Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) mengembangkan inovasi alat pengering rumput laut berbasis efek rumah kaca sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas hasil panen rumput laut. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pembudidaya menghasilkan rumput laut kering yang memiliki mutu lebih baik, bernilai jual lebih tinggi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama ini, proses pengeringan rumput laut masih dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari secara langsung. Metode tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga waktu pengeringan menjadi lebih lama dan kualitas produk yang dihasilkan sering kali tidak konsisten. Melalui inovasi ini, LRMPHP menghadirkan teknologi pengeringan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Alat pengering efek rumah kaca dirancang dengan desain yang sederhana namun kokoh, mudah dioperasikan, serta menggunakan material yang mudah diperoleh di pasaran. Dengan demikian, alat ini dapat dimodifikasi maupun direplikasi sesuai kebutuhan dan ketersediaan bahan di daerah masing-masing. Proses pengeringan berlangsung lebih cepat sehingga kadar air rumput laut dapat diturunkan secara optimal. Selain itu, sistem pengeringan yang lebih terkontrol mampu meminimalkan pertumbuhan jamur, mikroorganisme, dan serangga, sehingga mutu produk tetap terjaga, umur simpan menjadi lebih panjang, serta daya saing produk di pasar semakin meningkat.
Pada penerapannya, alat pengering ini dibangun dengan ukuran 3 × 4 × 2,5 meter menggunakan rangka besi hollow galvanis. Dinding dan atap menggunakan plastik mika yang berfungsi menangkap serta menyimpan energi panas matahari untuk membantu proses pengeringan. Alat ini juga dilengkapi exhaust fan untuk mengurangi kelembapan ruang dengan mengeluarkan uap air selama proses berlangsung, serta bahan penyerap panas (heat absorber) guna mengoptimalkan penyimpanan panas. Dengan suhu ruang yang dapat mencapai hingga 56°C dan kelembapan udara yang rendah, alat ini mampu menghasilkan rumput laut kering dengan kualitas yang lebih tinggi dan konsisten. Dalam satu siklus pengeringan, alat ini memiliki kapasitas sekitar 400–500 kilogram rumput laut dengan biaya operasional yang relatif rendah, sehingga lebih efisien dibandingkan metode pengeringan tradisional.
Inovasi alat pengering rumput laut berbasis efek rumah kaca tersebut telah diterapkan di kawasan Smart Fisheries Village (SFV) Silvofishery Marana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pengeringan rumput laut bagi para pembudidaya setempat sekaligus menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan stabil.
Penyuluh Perikanan setempat, Dominggus, menyampaikan apresiasinya terhadap penerapan inovasi tersebut. Menurutnya, alat pengering efek rumah kaca mampu menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi para pembudidaya rumput laut di Kabupaten Maros.
"Dengan adanya alat pengering ini sangat membantu kami. Harapan kami ke depan kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelaku utama pembudidaya," ujarnya.






0 comments:
Posting Komentar