PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Selasa, 22 Februari 2022

Added Value Limbah Cangkang Kerang menjadi BioMaterial Hidroksiapatit

Oseng kerang hijau saos tiram, tumis kerang hijau pedas, kerang hijau bumbu kuning dan kerang hijau asem manis merupakan beberapa contoh olahan lezat kerang hijau yang banyak diminati oleh pecinta seafood. Makanan tersebut banyak dijumpai di sekitar kita mulai dari warung tenda hingga resto bintang lima. Sayangnya cangkang kerang pada masakan tersebut tidak dapat dikonsumsi karena sifatnya yang keras, sehingga kerap menjadi limbah yang dapat menimbulkan masalah. Dilansir dari detik.com pada 9 April 2018, tumpukan limbah cangkang kerang hijau terlihat menggunung di Cilincing, Jakarta Utara, dapat menimbulkan lingkungan tercemar dan bau yang tak sedap. Selain cangkang kerang hijau, cangkang kerang jenis lainnya juga kerap dijumpai berserakan di pinggir pantai yang mengganggu pemandangan.

Limbah Cangkang Kerang Hijau di Cilincing (Foto : detik.com)

Kerang sendiri merupakan salah satu komoditas perikanan yang melimpah di Indonesia, memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksi kerang sebagai komoditas marikultur merupakan kedua terbesar setelah rumput laut seperti yang diberitakan oleh kantor berita Antara pada kamis, 8 Oktober 2020. Menurut laman satu data kkp produksi kekerangan pada tahun 2020 sebesar 34,426.79  ton dengan penyumbang produksi terbesar dari Provinsi Jawa Barat sebesar 11.819,44 ton. Bisa dibayangkan berapa banyak jumlah cangkang kerang jika tidak dimanfaatkan akan menjadi limbah yang tidak berguna. 

Pemanfaatan cangkang menurut Ariesta dan Sawitri dalam Jurnal Teknik Pomits Volume 1 tahun 2013 baru terbatas sebagai bahan kerajinan tangan dan suvenir. KKP juga mendorong cangkang kerang untuk diolah menjadi berbagai cendera mata menarik dan bernilai jual tinggi. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Badan Riset dan SDM Syarief Widjaya seperti diberitakan oleh kantor berita Antara pada Minggu, 26 Juli 2020.

Alternatif lainnya, limbah cangkang kerang dapat digunakan sebagai bahan baku hidroksiapatit dan diharapkan juga dapat meningkatkan nilai tambah (added value) yang tinggi dan secara ekologi pemanfaatan limbah cangkang kerang juga dapat menjaga kebersihan lingkungan. Pertanyaannya, Hidroksiapatit itu makhluk apa sih?

 Pengisian tulang (ilustrasi) (Foto : medgadget.com)

Hidroksiapatit (HA) merupakan komponen utama jaringan keras manusia seperti tulang dan gigi yang dibentuk dari unsur utama kalsium dan fosfor dengan rumus Ca10(PO4)6(OH)2. Seperti tampak pada gambar di atas, ilustrasi sintetis HA telah banyak digunakan sebagai biomaterial untuk memperbaiki atau mengganti jaringan keras manusia seperti dikemukakan oleh Chen dkk. dalam Materials and Designvolume 87 tahun 2015. Dalam kaitannya dengan dengan itu  Szczes dkk. dalam Advances in Colloid and Interface Science volume 249 tahun 2017 mengemukakan bahwa sebagai bahan pengganti tulang HA bersifat biokompatibel dan osteokonduktif untuk membantu proses penyembuhan tulang. Kekuatan mekanis dan struktur keroposnya juga sangat penting untuk diperhatikan saat ditanamkan ke dalam tubuh manusia. HA juga digunakan sebagai bahan pelapis implan, sehingga harus memiliki tingkat kristalinitas tinggi, stoikiometri yang tepat, porositas optimal dan yang utama adalah kemampuan adhesi yang sangat baik terhadap substrat.

