PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Senin, 15 September 2025

LRMPHP Tampilkan Inovasi Teknologi Perikanan pada Gita Laut 2025

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY di Pantai Depok, Bantul pada 13 September 2025. Kepala LRMPHP, Kartika Winta Aprilliany, bersama tim hadir langsung untuk mengisi booth pameran sekaligus memperkenalkan inovasi alat dan mesin perikanan tepat guna kepada masyarakat.

Dengan mengusung tema “Perikanan dan Kelautan Lestari, Ekonomi DIY Berseri”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan penghidupan berkelanjutan. Lebih dari 1.000 peserta hadir, meliputi unsur pemerintah, nelayan, pelaku usaha perikanan, hingga pelajar SMK Kelautan dan Perikanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan tukik sebagai simbol pelestarian satwa laut, dilanjutkan aksi bersih pantai bersama TNI AL dan masyarakat, bazar ikan segar murah, serta pameran produk UMKM kelautan dan perikanan. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama strategis antar pelaku usaha serta penyerahan hibah simbolis kepada kelompok masyarakat kelautan dan perikanan di wilayah DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang hadir secara langsung, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian laut dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan DIY yang beliau arahkan, yakni menjadikan kawasan pantai selatan sebagai halaman muka atau pintu gerbang pengembangan wilayah selatan. Dalam kesempatan yang sama, Sri Sultan juga meninjau hasil tangkapan nelayan serta mengunjungi booth pameran UMKM olahan ikan dan hasil laut.

Pada pameran teknologi, LRMPHP menghadirkan inovasi alat dan mesin perikanan tepat guna yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, serta daya saing produk perikanan. Dua produk unggulan yang diperkenalkan adalah Alpindel (Alat Pengisi Adonan Sistem Handel), perangkat pengisi adonan produk olahan berbasis fish jelly berbahan food grade yang sehat, aman, dan bergizi, serta Meat Bone Separator, alat pemisah daging dan duri berbasis motor listrik hemat energi yang sesuai digunakan untuk pengolahan produk perikanan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Booth LRMPHP mendapat perhatian besar dari para pengunjung yang antusias menyaksikan demonstrasi kedua alat tersebut. Inovasi ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu meningkatkan higienitas sekaligus menjamin keamanan produk olahan perikanan.

Partisipasi LRMPHP dalam Gita Laut 2025 menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan cinta laut masyarakat DIY, sekaligus sarana memperluas jejaring kerja sama dengan akademisi, pelaku industri, dan komunitas pesisir. Melalui kegiatan ini, hasil inovasi LRMPHP diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas guna mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Minggu, 14 September 2025

KKP Tanamkan Integritas Sejak Dini dan Sokong CPNS Berinovasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menanamkan integritas dan memacu inovasi sejak dini kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) agar siap menjadi pemimpin masa depan. Salah satu caranya dengan menyertakan para CPNS mengikuti rangkaian Leadership Training dan Program Induksi Organisasi Tahun 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 2-9 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Management Trainee CPNS KKP yang resmi dimulai setelah peluncuran Corporate University (Corpu) KKP pada 3 September 2025 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Dengan demikian, Leadership Training dan Induksi menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran Corpu.

“Leadership Training dan Induksi Organisasi bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi pembentukan ASN KKP yang berintegritas, profesional, dan inovatif. Kami ingin memastikan CPNS KKP memiliki karakter kuat, keterampilan kepemimpinan, dan semangat menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Jumat (13/9).

Leadership Training KKP digelar bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta. Selama kegiatan, para CPNS dibekali keterampilan dasar kepemimpinan meliputi decision making, problem solving, communication, entrepreneurship and innovation, serta strategic planning, yang disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidang manajemen. Sedangkan Program Induksi Organisasi menghadirkan jajaran pimpinan dari seluruh unit eselon I lingkup KKP.

Pemimpin Masa Depan

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Lilly Aprilya Pregiwati menambahkan, Leadership Training dan Induksi Organisasi dirancang untuk memberikan bekal kepemimpinan sekaligus pemahaman kelembagaan secara komprehensif. “Dengan keterampilan ini, para CPNS diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat, mengenali tugas strategis, dan siap berkontribusi sejak hari pertama bertugas. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Corporate University di KKP,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan tahap pelatihan dan induksi, para CPNS pun akan memasuki Praktik Kerja Lintas Unit (Cross Unit Assignment) selama 52 hari, pada 10 September–30 Oktober 2025. Penugasan ini tersebar di tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKP di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selanjutnya, mereka akan menjalani Habituasi Unit Kerja di tempat penugasan masing-masing sambil menyusun karya inovasi. Tahap ini menjadi momen penting untuk menerapkan keterampilan kepemimpinan sekaligus menggali inovasi di lapangan.

Karya inovasi yang dihasilkan bukan sekadar gagasan, tetapi solusi yang feasible, realistis, dan dapat diimplementasikan. Dari seluruh karya tersebut, lima karya terbaik akan dipresentasikan langsung di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan pada bulan Desember mendatang.

Sebagaimana ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, pembangunan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan ASN yang unggul, adaptif, dan berintegritas. SDM tangguh diyakini menjadi fondasi keberlanjutan sekaligus kunci untuk mewujudkan kejayaan laut dalam mendukung visi Ekonomi Biru Indonesia.


Sumber : kkp web

Selasa, 09 September 2025

KKP Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari 2025

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari (AJSB) tahun 2025 dengan tema Swasembaga Garam dan Pangan Biru untuk Indonesia Maju. 

