Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Jumat, 05 Agustus 2016

Sosialisasi Reformasi Birokrasi lingkup Puslitbang Daya Saing Produkdan Bioteknologi KP

6bba34c0-9fdc-4fcd-b11d-b0324eb5ee9e

Dua orang pegawai LPPMPHP, masing-masing dari tata usaha dan tata operasional (Gilang R. Israwan dan Koko Kurniawan) mengikuti Sosialisasi Reformasi Birokrasi di Aula Sofyan Ilyas P3DSPB yang dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2016. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural dan fungsioanl P3DSPB, dengan narasumber Bapak Teuku Nilwan (Inspektur IV - KKP).


Peserta sosialisasi RB
Peserta sosialisasi RB

Kredit foto: tim P3DSPB KP

Senin, 01 Agustus 2016

Tim Keuangan LPPMPHP mengikuti penyusunan laporan keuangan semester 1lingkup BalitbangKP

image004

Tim keuangan LPPMPHP yang terdiri dari Koordinator TU, Bendahara Pengeluaran dan Operator SAI mengikuti penyusunan laporan keuangan semester 1 lingkup BalitbangKP, yang terdiri dari kegiatan pra rekonsiliasi dan kegiatan rekonsiliasi laporan keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Bogor Salak Tower Hotel. Kegiatan pra rekonsiliasi sendiri sudah dibuka dan dimulai pada hari Senin tanggal 25 Juli 2016. Namun demikian, pada hari Selasa tanggal 26 Juli 2016, satker LPPMPHP belum maju untuk mengikuti pra-rekonsiliasi karena masih ada beberapa dokumen yang dalam perbaikan. Kegiatan pra-rekonsiliasi sendiri berupa review dan pemeriksaan kelengkapan (check-list item) dan pengecekan substansi laporan keuangan oleh tim review internal BalitbangKP.

Kegiatan rekonsiliasi data laporan keuangan semester I TA 2016 dilaksanakan tanggal 26 - 29 Juli 2016. Kegiatan ini dibuka pada tanggal 26 Juli 2016 siang oleh Sekretaris BalitbangKP (Dr. Indra Sakti), serta diisi juga dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber, yaitu Kepala Biro Keuangan, Inspektur IV dan Inspektur V.

Materi yang dipaparkan oleh Sekretaris BalitbangKP yaitu reviu status terkini masalah penyelesaian laporan keuangan, penyelesaian satker inaktif (P4KSI, P3TKP dan P4B), penyelesaian PNBP, barang bantuan ke masyarakat/pemda 526, mutasi BMN dari satker inaktif, serta pelaksanaan anggaran berbasis akrual.

Materi yang dipaparkan oleh kepala Biro keuangan yaitu pedoman penyusunan laporan keuangan semester 1 TA 2016, tindaklanjut audit BPK yang mempengaruhi saldo akhir 2015 dan saldo awal 2016 (audited) serta potensi selisih (status unregistered) yang diakibatkan oleh belum dilakukan rekonsiliasi internal antara SIMAK BMN dan SAIBA. Adapun inspektur IV lebih menyoroti ke sisi perencanaan penganggaran dan status WTP KKP, sedangkan inspektur V memberikan pembekalan mengenai gratifikasi dan integritas.

Usai pembukaan, dilakukan pembentukan tim review yang terdiri dari staf bagian keuangan dan umum BalitbangKP serta tim auditor dari Itjen (Inspektorat IV). Tim dari LPPMPHP mendapatkan giliran untuk direview oleh auditor pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016. Beberapa perbaikan yang diminta oleh tim review yaitu penjelasan mengenai LPE, pembayaran uang makan Desember 2015 yang dilakukan pada bulan Januari 2016 dengan DIPA TA 2016, serta perincian uang persediaan senilai Rp 200.000.000,- (kuitansi belum di-SP2D-kan, uang tunai di kas bendahara / brankas, uang di PUMK, serta uang dalam bentuk saldo di rekening Bendahara Pengeluaran).



image002
Pengecekan oleh tim internal BalitbangKP

Usai perbaikan, pelaksanaan rekonsiliasi data SAI tim LPPMPHP telah selesai yang dibuktikan dengan penandatanganan form CHR dari Itjen. Acara rekonsiliasi data SAI ini ditutup pada hari Jumat tanggal 29 Juli 2016 oleh Sekretaris BalitbangKP.

image003
Pengecekan oleh tim auditor KKP

Sosialisasi dan Bimtek Perdirjen Perbendaharaan No. PER-31/PB/2016

index

Berdasarkan undangan dari KPPN Yogyakarta, 2 orang pegawai LPPMPHP (Koordinator Tata Usaha dan staf TU) menghadiri undangan Sosialisasi dan Bimtek Perdirjen Perbendaharaan No. PER-31/PB/2016 tentang Tata Cara Pembayaran Penghasilan bagi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri yg dibebankan pada APBN di KPPN pada tanggal 29 Juli 2016. Peraturan ini berlaku 2 bulan sejak tanggal ditetapkan (29 Juni 2016). Tindaklanjut dari adanya peraturan dan sosialisasi peraturan ini yaitu penyiapan kelengkapan berkas dan dokumen yang diperlukan untuk pembayaran, seperti dokumen kepegawaian, NPWP dan rekening bank.

