Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Rabu, 22 Mei 2013

Peresmian Gedung Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi PengolahanHasil Perikanan

Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LPPMPHP) mengadakan acara peresmian Gedung LPPMPHP pada tanggal 20 Mei 2013 di Kantor LPPMPHP, Jl. Imogiri Barat KM 11.5, Jetis Bantul - Yogyakarta. Acara peresmian dihadiri oleh Pejabat lingkup BalitbangKP, BBP4BKP, tamu undangan (yang terdiri dari Staf Ahli Bupati Bantul bidang pembangunan, Setda Bantul, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Yogyakarta, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Camat Jetis, Kapolsek Jetis dan Danramil Jetis), peneliti dan pegawai BBP4BKP serta pegawai LPPMPHP.

Acara peresmian dilakukan oleh Kepala BalitbangKP, Prof. Rizald Max Rompas, yang ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan prasasti peresmian serta pengguntingan pita. Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap siang.

Berikut dokumentasi kegiatan peresmian Gedung LPPMPHP.

20130520_101604

20130520_101656

20130520_102647

20130520_103402

20130520_103413

20130520_104240

20130520_104249

20130520_104253

20130520_104320

20130520_104323

20130520_104326

20130520_104356

20130520_104357

20130520_104358

20130520_105614

IMG-20130522-WA0001

IMG-20130522-WA0002

IMG-20130522-WA0003

Jumat, 10 Mei 2013

Dua Kapal Nelayan Terbalik di Pantai Selatan Kulonprogo

YOGYA (KRjogja.com) - Dua unit kapal jenis cukung (kapal mesin tempel) milik nelayan terbalik di dua lokasi yang berbeda di sekitar perairan Kulonprogo, Kamis (09/05/2013). Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun kedua kapal milik nelayan tersebut mengalami rusak berat.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Pantai Glagah, Pelda Agus Sumaryanto mengatakan, kedua peristiwa terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 06.00 WIB. Pada saat itu kondisi perairan pantai selatan Kulonprogo memang tengah terjadi angin kencang serta ombak tinggi mencapaip 4 meter.

Kapal ‘Senang Hati’ dengan tekong (pemegang kemudi mesin) Tarjan (53) beserta dua nelayan bernama Sikun (27) dan Narsito (35) dihantam ombak di Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo. Beruntung para korban dapat menyelamatkan diri dengan bantuan nelayan lainnya. Kondisi kapal yang terbuat dari fiber glass tersebut rusak namun mesin kapal masih dapat diselamatkan.

Peristiwa kedua terjadi di Pantai Karangwuni, Wates, Kulonprogo menimpa kapal ‘Mandala Putra’ dengan tekong Sanmadi (48). Saat bergerak sekitar 100 meter dari bibir pantai tiba-tiba ombak setinggi 4 meter menghantam kapal miliknya.

Kapal sepanjang kurang lebih 7 meter dengan lebar sekitar 1 meter ini terbalik dan korban berhasil selamat berenang ketepi pantai. Mesin kapal hilang tenggelam sementara kondisi kapal pecah.

“Keduanya dihantam obak saat akan melaut. Kondisi pantai saat itu memang tidak memungkinkan untuk dilakukan pelayaran namun beberapa nelayan tetap memaksakan diri,” tegas Agus Sumaryanto. (Van)

Kamis, 09 Mei 2013

HNSI DIY Minta Dinas Perbanyak Program Bagi Nelayan

BANTUL (KRjogja.com) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY, KPH Wironegoro mengatakan, rencana naiknya harga Bahan Bahan Minyak (BBM) oleh pemerintah dirasa semakin memberatkan nelayan di DIY yang mencapai ribuan orang.

Oleh sebab itu HNSI mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan DIY meningkatkan program bagi nelayan. Selain itu harga jual ikan dipasaran harus disesuaikan dengan biaya operasional. "Bukan kami keberatan dengan rencana itu, tetapi dinas harus punya program bagi nelayan," ujar KPH Wironegoro, Rabu (8/5).

KPH Wironegoro mengatakan, dalam kondisi normal ketika harga bensin normal, banyak kehidupan nelayan terseok. Tentunya ketika harga premium naik harus ada terobosan untuk melindungi nelayan.

Terpisah Mugari, nelayan Pantai Samas Sanden Bantul mengatakan, ketika harga premium naik, yang dibutuhkan nelayan adalah kepastian harga jual ikan di pasaran. "Harga jual ikan harus naik, menyesuaikan dengan premium sebagai bahan bakar," jelas Mugari. (Roy)

Jumat, 03 Mei 2013

Pengumuman Penetapan Penyedia - Pembangunan Pagar dan Pintu GerbangPerkantoran LPPMPHP

lpse kkp

Nomor :  03.3/BalitbangKP/LPPMPHP/PL.113/V/2013
PAKET PEKERJAAN : Pembangunan Pagar dan Pintu Gerbang Perkantoran LPPMPHP
Nilai HPS : Rp 532.036.000,-

Klik di sini

Kamis, 02 Mei 2013

BPS DIY Awali Sensus Pertanian 2013

BANTUL (KRjogja.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY resmi telah melakukan sensus pertanian mulai Rabu (01/05/2013) hingga 31 Mei mendatang. Sensus pertanian ini mengerahkan 4.700 petugas guna mencapai cakupan sensus DIY yang luasnya.


Kepala BPS DIY, Wien Kusdiatmono mengatakan sensus pertanian yang merupakan kelima kali di adakan di Indonesia ini dilakukan untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas mengenai struktur pertanian di Indonesia saat ini. Data pokok yang dikumpulkan meliputi skala usaha dan input usaha pertanian, penguasaan dan penggunaan lahan, luas tanam, irigasi, peternakan, budidaya dan penangkapan ikan dan juga budidaya kehutanan.


"Untuk DIY sendiri  ada 4.700 yang sudah dilatih  134 instruktur daerah April lalu. Petugas tersebut terbagi menjadi 624 di Kabupaten Kulonprogo, 1.429 di Kabupaten Bantul, 996 di Kabupaten Gunungkidul, 1.564 di Kabupaten Sleman dan 88 petugas di Kota Yogyakarta," papar Wien.


Wien menyampaikan hasil sensus pertanian ini  akan digunakan sebagai bahan perencanaan, implementasi kebijakan dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait, perguruan tinggi dan lembaga internasional serta pelaku bisnis sektor pertanian,


“Pencacahan dilakukan secara tim yang terdiri dari tiga orang yang bertugas untuk menyelesaikan sembilan hingga 12 blok sensus dan di koordinir oleg seorang koordinator tim. Untuk mencegah cacah ganda, setiap petugas disertai dengan peta blok sensus,” imbuhnya


Setelah sensus selesai akhir Mei nanti, maka akan dilanjutkan dengan pengolahan dokumen dan hasil pencacahan lengkap yang di jadwalkan selesai pada Agustus 2013. (*-24)