Bahan baku hidroksiapatit dari sumber alami dapat diterima oleh tubuh manusia dengan baik karena sifat fisika-kimianya sama dengan apatit tulang manusia seperti dikemukakan oleh Sadat-Shojai dkk. dalam Acta Biomaterialia 9 tahun 2013. Sebagai negara maritim dengan sumber daya perikanan yang melimpah terutama kerang, Indonesia selayaknya dapat memimpin di barisan paling depan dalam produksi pengolahan cangkang kerang menjadi material biomedis Hidroksiapatit


Penulis : Pamungkas, A. - LRMPHP


Senin, 21 Februari 2022

Pencanangan Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM

Pencanangan Pembangunan ZI WBM-WBBM di LRMPHP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, salah satu unit pelaksana teknis di Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) siap menerapkan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebagai tahapan awal dalam Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM ini dilakukan agenda pencanangan Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM oleh masing-masing UPT lingkup BRSDM KP yang diusulkan Tahun 2022.

Agenda pencanangan Pembangunan ZI  Menuju WBK-WBBM lingkup BRSDM KP dilaksanakan secara luring dari BDA Sukamandi dan daring dari masing-masing UPT, pada tanggal 21 Februari 2022. Penandatanganan pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK-WBBM Tahun 2022 dilakukan Kepala UPT di kedudukannya masing-masing.

Penandatanganan pencanangan Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM Tahun 2022 lingkup LRMPHP dilakukan oleh Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad  dengan disaksikan Plt. Kepala BRSDM KP, Kepala Pusriskan,  Inspektur 1 Itjen, dan Kepala Puslatuh KP.

Selain LRMPHP Bantul, UPT lingkup BRSDM KP yang dicanangkan dalam Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM Tahun 2022 yaitu  Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jakarta, Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok, BDA Sukamandi, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta dan Politeknik KP Pangandaran.

Dalam rangkaian kegiatan pencanangan  Pembangunan ZI Menuju WBK-WBBM dilakukan sosialisasi Permenpan RB No.90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi ZI Menuju WBK/WBBM di Instansi Pemerintah oleh Inspektur 1 Itjen KP, Ir. Teuku Nilwan, MM. Sebelumnya, Plt. Kepala BRSDM KP, Kusdiantoro dalam sambutannya menyatakan sejak WBK-WBBM ditetapkan dlm PermenPANRB No. 90 Tahun 2021, dan PermenKP No.62 Tahun 2017, 10 dari 42 satker BRSDM KP telah berpredikat WBK secara nasional.

Sosialisasi Pembangunan ZI WBM-WBBM  oleh Inspektur 1 Itjen KP





Kamis, 17 Februari 2022

Aspek Teknis Pembuatan Nori dari Rumput Laut Lokal

Peneliti LRMPHP, drh. Koko Kurniawan, M.Sc presentasikan Aspek Teknis Pembuatan Nori dari Rumput Laut Lokal

Nori merupakan makanan berbentuk lembaran yang terbuat dari rumput laut dan memiliki citarasa sedikit asin dan gurih. Nori berasal dari wilayah Asia Timur yang terbuat dari jenis rumput laut Pophyrasp, yang merupakan jenis rumput laut endemik di wilayah tersebut. Karena terbuat dari jenis rumput laut endemik, menyebabkan nori menjadi sebuah komoditas makanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. 

Beberapa upaya telah dilakukan  untuk membuat nori dari rumput laut lokal, namun demikian titik berat masih berada pada pemilihan jenis rumput laut dan penerimaan panelis terhadap nori yang dibuat. Sedangkan salah satu aspek teknis dalam pembutan nori yaitu parameter pengeringannya belum banyak diuraikan. 

