ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP siap meneruskan pembangunan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2022. ZI 2022? Yes, We CAN

LRMPHP ber-ZONA INTEGRITAS

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan siap menerapkan Zona Integritas menuju satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2021.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Produk Hasil Rancang Bangun LRMPHP

Lebih dari 30 peralatan hasil rancang bangun LRMPHP telah dihasilkan selama kurun waktu 2012-2020

Kerjasama Riset

Bahu membahu untuk kemajuan IPTEK dengan berlandaskan 3 pilar misi KKP: kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity)

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh tenaga peneliti sebanyak 12 orang dengan latar pendidikan teknologi pangan dan engineering, 5 orang teknisi litkayasa, dan beberapa staf administrasi

Kanal Pengelolaan Informasi LRMPHP

Diagram pengelolaan kanal informasi LRMPHP

Senin, 18 Juli 2022

Partisipasi LRMPHP Pada Festival Penyu Pesisir 2022 di Pantai Pelangi Bantul

Coaching clinic produksi tahu tuna dengan teknologi ALPINDEL

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, LRMPHP Bantul mengikuti Festival Penyu Pesisir dengan tema “Lestarikan Penyu, Selamatkan Pesisir” yang diselenggarakan  oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, di Pantai Pelangi Bantul, 17 Juli 2022. 

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si., Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY GKR Mangkubumi, Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Damayanti, SH., MM, sekaligus memberikan sambutannya.

Serangkaian agenda dalam festival penyu pesisir 2022 berupa pameran, gemar ikan berupa live cooking pengolahan ikan, ATI (Alih Teknologi Informasi), seminar tentang kebaharian, konservasi penyu, dan diakhiri dengan pelepasan tukik.

Seminar Festival Penyu menghadirkan beberapa narasumber yang mengusung tema Lautku Masa Depanku oleh Danlanal DIY, Kembali ke Laut dengan Lestarikan Penyu oleh Suadi, Ph.D dari Departemen Perikanan UGM, Pramuka Istimewa “Generasi Milenial Generasi Cinta Penyu” oleh Kak Duta dari Kapal Pemuda Nusantara, dan Bijak Mengelola Laut oleh Kepala Loka PSPL Serang. 

Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan festival penyu ini, LRMPHP menampilkan display teknologi ALTIH (mobil alat transportasi ikan hidup) dan ALTIS-2 (alat transportasi ikan segar dengan kendaraan roda 2). Pada sesi gemar ikan, LRMPHP melaksanakan coaching clinic dalam pembuatan tahu tuna sekaligus memperkenalkan teknologi ALPINDEL (alat pengisi adonan sistem handel). Coaching clinic dipandu oleh I Made Susi Erawan dihadapan ratusan peserta festival penyu yang hadir. Dalam penjelasaanya disampaikan bahwa ALPINDEL digunakan untuk membantu pengisian adonan produk fish jelly yang sehat, aman, dan bergizi karena terbuat dari material food grade. Beberapa peserta yang mencoba pengujian ALPINDEL ini mengaku cukup mudah menggunakan alat ini dan membantu dalam pengisian adonan tahu tuna. 

Peserta coaching clinic menyampaikan testimoninya setelah mencoba ALPINDEL


Senin, 04 Juli 2022

LRMPHP Terima PKL SMK N 1 Temanggung

Penerimaan siswa/i PKL SMK N 1 Temanggung di Aula LRMPHP

Sebagai salah satu bentuk pelayanan publik, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan kembali menerima siswa/i PKL dari SMK Negeri 1 Temanggung, 4 Juli 2022. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara LRMPHP dan SMK N 1 Temanggung pada tanggal 25 Mei 2022 tentang rencana pelaksanaan magang di LRMPHP untuk mendukung pengembangan sekolah menengah kejuruan berbasis kompetensi yang link and match dengan industri dan instansi pemerintah. 

