PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Kamis, 29 Januari 2026

LRMPHP Gelar Kick Off Meeting dan Dialog Kinerja TA 2026

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) menggelar Kick Off Meeting dan Dialog Kinerja Tahun Anggaran (TA) 2026 di Aula LRMPHP, Selasa (28/1/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LRMPHP dan dihadiri oleh seluruh pegawai sebagai agenda awal tahun dalam rangka sosialisasi program, kegiatan, serta penugasan LRMPHP.

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP Kartika Winta Apriliany menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja LRMPHP pada tahun 2025. Evaluasi kinerja tahun sebelumnya menjadi salah satu fokus pembahasan, yang disampaikan melalui pemaparan capaian sepuluh indikator kinerja kegiatan, kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut perbaikan pada TA 2026.

Seluruh target indikator kinerja berhasil dicapai bahkan terlampaui, sehingga LRMPHP memperoleh status kinerja “Istimewa” pada Aplikasi Pengelolaan Kinerja KKP. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dalam pelaksanaan kegiatan TA 2026 melalui perencanaan yang lebih matang serta pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula rencana pengelolaan aset LRMPHP dalam rangka mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta penyiiapan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang terarah melalui pembentukan tim akselerasi. 

Selain itu, Kepala LRMPHP memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi di lingkungan LRMPHP Tahun 2025. Penghargaan Best Employee diberikan kepada Dhini Arum Pratiwi, Outstanding Learner kepada Septyana Safitri, dan Best Attendance kepada Iwal Malhani.

Melalui kegiatan ini, Kepala LRMPHP berharap seluruh pegawai dapat terus berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian sasaran kinerja organisasi serta selaras dengan program prioritas BPPSDM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Jumat, 23 Januari 2026

KNMP Poncosari Rampung 100 Persen, Penyelesaian Difokuskan pada Penyempurnaan Kualitas

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah rampung 100 persen. Penyelesaian  pembangunan berfokus pada penyempurnaan kualitas sarana dan prasarana, sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat kunjungan kerja awal Januari lalu.

Arahan tersebut menjadi dasar percepatan sekaligus penguatan mutu pekerjaan, terutama pada detail bangunan dan fungsi fasilitas agar siap dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat nelayan.

“Penyelesaian pembangunan KNMP Poncosari tidak hanya mengejar target waktu, tetapi memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar kualitas dan fungsi yang dibutuhkan nelayan,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (23/1).

Trian merinci, seluruh item pekerjaan fisik di KNMP Poncosari telah mencapai 100 persen, termasuk infrastruktur bangunan, sarana prasarana rantai dingin, serta fasilitas pendukung aktivitas perikanan dan ekonomi nelayan.

Fasilitas yang telah rampung meliputi kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring. Sementara itu, sarana rantai dingin seperti gudang beku portabel dan pabrik es portabel telah disiapkan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil tangkapan.

KNMP Poncosari menjadi salah satu lokasi yang selesai sesuai target dalam pembangunan tahap pertama Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025. Penyelesaian ini diharapkan segera dilanjutkan ke tahap pemanfaatan dan pengelolaan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sehingga manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bentuk komitmen KKP dalam mendorong transformasi kawasan pesisir melalui pembangunan sarana prasarana perikanan terintegrasi, serta sebagai upaya penguatan peran koperasi dan masyarakat nelayan.



Sumber : kkp web


Jumat, 16 Januari 2026

Raih Penghargaan SnackVideo, KKP Konsisten Edukasi Masyarakat

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meraih penghargaan Best Knowledge Dissemination Award dari SnackVideo, sebuah platform media sosial dari Tiongkok berbasis video pendek.

Penghargaan tersebut secara resmi disampaikan oleh Manajer Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia Tsarina Maharani kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KP I Nyoman Radiarta pada ajang bergengsi yang digelar baru-baru ini.

"Kami berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi yang akurat, edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (15/1).

Kepala Hubungan Pemerintah SnackVideo Indonesia Yulika Satria Daya mengatakan, penghargaan tersebut diberikan karena akun BPPSDM KP dinilai konsisten menyajikan konten informatif dan beragam.

“Ini merupakan bentuk apresiasi SnackVideo atas kolaborasi dan kerja sama strategis yang telah dibangun demi mendukung pemberdayaan masyarakat serta peningkatan literasi digital baik di tingkat nasional maupun daerah,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional SnackVideo Indonesia Yugo Prabowo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengguna SnackVideo, terutama para content creator dan streamer, yang terus berkarya dan menghasilkan kreativitas melalui SnackVideo.

Sebagai informasi SnackVideo adalah platform media sosial untuk berbagi video pendek, yang didirikan di Tiongkok pada 2011 dan masuk ke Indonesia pada akhir 2020. BPPSDM KP sejak 2023 telah memiliki akun resmi BPPSDM KKP dengan user id bppsdm_kp di SnackVideo untuk menyampaikan berbagai program dan kegiatan KKP dan BPPSDM KP serta informasi lainnya di sektor kelautan dan perikanan untuk masyarakat. 

Demikian juga dengan Satuan-Satuan Kerja di bawah BPPSDM KP telah menggunakan aplikasi ini, di samping juga aplikasi-aplikasi lainnya, dalam menyampaikan beragam informasi kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Informasi yang disampaikan khususnya terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan, melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan, standardisasi, dan sertifikasi, dalam mendukung program prioritas KKP.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, SDM yang berkualitas merupakan salah satu kunci dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, BPPSDM KP berperan besar dalam menghasilkan SDM yang unggul bagi pembangunan kelautan dan perikanan.



Sumber : kkp web


Rabu, 24 Desember 2025

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan LRMPHP TA 2025

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2025 pada 23 Desember 2025 bertempat di Aula LRMPHP. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LRMPHP, Kartika Winta Apriliany, serta dihadiri oleh para koordinator manajerial bidang Tata Usaha, Pelayanan Teknis, dan Tata Operasional, beserta seluruh pegawai LRMPHP.

Rangkaian kegiatan Monev diawali dengan arahan Kepala LRMPHP, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan pembahasan capaian kegiatan masing-masing bidang oleh para koordinator. Selain pembahasan kegiatan manajerial, pada kesempatan tersebut juga dipaparkan pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di LRMPHP.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah diemban oleh LRMPHP sejak tahun 2024 melalui kolaborasi dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program prioritas BPPSDM KP, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan aset yang dimiliki.