Peneliti LRMPHP, drh. Koko Kurniawan, M.Sc telah meneliti aspek pengeringan dalam pembuatan nori ini dan hasilnya dipresentasikan pada acara Sharing Session BRSDMTV, 16 Februari 2022. Acara ini ditayangkan dari studio LRMPHP secara live streaming melalui link https://www.youtube.com/watch?v=0H04ITQkz18

Dalam penjelasannya, drh. Koko Kurniawan, M.Sc menyampaikan bahwa dalam penelitiannya nori dibuat dari campuran rumput laut Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii dengan beberapa suhu pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komposisi campuran rumput laut lokal Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii dan suhu pengeringan terhadap perubahan sifat fisik nori, memodelkan karakteristik pengeringan nori menggunakan beberapa model pengeringan lapis tipis dan mendapatkan kombinasi komposisi Ulva lactuca dan Eucheuma cottonii dan suhu pengeringan yang terbaik untuk membuat nori dari bahan rumput laut lokal.

Menurutnya, penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Complete Block Design (RCBD). Dua variabel yang digunakan adalah komposisi rumput laut dan suhu pengeringan. Komposisi rumput laut terdiri dari 5 perlakuan dengan komposisi Ulva lactuca+ E. cottonii masing-masing 100% + 0%, 95% + 5%, 85% + 15%, 75% + 25% , dan 65% + 35%. Adapun suhu udara pengering terdiri dari tiga kelompok suhu yaitu 75 , 85  dan 100 0C dengan pengeringan ventilasi oven dibuka 50%. Empat model pengeringan digunakan untuk mengevaluasi ketiga suhu pengeringan tersebut yaitu Henderson dan Pabis, Lewis, Page dan Page modifikasi. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan yang digunakan maka waktu pengeringan akan semakin singkat. Kadar air nori dipengaruhi oleh suhu pengeringan dan komposisi bahan. Laju pengeringan nori dipengaruhi oleh suhu pengeringan namun tidak dipengaruhi oleh komposisi bahan. Kadar abu nori dipengaruhi oleh suhu pengeringan namun tidak dipengaruhi oleh komposisi bahan.Tingkat kekerasan nori dipengaruhi oleh suhu pengeringan dan komposisi bahan. Model pengeringan Phage dapat menggambarkan selama proses pengeringan nori.



Rabu, 16 Februari 2022

Sosialisasi ALPINDEL pada Sharing Session

Peneliti LRMPHP,  I Made Susi Erawan, M.Sc presentasikan  ALPINDEL 

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan sosialisasikan hasil riset teknologi alat pengisi adonan fish jelly dengan sistem handel (ALPINDEL). Sosialisasi dengan tema “Teknologi ALPINDEL untuk Produksi Tahu Tuna yang Sehat, Aman, dan Bergizi” disampaikan oleh peneliti LRMPHP, I Made Susi Erawan, M.Sc pada acara Sharing Session BRSDMTV, 16 Februari 2022. Acara ini ditayangkan dari studio LRMPHP secara live streaming melalui link https://www.youtube.com/watch?v=H-TCWzAjIqs. 

Dalam paparannya, I Made Susi Erawan, M.Sc  menyampaikan ALPINDEL merupakan alat pengisi adonan sistem handel yang digunakan untuk membantu pengisian adonan produk fish jelly. Prinsip kerja alat ini dengan menggunakan piston sebagai pendorong untuk mengeluarkan adonan melalui outlet pada tabung adonan. “ALPINDEL ini terbuat dari material food grade dengan kecepatan pengisian adonan hingga 8 - 10 detik/tahu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mutu produk akhir yang dihasilkan, “ tambahnya.

Apresiasi terhadap ALPINDEL ini disampaikan langsung oleh stakeholder melalui uji terap skala terbatas yang melibatkan 7 kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Pacitan. Menurutnya, selain alat ini praktis dan nyaman digunakan, instalasi serta perawatannya juga cukup mudah.


Senin, 14 Februari 2022

Bagaimana Potensi Ikan sebagai Pengganti Daging (Meat Substitutes) ?