Kegiatan PKL diikuti oleh 6 siswa/i Kelas XIII/Tingkat IV Kompetensi Keahlian Agroindustri dan Kompetensi Keahlian Kimia Analisis. Siswa/i tersebut dijadwalkan melaksanakan kegiatan PKL selama 6 bulan terhitung mulai tanggal 4 Juli – 31 Desember 2022.

Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad dalam sambutan penerimaan siswa/i PKL ini berharap kegiatan PKL berjalan dengan lancar dan dapat dijadikan bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi maupun bekerja. Sementara itu Kepala Tata Usaha LRMPHP, Afris Syahada berpesan untuk selalu mematuhi tata tertib dan memanfaatkan fasilitas yang diperolah selama pelaksanaan PKL. “Selama PKL, siswa/i akan mendapatkan berbagai fasilitas sepert ruang untuk beraktivitas, akses internet, computer, printer, fotokopi dan juga tempat tinggal di guest house LRMPHP, ” jelasnya.

Siswa/i PKL selanjutnya berkeliling melihat sarpras yang ada di LRMPHP diantaranya laboratorium kimia, pengolahan, sensori, workshop, ruang display alsinkan hasil riset LRMPHP, sekaligus orientasi pengenalan peralatan dan fungsi serta mekanisme kerjanya.



Orientasi siswa/i PKL SMK N 1 Temanggung di LRMPHP



Senin, 27 Juni 2022

Dorong Kemandirian Desa Perikanan, KKP Kembangkan Smart Fisheries Village

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) tengah mengembangkan Smart Fisheries Village (SFV) dalam rangka memperkuat kemandirian desa yang berbasis usaha perikanan serta sebagai wujud akselerasi program prioritas yang digaungkan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, yakni pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. 

‘’Smart Fisheries Village (SFV) merupakan konsep pembangunan desa perikanan dan satuan kerja yang berbasis pada penerapan benih unggul, teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna, keberlanjutan, serta meningkatkan ekonomi yang berada di tengah-tengah program kampung perikanan budidaya dan Desa Inovasi/Desa Mitra,’’ terang Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, pada acara pelatihan teknis yang merupakan bagian dari  SFV bagi masyarakat Desa Panembangan, Kec. Cilongok, Kab. Banyumas, akhir Juni ini. 

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan langkah BRSDM dalam mempersiapkan SDM unggul untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang berprinsip nilai ekologi atau lingkungan lestari berbasis digital serta  pengembangan SFV agar dapat menjadi pilot project bagi wilayah lain dan memberikan percontohan bagi perkembangan perikanan budidaya air tawar. 

“Melalui SFV, diharap dapat menyinergikan antara riset dan teknologi dengan peningkatan SDM perikanan melalui pelatihan dan teaching factory serta mewujudkan kegiatan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir guna menciptakan desa mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tentunya program ini dapat berjalan dengan baik melalui sinergitas berbagai pihak, baik dari swasta, kementerian, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta stakeholder lain,” tegas Nyoman. 

Selain itu, pengembangan model SFV yang sudah mulai dijalankan ini, akan menjadi sinergi dengan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal, dengan karakteristik lebih memiliki nilai tambah dengan sentuhan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. 


Di sisi lain, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Puslatluh) KP, Lilly Aprilya Pregiwati, berharap pelatihan SFV ini dapat memotivasi masyarakat Desa Panembangan untuk menjadikan desanya sebagai icon kawasan SFV. 

“Melalui pelatihan ini, semoga dapat memotivasi masyarakat untuk menciptakan icon Desa Panembangan sebagai kawasan SFV serta dapat menghasilkan produk perikanan yang nantinya menarik perhatian masyarakat luar untuk berbisnis di desa perikanan pintar ini. Peran penyuluh menjadi sangat penting dalam mengawal dan melakukan monitoring terkait kegiatan pelatihan di kawasan SVF tersebut, tuturnya. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Sub Koordinator Pengembanganan Logistik, Warsito, menuturkan bahwa pengembangan Desa Panembangan menjadi SFV juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

“Saya ucapkan terima kasih atas terselenggaranya beragam giat pelatihan dalam rangka SFV ini, baik itu pelatihan budidaya hingga olahan di Desa Panembangan. Pengembangan ini juga mendapat dukungan Pak Gubernur, harapannya setelah semuanya terintegrasi, pemberdayaan masyarakat di Panembangan dapat tercapai,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh  Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Irma Sufitri. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada KKP, khususnya BRSDM yang telah mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dalam mengelola usahanya.