Program komunikasi tahunan KKP ini ditujukan kepada para jurnalis untuk kategori karya jurnalistik, serta masyarakat umum untuk kategori media sosial.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin menjelaskan, tema AJSB tahun ini selaras dengan program prioritas pemerintah mewujudkan swasembada garam pada tahun 2027, serta ketahanan pangan melalui produk-produk akuatik.

“Kami ingin mengajak insan media dan masyarakat untuk ikut mengawal program prioritas KKP khususnya terkait garam dan pangan biru, melalui karya-karya yang dihasilkan. Karya yang kami harapkan adalah karya yang objektif, kreatif, berimbang, dan faktual,” ungkap Doni dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Senin (8/9).

Lomba karya jurnalistik segmentasinya meliputi media online, media cetak, media televisi, radio, serta foto jurnalistik. Sedangkan lomba untuk masyarakat umum adalah kategori media sosial. Publikasi karya di rentang waktu 1 Januari sampai 9 November 2025. 

Adapun materi lomba karya jurnalistik meliputi program swasembada garam, revitalisasi tambak Pantura, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sektor kelautan perikanan, program konservasi untuk keberlanjutan ekologi, serta hilirisasi produk kelautan perikanan.

Doni menambahkan lomba AJSB terbuka untuk jurnalis media nasional maupun lokal. Untuk itu dia mengajak insan pers dari berbagai daerah mendaftarkan karya-karya terbaiknya di rentang waktu 5 September - 9 November 2025.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami melibatkan juri-juri profesional untuk menilai karya para peserta. Kami ingin karya pemenang benar-benar orisinil dan berkualitas,” ungkap Doni.

KKP menyiapkan hadiah uang tunai ratusan juta rupiah beserta tropi untuk para pemenang lomba AJSB 2025, yang hari penganugerahannya akan digelar Desember mendatang.

Berikut informasi lengkap lomba AJSB 2025 : https://kkp.go.id/news/news-detail/anugerah-jurnalistik-sahabat-bahari-2025-nR3l.html


Sumber : kkp web


Senin, 08 September 2025

KKP Luncurkan Corporate University untuk Transformasi Pembelajaran ASN

Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka Program Management Trainee (MT) CPNS Formasi Tahun 2024, sekaligus meluncurkan Corporate University (Corpu) KKP sebagai tonggak transformasi pembelajaran aparatur sipil negara di lingkungan KKP di Jakarta, Rabu (3/9).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa CPNS yang mengikuti program ini adalah calon pemimpin masa depan KKP yang diharapkan mampu mengawal pembangunan ekonomi biru, sejalan dengan visi besar Presiden RI melalui Asta Cita.

 “Melalui Corporate University, saudara akan belajar kepemimpinan, pengambilan keputusan, budaya organisasi, hingga kompetensi teknis yang terintegrasi. Yang kita bangun bukan sekadar pengetahuan, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran agar setiap kebijakan dan instrumen yang lahir tidak hanya administratif, melainkan mampu mempengaruhi pasar, meningkatkan daya saing, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Menteri KP Trenggono.

Tantangan terbesar sektor kelautan dan perikanan menurut Menteri Trenggono, adalah pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat sementara daya dukung alam tidak semerta-merta bertambah, sehingga pengelolaan sumber daya alam yang ada harus dilakukan secara bijak, inovatif, dan berkelanjutan. Karenanya, CPNS KKP harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan laut yang sehat.  Para CPNS diminta memanfaatkan program ini sebagai kawah candradimuka untuk mengasah kompetensi di dua jalur karir sekaligus, yakni jalur kepemimpinan dan jalur keahlian teknis. Keduanya sama pentingnya untuk memastikan KKP memiliki pemimpin visioner sekaligus spesialis handal di berbagai bidang.

“Kita belajar dari pengalaman Corporate University di Kemenkeu, dan hari ini KKP menapaki langkah serupa untuk membangun ekosistem pembelajaran ASN yang berkelanjutan,” ujarnya.

 Program 99 Hari untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, dalam laporannya menjelaskan bahwa 215 CPNS akan mengikuti program Management Trainee selama 99 hari dengan total 792 jam pelatihan intensif.

Program ini mengusung dual track learning journey, yaitu 81 CPNS jalur kepemimpinan (S1 dan S2) untuk menyiapkan future leaders, serta 134 CPNS jalur spesialisasi teknis (D3 dan D4) untuk memperkuat peran operasional dan pelayanan publik. Metode pembelajaran mencakup induksi organisasi, pelatihan kepemimpinan, bela negara, praktik lintas unit, habituasi unit kerja, hingga penyusunan karya inovasi. Lima karya inovasi terbaik akan dipresentasikan langsung di hadapan menteri dan pimpinan KKP pada Desember 2025.

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan Corporate University KKP, sebuah payung besar pembelajaran yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Corporate University KKP dibangun di atas tiga pilar utama: Strategic Learning untuk memperkuat visi strategis dan kepemimpinan; Managerial Learning untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan operasional; serta Technical Learning yang berfokus pada pendalaman kompetensi teknis sesuai bidang kerja.

“Management Trainee CPNS 2025 adalah langkah awal sekaligus tonggak penting bagi berjalannya Corporate University KKP secara nyata. Dari sinilah lahir ASN unggul yang siap mengawal Indonesia Emas 2045 melalui ekonomi biru yang berkelanjutan,” tutup Nyoman.


Sumber : kkp web