PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Senin, 16 Januari 2023

Inisiasi Kemitraan LRMPHP dengan Poliwangi Banyuwangi


Di sela-sela agenda rakor BRSDMKP, Kepala LRMPHP, Luthfi Assadad dengan didampingi Koordinator Tata Usaha, Afris Syahada berkesempatan berkunjung ke Politeknik Negeri Banyuwangi atau biasa disebut sebagai Poliwangi (13 Januari 2023).

Politeknik Negeri Banyuwangi merupakan kampus vokasi di bawah pembinaan Kemenristekdikti yang beralamat di Jl. Raya Jember KM.13 Labanasem, Kabat Banyuwangi.

Tim dari LRMPHP bertemu dengan pengelola Program Studi Agribisnis (Abdul Holik, STP, M.Sc) dan Bagian Humas Poliwangi di ruang kerja Direktur Poliwangi Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini dibahas peluang kemitraan antar dua institusi, MBKM Kampus Poliwangi Banyuwangi (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka) yang memberikan peluang mahasiswa untuk berada di luar kampus dalam rangka magang selama 6 bulan, dan rencana pendirian Program Studi Perikanan di Poliwangi Banyuwangi. Agenda kunjungan di Poliwangi ini diakhiri dengan sesi foto bersama.


Sabtu, 14 Januari 2023

Kepala LRMPHP Hadiri Rakor Kepegawaian dan PNBP di Banyuwangi

Kepala Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan dan tim tata usaha mengikuti rangkaian agenda rapat koordinasi Pengelolaan Kepegawaian dan PNBP lingkup BRSDM KP yang dilaksanakan di BPPP Banyuwangi pada tanggal 11-13 Januari 2023. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh satuan kerja BRSDM KP ini dibuka pada hari Rabu tanggal 11 Januari 2023 oleh Kepala BRSDM KP Bapak I Nyoman Radiarta, dengan didahului laporan pelaksanaan kegiatan oleh Sekretaris BRSDM KP Bapak Kusdiantoro.

Dalam rapat koordinasi pengelolaan kepegawaian (Rabu s.d. Kamis, 11-12 Januari 2023), beberapa materi disampaikan oleh narasumber, diantaranya yaitu :

1. Sosialisasi dan diskusi PermenPANRB nomor 7 Tahun 2022 tentang Sistem Kerja Instansi Pemerintah dalam rangka Penyederhanaan Birokrasi; dengan modetaror Kepala BBRSEKP dan narasumber

a. Kepala Biro SDM Aparatur dan Organisasi (Riza Trianzah, A.Pi, MM)

b. Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Sistem Kelembagaan dan Tata Laksana KemenPANRB (Dr. Deny Isworo Makirtyo Tusthowardoyo, S.Sos, M.Si)

2. Sosialisasi dan Diskusi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, dengan moderator Plt. Kepala BBRP2B KP dan narasumber BKN

3. Pembagian Kewenangan Kepegawaian di lingkungan BRSDM KP, dengan moderator Plt. Koordinator Kepegawaian dan Hukum dan narasumber Sekretaris BRSDM KP (Dr. Kusdiantoro)

Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan agenda Diskusi Pimpinan Unit Kerja Lingkup BRSDM terkait Pengelolaan Kepegawaian dengan Kepala BRSDM KP yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2023.

Sedangkan kegiatan rapat koordinasi pengelolaan PNBP dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2023, yang diawali dengan paparan Sekretaris BRSDM KP (Dr. Kusdiantoro) dengan materi target dan realisasi capaian PNBP satuan kerja lingkup BRSDM KP pada tahun 2022. 

Usai paparan Sekretaris BRSDM KP, Kepala BRSDM KP memberikan arahan terkait dengan strategi pencapaian PNBP BRSDM, dan dilanjutkan dengan paparan rencana target PNBP setiap satuan kerja yang dimoderatori oleh masing-masing Kepala Pusat.

LRMPHP sebagai satuan kerja di bawah pembinaan Pusat Riset Perikanan mendapatkan kesempatan untuk memaparkan rencana dan target pencapaian PNBP pada sesi ketiga, bersama dengan satuan kerja (eks) riset lainnya. Kegiatan rapat koordinasi PNBP ini diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kinerja PNBP yang dilaksanakan di atas kapal BPPP Banyuwangi pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2023 sore.

Selain agenda rapat koordinasi pengelolaan kepegawaian dan pengelolaan PNBP, para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti campus tour BPPP Banyuwangi pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2023 sore, dan peningkatan jiwa korsa di area geopark Ijen pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2023 pagi.


Jumat, 13 Januari 2023

KKP Targetkan Peningkatan PNBP Pengembangan SDM

Kementerian Kelautan dan Perikanan terus meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), salah satunya di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan. Hal tersebut dilakukan KKP melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP antara lain pada aset-aset di Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan sertifikasi kompetensi. 