Dalam arahannya, Kepala LRMPHP mengapresiasi kinerja seluruh pegawai sehingga berbagai capaian kinerja dapat diselesaikan dengan baik, meskipun dihadapkan pada sejumlah dinamika yang kurang ideal. Namun demikian, seluruh pegawai tetap menunjukkan semangat dan motivasi yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Pada pemaparan kegiatan Monev, baik pada bidang Tata Usaha, Pelayanan Teknis, maupun Tata Operasional, para koordinator menyampaikan berbagai capaian kinerja LRMPHP sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut antara lain nilai kinerja organisasi, Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN), pelaksanaan kerja sama, kegiatan diseminasi dan/atau pelatihan, pelaksanaan program MBKM, rekomendasi teknis penyuluhan berupa Alat Transportasi Ikan Segar, peran serta dalam penyelamatan arsip, penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), serta realisasi anggaran.

Kepala LRMPHP menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan dukungan seluruh pihak, serta diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas yang diemban LRMPHP. Selain itu, Kepala LRMPHP juga mengajak seluruh pegawai untuk turut mendukung diseminasi kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada masyarakat melalui media sosial. Setiap pegawai diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan membagikan campaign yang disediakan melalui SuperApps KKP pada akun media sosial masing-masing.


Jumat, 19 Desember 2025

Raih WTP Beruntun, KKP Konsisten Perkuat Pengawasan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menunjukkan komitmen dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. Upaya tersebut tercermin dari penguatan sistem pengawasan intern yang konsisten dilakukan sepanjang 2025, sekaligus menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program dan anggaran kementerian.

Penguatan pengawasan intern KKP tercermin dari capaian kinerja yang stabil, salah satunya dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan selama tiga tahun berturut-turut pada periode 2022–2024. Capaian ini menegaskan bahwa tata kelola keuangan di lingkungan KKP dijalankan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Tak hanya itu, kinerja KKP dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan juga menunjukkan hasil yang solid. Hingga 2025, persentase tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) mencapai 85,14 persen, melampaui target nasional sebesar 75 persen. 

Capaian tersebut mencerminkan komitmen KKP untuk memastikan setiap rekomendasi pemeriksaan ditindaklanjuti secara substantif dan berkelanjutan, tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Sebagai kementerian yang mengelola program dan anggaran bernilai triliun rupiah setiap tahun, KKP menjalankan kegiatan yang tersebar luas hingga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Program tersebut mencakup bantuan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat perikanan, hingga pengelolaan sumber daya kelautan. 

Dalam konteks tersebut, pengawasan intern menjadi instrumen kunci untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi nelayan, pembudi daya, serta masyarakat pesisir.

Inspektur Jenderal KKP, Ade Tajudin Sutiawarman menegaskan bahwa pengawasan intern tidak lagi diposisikan semata sebagai fungsi pengendalian kepatuhan, melainkan sebagai mitra strategis manajemen dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan pelaksanaan program. Menurutnya, opini WTP merupakan titik awal, bukan tujuan akhir. 

“Tantangan ke depan adalah memastikan kualitas belanja negara benar-benar berdampak bagi masyarakat serta mampu meminimalkan risiko sejak tahap perencanaan,” kata Ade Tajudin di Jakarta, Kamis (18/12).

Dalam penguatan sistem pengendalian intern, Tingkat Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) KKP mencapai nilai 3,68 dan berada pada Level 3 atau Terdefinisi di Tahun 2024 dan saat ini sedang proses penilaian oleh BPKP. Capaian ini menunjukkan bahwa kerangka pengendalian intern telah terbangun secara sistematis, terdokumentasi, dan dijalankan secara konsisten di seluruh unit kerja. 

Sementara itu, Tingkat Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) KKP mencatat skor 3,70 dan berada pada Level 3 atau Delivered, yang menandakan fungsi pengawasan telah mampu memberikan nilai tambah melalui peran assurance dan advisory.

Selain pengawasan keuangan dan kinerja, Ade juga aktif mendorong pembangunan Zona Integritas serta implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang disinergikan dengan agenda reformasi birokrasi. 

“Upaya ini diarahkan untuk membangun budaya integritas dan memperkuat pencegahan risiko penyimpangan sejak dini,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan intern melalui penguatan manajemen risiko terintegrasi, peningkatan kompetensi APIP, serta pemanfaatan teknologi pengawasan berbasis data. Pengawasan yang kuat dan adaptif diyakininya menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta terpercaya di mata publik.



Sumber : kkp web


Rabu, 17 Desember 2025

KKP Sukses Pertahankan Prestasi Informatif Ke-7 Kalinya pada Anugerah KIP 2025

Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil mempertahankan predikat informatif pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat. Ini menjadi tahun ketujuh berturut-turut KKP berhasil menyabet predikat tersebut.

“Ini kerja keras tim dalam memberikan layanan informasi terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sesuai arahan Pak Menteri Trenggono akses informasi memang harus terbuka dan akuntabel sehingga masyarakat bisa ikut mengetahui bahkan mengawal kebijakan dan program kerja KKP,” ungkap Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (16/12).

Doni mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan menerima piagam penghargaan untuk kategori Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat di Jakarta kemarin. 

Penghargaan tersebut menurutnya, menambah deretan prestasi yang berhasil diraih KKP sepanjang tahun ini. Sebelumnya KKP meraih award terbaik kedua kategori Kampanye Komunikasi Publik pada acara Anugerah Media Humas 2025, dan Transparency Award 2025 untuk kategori Penyedia Informasi Publik Terbaik.

KKP mendapatkan predikat Badan Publik Informatif sejak 2019 sampai penilaian terbaru di 2025. Dari tahun ke tahun KKP konsisten meningkatkan perolehan nilai keterbukaan informasi publik dari angka 90,4 menjadi 97,13.

Terdapat sejumlah tahapan dari Komisi Informasi Pusat untuk menetapkan KKP sebagai badan publik informatif. Seperti melakukan monitoring dan evaluasi layanan informasi yang berjalan, Self Assessment Questionere (SAQ) hingga tahapan presentasi uji publik.

Tim Penilai dalam tahapan presentasi uji publik terdiri dari Komisioner Komisi Informasi Pusat, akademisi, jurnalis, praktisi maupun organisasi masyarakat yang memiliki kompetensi dan konsen terhadap Keterbukaan Informasi Publik.