"Melalui dukungan sarana dan prasarana baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, maka Desa Panembangan saat ini tepat untuk memaksimalkan potensinya dalam usaha perikanan agar terkelola dengan baik dalam bentuk SFV. Tentunya hal tersebut tak lepas dari peran penyuluh perikanan yang juga bekerja keras dalam mendampingi kelompok di lapangan,” jelasnya.

Pada giat pelatihan yang diselenggarakan Balai Pelatihan dan Penyuluh Perikanan (BPPP Tegal) ini, 120 peserta mendapatkan materi berupa pelatihan budidaya ikan nila dengan sistem minapadi; pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal; dan pelatihan diversifikasi olahan ikan. Pelatihan ini juga mendapat respon positif dari Riyanto, salah satu peserta pelatihan budidaya ikan nila dan pakan ikan mandiri. Pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga masyarakat lain, di mana sebelumnya hanya dapat belajar melalui media sosial.

Hadir pada kegiatan pelatihan, Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Joni Haryadi; Kepala BPPP Tegal, Muchlisin; Kepala Desa Panembangan, Untung Sanyoto; serta para Penyuluh Perikanan Kab. Banyumas sebagai motor penggerak utama program ini . Dalam kesempatan tersebut, BRSDM turut memberikan bantuan berupa 80 ekor induk ikan nila unggul, mesin pencetak pakan ikan, serta demplot mina padi.

 

Sumber : kkp


Jumat, 17 Juni 2022

Peneliti LRMPHP Resmi Bergabung BRIN

Peneliti Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) resmi dilantik sebagai Pejabat Fungsional Peneliti di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), oleh Kepala Badan BRIN Laksana Tri Handoko secara daring, pada hari Jumat, 17 Juni 2022. Pelantikan ini merupakan rangkaian pengalihan SDM dari beberapa Kementerian dan Lembaga ke dalam BRIN.

Peralihan ini berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2021 Pasal 65 tentang BRIN yang menyebutkan bahwa pengalihan tugas, fungsi dan kewenangan pada unit kerja pelaksana fungsi penelitian, pengembangan, ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan kementerian dan lembaga yang menjadi tugas fungsi BRIN.

Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad menyampaikan selamat dan sukses untuk rekan-rekan peneliti yang telah dilantik sebagai peneliti/PNS BRIN. “Secara pribadi dan kedinasan, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dedikasi rekan-rekan peneliti selama bertugas di LRMPHP, teriring doa semoga rekan-rekan semakin sukses, dan berkibar dalam kiprah di dunia litbangjirap,” ucap Kepala LRMPHP.

Salah satu peneliti LRMPHP yang dilantik, Arif Rahman Hakim juga menyampaikan ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan doanya sehingga kegiatan pelantikan berjalan lancar. ”Saya tidak tahu bagaimana membalas kebaikan rekan-rekan, hanya doa kepada Tuhan YME semoga kita selalu diberi kemudahan, kesuksesan dalam segala hal. Meskipun kedepan kita mungkin tidak bersama lagi dalam pekerjaan, namun suatu kebanggaan dan pengalaman luar biasa pernah menjadi bagian dari LRMPHP,” ungkapnya.  


Kamis, 09 Juni 2022

Hari Laut Sedunia, KKP Ajak Masyarakat untuk Gemar Makan Ikan untuk Pemenuhan Gizi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Hari Laut Sedunia sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa laut merupakan penyedia sumber pangan dan pemenuhan gizi. KKP juga mengajak masyarakat Indonesia untuk gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan dan pemenuhan gizi.