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta mengatakan, dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas jumlahnya, maka PNBP menjadi salah satu solusi untuk mengatasinya. Sumber-sumber PNBP yang ada harus dimaksimalkan pemanfaatannya, sehingga tidak ada aset-aset yang tidak berfungsi atau tidak menghasilkan PNBP. Demikian disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan PNBP Lingkup BRSDM Tahun 2023, Kamis (12/1), di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi. 

Nilai Aset BRSDM sebesar Rp9,74 triliun merupakan potensi besar bagi BRSDM untuk dapat meningkatkan kinerja serta berkontribusi kepada negara melalui PNBP. Pada 2022, realisasi PNBP dan Badan Layanan Umum (BLU) yang dicapai BRSDM sebesar Rp18,321 milyar telah melebihi dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp17,737 miliar. Pada 2023, target PNBP dan BLU BRSDM tersebut lebih ditingkatkan lagi mencapai Rp25,158 miliar dan pada 2024 mencapai Rp31,363 miliar. 

Untuk itu, Nyoman mengatakan, sudah saatnya aset-aset yang idle, tidak terpelihara yang disebabkan minimnya anggaran pemeliharaan, dioptimalkan dalam bentuk penggunaan bersama maupun pemanfaatan dengan pihak eksternal dalam koridor yang diperkenankan. Disamping hal tersebut, PNBP dari layanan pendidikan, pelatihan dan hasil samping kegiatan tugas dan fungsi tetap menjadi core PNBP BRSDM yang spesifik untuk dapat memberikan layanan prima kepada masyarakat. Dengan semangat meningkatkan PNBP BRSDM, target PNBP yang disepakati dalam Rakor ini, harus dikawal baik dengan Sistem Pengendalian Intern, managemen resiko, mengikuti aturan perundangan serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh Satker/UPT, Kepala Pusat dan juga Sekretariat.

"Bagaimana memanfaatkan aset yang ada di seluruh UPT. Dengan pola-pola pemanfaatan yang ada saya kira saat ini banyak aturan-aturan yang sudah refresh, yang sudah mempermudah pemanfaatan tersebut. Sehingga kalau seluruh aset bisa dimanfaatkan dan dioptimalisasikan kita sudah tidak ragu dan khawatir lagi. Kita bilang aset pojok sana sudah dipake Pak, aset yang pojok sana sudah disewakan Pak, sudah tidak ada lagi yang tersisa," ujar Nyoman. 

"Kalau itu semua teroptimalisasi secara optimal otomatis sekarang hitung-hitungannya yang masuk ke negara atau PNBP-nya berapa? Makanya saya mau periksa satu-persatu UPT bagaimana cara menghitungnya itu. Karena ini saya kira menjadi benchmarking bersama BRSDM untuk kita melihat potensi aset di masing-masing UPT yang tentunya nanti kira-kira kontribusi terhadap PNBP itu berapa?" tambahnya. 

Namun demikian, menurut Nyoman, PNBP sebenarnya bukanlah menjadi tujuan utama organisasi yang ia pimpin. Ia mengatakan, pelayanan kepada masyarakat tetap harus diutamakan. 

"Tapi secara spesifik Bapak/Ibu PNBP sebenarnya bukan tujuan utama kita, karena kita adalah kementerian, ada hal lain yaitu pelayanan kepada masyarakat yang harus kita utamakan juga. Makanya selalu saya sampaikan bahwa dari optimalisasi aset yang kita miliki tersebut melalui program-program yang telah kita buat seperti Smart Fisheries Village (Desa Perikanan Cerdas) dan turunannya, ini harusnya ada porsi yang harus kita berikan kepada masyarakat, pembudidaya (ikan), nelayan, dan sebagainya. Nah ini menjadi klaster-klaster plasmanya para UPT, selain juga nantinya ada PNBP," tuturnya. 

Diharapkan melalui Rakor ini dapat dihasilkan beberapa poin penting. Pertama, target PNBP yang diperoleh dari pemanfaatan aset, maupun layanan di setiap Satker. Kedua, menggali kembali potensi-potensi yang selama ini tidak terdata namun bernilai signifikan untuk dimasukkan sebagai potensi PNBP. Ketiga, mengoptimalkan pengelolaan PNBP dalam rangka Program Smart Fisheries Village untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dan penerimaan negara. Keempat, menetapkan komitmen pencapaian target dan penggunaan PNBP melalui penandatanganan Kontrak Kinerja PNBP antara Kepala UPT dan para Kepala Pusat. Kelima, menetapkan target pagu penggunaan PNBP 2023 untuk diusulkan dalam revisi DIPA pada kesempatan pertama di tahun 2023. 

"Semoga pemaparan PNBP hari ini memberi kontribusi terbaik BRSDM dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat dan penerimaan negara," harap Nyoman. 

Sementara itu dilaporkan Sekretaris BRSDM Kusdiantoro, Rakor ini diselenggarakan dalam rangka menggali potensi PNBP dan rencana belanja PNBP pada Satuan Kerja UPT untuk peningkatan layanan kepada stakeholder dan peningkatan realisasi PNBP. Untuk tujuan tersebut, perlu dilakukan koordinasi pengelolaan PNBP.