“Tentunya kami berusaha mempertahankan prestasi ini, namun penting juga bagaimana kebijakan dan program kerja KKP bisa terimplementasi dengan baik untuk peningkatan produktivitas masyarakat kelautan perikanan. Dan kami selalu terbuka dalam mengedukasi dan memberikan informasi ke masyarakat,” ungkapnya.



Sumber : kkp web


Jumat, 12 Desember 2025

KKP Lantik 1.207 Taruna–Taruni Baru TA 2025/2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melantik 1.207 taruna–taruni baru Pendidikan Tinggi Vokasi Kelautan dan Perikanan Tahun Akademik 2025/2026. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi KKP dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang siap berperan aktif menjaga, mengelola, dan memajukan sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan, taruna–taruni baru merupakan putra-putri terbaik bangsa yang dipilih untuk menjadi bagian dari barisan penggerak masa depan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, SDM merupakan pilar utama keberhasilan pembangunan maritim Indonesia, sehingga pembentukan karakter, kecakapan, dan kompetensi para taruna menjadi prioritas.

Selama menjalani pendidikan, para taruna/i akan dibina melalui pendekatan komprehensif yang mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Pembinaan ini diharapkan melahirkan lulusan vokasi yang berpengetahuan kuat, terampil, berintegritas, serta memiliki daya saing global dalam menghadapi dinamika sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Trenggono juga menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah memperkuat arah pembangunan melalui kebijakan Ekonomi Biru, sebuah pendekatan yang menempatkan keberlanjutan laut sebagai fondasi utama pemanfaatan sumber daya kelautan. "Tantangan pengelolaan laut yang semakin kompleks membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu berpikir strategis serta memiliki kesadaran ekologis yang tinggi," tegas Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (11/12).

Melalui Ekonomi Biru, KKP terus mendorong perluasan kawasan konservasi laut, penerapan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya ramah lingkungan di berbagai wilayah, penguatan tata kelola pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengurangan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipatif Bulan Cinta Laut. Seluruh arah kebijakan ini membutuhkan dukungan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan dan peluang pengelolaan laut secara modern dan bertanggung jawab.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KP (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa pelantikan serentak ini menunjukkan kesiapan seluruh perguruan tinggi vokasi KKP dalam menyambut generasi baru pendidikan kelautan dan perikanan.

“Pelantikan tahun ini diikuti oleh 295 taruna baru Politeknik Ahli Usaha Perikanan, 266 taruna baru Politeknik KP Sidoarjo, dan 107 taruna baru Politeknik KP Karawang yang hadir secara luring. Selain itu, 67 taruna dari Politeknik KP Sorong, 80 dari Bitung, 73 dari Bone, 69 dari Kupang, 76 dari Dumai, 76 dari Jembrana, 67 dari Pangandaran, serta 31 taruna baru dari Akademi Komunitas KP Wakatobi juga turut mengikuti pelantikan secara daring,” papar Nyoman.

Ia menegaskan bahwa seluruh kampus vokasi KKP telah siap mendampingi para taruna baru ini melalui pembelajaran yang terstandar dan berorientasi pada kompetensi. “Kami memastikan proses pendidikan di setiap satuan pendidikan vokasi berjalan dengan kualitas yang sama kuatnya. Para taruna akan ditempa dalam lingkungan belajar yang disiplin, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan,” terang Nyoman.

Pelantikan 1.207 taruna–taruni baru ini tentunya menjadi langkah awal perjalanan panjang dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi penjaga laut Indonesia. Menteri berpesan agar seluruh taruna menjalani pendidikan dengan penuh disiplin, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. 



Sumber : kkp web


Rabu, 10 Desember 2025

LRMPHP Kembali Meraih Predikat Informatif pada Penilaian KIP KKP 2025

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) kembali meraih Predikat Informatif pada Penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pencapaian ini merupakan wujud komitmen serta kerja bersama seluruh pegawai LRMPHP dalam menyediakan layanan informasi publik yang cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh KKP dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penilaian dilakukan terhadap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana pada seluruh unit organisasi eselon I dan unit pelaksana teknis di lingkungan KKP.

Proses penilaian meliputi pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) melalui aplikasi khusus Pelikan yang digunakan untuk memantau dan mengevaluasi tingkat keterbukaan informasi publik secara transparan, terukur, dan terintegrasi. Melalui mekanisme ini, setiap satuan kerja dinilai berdasarkan pemenuhan standar layanan informasi, ketersediaan data, serta kualitas dan konsistensi penyampaian informasi kepada publik.

Berdasarkan hasil Evaluasi Mandiri Monev KIP KKP Tahun 2025, LRMPHP berhasil memperoleh nilai 97,52. Atas capaian tersebut, LRMPHP menerima Piagam Penghargaan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor B.1271/MEN-KP/XII/2025 tertanggal 2 Desember 2025, sebagai Unit Organisasi Berpredikat Informatif.

Kepala LRMPHP berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi LRMPHP untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik kepada masyarakat, serta semakin memperkuat komitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih pada masa mendatang.


Senin, 08 Desember 2025

Abon Tuna Tewel, Inovasi Diversifikasi Olahan Ikan dari LRMPHP

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) memperkenalkan inovasi produk olahan ikan bernama Abon Tuna Tewel (Abon TuTe), hasil pengembangan bersama antara LRMPHP dan para siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sanden Bantul yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya LRMPHP dalam mendorong diversifikasi pangan berbasis ikan serta pemanfaatan bahan baku lokal bernilai tambah.

Abon TuTe mengombinasikan ikan tuna sebagai sumber protein berkualitas tinggi dengan tewel (nangka muda), bahan pangan yang banyak ditemukan di wilayah Bantul dan umumnya dimanfaatkan sebagai bahan olahan masakan seperti gudeg. Melalui formulasi baru ini, tewel digunakan sebagai bahan pengisi alami yang kaya serat sekaligus membantu menekan biaya produksi, sehingga produk abon menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dalam proses pengembangan produk, Abon TuTe menggunakan proporsi tewel sebagai bahan tambahan dengan ikan tuna sebesar 30 persen. Komposisi ini dinilai paling disukai oleh panelis dibandingkan variasi lainnya karena menghasilkan tekstur abon yang lebih lembut serta cita rasa gurih yang khas.

