Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/2017

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 25 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2017

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Jumat, 08 Februari 2019

Peliputan Hasil Riset LRMPHP oleh Media Nasional

Peliputan hasil riset LRMPHP oleh media
Seiring berkembangnya era digitalisasi, berita dan informasi  dituntut cepat sampai kepada masyarakat. LRMPHP sebagai institusi riset yang handal di bidang iptek dan inovasi mekanisasi pengolahan hasil perikanan dan kelautan selalu berusaha untuk mendesiminasikan hasil-hasil iptek dan inovasi tersebut kepada masyarakat. Sejalan dengan hal itu maka dilakukan peliputan hasil riset dan inovasi LRMPHP oleh media nasional (Gatra) pada kamis, 7 Februari 2019. Media ini merupakan  majalah berita mingguan yang berisi aneka berita  termasuk  bidang iptek dan dapat diakses secara online  melalui situs www.gatra.com. 

Peliputan hasil riset LRMPHP dilakukan di Kantor LRMPHP dan kunjungan lapang untuk mewancarai pengguna hasil riset tersebut. Peliputan iptek dan inovasi didahului dengan pemaparan  hasil-hasil riset LRMPHP oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad, S.Pi, M.Sc  bersama tim media peliput serta didampingi oleh perwakilan tim peneliti LRMPHP dan Pusriskan Jakarta yang diwakili oleh Dra. Hera Rusida, M.M. Pada kesempatan ini, Ka.LRMPHP menjelaskan lebih dari 15 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2018. Salah satu hasil rancang bangun peralatan tersebut berupa alat transportasi ikan segar roda 2 (ALTIS-2). 


Peliputan hasil riset di LRMPHP
ALTISe-2 merupakan inovasi alat transportasi ikan segar berpendingin untuk kendaraan roda 2 (motor) yang dapat mempertahankan suhu tetap rendah sehingga mutu ikan tetap terjaga. ALTISe-2 terpilih kedalam salah satu inovasi 108 Karya Inovasi Terbaik Tahun 2016 pada kategori alat transportasi. ALTISe-2 juga terpilih dalam Bundle+ Inovasi Indonesia (2008 - 2017). Bundle “100+ Inovasi Indonesia” adalah kumpulan serial tahunan karya inovasi Indonesia, dalam set 10 (sepuluh) buku, berisi 1.045 karya inovasi Indonesia yang dinilai paling prospektif selama 10 tahun terakhir. Pada 2018, ALTIS-2 juga meraih juara II pada kompetisi IPLAN (IPLAN Challenges 2018) yang dilaksanakan oleh Innovation Factory dan NTUitive. 

Dengan berbagai keunggulan dan prestasi yang telah diraih ALTIS-2 tersebut, dilanjutkan wawancara dengan pengguna ALTIS-2. Wawancara dengan pengguna ALTIS-2 yaitu Bp. Somulyo dari Bantul dilakukan di Kantor LRMPHP, serta dengan Bp. Marwoto di Gunung Kidul. Hasil wawancara menunjukkan bahwa umumnya pengguna ALTIS-2 mendapatkan keuntungan dengan menggunakan ALTIS-2 yaitu lebih praktis, higienis dan ikan/udang yang dijual tetap segar.  Beberapa kendala terkait dengan kerusakan komponen peralatan selama ini bisa ditangani sendiri oleh pengguna. Tim LRMPHP yang ikut mendampingi juga memberi saran kepada pengguna ALTIS-2 untuk mendatangi Kantor LRMPHP apabila ada kerusakan yang tidak dapat ditangani sendiri.


Peliputan dengan pengguna ALTIS-2
Selain diskusi dengan pengguna ALTIS-2, peliputan juga dilakukan kepada pengguna peralatan olahan tuna UD. Lestari Jaya di Gunung Kidul. UKM ini di miliki oleh Bapak Sungkono yang merupakan UKM binaan LRMPHP dan menggunakan almari peniris  rancang bangun LRMPHP untuk produk olahan tuna seperti dalam nugget, tahu dan ekado. Pada kesempatan tersebut, Bp. Sungkono menjelaskan bahwa selama ini peralatan yang digunakan berjalan dengan lancar, adapun sedikit kendala yang dihadapi yaitu almari peniris tidak bisa masuk ruang produksi dikarenakan almari peniris terlalu besar. Keuntungan pada saat menggunakan alat almari peniris ini yaitu produk lebih cepat tiris dan lebih higienis sehingga dapat menjaga mutu produk yang dihasilkan. 

