PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Jumat, 08 Mei 2026

Ikan Asap Tanpa Asap, Inovasi Sehat dari LRMPHP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan memperkenalkan inovasi pengolahan hasil perikanan berupa ikan asap tanpa asap sebagai solusi modern untuk mengatasi berbagai kelemahan metode pengasapan tradisional. Selama ini, proses pengasapan konvensional kerap menimbulkan permasalahan, seperti terbentuknya deposit tar, kandungan senyawa berbahaya, proses yang kurang higienis, serta mutu produk yang tidak konsisten. Melalui inovasi ini, LRMPHP menghadirkan teknologi pengolahan yang lebih aman, higienis, dan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih terstandar.

Teknologi yang digunakan memanfaatkan asap cair (liquid smoke), yaitu hasil kondensasi dari proses pirolisis bahan alami yang telah dimurnikan untuk menghilangkan senyawa berbahaya, seperti tar dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Dengan metode ini, proses pengasapan tidak lagi melibatkan paparan asap secara langsung sehingga lebih aman bagi kesehatan, namun tetap mampu menghadirkan cita rasa khas ikan asap yang autentik. Selain itu, penggunaan asap cair memberikan keunggulan berupa proses yang lebih higienis serta hasil produk yang lebih konsisten.

Proses pembuatan asap cair meliputi beberapa tahapan, yaitu pemilihan bahan baku, pirolisis, kondensasi, pengendapan, penyaringan, dan destilasi lanjutan sebagai tahap pemurnian akhir. Tahap awal dimulai dengan pemilihan bahan baku yang bersih, alami, dan bebas kontaminan agar menghasilkan produk yang aman digunakan. Bahan yang umum digunakan antara lain tempurung kelapa, kayu mahoni, kayu jati, dan serbuk gergaji nonresin, sedangkan bahan yang harus dihindari meliputi kayu bergetah seperti pinus serta bahan yang mengandung cat, lem, atau zat kimia lainnya.

Setelah bahan baku dipilih, dilakukan proses pirolisis, yaitu pemanasan bahan tanpa oksigen pada suhu sekitar 400 °C dalam kondisi oksigen minimal sehingga menghasilkan asap, arang, dan gas. Asap yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui pipa pendingin atau kondensor pada tahap kondensasi sehingga berubah menjadi cairan atau kondensat. Kondensat ini merupakan asap cair berwarna gelap yang masih mengandung tar dan senyawa berbahaya. Oleh karena itu, dilakukan proses pengendapan dan penyaringan untuk menghilangkan tar serta partikel berat. Asap cair didiamkan selama 1–2 minggu hingga tar dan partikel berat mengendap di bagian dasar, kemudian cairan jernih dipisahkan dan disaring menggunakan kertas filter serta arang aktif untuk memperoleh asap cair yang lebih bersih.

Tahap akhir berupa destilasi lanjutan yang bertujuan menghilangkan sisa tar dan senyawa PAH. Proses ini dilakukan dengan pemanasan pada suhu sekitar 125 °C untuk memisahkan fraksi berdasarkan titik didih dan mengambil fraksi ringan yang lebih aman digunakan. Hasil akhirnya berupa asap cair yang lebih jernih, memiliki aroma lebih bersih, dan aman diaplikasikan pada produk pangan.

Dalam pengolahan ikan asap menggunakan asap cair, bahan yang digunakan berupa ikan segar utuh atau fillet. Ikan terlebih dahulu dicuci menggunakan air bersih, kemudian direndam selama 20–30 menit, tergantung ketebalan ikan, ke dalam larutan asap cair dan garam. Larutan dibuat dengan melarutkan asap cair sebanyak 2% dan garam 3% ke dalam air bersih atau disesuaikan dengan selera. Setelah proses perendaman selesai, ikan ditiriskan selama 30 menit sebelum dilakukan proses pengeringan selama 3–7 jam, tergantung metode dan ketebalan ikan yang digunakan.

Berdasarkan hasil uji hedonik terhadap aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur, pembuatan ikan asap dengan metode tersebut menghasilkan produk dengan tingkat kesukaan yang tinggi dari panelis. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi asap cair mampu menghasilkan produk ikan asap dengan mutu sensoris yang baik dan dapat diterima oleh konsumen.

Melalui inovasi ikan asap tanpa asap ini, LRMPHP menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan yang sehat, higienis, dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk olahan perikanan di masyarakat.


Senin, 04 Mei 2026

KKP Rampungkan Pembangunan 65 KNMP Tahap I

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merampungkan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama. KKP juga telah menyiapkan tim satuan tugas untuk mengawal operasional program prioritas pemerintah tersebut.

“Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP Tahap 1 pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100% per akhir April 2026,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP tahap I dan II, Trian Yunanda dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (2/5).

Seiring penyelesaian pembangunan tersebut, KKP juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 20 Tahun 2026 tentang Satgas Operasionalisasi KNMP. Regulasi ini untuk memastikan operasionalisasi KNMP lebih terarah, sistematis, efektif, dan efisien sesuai tujuan pembangunannya.