Kepala LRMPHP menyampaikan bahwa inovasi Abon Tuna Tewel merupakan langkah strategis dalam memperluas ragam produk olahan perikanan yang ekonomis dan inovatif. “Selain meningkatkan diversifikasi produk olahan ikan, inovasi ini turut mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh serta berpotensi mendukung kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya.

LRMPHP berharap Abon Tuna Tewel dapat menjadi produk alternatif yang mudah diadopsi masyarakat untuk memperluas ragam olahan ikan bernilai jual. LRMPHP berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan riset yang mendukung peningkatan konsumsi ikan serta penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan di Indonesia.


Rabu, 03 Desember 2025

KKP Kerahkan Armada Laut & Udara Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk  warga terdampak bencana alam, khususnya para pelaku utama sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pelepasan bantuan berupa 10.000 kaleng ikan olahan hingga kebutuhan pokok menggunakan pesawat pengawasan (Airborne Surveillance) dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (2/12).

“Sebagaimana arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono pada hari ini kami melepas misi KKP untuk Sumatra menggunakan pesawat pengawasan,” ungkap Direktur Jendral PSDKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk) selaku Komandan Satgas KKP Peduli Bencana Sumatra.

Selain melalui jalur udara, KKP juga mengerahkan KP. Hiu Macan 05 dari Pelabuhan Bandar Deli Belawan menuju Langsa dan Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada Senin kemarin. Kapal tersebut membawa total 12 ton logistik, terdiri dari 2 ton bantuan KKP dan 10 ton bantuan dari Polda Riau, yang terdiri dari beras, obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan wanita, pakaian, serta selimut.

Sedangkan, bantuan untuk wilayah Sibolga di Sumatra Utara, KKP mengerahkan KP. Hiu 12 dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Banda Aceh pada sejak pagi tadi pukul 05.30 WIB. Logistik yang dikirim sekitar 5 ton mencakup air kemasan, ikan kaleng, mie instan, biskuit, sembako, perlengkapan bayi dan wanita, serta obat-obatan. 

KKP melalui posko di Padang Sumatera Barat juga telah menyalurkan bantuan sejumlah 6 ton yang mencakup sembako, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ipunk menambahkan bahwa pengiriman bantuan akan terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan kolaborasi KKP bersama instansi terkait khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) setempat.

“Satgas KKP untuk Sumatra akan terus mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menugaskan Satgas KKP  untuk terus melakukan identifikasi dan pendataan masyarakat kelautan dan perikanan yang terdampak bencana, antara lain pembudidaya, nelayan serta pengolah dan pemasar hasil perikanan untuk selanjutnya dilakukan proses pemulihan usaha secara bertahap.



Sumber : kkp web


Senin, 01 Desember 2025

KKP Berikan Pelatihan Bioflok ke 100 KDMP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi desa melalui sinergi antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). Kolaborasi ini diwujudkan melalui Pelatihan Budi Daya Lele dan Nila Bioflok Tematik di 100 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang berlangsung pada 29 November–12 Desember 2025, dengan target peserta sebanyak 300 orang.

Sebagai pelaksana pelatihan, BPPSDM KP melalui Pusat Pelatihan KP memastikan SDM KDMP memiliki keterampilan yang memadai agar bantuan bioflok benar-benar menghasilkan usaha yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. 

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa pelatihan ini menyasar KDMP di Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Barat. “Dari KDMP-KDMP yang menerima unit bantuan bioflok tersebut, kita ingin meningkatkan kapasitas mereka. Oleh karena itu, peserta pelatihan merupakan perwakilan dari masing-masing koperasi yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan secara langsung,” jelas Nyoman dalam siaran resminya, Minggu (30/11).

Pihaknya menambahkan bahwa perluasan pelatihan hingga wilayah non-pesisir bertujuan mengoptimalkan potensi budi daya air tawar. “Karena ini pengembangan kampung budi daya, jadi tidak hanya di pesisir saja tapi juga dari pedalaman, karena budi daya yang dikembangkan adalah lele dan nila bioflok,” ungkap Nyoman.

Pelatihan ini juga dirancang dengan pendekatan Training of Trainers (ToT) untuk mempersiapkan peserta sebagai penggerak awal koperasi. Dengan model tersebut, diharapkan para peserta pelatihan dapat memberikan dorongan awal bagi KDMP.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu, menegaskan bahwa akuntabilitas dan kebermanfaatan program menjadi prioritas. “Program ini menggunakan APBN, APBN ini uang titipan rakyat. Kami yang dititipi harus bisa memastikan uang itu bisa dipakai dengan baik jangan sampai mangkrak, nah untuk itu disiapkan. Kami di sisi teknisnya, sementara itu BPPSDM KP menyiapkan dari sisi SDM-nya supaya semuanya berjalan selaras,” ujarnya. 

Dalam kolaborasi ini, DJPB memastikan teknologi, fasilitas, dan unit bioflok tersedia, sedangkan BPPSDM KP bertanggung jawab atas penyiapan SDM serta pendampingan teknis berkelanjutan. Sinergi ini menunjukkan pentingnya keterpaduan antara pembangunan fisik, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas.

Ia menekankan bahwa percepatan peningkatan kesejahteraan pembudi daya menjadi tujuan utama. “Harapannya kita ingin secepatnya meningkatkan kesejahteraan pembudi daya, itu harapannya,” tegas Tb. Haeru.

Pelatihan bioflok dilaksanakan di 100 titik di empat provinsi, dengan cakupan terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, disusul D.I. Yogyakarta dan Jawa Barat. Setiap titik didukung oleh penyuluh KP dan pendamping, sementara perwakilan koperasi sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif di Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Banyuwangi.

Materi pelatihan sendiri mencakup desain kolam, persiapan media air, manajemen pakan, pengendalian penyakit, panen dan pascapanen, hingga analisis usaha dan strategi pemasaran. Pembelajaran diberikan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung oleh widyaiswara dan instruktur BPPP Banyuwangi. Dukungan tambahan pun hadir melalui penyerahan Mesin Pakan dari DJPB kepada BPPP Banyuwangi serta bantuan kendaraan roda tiga Viar dari BSI Cabang Banyuwangi melalui CSR.

