Senin, 06 Mei 2024

MBKM KKP Hasilkan Teknologi Terapan Perikanan

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diadaptasi pada seluruh satuan pendidikan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghasilkan berbagai teknologi terapan perikanan.

Salah satunya, para Taruna/i Politeknik KP Sidoarjo yang tengah menjalani kegiatan MBKM di Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) Bantul. Para Taruna/i menghasilkan karya berupa 5 (lima) alat mesin perikanan (alsinkan) yakni Rotary Dryer, Hidrolik Press, Oven Multifungsi, Oven Asap Cair, dan Pindang Higinies. 

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta, menilai bahwa dengan Program MBKM, Taruna-Taruni Politeknik KP dapat berinteraksi lebih dinamis dengan tenaga pengajar, sehingga tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna, antar sivitas akademika di perguruan tinggi maupun dengan kalangan profesional di dunia kerja.

“Melalui skema MBKM, KKP menjawab tantangan dalam mencetak SDM unggul, dinamis, produktif, dan bertalenta global, serta mempersiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0,” tegas Nyoman. 

Nyoman juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan MBKM ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada Taruna/taruni Prodi Mekanisasi Perikanan, Politeknik KP Sidoarjo, untuk belajar secara langsung di workshop dan bengkel konstruksi milik LRMPHP, namun juga memberikan ruang bagi instruktur LRPMPH untuk melatih Taruna/i melalui pengembangan mini project rancang bangun alat mesin perikanan. 

Sementara itu, Kepala LRMPHP, Kartika Winta, menerangkan bahwa nantinya hasil praktik berupa rancang bangun alat mesin perikanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat dalam hal pengolahan produk perikanan dan sebagai sarana pendukung pelaksanaan program strategis BPPSDM KP.

Fungsi dari kelima alsinkan tersebut yakni, Rotary Dryer: berfungsi untuk pengeringan produk perikanan seperti magot, pelet ikan atau produk perikanan kering, dengan keunggulan lebih cepat kering, hemat energi dan pengeringan merata; Hidrolik Press: berfungsi untuk mengurangi kadar lemak dan air pada proses pembuatan tepung ikan, dengan keunggulan mudah dioperasikan, murah dan bebas biaya listrik.

Alat lainnya yakni Oven Multi Fungsi : berfungsi untuk mengeringkan tepung ikan, pelet dan produk perikanan lainya, dengan keunggulan murah, mudah dioperasionalkan serta cocok untuk UMKM;  Oven Asap Cair: berfungsi untuk mengeringkan ikan asap yang menggunakan asap cair, dengan keunggulan tidak membutuhkan suhu tinggi dan pengeringan cepat, sehingga lebih efisien, serta mudah dioperasikan untuk UMKM; dan Alat Pindang Higinies: berfungsi untuk membuat pindang ikan dengan keunggulan bahan yang dipergunakan menggunakan steinless steel food grade dan tertutup, sehingga produk pindang ikan yang dihasilkan bersih dari kontaminan.

Melalui praktik ini para taruna telah dibekali kemampuan teknis untuk siap terjun di dunia usaha/ dunia industri, dengan kemampuan desain, konstruksi, dan menguji alat/mesin sederhana, sehingga diharapkan para taruna lebih mampu dan terampil lagi dalam merancang dan mengonstruksi sekaligus menentukan parameter-parameter pengujian untuk menilai kehandalan suatu alat/mesin perikanan. 

Selain hal itu, para taruna diharapkan lebih terampil, cekatan dalam menggunakan/mengoperasikan peralatan dasar konstruksi permesinan.

MBKM merupakan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) yang bertujuan mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.


Sumber : kkp


0 comments:

Posting Komentar