PELATIHAN

LRMPHP telah banyak melakukan pelatihan mekanisasi perikanan di stakeholder diantaranya yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Pembudidaya Ikan, Pemerintah Daerah/Dinas Terkait, Sekolah Tinggi/ Universitas Terkait, Swasta yang memerlukan kegiatan CSR, Masyarakat umum, dan Sekolah Menengah/SMK

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan

LRMPHP sebagai UPT Badan Riset dan SDM KP melaksanakan riset mekanisasi pengolahan hasil perikanan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 81/2020

Tugas Pokok dan Fungsi

Melakukan tugas penelitian dan pengembangan strategis bidang mekanisasi proses hasil perikanan di bidang uji coba dan peningkatan skala teknologi pengolahan, serta rancang bangun alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Kerjasama

Bahu membahu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan berlandaskan Ekonomi Biru

Sumber Daya Manusia

LRMPHP saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 20 orang dengan latar belakang sains dan engineering.

Senin, 27 Oktober 2025

Bulan Bakti KP: LRMPHP dan Bapas Wonosari Berdayakan Klien Pemasyarakatan melalui Diseminasi Teknologi Mekanisasi

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Teknologi Mekanisasi Kelautan dan Perikanan serta Bimbingan Teknis bagi Klien Pemasyarakatan, pada Kamis 24 Oktober 2025  di Kantor LRMPHP, Jalan Imogiri Barat KM 11.5, Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama antara LRMPHP dan Bapas Kelas II Wonosari. Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan serta menyambut Hari Ulang Tahun Kementerian Kelautan dan Perikanan ke-26. Kerja sama ini bertujuan untuk memberdayakan klien pemasyarakatan melalui pelaksanaan diseminasi teknologi mekanisasi kelautan dan perikanan, serta pembekalan keterampilan kemandirian agar mereka dapat kembali produktif dan berperan aktif di masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala LRMPHP, Kartika Winta Apriliany, dan Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, serta staf pendamping dari kedua instansi. Sebanyak 12 orang klien pemasyarakatan dari wilayah kerja Bapas Kelas II Wonosari turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala LRMPHP dan Kepala Bapas Kelas II Wonosari. Dalam sambutannya, Kartika Winta Apriliany menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya sebagai bekal ilmu dan keterampilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Andi Gafriana Mutiah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LRMPHP atas kesempatan yang diberikan bagi klien pemasyarakatan untuk menimba ilmu dan memperoleh keterampilan baru. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar terus berusaha, pantang menyerah, dan mampu memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal berwirausaha secara mandiri.

Dengan mengusung tema “Pembuatan Lele Asap dan Pengenalan Alpindel untuk Pembuatan Tahu Bakso Ikan”, peserta memperoleh materi sekaligus melakukan praktik langsung pengolahan lele asap menggunakan asap cair food grade serta pengoperasian alat pengisi adonan sistem handel (Alpindel) untuk pembuatan tahu bakso ikan.

Di bawah bimbingan instruktur dari LRMPHP, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga pemasakan produk. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat peserta, instruktur memberikan reward berupa door prize selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan klien pemasyarakatan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru di bidang pengolahan hasil perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk berwirausaha secara mandiri. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata sinergi antara LRMPHP dan Bapas Wonosari dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat bagi klien pemasyarakatan.

Jumat, 03 Oktober 2025

KKP Gelar Kick Off Bulan Bakti Kelautan Perikanan Peringati HUT ke-26

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar kick off Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-26. Rangkaian bulan bakti diperuntukkan bagi masyarakat dan para pegawai KKP melalui beragam kegiatan sosial, bimbingan teknis untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia, anugerah jurnalistik, hingga kompetesi olahraga dan seni.

Sekretaris Jenderal KKP, Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat memimpin jalannya kick off menjelaskan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan digelar untuk memperkuat soliditas para pegawai, serta meningkatkan sinergitas dan hubungan baik dengan para pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.

“Tema tahun ini “Bergerak, Berdampak, Berkelanjutan, Wujudkan Indonesia Emas”. Tema ini mencerminkan komitmen nyata yang harus kita wujudkan bersama untuk kemajuan Indonesia khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Rudy dalam sambutannya mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (2/10).

Soliditas dan sinergitas menjadi bagian penting dalam implementasi program-program Ekonomi Biru, sebab tata kelola kelautan dan perikanan berkelanjutan diharapkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan.

Di level internasional, sektor kelautan dan perikanan juga diharapkan perannya, diantaranya untuk pengentasan persoalan iklim dan ancaman krisis pangan seiring semakin meningkatnya populasi manusia. Untuk itu menurutnya, perlu akselerasi, inovasi, dan kontribusi nyata dari pegawai bersama para pemangku kepentingan di sektor kelautan perikanan.