Adapun tujuan program KNMP diantaranya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, implementasi ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan baru, penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

“Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” ungkap Trian.

Trian turut menyampaikan permintaan maaf karena penyelesaian pembangunan KNMP di sejumlah lokasi mundur dari jadwal yang ditargetkan. Keterlambatan pembangunan disebabkan banyaknya dinamika di lapangan, diantaranya lokasi pembangunan umumnya berada di wilayah pesisir yang jauh dari perkotaan. 

Kemudian adanya klaim terhadap lahan yang sedang dibangun, hingga kondisi cuaca ekstrim yang masih berlanjut sampai awal tahun 2026. “Kami memohon maaf atas keterlambatan penyelesaian, dan akan melakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan penyelesaian KNMP Tahap 2 di 35 lokasi lainnya,” ujar Trian.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan fasilitas-fasilitas KNMP harus berkualitas agar benar-benar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas masyarakat nelayan. Sejumlah fasilitas utama di lokasi KNMP di antaranya pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan. 


Sumber: kkp web


Kamis, 30 April 2026

Instruktur LRMPHP Jadi Narasumber Pelatihan ATI di Bangunharjo Bantul

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) kembali berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Alih Teknologi Informasi (ATI) yang dilaksanakan di Dusun Saman II, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, pada 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta serta DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang pengolahan hasil perikanan.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur LRMPHP, Tri Nugroho Widianto, hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai gizi ikan, manfaat konsumsi ikan, serta penanganan dan pengolahan ikan yang baik. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan sekaligus mendorong pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi penyampaian materi hingga praktik pengolahan ikan oleh praktisi. Pada sesi praktik, peserta diajarkan pembuatan produk olahan berupa gyosa ikan dan kroket ikan tuna. Gyosa ikan merupakan inovasi produk kekinian yang memadukan kelezatan protein ikan dengan kulit pangsit yang renyah, sedangkan kroket ikan tuna menjadi camilan sehat bergizi tinggi yang cocok untuk konsumsi harian maupun ide usaha rumahan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber seputar kandungan gizi ikan, teknik penanganan bahan baku yang baik, hingga peluang usaha dari produk olahan perikanan. Suasana pelatihan juga berlangsung dinamis melalui diskusi interaktif antara peserta, narasumber, dan praktisi sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami. Selain itu, peserta tampak bersemangat saat mengikuti sesi praktik dengan mencoba langsung setiap tahapan pembuatan produk olahan ikan, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian produk akhir. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk terus menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi mendukung perekonomian keluarga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan Dinas KP DIY, serta praktisi pengolahan ikan. Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen ikan, tetapi juga semakin terampil mengolah ikan menjadi produk sehat, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.


Senin, 27 April 2026

Selasa, 21 April 2026

LRMPHP Bantul Terima Siswa PKL dari SMKN 1 Tanjungsari

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) Bantul menerima siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Tanjungsari, Gunungkidul, pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan penerimaan dilaksanakan di aula LRMPHP dan dihadiri oleh jajaran manajemen serta para instruktur.

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi kerja sama yang telah terjalin antara LRMPHP Bantul dengan SMKN 1 Tanjungsari, sekaligus bentuk dukungan terhadap program pendidikan vokasi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengolahan hasil perikanan.

Pelaksanaan PKL akan berlangsung selama lima bulan, terhitung mulai 20 April hingga 14 September 2026. Sebanyak empat siswa dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi) mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas satu siswa dan tiga siswi, yaitu Devi Kurniawati, Hesty Dinarta, Ibra Maulana Alfachrezy, dan Ratih Tirtaningrum.

Mewakili Kepala LRMPHP, Koordinator Tata Operasional, Nur Fitriana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh SMKN 1 Tanjungsari kepada LRMPHP sebagai lokasi pelaksanaan PKL. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Meski saat ini LRMPHP tengah dalam proses penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pembelajaran terbaik kepada seluruh siswa PKL,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, guru pendamping dari SMKN 1 Tanjungsari, Dhita Pramestya, berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dua instansi dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan industri perikanan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penerimaan, para siswa PKL mengikuti orientasi lingkungan melalui kunjungan ke berbagai fasilitas yang dimiliki LRMPHP. Fasilitas yang diperkenalkan meliputi perpustakaan, laboratorium kimia, laboratorium pengolahan, laboratorium sensori, workshop, serta ruang display alat dan mesin pengolahan hasil perikanan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai fasilitas, peralatan, serta mekanisme kerja yang akan digunakan selama pelaksanaan PKL.

Senin, 20 April 2026

KKP Dorong Gaya Hidup Sehat dengan Fish for Fit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong gaya hidup sehat ke masyarakat melalui kampanye Fish for Fit yang bertujuan menjadikan produk perikanan sebagai asupan nutrisi. Aksi perdana kampanye Fish for Fit dimulai KKP dengan menggandeng Tim Body Fit menggelar hybrid competition pada 18 April 2026 di Jakarta, yang diikuti 30 pasang peserta dari kalangan fitness enthusiast. 