Rabu, 13 Juli 2016

Partisipasi LPP-MPHP dalam Rakernis Terpadu KKP dan Rakernis LingkupBalitbang KP Tahun 2016

Rakernis

Sebagai kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun, LPPMPHP berpartisipasi langsung pada Rakernis yang diwakili oleh Plt Kepala LPPMPHP dan Koordinator TO.  Rapat Kerja Teknis memiliki peran strategis untuk merencanakan dan mengoreksi kembali tingkat kemajuan rangkaian program yang telah dilaksanakan di lingkup KKP. Rapat Kerja Teknis Lingkup KKP yang dilaksanakan di Ballroom, Gedung Mina Bahari III, pada tanggal 30 Mei 2016 dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan dihadiri sekitar 600 peserta dari perwakilan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) lingkup KKP serta Dinas Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia. Dalam Rakernis ini juga di launching program Satu Data sebagai program unggulan KKP untuk mendukung kebijakan nasional sebagai wujud peningkatan kualitas data, penyatuan data, dan pembukaan akses data bagi masyarakat luas. Rakernis 2016 terbagi dalam empat sesi yang menghadirkan narasumber Setjen KKP, perwakilan dari Kenterian Keuangan, Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Koperasi dan UKM, dan perwakilan PT Pertamina dan Perindo.

Selain menghadiri kegiatan Rakernis 2016 lingkup KKP, perwakilan LPPMPHP juga menghadiri kegiatan Rakernis lingkup BalitbangKP di hotel Royal Bogor pada tanggal 30 Mei – 1 Juni 2016 dengan tema “Reposisi peran Balitbang KP dalam pembangunan Kelautan dan Perikanan ke depan”. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Badan Litbang KP yaitu Bapak Muhamad Zulficar Mochtar. Sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernis. Dalam arahannya Kepala Balitbang menyatakan bahwa program-program kegiatan Balitbang KP harus berubah dari kegiatan penelitian yang tak berujung menjadi in house consultant Dirjen Teknis dan Pusat Inovasi terhadap isu-isu strategis yang mengemuka saat ini di bidang kelautan dan perikanan. Selanjutnya kegiatan dibagi menjadi 3 sidang kelompok yaitu : 1. Kelembagaan dan sarana prasarana, 2. Penelitian dan pengembangan serta 3. Diseminasi. Output yang diharapkan dari penyelenggaraan meliputi rekomendasi reposisi lembaga Litbang sebagai pusat kepakaran, rekomendasi fokus roadmap penelitian terdepan, dan rekomendasi strategi komunikasi hasil riset yang selanjutnya akan dituangkan dalam sebuah rumusan sebagai acuan kegiatan Balitbang KP kedepan.

Partisipasi LPP-MPHP dalam Pameran Potensi dan Hari Jadi KabupatenGunung Kidul ke-185



Partisipasi LPP-MPHP dalam pameran potensi dan hari jadi kabupaten Gunungkidul ke-185 dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Juni 2016. Tujuan partisipasi dalam pameran selain sebagai media promosi dan sosialisasi atas hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh LPP-MPHP juga sebagai wahana pertukaran informasi antara LPP-MPHP dan pemangku kepentingan terkait (DKP Gunungkidul dan UKM Pengolaha dan Pemasar Hasil Perikanan) mengenai perkembangan usaha dan kendala teknis menyangkut peralatan yang dipergunakan dalam proses pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Pameran tersebut merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke-185 dengan tema Gunungkidul Sejahtera, Kita Bangun Gunungkidul dengan Potensi Lokal yang Berdaya Saing Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri. Pembukaan pameran tersebut ditandai dengan pelepasan 40 (empat puluh) ekor burung Merpati dari tangan Bupati dan Kepala-kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pada pameran tersebut LPP-MPHP menampilkan Alat Meat Bone Separator, Altis 2, dan Alat Pengukus Nugget di Stand DKP Gunungkidul. Pada kunjungan ke stand DKP Gunungkidul, Bupati Gunungkidul dan Wakil Bupati sempat memperhatikan tayangan video dari LPP-MPHP yang menampilkan beberapa teknologi hasil riset. Bapak Wakil Bupati menyatakan bahwa teknologi yang dihasilkan sudah cukup advance namun perlu diperluas lagi dengan hasil yang mempunyai manfaat/impact besar bagi masyarakat misalnya menghasilkan teknologi yang mampu mengolah air laut menjadi air tawar. Beliau menyatakan keyakinan kepada LPP-MPHP karena memiliki segenap potensi sumber daya yang dibutuhkan.

foto_2    foto_3

Selama mengikuti penyelenggaran pameran, LPP-MPHP telah menerima kunjungan dari sejumlah UKM antara lain UKM Bandeng Duri Lunak Seno Budiyanto, UKM POLAIGUN, UKM MINA ASIH. Dari kunjungan tersebut diidentifikasi sejumlah kendala teknis yang ditemui serta minat mereka terhadap teknologi yang diciptakan LPP-MPHP. Peralatan yang diminati antara lain : pengukus nugget, deep fryer, meat bone separator, lemari peniris. Ibu Rustono UKM POLAIGUN menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengukus adonan karena menurut beliau alat tersebut akan sangat berguna dan dapat meningkatkan kecepatan proses pembuatan sate ikan marlin. Sedangkan dari pelaku UKM Tahu Bu Hirta menyampaikan pengalamannya menggunakan peralatan pengukus nugget karya LPP-MPHP. Beliau menyatakan bahwa alat tersebut sangat membantu proses produksi nugget kaki naga yang mencapai 200 kg adonan per hari. Kendala teknis yang dijumpai dari pengukus adonan tersebut adalah masih menempelnya air pengukus pada pan-pan pengukus sehingga membutuhkan waktu lama untuk proses pengukusan. Dari identifikasi tersebut untuk selanjutnya akan dikoordinasikan hasilnya dengan pihak DKP Gunungkidul.