“Secara khusus kita juga diberikan amanah besar oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjalankan empa program prioritas nasional, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih, Swasembada Garam Nasional, Revitalisasi Tambak Idle Pantai Utara Jawa, dan Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Kelautan dan Perikanan,” ungkapnya.

 Aksi Sosial Hingga Porseni

Rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan akan berlangsung sampai puncak HUT ke-26 KKP yang jatuh pada 26 Oktober mendatang. Kegiatan melibatkan unsur masyarakat, jurnalis, termasuk para pegawai KKP yang ada di pusat maupun daerah.

Adapun ragam kegiatannya seperti aksi bersih-bersih pantai, gerakan PSDKP mengajar, bazaar hasil perikanan dan kampanye Gemarikan, rembug nelayan dan pembudidaya, hingga capacity building untuk masyarakat di lokasi program prioritas seperti Kampung Nelayan Merah Putih dan pergaraman.

Selanjutnya Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari yang ditujukan kepada insan media dan masyarakat umum untuk kategori media sosial, donor darah sekaligus cek kesehatan gratis, relokasi terumbu karang, ekspor ikan serentak dari berbagai wilayah Indonesia, hingga pekan olahraga dan seni untuk para pegawai.

Pada Kick Off Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan ini, KKP turut melepas kontingen untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional Korpri ke 17 di Palembang yang akan berlangsung pada awal hingga pertengahan Oktober 2025. KKP mengirimkan 91 kontingen yang terdiri dari para atlet dan tim official.



Sumber : kkp web


Rabu, 01 Oktober 2025

Tiga Pegawai LRMPHP Resmi Dilantik Menjadi PPPK

Bertempat di Aula Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) Bantul, tiga pegawai LRMPHP melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sekaligus pelantikan dalam jabatan fungsional tertentu sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Prosesi pelantikan yang berlangsung pada 30 September 2025 ini merupakan bagian dari pelantikan terpusat yang digelar secara hybrid dari Gedung Mina Bahari, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti secara daring maupun luring oleh calon PPPK pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup KKP di berbagai daerah. Pada kesempatan ini, Sekretaris Jenderal KKP melantik sebanyak 1.227 orang PPPK dalam jabatan fungsional tertentu.

Dari LRMPHP, pegawai yang dilantik adalah Muhammad Bintarto Kurniawan dan Rinto Pudjatmoko yang menduduki jabatan fungsional Pengelola Perkantoran, serta Michael Agung Nugraha yang dilantik dalam jabatan fungsional Pranata Humas. Pelantikan ini turut dihadiri Kepala LRMPHP, Kartika Winta Aprilliany, beserta staf kepegawaian Tata Usaha.

Kehadiran tenaga PPPK ini diharapkan semakin memperkuat kinerja organisasi, khususnya dalam mendukung tugas KKP serta optimalisasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala LRMPHP menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai yang baru dilantik. Beliau juga menegaskan bahwa momentum ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat untuk bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi demi kemajuan LRMPHP.


Selasa, 30 September 2025

LRMPHP Ikuti Festival Suka Ikan 2025 di Yogyakarta

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) berpartisipasi dalam Festival Suka Ikan 2025 yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY di SMK Negeri 6 Yogyakarta, 29 September 2025. Festival ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, memperkuat pemahaman generasi muda tentang gizi ikan, serta menumbuhkan budaya makan ikan melalui lomba dan kegiatan edukatif.

Partisipasi LRMPHP menjadi wujud nyata dukungan terhadap pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan yang aplikatif. Inovasi yang ditampilkan diharapkan mampu mendorong pemanfaatan ikan sebagai bahan baku produk olahan sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.

“Kami berharap teknologi dan inovasi yang diperkenalkan dapat memotivasi generasi muda untuk berkreasi menciptakan produk olahan ikan bergizi, bernilai tambah, serta mampu bersaing di pasar,” ujar Kepala LRMPHP.

Festival menghadirkan beragam agenda, antara lain pembukaan resmi, lomba fillet dan masak ikan, kunjungan stand pameran edukatif, serta dialog interaktif. Narasumber dialog meliputi Asisten Sekda DIY, Wakil Ketua DPRD DIY, Kepala Dislautkan DIY, dan perwakilan pelaku usaha perikanan dari CV Siluang Mina Nisa.

Dalam dialog tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY menekankan pentingnya dukungan legislatif dalam peningkatan konsumsi ikan dan penguatan SDM menuju Indonesia Emas 2045. Kepala Dislautkan DIY mengajak masyarakat memperkuat gerakan makan ikan bergizi melalui menu Nusantara, sementara CV Siluang Mina Nisa berbagi pengalaman wirausaha bertema “Membangun Bisnis Perikanan dari Hobi Jadi Jutawan.”

