PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Senin, 18 September 2023

Uji Terap ALTIS oleh Pedagang Ikan Keliling

Salah satu penyebab rendahnya mutu ikan saat diterima konsumen adalah karena lemahnya penanganan ikan selama transportasi dan distribusi. Umumnya kegiatan transportasi dilakukan oleh pedagang ikan keliling dengan menggunakan styrofoam box atau blong plastik yang tidak higienis. 

Melihat banyaknya pedagang ikan keliling di berbagai daerah maka LRMPHP mengembangkan alat transpotasi ikan segar yaitu ALTIS berupa peti berinsulasi dan dilengkapi sistem pendingin yang dapat dirangkai dengan sepeda motor roda dua. Peralatan ini digunakan untuk membantu pedagang ikan keliling dalam mendistribusikan ikan segar kepada konsumen. 

Alat Transportasi Ikan Segar Roda Dua (ALTIS) telah dikembangkan sejak tahun 2013 dan dilanjutkan serangkaian pengembangan dan uji kinerja di berbagai daerah dalam rangka mengetahui aspek teknis dan performansi alat. Pengujiaan ini untuk mengetahui tingkat efektifitas teknologi ALTIS yang meliputi produktivitas dan nilai tambah oleh pedagang ikan keliling di berbagai daerah yakni Bantul, Gunungkidul, Pacitan, Jembrana, Padang, Bitung, Cirebon, dan Pekalongan.

Secara umum hasil pengujian menunjukkan operasional ALTIS cukup mudah dan mampu membantu pedagang ikan keliling dalam proses kegiatan transportasi/jual beli ikan. Selama melakukan uji terap, para pedagang ikan keliling juga tidak mengalami kendala yang berarti baik saat setting ALTIS di atas kendaraan bermotor maupun proses melepasnya dari atas kendaraan. 


Jumat, 15 September 2023

KKP Gaungkan Perikanan Berkelanjutan di Harkannas ke-10

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyambut Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-10 dengan mengingatkan pentingnya kesadaran konsumen terhadap produk perikanan berkelanjutan.

"Pesan penting yang ingin disampaikan dalam menyambut Harkanas ke-10 ini adalah pentingnya meningkatkan konsumsi produk perikanan yang berkelanjutan", ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/9/2023).

Budi menyebutkan bahwa semakin meningkatnya konsumsi ikan diharapkan dapat mendukung asupan gizi masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa Angka Konsumsi Ikan (AKI) Nasional (setara utuh segar) meningkat dari 55,16 kg/kapita pada tahun 2021 menjadi 56,48 kg/kapita pada tahun 2022.

"Fakta yang menggembirakan ini tentu harus didukung oleh ketersediaan ikan yang bermutu secara kontinyu dan mudah diakses oleh masyarakat. Mengingat kecukupan kebutuhan ikan berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya perikanan," ujar Budi.

Budi menambahkan, pada peringatan Harkannas ke-10, KKP mengusung tema "Ikan untuk Generasi Emas". Menurutnya, tema tersebut menjadi panggilan kepada berbagai elemen bangsa dalam menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan untuk generasi mendatang.

"Kata kunci generasi emas adalah era Indonesia memiliki SDM yang berdaya saing," tuturnya.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana dalam Webinar Menyongsong Harkannas 2023 beberapa waktu lalu mengatakan generasi emas adalah generasi yang cerdas, sehat, kuat, dan memiliki karakter yang baik.

"Harkanas mengingatkan kembali komitmen kita dalam peningkatan konsumsi ikan sebagai investasi gizi generasi mendatang," tuturnya.

Di tempat yang sama, Dessy Anggraeni, Direktur Program Sustainable Fisheries Partnership (SFP) Indonesia, memberikan apresiasi kepada KKP yang telah memasukkan tema konsumsi ikan yang bertanggung jawab pada peringatan Harkannas ke-10.

Menurutnya, peringatan tahunan tersebut tidak saja mempromosikan pentingnya mengkonsumsi ikan yang memberikan segala kebaikannya untuk kesehatan kita, namun juga bagaimana memilih produk perikanan yang bertangung jawab, seperti: dimana ikan itu ditangkap, apa alat tangkapnya, dan bagaimana cara menangkapnya.

"Ini merupakan kearifan dalam mengelola sumber daya ikan yang kita miliki saat ini, dan akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjamin ketersediaan ikan yang berkualitas di masa mendatang dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” terang Dessy.

Sementara Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Dr. Imam Musthofa Zainudin, mengaku siap mendukung KKP terkait perikanan berkelanjutan untuk ketahanan pangan Indonesia. Bahkan dia memastikan akan turut menyebarluaskan pentingnya memilih seafood yang ramah lingkungan (eco-friendly) kepada konsumen.

Menurutnya, peran konsumen sangat penting dalam mendorong para pemasok seafood untuk menyediakan produk perikanan yang berasal dari praktik penangkapan dan budidaya yang bertanggung jawab, seperti ukuran ikan hasil tangkapan, legalitas alat tangkap dan budidaya, serta asal-usul ikan/ketertelusuran ikan.

"Untuk mempermudah, WWF juga menyediakan panduan bijak memilih seafood bertanggung jawab yang dapat diunduh di smartphone kita,” terang Imam.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KKP mengusung lima kebijakan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kelima kebijakan prioritas tersebut yakni (1) memperluas kawasan konservasi laut, (2) penangkapan ikan terukur berbasis kuota, (3) pembangunan budidaya laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan, (4) pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta (5) pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan.



