Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 28 November 2016

KOORDINASI, INISIASI KERJASAMA DAN SINKRONISASI HASIL LITBANG LPP-MPHPDENGAN BBP2HP


Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LPPMPHP) pada hari Kamis tanggal 24 November 2016 telah menerima kunjungan dari Tim Perekayasa Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP)-Jakarta yang dipimpin oleh Ibu Dra. Rini Andriyani, MP sebagai Kepala Bidang Uji Terap Teknik Pengolahan dan Pemasaran – BBP2HP. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi, koordinasi, penjajakan kerjasama serta sinkronisasi hasil litbang LPPMPHP dengan kegiatan perekayasaan di BBP2HP. Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan yang telah dilakukan pada Bulan Maret lalu terkait teknologi Hidrolisat Protein Ikan (HPI). BBP2HP bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (P3DSPBKP), Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah berhasil mengembangkan teknologi HPI berupa peralatan fermentor. Koordinasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi terkait industri pengolahan yang ada di wilayah DI Yogyakarta untuk kegiatan penerapan aplikasi teknologi HPI.

Kunjungan BBP2HP diterima langsung oleh Kepala LPPMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi beserta Tim Pelayanan Teknis. Diskusi diawali dengan pemaparan oleh Bapak Koordinator Pelayanan Teknis, Tri Nugroho Widianto, M.Si tentang hasil litbang di LPPMPHP. Dalam diskusi juga disampaikan minat para Perekayasa BBP2HP untuk mengaplikasikan beberapa teknologi hasil litbang LPPMPHP berupa teknologi alat pengering rumput laut hybrid beserta pengembangan sumber energi hibrid untuk kegiatan pengembangan teknologi pengolahan ikan asin dari ikan Patin yang dapat dimanfaatkan oleh UKM.


Kegiatan kunjungan oleh Tim Perekayasa dilanjutkan dengan mengunjungi sarana workshop, ruang display peralatan hasil litbang LPPMPHP, dan bengkel konstruksi yang ada di LPPMPHP. Selanjutnya, Tim Perekayasa BBP2HP akan mengkaji lebih detil terkait pengembangan teknologi pengolahan produk perikanan dengan efisiensi penggunaan energi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh UKM.

Jumat, 25 November 2016

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PUPUK RUMPUT LAUT (SERI-1)


Pupuk berbahan dasar rumput laut saat ini banyak dikembangkan di berbagai negara untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, hortikultura, dan juga untuk jenis tanaman hias. Sedangkan di Indonesia sendiri, pupuk organik rumput laut sudah tersedia dipasaran, namun demikian masih merupakan produk impor. Pupuk rumput laut tersebut biasanya digunakan sebagai pupuk pelengkap atau sebagai pupuk organik dengan senyawa utamanya adalah hormon pemacu tumbuh (HPT) yang telah diklaim dan juga terbukti secara sains mampu untuk meningkatkan dan mempercepat hasil panen tumbuhan buah dan tanaman pertanian lainnya.

Pengolahan rumput laut menjadi pupuk umumnya dilakukan dengan pencucian, pencacahan dan ekstraksi. Sedangkan untuk membuat pupuk padat (granul) ditambahkan proses penepungan dan granulasi. Beberapa proses tersebut sebagian masih dilakukan secara manual seperti pada pencucian dan ektraksi. Pencucian secara manual dilakukan dengan merendam rumput laut ke dalam bak penampungan dan di injak-injak untuk membersihkan rumput laut dari kotoran-kotoran yang menempel. Sedangkan pada proses ektraksi dilakukan dengan cara memeras cairannya menggunakan kain belacu, kemudian hasilnya ditampung dalam botol-botol plastik.

LPP-MPHP pada beberapa tahun terakhir telah mengembangkan peralatan pengolahan pupuk rumput laut yang dapat digunakan untuk produksi skala UKM. Peralatan tersebut di desain melalui tahapan kegiatan diantaranya identifikasi kebutuhan yang langsung dilakukan terhadap pengguna serta pelaksanaan kegiatan uji coba lapang sehingga menghasilkan peralatan yang sesuai kebutuhan UKM. Beberapa peralatan tersebut diantaranya alat pencuci, alat pencacah, alat ektraksi, alat pengepres, alat granulator dan alat pengayak.