Dengan pelatihan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan, KKP berharap 100 koperasi dapat mengembangkan unit budi daya bioflok yang mandiri dan produktif, sekaligus membuka peluang kerja dan menyediakan ikan konsumsi yang terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi ekonomi biru. Program pelatihan produksi perikanan menjadi motor penggerak lahirnya usaha-usaha baru di desa, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.



sumber : kkp web


Senin, 24 November 2025

Pangan Biru Solusi Penuhi Gizi Masyarakat Menuju Indonesia Emas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan peningkatan produktivitas pangan biru untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat mewujudkan Generasi Emas 2045. Pangan biru merupakan sumber pangan yang berasal dari perairan, seperti ikan, kerang-kerangan, hingga rumput laut. 

"Pangan biru merupakan sumber pangan kaya nutrisi khususnya omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan janin, terutama dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan," terang Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (22/11).

Machmud menambahkan, posisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah laut seluas 6,4 juta km2 dan garis pantai hingga 108.000 km merupakan modal bagi pemenuhan kebutuhan protein dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih proyeksi Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) menyatakan bahwa makanan laut hasil budidaya memiliki edible yield atau efisiensi pengolahan bahan makanan mencapai 68% dibanding sumber protein hewani lainnya.

Peningkatan produktivitas pangan biru sambungnya, diimbangi dengan sosialiasi gemar makan ikan, sehingga penyerapan produksi bisa maksimal. Pada 21 November kemarin merupakan Hari Ikan Nasional (Harkannas) dan KKP membuat rangkaian kegiatan untuk mempromosikan produk perikanan yang puncaknya berlangsung pada 23 November di Jakarta.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Pangan, Muhammad Mawardi memastikan pemerintah telah menyiapkan pangan biru sebagai bagian dari transformasi strategis. Adapun aspek gizi menjadi salah satu bagian dari pilar transformasi tersebut yang ditunjukkan dengan upaya mengintegrasikan pangan akuatik yang bergizi tinggi dalam program sosial/gizi nasional dan program MBG khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi. 

"Kami juga memberikan dukungan terhadap rantai nilai pangan akuatik dan mengurangi food waste atau kehilangan serta pemborosan pangan," ujar Mawardi.

Sementara Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kemenko Pembangunan Manusia (PMK), Jelsi Natalia Marampa menegaskan pangan biru adalah jawaban dari persoalan triple burden malnutrisi atau kondisi di mana tiga masalah gizi terjadi secara bersamaan seperti kekurangan gizi (undernutrition), kelebihan gizi (overnutrition), dan kekurangan zat gizi mikro (micronutrient deficiency). Dia mengamini bahwa ikan adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya mikronutrien, kaya Omega-3 untuk kecerdasan serta mendukung pertumbuhan optimal serta pencegahan stunting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Karenanya, kandungan gizi yang terkandung pada ikan berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. "Studi menunjukkan konsumsi ikan berhubungan dengan penurunan risiko stunting. Dengan gizi yang optimal anak akan tumbuh sehat, cerdas dan produktif serta unggul yang mampu bersaing secara global dan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan harapan, pemenuhan gizi masyarakat terpenuhi, sekaligus membantu kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.


Sumber : kkp web


Kamis, 20 November 2025

LRMPHP Diseminasikan ALTIS sebagai Teknologi Terekomendasi BPPSDM KP


Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) diseminasikan Alat Transportasi Ikan Segar (ALTIS) sebagai salah satu teknologi yang direkomendasikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan pada 19 November 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 penyuluh perikanan dari berbagai wilayah Indonesia, dengan menghadirkan Prof. Dr. Maman Hermawan, M.Sc., dan Prof. Dr. Aef Permadi, S.Pi., M.Si. (Guru Besar Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta) sebagai pembahas.

ALTIS merupakan inovasi yang telah ditetapkan sebagai teknologi terekomendasi melalui Keputusan Kepala BPPSDM KP Nomor 320 Tahun 2025. Teknologi ini hadir untuk menjawab permasalahan rendahnya mutu ikan yang diterima konsumen akibat lemahnya penanganan selama proses transportasi dan distribusi, terutama oleh pedagang ikan keliling. Selama ini, proses transportasi ikan masih banyak mengandalkan styrofoam box atau blong plastik yang tidak higienis dan kurang mampu mempertahankan kualitas ikan.

Menjawab kebutuhan tersebut, LRMPHP mengembangkan ALTIS, yaitu peti berinsulasi dengan sistem pendingin yang dapat dipasang pada sepeda motor roda dua. Peralatan ini dirancang untuk membantu pedagang ikan keliling dalam mendistribusikan ikan segar dengan lebih efektif sekaligus menjaga mutu produk hingga ke tangan konsumen.

ALTIS telah dikembangkan sejak tahun 2013, dan terus disempurnakan melalui serangkaian uji teknis dan uji kinerja di berbagai daerah, di antaranya Bantul, Gunungkidul, Pacitan, Jembrana, Padang, Bitung, Cirebon, dan Pekalongan. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui performa, tingkat produktivitas, serta nilai tambah yang dihasilkan bagi pedagang ikan keliling pengguna ALTIS.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Nugroho Widianto, salah satu anggota tim inventor, memaparkan berbagai keunggulan ALTIS, seperti kemampuan mempertahankan mutu ikan segar, keberadaan sistem pendingin, kebersihan, higienitas, serta kemudahan operasional yang dapat meningkatkan efisiensi penjualannya. ALTIS juga telah meraih sejumlah pengakuan, di antaranya Inovasi Paling Prospektif (BIC) Tahun 2016, menjadi teknologi rekomendasi KKP, meraih Juara 2 IPLAN Challenge 2018, serta telah memperoleh sertifikat paten.

Secara umum, hasil uji terap menunjukkan bahwa ALTIS mudah dioperasikan dan mampu mendukung pedagang ikan keliling dalam aktivitas transportasi maupun penjualan. Selama pelaksanaan uji terap, pedagang tidak mengalami kendala berarti. “Keberhasilan inovasi ALTIS dalam berbagai uji terap tidak terlepas dari kemudahan teknologi ini untuk diadopsi dan dimodifikasi sesuai karakteristik masing-masing daerah,” ujarnya.

Inovasi teknologi ALTIS diharapkan dapat menjadi rujukan teknis bagi para penyuluh perikanan dalam kegiatan penyuluhan sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas layanan sektor kelautan dan perikanan.


Selasa, 18 November 2025

Sambut Harkannas, KKP Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat dengan Makan Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus investasi bagi generasi emas. Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 Tahun 2025, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP menyiapkan sejumlah kegiatan dengan mengusung tema "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045".

