (bisa bertahan hingga ribuan tahun), pencemaran plastik di laut juga berbahaya terutama jika tidak sengaja terkonsumsi oleh ikan dan satwa laut lainnya (kasus paus sperma tewas di pinggir perairan Wakatobi dengan 5,9 kg plastik di perutnya), selain itu bahan kimia yang terdapat dalam plastik juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik yaitu dengan pembuatan bioplastik. Bioplastik atau yang sering disebut plastik biodegradable, merupakan salah satu jenis plastik yang hampir keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbarui, seperti pati, minyak nabati, dan mikrobiota. Salah satu indikator mutu plastik yaitu sifat atau ketahanannya terhadap panas, yang dapat dianalisa dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC).

Schick dalam Anal. Bioanal. Chem. (2009) menyampaikan bahwa Differential Scanning Calorimetry (DSC) adalah suatu alat analitis yang efektif untuk mengkarakterisasi sifat fisik dari suatu polimer. DSC memungkinkan penentuan titik leleh, kristalisasi, suhu transisi mesomorfik, perubahan entalpi dan entropi yang sesuai, dan karakterisasi transisi kaca dan efek lain yang menampilkan baik perubahan kapasitas panas atau panas laten. Keunggulan DSC dibandingkan dengan teknik kalorimetri lainnya terletak pada rentang dinamis luas mengenai tingkat pemanasan dan pendinginan, termasuk isotermal dan operasi modulasi suhu. DSC telah terbukti menjadi teknik yang sangat andal untuk didapatkan kapasitas panas pada suhu tinggi dalam waktu singkat waktu. DSC juga memungkinkan studi tentang kinetika transisi dalam rentang dinamis yang luas. Karena kesederhanaan dan kemudahannya penggunaan DSC secara luas diterapkan dalam ilmu polimer.

Menurut Balasubramanian, et al (2018) dalam tulisannya yang disampaikan pada Jurnal Biomac, karakteristik termal dari suatu film atau plastik dianalisa dengan Differential Scanning Colorimetry (DSC) pada range suhu 25 - 300°C dengan gas Nitrogen dan pada laju pemanasan 10°C/ menit.
Alat DSC

Penulis : Putri Wullandari, Peneliti LRMPHP

0 comments:

Posting Komentar