Rabu, 16 November 2016

Uji Coba Lapang Alat Uji Kesegaran Ikan

Salah satu rangkaian/tahapan penelitian Alat Uji Kesegaran Ikan TA 2016 adalah uji kinerja lapang. Uji coba alat dilakukan untuk mengetahui kinerja alat di berbagai tempat dan ketahanan alat saat transportasi. Pengujian alat dilakukan di Sadeng, TPI Tamperan  dan TPI Cilacap seperti terlihat pada gambar 1-3. Pemilihan pengujian di area TPI dikarenakan keberadaan ikan di tempat tersebut. Pengujian kesegaran ikan dilakukan dengan memeriksa tingkat kesegaran ikan yang dijual pedagang di sekitar TPI.



uki_1
Gambar 1. Pengujian alat uji kesegaran ikan di Sadeng

uki_2
Gambar 2. Pengujian alat uji kesegaran ikan di TPI Tamperan, Pacitan

uki_3
Gambar 3. Pengujian alat uji kesegaran ikan di TPI Cilacap

Hasil pengujian di lapangan menunjukkan bahwa alat sudah mampu mendeteksi citra mata ikan dengan berbagai tingkat kesegaran ikan. Harapannya alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesegaran ikan secara cepat dan akurat tanpa merusak ikan (non destruktif).

Jumat, 11 November 2016

PERALATAN PENGOLAHAN FISH JELLY PRODUK (SERI 4 – ALAT PENGGILING)



Mesin penggiling adalah alat yang digunakan untuk menggiling daging ikan menjadi daging lumat pada pembuatan produk fish jelly. Alat penggiling daging yang biasa digunakan oleh UKM pengolah fish jelly adalah grinder yang juga biasa digunakan untuk menggiling daging sapi, ayam dan produk lainnya. Alat tersebut dalam pengoperasiannya mengalami beberapa kendala. Kendala yang dihadapi dalam pengoperasian alat ini diantaranya kapasitas listrik tidak sesuai dengan kapasitas listrik terpasang di UKM, kapasitas alat tidak sesuai dengan kapasitas produksi sehingga beberapa peralatan tidak digunakan oleh pengolah. Selain itu desain hopper terlalu kecil sehingga efisiensi proses penggilingan belum optimal. Kendala lain yang dihadapi adalah kualitas hasil gilingan kurang halus, sehingga proses penggilingan dilakukan sampai tiga kali ulangan sampai hasil gilingan menjadi halus.

Pada tahun anggaran 2015 LPP-MPHP telah mengembangkan model alat penggiling daging. Alat penggiling dirancang untuk bisa memenuhi kebutuhan UKM dan menghasilkan fish jelly yang memenuhi standar SNI. Komponen utama mesin penggiling daging terdiri dari screw, pisau pemotong, hopper, screen berpori dan motor penggerak. Perbaikan dan modifikasi dilakukan berdasarkan hasil identifikasi peralatan penggiling daging yang telah digunakan oleh UKM, kebutuhan teknis UKM, karakteristik fisik/mekanik daging ikan yang digiling dan produk yang diinginkan.


Gambar 1. Alat penggiling hasil rancang bangun LPP-MPHP

Hasil uji kinerja alat menunjukkan bahwa kapasitas alat penggiling sampai 91,5 kg/jam. Dengan menggunakan screen berpori 6 mm penggilingan dapat dilakukan satu kali sehingga prosesnya menjadi lebih cepat.

Senin, 07 November 2016

Kerjasama Alat Uji Kesegaran Ikan Tuna Non Destruktif LPPMPHP - ITS (2016)


Dokumentasi liputan media, perjanjian kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi KP - BALITBANGKP (cq. Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (cq. Jurusan Teknik Elektro)

Daftar Link
  • http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/16/11/04/og452v284-its-didukung-kkp-desain-alat-deteksi-kesegaran-ikan
  • http://www.suarasurabaya.net/mobile/kelanakota/detail/2016/179833-Teliti-Kesegaran-Ikan-Tuna,-ITS-Gandeng-LPP-MPHP-Bantul
  • http://kabarindo.com/?act=single&no=43623
  • http://www.antarajatim.com/lihat/berita/186923/its-kkp-kerja-sama-desain-alat-deteksi-kesegaran-ikan
  • http://balipost.com/read/pendidikan/2016/11/05/64456/its-desain-alat-deteksi-kesegaran-ikan.html
  • http://industri.bisnis.com/read/20161104/84/599282/inovasi-its-kkp-kembangkan-alat-deteksi-kesegaran-ikan
  • http://jatim.antaranews.com/berita/186923/its-kkp-kerja-sama-desain-alat-deteksi-kesegaran-ikan?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news
  • http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=18&date=2016-11-05
  • http://www.cendananews.com/2016/11/its-rancang-desain-alat-deteksi.html
  • http://www.centroone.com/News/Detail/2016/11/7/12747/its-digandeng-kkp-ciptakan-alat-deteksi-kesegaran-tuna
  • http://surabayaonline.co/2016/11/04/its-siapkan-teknologi-untuk-tangkapan-ikan-berkualitas/
  • http://www.jurnalindonesia.net/alat-deteksi-kesegaran-ikan-ala-its/