Plt Dirjen PDSPKP, Machmud mengungkapkan tema tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta Asta Cita kedua yang menekankan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.

"Kami percaya pembangunan manusia unggul khususnya generasi emas bisa terwujud apabila kebutuhan gizi terutama proteinnya terpenuhi. Dan ini bisa kita wujudkan mengingat Indonesia sebagai bangsa maritim memiliki ikan sebagai sumber protein," terang Machmud melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/11).

Guna memeriahkan peringatan Harkannas tahun ini, Ditjen PDSPKP menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari bimbingan teknis (Bimtek) penanganan dan pengolahan ikan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlangsung pada 8 Oktober, 22 Oktober, dan 8 November 2025. 

Kemudian Webinar Road to Harkannas pada 29 Oktober, 6 dan 13 November 2025, lomba masak serba ikan tingkat nasional seleksi awal yang berlangsung secara daring pada 13-31 Oktober 2025, lomba video masak ikan untuk masyarakat pada 27 Oktober-15 November 2025, bazar produk kelautan dan perikanan spesial Harkannas pada 5-6 November 2025 serta Bincang Bahari Spesial Harkannas Tahun 2025 pada 19 November 2025.

Tak hanya itu, KKP juga menggelar Investment and Business Matching dengan topik "Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries" di Ballroom Gedung Mina Bahari (GMB) 3 KKP pada 20 November 2025. Rencananya, peringatan Harkannas 2025 akan dibuka pada 21 November 2025 di GMB 3 KKP secara hybrid, yang dirangkaian dengan Grand Final Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional yang diikuti oleh 9 peserta provinsi dan Final Lomba Storytelling. Puncak acara Harkannas akan dilangsungkan di Anjungan Sarinah Jakarta pada 23 November 2025, di tengah penyelenggaraan car free day dan dibuka untuk umum.

"Kami menyadari, car free day adalah ruang publik dan tempat yang tepat untuk merayakan Harkannas dengan masyarakat. Jadi sampai jumpa di sana," tutupnya.

Sebagai informasi, peringatan Harkannas 2025 tahun ini turut didukung Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan berbagai mitra, seperti Shopee, Royco, Heinz ABC, Regal Springs Indonesia, WWF Indonesia, Delta Food, PT. Bank Mandiri, PT BNI, PT. Komira, PT. Perindo, PT. Sekar Bumi, serta para mitra lainnya.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam beragam kegiatan seperti live shopping, demo masak, bazar kuliner ikan, kampanye gemarikan, pembagian ikan gratis, ragam promosi, serta edukasi mengenai perikanan berkelanjutan.

Secara serentak, berbagai daerah di seluruh Indonesia juga turut memeriahkan Harkannas melalui beragam kegiatan yang digagas oleh pemerintah daerah maupun swasta. Inisiatif ini menunjukkan bahwa semangat Harkannas tidak hanya tumbuh di tingkat pusat, tetapi mengalir hingga ke daerah sebagai gerakan bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan unggul.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan harapan, pemenuhan gizi masyarakat terpenuhi, sekaligus membantu kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.



Sumber ; kkp web


Selasa, 11 November 2025

Menteri Trenggono Kembangkan Budidaya Modern untuk Kebutuhan Blue Food

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menceritakan besarnya potensi bluefood Indonesia untuk mendukung program ketahanan pangan dunia, saat menjadi pembicara dalam kuliah umum mengenai transformasi tata kelola maritim di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (7/11).

Blue food yang bersumber dari hasil perikanan tangkap dan budidaya di Indonesia jumlahnya tak kurang dari 24 juta ton setiap tahun, termasuk rumput laut. Pihaknya menargetkan peningkatan volume produksi, khususnya dari perikanan budidaya demi menjaga keberlanjutan populasi perikanan di alam. 

Saat ini volume produksi perikanan budidaya di rata-rata 5,6 juta ton per tahun. Padahal Indonesia memiliki potensi lahan budidaya di darat, laut, dan pesisir yang jumlahnya hampir 18 juta hektare, dengan pemanfaatan saat baru di angka 1,2 juta hekater atau 6,8 persen.

“Budidaya itu masa depan, dan kami telah mengembangkan modeling-modeling budidaya modern sejumlah komoditas, salah satunya nila salin di Karawang. Keberhasilan di Karawang kami bawa ke skala yang lebih besar yaitu dalam bentuk program revitalisasi tambak untuk budidaya nila salin, yang tahap awal pembangunan luasnya mencapai 20 ribu hektare di Jawa Barat,” ungkap Menteri Trenggono.

Konsep pembangunan revitalisasi tambak di Pantura Jawa tidak hanya fokus pada produksi, tapi dibarengi dengan pengembangan kawasan ekosistem mangrove sebagai penyangga lingkungan secara alami. Selain pengembangan kawasan mangrove, tambak-tambak revitalisasi juga dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

“Pengelolaan budidaya yang baik terbaik harus dikelola limbahnya dengan benar. Dan pengelolaan limbah ini tidak hanya di budidaya, termasuk di kawasan permukiman kampung nelayan. Untuk ini kami juga siapkan program Kampung Nelayan Merah Putih,” ungkapnya.

Program revitalisasi 20 ribu hektare tambak di Jabar diproyeksikan menghasilkan sekitar 1,56 juta ton nila salin per tahun, yang akan berkontribusi menambah jumlah hasil perikanan budidaya nasional. Besarnya hasil produksi berkat penerapan cara budidaya ikan yang baik, dan teknologi produksi modern sehingga produktivitas meningkat menjadi 130 ton/hektare lahan produksi/siklus dari yang semula 0,6 ton per hektare per tahun. 

Untuk pasar, Menteri Trenggono tidak khawatir karena kebutuhan protein dunia terus meningkat setiap tahun, termasuk yang berasal dari produk perikanan. Timur Tengah merupakan pasar potensial karena masyarakatnya menggemari ikan nila, serta banyak warga negara Indonesia yang berada di sana untuk bekerja, sekolah, maupun beribadah.

Sebagai informasi, FAO menyebut populasi dunia diperkirakan akan tumbuh lebih dari 30 persen hingga tahun 2050 sehingga diprediksi bahwa kebutuhan protein dunia akan meningkat hingga 70 persen. Sedangkan proyeksi nilai pangan biru (blue food) pada 2030 sebesar USD 419,09 miliar.