Ikan memiliki beberapa manfaat yang membuatnya menjadi bagian dari diet sehat, seperti kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi, yang memiliki peran penting dalam tubuh dan dapat mengurangi resiko beberapa penyakit penyebab kematian. Hal ini dikemukakan oleh Thilsted dkk dalam Food Policy volume 61 tahun 2016. Selaras dengan itu, Perignon, Reynolds dan van Dooren dalam Public Health Nutrition volume 19, 22 dan 79 mengemukakan bahwa ikan merupakan produk berprotein tinggi yang dapat digunakan sebagai produk pengganti daging sapi yang relatif efisien di negara-negara dengan tingkat konsumsi daging sapi tinggi, karena menyebabkan lebih sedikit tekanan lingkungan daripada hewan lain yang layak untuk dikonsumsi manusia. 

Konsumen sampai batas tertentu direkomendasikan untuk makan ikan dan bagi konsumen yang sudah makan lebih dari satu porsi ikan dianjurkan untuk mengganti sisanya dengan sumber protein nabati yang lain, hal ini sesuai rekomendasi dari Brink dkk dalam Public Health Nutrition volume 22 tahun 2019. Sementara itu, terdapat beberapa hambatan bagi konsumen untuk mengkonsumsi ikan, yaitu: ketidaksukaan terhadap sensorik ikan, kurangnya kenyamanan konsumen, kurangnya kepercayaan pada kemampuan sendiri untuk memilih dan mengolah ikan, masalah risiko kesehatan, kurangnya ketersediaan ikan dan juga harga tinggi di wilayah tertentu. Hal ini sesuai pemaparan Carlucci dkk dalam Appetite volume 84 tahun 2015. Dalam kaitannya dengan itu, Sadler dalam Trends in Food Science and Technology volume 15 tahun 2004 mengemukakan bahwa meat imitation erat kaitannya dengan munculnya convenience food dan adanya pangsa pasar kecil konsumen dengan minat untuk sesekali mengkonsumsi makanan tanpa kandungan daging. 

Penelitian mengenai pengaruh penambahan ikan (baik telur maupun dagingnya) terhadap kualitas dan nilai gizi pork pates (daging babi) telah dilakukan oleh Skalecki dkk dalam Applied Science volume 11 tahun 2021. Produk yang ditambahkan telur dan daging ikan terbukti memiliki kandungan lemak dan nilai kalori yang lebih rendah dibandingkan produk yang murni terbuat dari daging babi. Selain itu, penambahan bahan baku ikan dapat meningkatkan indeks kualitas gizi untuk protein (dari 3,2 menjadi 3,9) dan mengurangi indeks gizi untuk lemak (dari 2,2 menjadi 1,9). Konstituen ikan memodifikasi warna, tekstur, dan sifat sensorik pork pates, sampai batas tertentu, sambil mempertahankan penerimaan konsumen. Tambahan telur ikan secara signifikan meningkatkan kualitas kesehatan dengan meningkatkan profil asam lemak pork pates.

Penelitian ini menggunakan model produk daging atau “pâté babi”, terbuat dari daging babi, lemak babi, hati babi, kaldu daging, dan campuran bumbu. Bahan-bahan dimasak selama sekitar 25 menit hingga suhu 75℃ di pusat geometris dan kemudian dicincang dua kali menggunakan sebuah alat pelumat daging HENDI 198 (Rhenen, Belanda) dan sebuah piringan dengan diameter 4 mm.


Gambar 1. Alat pelumat daging HENDI 198

(Sumber : https://www.hendi.eu/en/meat-mincer-198-5512.html)

Bumbu dan garam ditambahkan ke dalam campuran bahan tersebut. Dalam rancangan penelitian, 20% daging (dari bahu babi) diganti dengan bahan baku ikan (telur atau daging ikan). Campuran dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam toples kaca (kapasitas 125 mL), yang ditempatkan dalam waterbath sistem sous-vide HENDI GN 1/1 (Rhenen, Belanda) pada suhu 90℃ dan dipasteurisasi untuk mendapatkan suhu 75℃ di dalam produk. Setelah pasteurisasi, pates didinginkan hingga suhu kamar dan disimpan selama 12 jam pada 6℃.

Gambar 2. Waterbath sistem sous-vide HENDI GN 1/1

(Sumber : https://www.hendi.eu/en/sous-vide-system-gn-11-6744.html)


Penulis : Putri Wullandari - LRMPHP