"Kami ingin mengingatkan kembali bahwa laut sangat menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi kita karenanya sangat penting untuk kita jaga," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti melalui keterangan pers, Kamis (9/6/2022).

Artati menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara maritim, kaya akan sumber daya ikan dan memiliki potensi lestari sumber daya ikan laut nasional sebesar 12,01 juta ton/tahun sebagaimana tertuang dalam Kepmen KP Nomor 19 Tahun 2022. KKP memandang seharusnya masyarakat dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk sumber pangan. 

Dalam momen peringatan Hari Laut Sedunia 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), KKP membagikan 300 paket berisi abon ikan, stik rumput laut, pilus anggur laut untuk ibu hamil, ibu baru melahirkan dan anak-anak di Wakatobi. Artati memaparkan, paket tersebut dibeli dari UMKM setempat sebagai bagian dari promosi produk sekitar.

"Melalui Gemarikan, kami ingin menunjukkan bahwa menikmati hasil laut bisa dengan produk bernilai tambah, yang sudah dihasilkan oleh UMKM kita," ujarnya.

Senada, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Trisna Ningsih yang hadir langsung di Kabupaten Wakatobi menyebut alasan pemilihan daerah ini sebagai daerah perluasan Gemarikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 30,2%, dan di Kabupaten Wakatobi sendiri mencapai 26%. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 1 di antara 4 balita di Kabupaten Wakatobi mengalami stunting.

"Tentu ini menjadi concern kami untuk tidak berhenti mengingatkan ayo makan ikan. Dan makan ikan tidak harus goreng atau bakar, tapi bisa olahan," terang Trisna.

Ia menyampaikan bahwa ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan Omega-3, bisa menjadi salah satu sumber protein untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan. Tak hanya itu, ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap serta berperan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK), utamanya membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta). Selain itu, ikan juga baik untuk asupan gizi bagi remaja usia produktif serta para lanjut usia.

Trisna berharap melalui Gemarikan, masyarakat semakin mengerti manfaat dan cara alternatif menikmati ikan. Dengan begitu, hal ini diharapkan bisa menghasilkan multiply effect bagi ekonomi setempat, termasuk menanggulangi stunting.

"Kegiatan ini saja, tidak akan mungkin dapat mengatasi stunting dan gizi buruk, namun jika dilakukan secara berulang, massif, dan didukung oleh semua pihak, niscaya permasalahan tersebut akan dapat diatasi," tutupnya.

Dalam peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun menyempatkan diri menyapa anak-anak yang berdiri di booth Gemarikan. Menteri Trenggono berinteraksi dan memotivasi agar mereka rajin mengonsumsi ikan guna membantu mewujudkan cita-cita.

"Jangan lupa makan ikan ya, biar sehat cerdas dan pintar," sapa Menteri Trenggono ke anak-anak di Wakatobi.


Sumber : kkp


Jumat, 03 Juni 2022

PENGGUNAAN ALAT VAKUM-TEKAN, LRMPHP DAN PT NANKAI INDONESIA LAKUKAN PENJAJAKAN KERJASAMA

Praktek penggunaan alat Vakum-tekan

LRMPHP menerima kunjungan PT Nankai Indonesia, 3 Juni 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk diskusi dan survey alat Vakum-tekan. Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh Luthfi Assadad (Kepala LRMPHP), Bakti B Sedayu (KaKelti) dan Arif Rahman Hakim (Peneliti alat Vakum-tekan), sedangkan PT Nankai Indonesia diwakili oleh Hiroshi Miyauchi dan Yuri Mori selaku Senior Manager serta Asa Rahmadi Kepala Unit Research dan Development. 