Pada stand pameran edukatif, LRMPHP menampilkan inovasi alat dan mesin perikanan tepat guna, salah satunya Alpindel (Alat Pengisi Adonan Sistem Handel). Perangkat berbahan food grade ini dirancang untuk pengolahan produk berbasis fish jelly, aman digunakan, serta mendukung kebutuhan UMKM perikanan.

Melalui festival ini, semangat konsumsi ikan di kalangan generasi muda diharapkan terus tumbuh, sejalan dengan pengembangan industri olahan perikanan yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Selain LRMPHP, festival juga diikuti sejumlah lembaga dan pelaku usaha, di antaranya Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP AMPTA) Yogyakarta, Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB), serta pelaku kuliner perikanan seperti Zamida Streetfood, Tomyam Seafood, dan Tante Picang.

Rabu, 24 September 2025

LRMPHP Bersama Siswi SMK Hadirkan Inovasi Bakpia Rumput Laut

Rumput laut selama ini lebih dikenal sebagai bahan baku industri agar-agar maupun kosmetik. Padahal, bahan ini kaya akan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan alami. Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan tambahan makanan tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga meningkatkan nilai gizi pada produk olahan.

Salah satu makanan khas Yogyakarta yang telah dikenal luas masyarakat adalah bakpia. Kue berbentuk bulat pipih dengan tekstur lembut dan beraneka pilihan rasa ini sejak lama menjadi oleh-oleh favorit wisatawan. Cita rasanya yang manis dan gurih menjadikan bakpia tetap diminati hingga kini. Seiring perkembangan zaman, inovasi terus dilakukan, baik dari sisi rasa maupun kandungan gizinya.

Inovasi terbaru hadir melalui kolaborasi Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) bersama siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Di bawah bimbingan instruktur LRMPHP, siswi dari SMKN 1 Sanden (Bantul) dan SMKN 1 Jepara (Jawa Tengah) berhasil menghadirkan produk bakpia rumput laut.

Instruktur LRMPHP membekali para siswi dengan pengetahuan mulai dari teknik pengolahan adonan, pengisian bahan bakpia dengan campuran rumput laut, hingga proses pemanggangan yang tepat. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga tetap menjaga kandungan gizinya.

“Kami ingin para siswi tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dalam menciptakan produk olahan inovatif. Bakpia rumput laut ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk mengembangkan usaha kuliner berbasis produk unggulan lokal,” ungkap Wahyu Tri Handoyo, Instruktur LRMPHP.

Para siswi pun menyambut antusias kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan pengalaman berharga yang bisa diterapkan di sekolah maupun sebagai bekal peluang usaha di masa depan.

“Bakpia rumput laut yang kami buat ternyata tidak kalah enak dengan produk komersial. Teksturnya lembut, rasanya unik, dan ada nilai tambah dari kandungan gizinya. Kami senang bisa ikut berinovasi sekaligus belajar langsung bagaimana mengolah rumput laut menjadi produk kuliner yang sehat dan bernilai jual,” tutur Jesica Apriliana, siswi SMKN 1 Jepara.

Melalui program ini, LRMPHP berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda kreatif yang mampu mengolah hasil perikanan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi. 

Selasa, 16 September 2025

Pembangunan KNMP Dimulai, Pemerintah Sasar 65 Desa Pesisir di Tahap I 2025

Program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) resmi meluncur menyasar 65 lokasi pesisir pada tahap awal pembangunan di tahun 2025. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelaksanaan program ini untuk mendukung peningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana prasana perikanan dari hulu sampai hilir.

Menurut Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda, 65 kampung yang siap dibangun pada tahap I 2025 memakan anggaran sebesar Rp1,34 triliun. Pihaknya sedang mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan 35 kampung lainnya sehingga target 100 KNMP di tahun 2025 dapat tercapai.

Pembangunan KNMP mencakup sarana dan prasarana produksi, balai pelatihan dan pelaksanaan pelatihan, serta pusat UMKM dan pasar ikan. Beberapa rincian bangunannya seperti dermaga, gedung beku, pabrik es, balai pelatihan, shelter coolbox, sentra kuliner, stasiun pengisian bahan bakar minyak khusus nelayan, ruang ibadah, tempat pengelolaan sampah, bengkel kapal, hingga kantor pengelolaan.

"Selain pembangunan fisik, social engineering juga dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia, koperasi, kewirausahaan, termasuk kelengkapan sertifikasi, standarisasi dan perizinan. Langkah ini agar masyarakat pengelola memiliki kemampuan pengelolaan fasilitas yang ada, serta mampu mengembangkan usaha yang dijalankan menjadi berkelanjutan seperti yang sudah berjalan di Biak, Papua," ungkap Trian dalam konferensi pers KNMP di Kantor KKP, Senin (15/9).