Sumber : kkp



Selasa, 12 September 2023

Sistem Pendingin TEC pada ALTIS

ALTIS adalah alat transportasi ikan segar yang dapat digunakan sebagai sarana transportasi ikan segar oleh pedagang ikan keliling dalam mendistribusikan ikan segar kepada konsumen. Salah satu keunggulan alat ini yaitu telah dilengkapi dengan sistem pendingin termoelektrik (TEC) sehingga mampu mempertahankan mutu ikan segar. 

Sistem pendingin TEC (Thermo-Electric Cooler) atau dikenal dengan sebutan pendingin peltier merupakan sebuah komponen pendingin yang dibuat dari bahan semikonduktor. Peltier inilah yang akan dimanfaatkan sebagai komponen pendingin dalam pembuatan boks ALTIS. Selain peltier, beberapa komponen lainnya yang digunakan untuk merangkai sistem pendingin yaitu heatsink aluminium dan tembaga, kipas, bracket alumunium, rechargable baterai dan thermal compound

Heatsink adalah suatu material yang memiliki nilai konduktifitas termal yang tinggi dan digunakan sebagai penukar panas untuk membantu mengoptimalkan proses pelepasan panas. Untuk ALTIS digunakan heatsink kombinasi tembaga dan alumunium. Kombinasi kedua bahan tersebut mampu membuang panas sisi elemen peltier dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian heatsink selama 60 menit mampu menurunkan suhu hingga 17-18 0C.  

Dalam merakit sistem pendingin ALTIS yang terdiri dari peltier, bracket alumunium, heatsink serta kipas diperlukan dudukan TEC. Dudukan dibuat menggunakan akrilik dengan ketebalan 5 mm dengan dua buah lubang persegi dengan ukuran menyesuaikan ukuran bracket alumunium. Bahan menggunakan warna untuk mengurangi perpindahan panas dari luar ke dalam boks peti insulasi, sehingga suhu dalam peti tetap rendah. 

Beberapa kelebihan sistem pendingin TEC yang digunakan pada ALTIS tersebut diantaranya ukuran yang kecil dan ringan, tidak berisik, ketahanan alat yang baik, perawatan yang mudah serta ramah lingkungan karena tidak menggunakan refrigeran yang dapat merusak ozon.


Kamis, 07 September 2023

Penanganan Ikan Segar dengan ALTIS


Ikan segar merupakan salah satu produk perikanan dan kelautan yang sangat penting dalam menunjang ketahanan pangan di Indonesia, karena selain kandungan gizi yang lengkap juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan lainya. Namun demikian, ikan mudah mengalami penurunan mutu yang disebabkan oleh reaksi pembusukan ikan secara kimiawi dan enzimatis setelah ikan mati. Faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan mutu ikan adalah kerusakan fisik ikan yang diakibatkan oleh benturan dan tekanan fisik selama proses penangkapan dan transportasi ikan. Kerusakan tersebut menyebabkan daging memar, robek yang dapat mempercepat proses pembusukan ikan. 

Proses pembusukan ikan dapat dihambat dengan menerapkan sistem rantai dingin yaitu mengkondisikan ikan pada suhu rendah. Pada suhu rendah aktivitas pembusukan secara kimiawi dan enzimatis dapat diperlambat. Selain penerapan sistem rantai dingin, cara penanganan ikan juga harus hati-hati sehingga tidak menyebabkan kerusakan fisik selama kegiatan transportasi. Jumlah ikan yang terlalu banyak dalam sebuah alat transportasi dapat menyebabkan tekanan fisik yang mengakibatkan kerusakan ikan terutama pada ikan yang letaknya di bagian bawah alat transportasi. Informasi karakteristik fisik ikan diperlukan dalam mendesain alat transportasi sehingga dapat mengurangi kerusakan fisik ikan. Pengurangan penggunaan bongkahan es atau penggunaan sistem pendingin lain dalam alat transportasi dapat mengurangi kemungkinan gesekan antara ikan dengan es, sehingga dapat mengurangi kerusakaan fisik ikan. Dengan penanganan ikan segar yang baik diharapkan diperoleh mutu ikan segar yang sangat baik dan menarik.

Salah satu rantai distribusi ikan segar dari pemasok ke konsumen adalah melalui pedagang ikan keliling. Umumnya pedagang ikan keliling menggunakan styrofoam box atau blong/drum plastik yang diletakkan di atas sepeda motor untuk membawa dan mendistribusikan ikan kepada konsumen, namun penggunaan sarana transportasi tersebut mempunyai beberapa kelemahan diantaranya mudah jatuh, kurang higinis dan tidak berpendingin.

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan telah berhasil mengembangkan alat transportasi ikan segar yaitu ALTIS. Peralatan ini digunakan untuk membantu pedagang ikan keliling dalam mendistribusikan ikan segar kepada konsumen. ALTIS dibuat dari komponen bahan-bahan yang ringan namun kuat serta dinding kontainer dari bahan plat alumunium dengan sistem insulasi menggunakan polyuretan. ALTIS juga telah dilengkapi sistem pendingin di dalam dinding kontainer menggunakan thermoelectric cooler (TEC). Selain lebih higienis dan lebih kuat secara fisik, keuntungan lainnya menggunakan  ALTIS yaitu tidak perlu membawa es untuk mempertahanan suhu ikan.