Sumber : kkp web


Rabu, 05 November 2025

LRMPHP Perkuat Jejaring Kerja Sama dengan SMK Negeri 1 Tanjungsari

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) memperkuat jejaring kerja sama dengan SMK Negeri 1 Tanjungsari melalui kegiatan pembahasan kurikulum serta monitoring dan evaluasi (monev) Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, di SMK Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LRMPHP untuk memperkuat kemitraan dengan institusi pendidikan kejuruan dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang mekanisasi dan pengolahan hasil perikanan.

Pada kesempatan tersebut, Koko Kurniawan, selaku perwakilan LRMPHP, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan PKS berjalan sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati. “Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan implementasi PKS terus berjalan optimal, meliputi praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa dan/atau guru, penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi yang link and match dengan dunia industri, serta pelatihan di bidang mekanisasi dan pengolahan hasil perikanan,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 1 Tanjungsari, Sunarto, menyambut baik kunjungan LRMPHP dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dikembangkan. “Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat program sekolah berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri perikanan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, kedua pihak membahas penyelarasan Kurikulum Program Keahlian Pengolahan Hasil Perikanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi mekanisasi hasil perikanan. Selain itu, dilakukan pula monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PKS yang mencakup kerja sama dalam bidang pembelajaran, magang siswa, serta pengembangan kompetensi siswa dan/atau guru.

Sebagai tindak lanjut, direncanakan pelaksanaan program magang (PKL) bagi empat (4) orang siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari di LRMPHP pada tahun ajaran 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan kerja siswa dalam menghadapi tantangan industri perikanan saat ini.

Melalui kegiatan ini, LRMPHP terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan kejuruan guna mewujudkan sumber daya manusia unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di dunia kerja sektor perikanan


Jumat, 31 Oktober 2025

KKP Terima Penghargaan dari ANRI atas Penyelamatan Arsip Bernilai Sejarah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas komitmennya menyelamatkan arsip statis bernilai sejarah. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Kabinet Indonesia Maju dan Arsip Kemaritiman Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (30/10).

Sekretaris Jenderal KKP, Komjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi simbol tanggung jawab moral dan hukum KKP dalam menjaga jejak perjalanan bangsa di sektor kelautan dan perikanan.

“Arsip bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan rekam jejak perjuangan dan kebijakan bangsa. Apa yang kami serahkan adalah bagian dari upaya memastikan sejarah kelautan Indonesia tetap lestari dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang,” ujar Rudy dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (31/10).

Arsip yang diserahkan mencakup dokumen penting terkait penyidikan tindak pidana perikanan, kegiatan Satuan Tugas 115 pemberantasan illegal fishing, serta produk hukum seperti Keputusan Menteri dan laporan tahunan KKP. Arsip-arsip tersebut merekam peristiwa penting antara tahun 2004 hingga 2020, termasuk foto-foto kegiatan operasi penenggelaman kapal pelaku illegal fishing, konferensi pers menteri, dan laporan koordinasi lintas lembaga.

Arsip Paling Kaya

Kepala ANRI Mego Pinandito, mengapresiasi langkah KKP yang dinilai menjadi contoh nyata dalam penerapan tata kelola kearsipan nasional. 

Ia menambahkan, hingga periode Kabinet Indonesia Maju, sudah terdapat 86 lembaga negara yang menyerahkan arsip statis ke ANRI. Dari jumlah tersebut, KKP menjadi salah satu instansi dengan koleksi arsip paling kaya di bidang kemaritiman, mulai dari penegakan hukum hingga diplomasi kelautan.

“Penyelamatan arsip statis oleh KKP menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya memori kolektif bangsa. Arsip-arsip ini bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan dan bahan pembelajaran bagi kebijakan publik di masa depan,” kata Mego.

Mego juga menekankan bahwa penyerahan arsip bukan sekadar memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, melainkan wujud tanggung jawab institusional untuk meninggalkan warisan intelektual bagi bangsa. 

Melalui penghargaan ini, KKP sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan di lingkungan kementerian, sekaligus memastikan setiap kebijakan, program, dan penegakan hukum di sektor kelautan dan perikanan tercatat secara autentik, transparan, dan berkelanjutan.


Sumber : kkp web


Rabu, 29 Oktober 2025

KKP Bekali Penyuluh Perikanan Pelatihan Komunikasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat kapasitas para penyuluh perikanan di Indonesia. Tidak hanya kemampuan teknis di bidang perikanan, manajemen, para penyuluh juga dilatih berkomunikasi sebab berperan sebagai garda terdepan KKP di tengah masyarakat.

Bimbingan Teknis Komunikasi Efektif bertema “Penyuluh Bicara Lautra: Menyebar Informasi, Menggerakkan Aksi” merupakan rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 KKP. Pelatihan berlangsung selama tiga di Jakarta pekan lalu.

“Kegiatan bertujuan menyiapkan penyuluh KP sebagai garda terdepan penyampai informasi program dan kebijakan KKP, khususnya terkait Oceans for Prosperity Project (Laut untuk Kesejahteraan/LAUTRA),” ujar Kepala Pusat Penyuluhan KP Yayan Hikmayani dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (27/10).

Menurutnya, komunikasi publik menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan. Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi menggerakkan orang untuk ikut berbuat. “Pengetahuan yang diperoleh dari bimtek ini harus menjadi api yang menyalakan semangat di berbagai daerah,” ujarnya.

Memaksimalkan Integrasi Pesisir 

Program Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) sendiri merupakan bagian dari Oceans for Prosperity Project yang digagas KKP bersama Bank Dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir berbasis sumber daya laut berkelanjutan.

Program ini mengintegrasikan konservasi ekosistem laut, penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas usaha pesisir, serta pengembangan model ekonomi biru yang inklusif, mulai dari pengelolaan wisata bahari, diversifikasi usaha nelayan, hingga revitalisasi produksi garam rakyat. Melalui LAUTRA, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam menjaga laut dan memanfaatkan potensinya secara berkelanjutan.

Direktur Jasa Bahari Ditjen Pengelolaan Kelautan, Enggar Sadtopo, menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendekatan partisipatif. “Isu kelautan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga keberlanjutan. Program LAUTRA hadir untuk memastikan sumber daya laut dikelola dengan bijak, memberdayakan masyarakat tanpa mengorbankan ekosistem,” ujarnya.