Hybrid competition adalah kompetisi yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan strategi latihan, memanfaatkan euforia olahraga berbasis performa seperti HYROX yang tengah populer di kalangan generasi muda perkotaan. Sebanyak 30 pasang peserta unjuk kekuatan dan kekompakan dalam ajang tersebut.  

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir, lanskap gaya hidup generasi muda Indonesia mengalami pergeseran yang nyata dimana semakin banyak kelompok ini memilih bangun pagi untuk berlari, menghabiskan waktu di pusat kebugaran, atau mengikuti kelas olahraga.  

“Olahraga hanyalah satu sisi dari gaya hidup sehat. Asupan nutrisi menjadi fondasi utama yang menentukan hasil dari setiap aktivitas fisik. Tubuh yang aktif membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat sebagai sumber energi, lemak sebagai cadangan dan regulator, serta protein sebagai komponen utama pembentukan dan pemulihan otot. Tanpa asupan nutrisi yang tepat, aktivitas fisik tidak akan memberikan hasil optimal. Dalam setiap 100 gram sajian, ikan-ikan tersebut mengandung sekitar 20 gram protein, menjadikannya pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan protein harian,” ulasnya di lokasi. 

Dikatakannya, dalam konteks ini, protein memegang peran yang sangat penting. Sayangnya, perbincangan tentang protein di ruang publik sering kali didominasi oleh sumber-sumber tertentu, seperti daging merah, ayam, atau suplemen protein instan. “Padahal, Indonesia memiliki sumber protein alami yang melimpah, berkualitas tinggi, dan lebih ramah bagi tubuh yakni ikan,” katanya. 

Dijelaskannya, ikan merupakan sumber protein dengan kualitas biologis tinggi yang mudah diserap tubuh, dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak. Semua ini nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh individu yang aktif berolahraga untuk mempercepat pemulihan otot dan menjaga performa tubuh. 

Keunggulan lain ikan terletak pada fleksibilitas pengolahannya. Ikan sangat adaptif terhadap gaya hidup sehat modern: bisa dipanggang, dikukus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Menu seperti grilled tuna, pepes ikan, atau sup ikan bening adalah contoh sederhana bagaimana ikan dapat diintegrasikan dalam pola makan sehari-hari tanpa kehilangan cita rasa. 

Masyarakat tidak lagi sekadar makan untuk kenyang, tetapi mulai memperhitungkan nilai gizi, komposisi nutrisi, dan dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Dalam lanskap baru ini, ikan memiliki semua prasyarat untuk menjadi pilihan utama: bergizi tinggi, mudah diolah, terjangkau, dan berkelanjutan. 

“Fish for Fit tidak hanya hadir sebagai pesan komunikasi, tetapi juga sebagai aktivasi nyata.  Jika olahraga telah menjadi gaya hidup, maka sudah saatnya ikan menjadi standar baru sumber protein kita. Bukan sekadar pilihan sehat, tetapi fondasi bagi generasi Indonesia yang lebih kuat, lebih produktif, dan lebih berdaya saing. Ayo makan ikan!” pungkasnya

Ragam produk perikanan tinggi protein turut dipamerkan di area kompetisi. Mulai dari olahan ikan tilapia, produk-produk perikanan fillet seperti tuna, kakap, dan kerapu. Semuanya dikenalkan secara lengkap dengan metode olahan dan kandungan nutrisinya. Para peserta juga bisa langsung mencicipi produk olahan ikan tilapia crispy.  

“Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa kolaborasi antara olahraga dan edukasi gizi berbasis produk perikanan memiliki daya tarik tersendiri dan relevan dengan tren gaya hidup saat ini,” ungkap Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Erwin Dwiyana.

Kegiatan ini, sambung Erwin, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pecinta olahraga, mengenai pentingnya protein ikan sebagai sumber nutrisi unggul yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan pemulihan massa otot. 

“Di samping itu, ini menjadi sarana promosi yang efektif dalam memperluas akses pasar, khususnya pada segmen premium,” ungkap Erwin seraya menyebut hybrid race competition Fish for Fit turut didukung para sponsor, yakni Regal Springs Indonesia, PT Intimas Surya, PT Harta Samudera, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. 

Berdasarkan data, konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 26,04 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren positif, namun masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan guna mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional. 

Fina Phillipe, salah satu peserta mengungkapkan antusiasmenya mengikuti Fish for Fit karena kompetisi ini tak hanya membutuhkan kekuatan dan kekompakan tim, tapi juga strategi. Para peserta rata-rata punya kekuatan fisik yang mumpuni, sehingga memacu dirinya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap sesi kompetisi.

"Acaranya seru banget, partisipannya pun serius dan kompetitif sekali. Ini tuh pas banget untuk saya menuju kompetisi selanjutnya," ujar Fina.

Ditambah, Fina mengaku mendapat banyak edukasi soal produk perikanan selama kegiatan berlangsung. Dia selama ini penggemar berat ikan tuna untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. "Untuk kebutuhan protein aku selalu mengonsumsi ikan tuna. Tadi juga ada edukasi ikan tilapia, yang ternyata proteinnya juga tinggi banget. Ini keren banget sih," pungkasnya.



Sumber: kkp web