Peliputan dengan pengguna hasil riset di UD. Lestari Jaya


Kamis, 24 Januari 2019

Bantul Galakkan Gerakan Rumah Tangga Perikanan

Salah seorang peserta gerakan Rumah Tangga Perikanan di Bantul
Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (PPKP) Kabupaten Bantul beberapa tahun terakhir ini menggalakkan gerakan Rumah Tangga (RT) Perikanan. Gerakan ini dengan mengajak warga yang pekarangannya berpotensi untuk membuat kolam atau empang agar ikut membudidayakan ikan seperti lele, gurami, nila, bawal dan lainnya.

Menurut Kepala Dinas PPKP Bantul Ir Pulung Haryadi MSc target keikutsertaan RT Perikanan di Bantul akhir 2018 mencapai 6.000 KK. Tetapi hingga Selasa (22/01/2019) baru tercapai sekitar 84 persen. “Kami optimis sebelum akhir 2019, keikutsertaan RT Perikanan bisa tercapai 6.000 orang, bahkan bisa lebih,” katanya.

Hasil ikan dari RT Perikanan di Bantul selama ini cukup memuaskan sehingga dapat untuk mencukupi kebutuhan ikan di Bantul, bahkan bisa terjual ke luar Bantul. Produksi ikan di Bantul seluruhnya meliputi ikan tangkap dari laut dan sungai, serta ikan darat setiap tahunnya rata-rata mencapai 12.588 ton.

Dalam beberapa bulan terakhir di laut selatan sering terjadi gelombang pasang, sehingga kegiatan penangkapan ikan laut berkurang maka hasil ikan tangkap juga ikut berkurang. Tahun ini Dinas PPKP Bantul menargetkan hasil ikan di Bantul bisa mencapai 13.000 ton.

Jika hasil ikan tangkap berkurang maka bisa ditopang dengan kenaikan hasil budidaya ikan darat lewat penggalakan RT Perikanan. Menurut Pulung, musim penghujan saat ini dapat meningkatkan hasil budidaya ikan darat. Karena aliran irigasi yang pada musim kemarau mengalami kekeringan, musim penghujan airnya mencukupi untuk kebutuhan budidaya ikan darat. 

Sumber : krjogja

Rabu, 23 Januari 2019

Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa LRMPHP TA 2019

Rencana Umum Pengadaan (RUP) adalah kegiatan yang terdiri dari identifikasi kebutuhan barang/jasa yang diperlukan Kementerian Negara/Lembaga (K/L), penyusunan dan penetapan rencana penganggaran sampai dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Penyusunan RUP merupakan tahap awal yang harus dilakukan oleh KPA sebelum dilaksanakannya pengadaan barang/jasa. RUP ini diharapkan memberikan informasi yang jelas mengenai target, lingkup kerja, Sumber Daya Manusia (SDM), waktu, mutu, biaya dan manfaat dari pengadaan. RUP ini nantinya akan menjadi acuan bagi kegiatan pengadaan barang/jasa.*

RUP sebagai sebuah rencana disusun dengan tujuan pengadaan barang/jasa memperoleh barang/jasa dengan kualitas seperti yang diharapkan. Selain itu dengan adanya RUP juga diharapkan kelancaran proses pengadaan terjamin. Kelancaran proses itu penting, karena merujuk pada logika dalam konsep input-proses-output, apabila input baik dan proses dilaksanakan dengan baik maka hasilnya (output) akan baik. Maka RUP disusun agar terjaminnya input-proses-output dalam kegiatan pengadaan.*

Sebagai bagian dari transparansi, akuntabilitas dan reformasi birokrasi; LRMPHP dengan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa LRMPHP Tahun Anggaran 2019 melalui aplikasi RUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 

RUP untuk LRMPHP dapat diakses melalui alamat sebagai berikut:

Arsip Rencana Umum Pengadaan dan dokumen lainnya, juga dapat diakses di website ini pada menu RB (link).

Footnote:

(LSD)

Senin, 21 Januari 2019

Siaran Pers KKP Nomor SP246/SJ.04/XII/2018


Link siaran pers Kementerian kelautan dan Perikanan Nomor SP246/SJ.04/XII/2018 berjudul LRMPHP raih Juara II IPLAN Challenges 2018.
Klik di sini, atau mirror di sini.
(LSD)

Kamis, 17 Januari 2019

Research Projects 2019


Riset Mekanisasi Penanganan Rumput Laut 
  1. Rancangbangun alat grading rumput laut. Koordinator: I Made Susi Erawan, S.Pi
  2. Rancangbangun silo untuk penyimpanan rumput laut. Koordinator: Putri Wullandari, STP, M.Sc
  3. Rancangbangun alat pengering rumput laut berbasis microwave. Koordinator: Arif Rahman Hakim, S.Pi, M.Eng
Riset Inovasi Teknologi Adaptif Lokasi Perikanan
  1. Aplikasi Teknologi Alat Transportasi Ikan Segar. Koordinator: Tri Nugroho Widianto, S.Si, M.Si