Sebagai informasi, selain PNBP pada Rakor ini juga dibahas mengenai kepegawaian. Ia mengatakan, menyikapi dinamisnya kebijakan terkait pengelolaan kelembagaan dan pengelolaan SDM aparatur dengan terbitnya beberapa peraturan dalam waktu yang berdekatan dipandang perlu dilakukan sosialisasi terkait peraturan-peraturan dimaksud dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Beberapa hal yang harus disamakan pemahamannya adalah terkait mekanisme kerja baru pasca penyederhanaan birokrasi, pembinaan disiplin pegawai dan penyeragaman pengelolaan urusan kepegawaian.

"Melalui Rapat Koordinasi ini akan ditandatangani kontrak kinerja atas target dan penggunaan PNBP antara Kepala UPT, Kepala Pusat, dan Kepala BRSDM dan kesepahaman tentang mekanisme kerja dan pengelolaan kepegawaian serta dokumen kinerja yang selaras antara level 0, level 1 dan level 2," pungkas Kusdiantoro.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, sektor kelautan dan perikanan menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2022 yang dibuktikan dengan peningkatan PNBP yang mencetak sejarah sebagai PNBP terbesar KKP sejak berdiri tahun 1999. Nilai sementaranya mencapai Rp1,79 triliun. Hal tersebut diungkapkan Menteri Trenggono pada Bincang Bahari Edisi Spesial di Kantor Pusat KKP, Jakarta, 26 Desember lalu.

 


Sumber : kkp


Kamis, 12 Januari 2023

Kepala LRMPHP Hadiri FGD Penyusunan Renstra Dinas KP DIY


Kepala LRMPHP didampingi Koordinator Pelayanan Teknis dan Koordinator Tata Operasional mengikuti Focus Group Discussion  (FGD) Penyusunan Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Tahun 2022 - 2027 secara daring dan luring pada tanggal 11 Januari 2023.
.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gurami Kantor Dinas KP DIY, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas KP DIY Bpk Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si dengan moderator subkoordinator program DKP DIY Bpk Fitrianto Noorcahyo, S.Pi., M.Eng. Adapun narasumber dalam kegiatan penyusunan renstra ini adalah Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc. dari Departemen Perikanan UGM dan Dr. Murti Lestari, M.Si. dari Fakultas Bisnis UKDW Yogyakarta.

Rapat diawali dengan paparan Kepala Dinas KP DIY yang menyampaikan beberapa program unggulan dibidang perikanan tangkap, pengolahan dan pemasaran. Selain program-program tersebut, Dinas KP DIY juga menggagas program prioritas yang akan dilaksanakan diantaranya peningkatan status kawasan konservasi, pengawasan kelautan dan perikanan serta pengembangan desa maritim.

Pada sesi pembahasan, beberapa masukan dalam rangka pengkayaan program-program disampaikan oleh peserta yang hadir diantaranya perwakilan dinas KP kabupaten/kota, stake holder, akademisi, pelaku usaha perikanan, bapeda dan dinas terkait lainnya. 


Jumat, 06 Januari 2023

Kick Off Meeting Tahun Anggaran 2023 LRMPHP

Mengawali tahun 2023, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan menyelenggarakan pertemuan awal tahun yang dihadiri oleh seluruh pegawai pada tanggal 5 Januari 2023 di ruang aula LRMPHP. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program dan kegiatan serta penugasan yang diemban oleh LRMPHP TA 2023.



Dalam kesempatan ini, Kepala LRMPHP Luthfi Assadad memaparkan refleksi TA 2022 dan outlook TA 2023. Pemaparan refleksi TA 2022 disampaikan berbagai prestasi/capaian yang telah diraih LRMPHP TA 2022. Pada TA 2022 Kepala LRMPHP telah menandatangani Perjanjian Kinerja antara Kepala LRMPHP dengan Kepala Pusat Riset Perikanan dengan target kinerja berupa 1 Sasaran Kegiatan yang terdiri dari 10 Indikator Kinerja Kegiatan sesuai dengan Dokumen Perjanjian Kinerja revisi per bulan Desember 2022. Pada akhir tahun 2022 keseluruhan target Indikator Kinerja tersebut telah dapat dipenuhi dan juga dilampaui sehingga diperoleh nilai kinerja LRMPHP dengan status kinerja baik yang ditunjukkan dengan indikator capaian berwarna hijau pada aplikasi Pengelolaan Kinerja KKP. Pencapaian kinerja tersebut tak lain merupakan hasil kerja dari seluruh pegawai LRMPHP.

Sementara itu dalam pemaparan outlook TA 2023 disampaikan keragaan SDM LRMPHP TA 2023, keragaan anggaran TA 2023, struktur manajemen TA 2023, rancangan pelaksanaan dan pembagian tugas kegiatan TA 2023 dan proyeksi LRMPHP TA 2023.  Selain itu beberapa hal yang disampaikan dalam kick off meeting diantaranya pemberlakuan kembali presensi finger print untuk menggantikan presensi online serta mengingatkan penggunaan aplikasi mandatory (elayar, epegawai, kinerjaBKN, dll) kepada setiap pegawai.