Alat Vakum-tekan ini merupakan hasil riset LRMPHP pada tahun 2012. Alat ini berfungi untuk mengintroduksikan bahan/larutan osmotik ke dalam produk perikanan dengan tujuan meningkatkan daya awet maupun pengkayaan nutrisinya. Prinsip kerja alat ini adalah mengkondisikan tekanan udara dalam tangki vakum menjadi lebih tinggi maupun lebih rendah dari tekanan normal atmosfer. Salah satu perlakukan yang berhasil dilakukan ialah introduksi asap cair ke dalam fillet ikan Nila. Dengan menggunakan alat Vakum-tekan, introduksi asap cair 4 kali lebih cepat dibandingkan metode perendaman. 

Berdasarkan hal tersebut PT Nankai Indonesia tertarik untuk mengimplementasikan alat Vakum-tekan untuk pengawetan produk olahan kayu. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan alat ini adalah karakteristik kayu diantaranya tingkat porositas dan kadar air. Selain itu larutan osmotik yang akan digunakan juga menjadi faktor penting dalam proses pengawetan kayu.

Pada kegiatan ini juga dilakukan praktek penggunaan alat vakum-tekan, untuk mengetahui komponen dan fungsi serta tahapan pengoperasian alat tersebut.      


Selasa, 31 Mei 2022

Menteri Trenggono Ajak Milenial Berinovasi Majukan Sektor Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan harapannya terhadap milenial pelaku usaha rintisan (start up) di bidang kelautan dan perikanan. Dia mengajak milenial untuk terus berinovasi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia mengingat besarnya peluang usaha di bidang ini. 

Menteri Trenggono juga berharap tidak ada pemutusan hubungan kerja pada usaha rintisan di bidang kelautan dan perikanan di Indonesia.

"Harapan saya berharap berita pemutusan hubungan kerja yang besar besaran tidak terjadi pada start up sektor kelautan dan perikanan karena potensi sektor ini unlimited," ungkap Menteri Trenggono saat membuka acara Fisheries Millenial + Start Up Expo 2022 di Ballroom Kantor Pusat KKP, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Acara tersebut berlangsung hari ini sampai besok dengan melibatkan 24 usaha rintisan (start up) dan 17 UMKM di bidang kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha generasi milenial tersebut.


"Harapan saya kegiatan ini akan menginisiasi tumbuhnya start up perikanan yang kreatif dan inovatif di Indonesia. Tentunya tumbuh merata, dari mulai usaha di hulu hingga hilir serta yang bergerak di bidang teknologi pendukung," tambahnya.

Menurutnya, peluang usaha bidang perikanan terbuka lebar karena permintaan pasar dunia yang begitu tinggi. Lini usaha yang bisa digeluti juga beragam dari hulu hingga hilir, seperti penangkapan, budidaya, pemasaran, pengolahan, hingga teknologi pendukung.

Di samping itu, KKP memiliki program-program prioritas di subsektor perikanan tangkap maupun budidaya yang bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk memulai serta mengembangkan usaha.

Dia berharap generasi muda dapat memanfaatkan besarnya peluang usaha di bidang kelautan dan perikanan ini secara optimal dengan menggunakan teknologi digital sebagai pendukung peningkatan produksi yang berkualitas dan ramah lingkungan.

"Bisnis ke depan itu mulai dari hulu sampai hilir musti benar-benar dijaga. Bagaimana teknologi bisa membantu memastikan hulu sampai hilir aman,” pungkasnya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan bahwa kegiatan Fisheries Millennials+Start Up Expo 2022 dengan mengangkat tema Level up Your Digital Life ini bertujuan sebagai sarana bagi millennials+start up perikanan untuk memperluas usaha melalui kemitraan bisnis dan investasi dengan pelaku usaha perikanan dan calon investor potensial.

Kemudian juga untuk mengajak generasi muda yang dekat dengan dunia digital agar tertarik pada sektor kelautan dan perikanan. “Dalam acara ini juga ada pameran inovasi millennials+start up perikanan sebagai solusi permasalahan usaha kelautan dan perikanan," ujar Artati.

 

Sumber : kkp