Salah satu peserta, penyuluh perikanan KP, Regi Natlianus Nalle, asal Kabupaten Sabu Raijua, Satminkal BBRBLPP Gondol, merasakan langsung manfaat kegiatan ini. “Melalui bimtek ini, kami semakin siap memfasilitasi dan mempromosikan program Laut untuk Rakyat. Kami ingin membantu masyarakat pesisir tumbuh lewat wisata bahari dan produksi garam lokal,” tuturnya.

Bimtek ini juga membekali peserta dengan keterampilan merancang narasi publik yang kuat, kredibel, dan berdampak. Dengan penguasaan komunikasi yang baik, penyuluh diharapkan tak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga motor penggerak perubahan di lapangan, menerjemahkan visi besar KKP menuju laut sehat, masyarakat sejahtera, dan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan menyebut pentingnya peran para penyuluh perikanan sebagai pendamping paling dekat masyarakat di lapangan. Untuk itu, penyuluh harus aktif mengasah kompetensi agar optimal dalam membantu peningkatan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan.


Sumber: kkp web


Senin, 27 Oktober 2025

Bulan Bakti KP: LRMPHP dan Bapas Wonosari Berdayakan Klien Pemasyarakatan melalui Diseminasi Teknologi Mekanisasi

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Teknologi Mekanisasi Kelautan dan Perikanan serta Bimbingan Teknis bagi Klien Pemasyarakatan, pada Kamis 24 Oktober 2025  di Kantor LRMPHP, Jalan Imogiri Barat KM 11.5, Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama antara LRMPHP dan Bapas Kelas II Wonosari. Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan serta menyambut Hari Ulang Tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan ke-26. Kerja sama ini bertujuan untuk memberdayakan klien pemasyarakatan melalui pelaksanaan diseminasi teknologi mekanisasi kelautan dan perikanan, serta pembekalan keterampilan kemandirian agar mereka dapat kembali produktif dan berperan aktif di masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Kartika Winta Apriliany, dan Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, serta staf pendamping dari kedua instansi. Sebanyak 12 orang klien pemasyarakatan dari wilayah kerja Bapas Kelas II Wonosari turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala LRMPHP dan Kepala Bapas Kelas II Wonosari. Dalam sambutannya, Kartika Winta Apriliany menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya sebagai bekal ilmu dan keterampilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Andi Gafriana Mutiah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LRMPHP atas kesempatan yang diberikan bagi klien pemasyarakatan untuk menimba ilmu dan memperoleh keterampilan baru. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar terus berusaha, pantang menyerah, dan mampu memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal berwirausaha secara mandiri.

Dengan mengusung tema “Pembuatan Lele Asap dan Pengenalan Alpindel untuk Pembuatan Tahu Bakso Ikan”, peserta memperoleh materi sekaligus melakukan praktik langsung pengolahan lele asap menggunakan asap cair food grade serta pengoperasian alat pengisi adonan sistem handel (Alpindel) untuk pembuatan tahu bakso ikan.

Di bawah bimbingan instruktur dari LRMPHP, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga pemasakan produk. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat peserta, instruktur memberikan reward berupa door prize selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan klien pemasyarakatan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru di bidang pengolahan hasil perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk berwirausaha secara mandiri. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata sinergi antara LRMPHP dan Bapas Wonosari dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat bagi klien pemasyarakatan.

Jumat, 03 Oktober 2025

KKP Gelar Kick Off Bulan Bakti Kelautan Perikanan Peringati HUT ke-26

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar kick off Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-26. Rangkaian bulan bakti diperuntukkan bagi masyarakat dan para pegawai KKP melalui beragam kegiatan sosial, bimbingan teknis untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia, anugerah jurnalistik, hingga kompetesi olahraga dan seni.

Sekretaris Jenderal KKP, Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat memimpin jalannya kick off menjelaskan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan digelar untuk memperkuat soliditas para pegawai, serta meningkatkan sinergitas dan hubungan baik dengan para pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.

“Tema tahun ini “Bergerak, Berdampak, Berkelanjutan, Wujudkan Indonesia Emas”. Tema ini mencerminkan komitmen nyata yang harus kita wujudkan bersama untuk kemajuan Indonesia khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Rudy dalam sambutannya mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (2/10).

Soliditas dan sinergitas menjadi bagian penting dalam implementasi program-program Ekonomi Biru, sebab tata kelola kelautan dan perikanan berkelanjutan diharapkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan.

Di level internasional, sektor kelautan dan perikanan juga diharapkan perannya, diantaranya untuk pengentasan persoalan iklim dan ancaman krisis pangan seiring semakin meningkatnya populasi manusia. Untuk itu menurutnya, perlu akselerasi, inovasi, dan kontribusi nyata dari pegawai bersama para pemangku kepentingan di sektor kelautan perikanan.

“Secara khusus kita juga diberikan amanah besar oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjalankan empa program prioritas nasional, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih, Swasembada Garam Nasional, Revitalisasi Tambak Idle Pantai Utara Jawa, dan Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Kelautan dan Perikanan,” ungkapnya.

 Aksi Sosial Hingga Porseni

Rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan akan berlangsung sampai puncak HUT ke-26 KKP yang jatuh pada 26 Oktober mendatang. Kegiatan melibatkan unsur masyarakat, jurnalis, termasuk para pegawai KKP yang ada di pusat maupun daerah.

Adapun ragam kegiatannya seperti aksi bersih-bersih pantai, gerakan PSDKP mengajar, bazaar hasil perikanan dan kampanye Gemarikan, rembug nelayan dan pembudidaya, hingga capacity building untuk masyarakat di lokasi program prioritas seperti Kampung Nelayan Merah Putih dan pergaraman.

Selanjutnya Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari yang ditujukan kepada insan media dan masyarakat umum untuk kategori media sosial, donor darah sekaligus cek kesehatan gratis, relokasi terumbu karang, ekspor ikan serentak dari berbagai wilayah Indonesia, hingga pekan olahraga dan seni untuk para pegawai.

Pada Kick Off Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan ini, KKP turut melepas kontingen untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional Korpri ke 17 di Palembang yang akan berlangsung pada awal hingga pertengahan Oktober 2025. KKP mengirimkan 91 kontingen yang terdiri dari para atlet dan tim official.



Sumber : kkp web