Program ini bukan hanya membangun sarana prasana, tapi bagaimana mengubah wajah kampung nelayan yang selama ini dikenal sebagai kantong-kantong kemisikan menjadi lebih produktif, modern, dan berdaya saing. Para nelayan selama 80 tahun ini sudah menjadi penggerak ekonomi nasional dan penyedia protein bangsa, namun masih banyak yang belum sejahtera.

Pembangunan di tiap-tiap lokasi KNMP direncanakan akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan untuk tahap pertama. Hasil program ini juga diplot untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk kelautan perikanan. 

Meningkatkan Produksi Perikanan 

KKP memproyeksikan dampak pembangunan KNMP akan meningkatkan produksi perikanan menjadi rata-rata 800 ton per tahun, dengan jumlah orang yang bekerja secara permanen mencapai 7.000 orang di 100 lokasi nantinya.

“Kami juga memberikan bantuan kapal perikanan sehingga akan menambah aktivitas perikanan di lokasi KNMP. Kemudian selama pembangunan sarana prasana pasti akan ada pekerjaan konstruksi yang akan membuka kesempatan kerja,” tambah Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Mahrus.

Pembangunan KNMP dipastikan diawasi oleh pengawas internal dan juga ekstrenal seperti Kejaksanaan dan BPKP untuk menjamin transparansi pelaksanaannya. Pengawasan sekaligus pendampingan oleh para pengawas di mulai dari perencanaan, proses pembangunan, hingga program berjalan sepenuhnya. 

“Kami ambil peran sejak dini untuk memberikan masukan-masukan, dan mengawasi sehingga tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Inspektur II Itjen KKP, Lutfi.

Kedepankan Sinergi

KKP turut menggandeng PT Pertamina untuk memastikan kelancaran pasokan bahan minyak (BBM) di lokasi KNMP. Langkah ini agar tidak ada kendala memperoleh bahan bakar minyak untuk kapal-kapal perikanan, yang dapat menghambat produktivitas para nelayan.

“Kami terus berkoordinasi dengan KKP dan pemda mengenai titik-tiknya, karena kan harus dipastikan juga bagaimana pasokan bisa sampai ke lokasi. Kami juga mengimbau kepada calon mitra pengelola SPBUN, untuk segera melakukan proses pendaftaran untuk pengurusan izinnya,” ujar VP Retail Fuel Sales Pertamina Patra Niaga, Windriawan Kurniawan.

Sementara itu Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong program KNMP tidak hanya untuk memacu produktivitas masyarakat pesisir, tapi juga memastikan kegiatan ekonomi yang dijalankan memiliki basis pengelolaan yang kuat. Di samping itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

“Membangun kampung nelayan itu merupakan satu pertempuaran besar yang amat sangat penting, dan harus didekati dengan cara-cara patriotik. Bukan hanya sekedar dari kampung tradisional menjadi modern, tapi juga menjiwai pembangunan kampung pesisir dengan semangat Merah Putih,” ujar Ketua KNTI Dani Setiawan.

Sebagai informasi, program KNMP mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo sebagai upaya mensejahterakan masyarakat perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pembangunan target 1.100 kampung akan dilaksanakan bertahap setiap tahun.



Sumber : kkp web


Senin, 15 September 2025

LRMPHP Tampilkan Inovasi Teknologi Perikanan pada Gita Laut 2025

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY di Pantai Depok, Bantul pada 13 September 2025. Kepala LRMPHP, Kartika Winta Aprilliany, bersama tim hadir langsung untuk mengisi booth pameran sekaligus memperkenalkan inovasi alat dan mesin perikanan tepat guna kepada masyarakat.

Dengan mengusung tema “Perikanan dan Kelautan Lestari, Ekonomi DIY Berseri”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan penghidupan berkelanjutan. Lebih dari 1.000 peserta hadir, meliputi unsur pemerintah, nelayan, pelaku usaha perikanan, hingga pelajar SMK Kelautan dan Perikanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan tukik sebagai simbol pelestarian satwa laut, dilanjutkan aksi bersih pantai bersama TNI AL dan masyarakat, bazar ikan segar murah, serta pameran produk UMKM kelautan dan perikanan. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama strategis antar pelaku usaha serta penyerahan hibah simbolis kepada kelompok masyarakat kelautan dan perikanan di wilayah DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang hadir secara langsung, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian laut dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan DIY yang beliau arahkan, yakni menjadikan kawasan pantai selatan sebagai halaman muka atau pintu gerbang pengembangan wilayah selatan. Dalam kesempatan yang sama, Sri Sultan juga meninjau hasil tangkapan nelayan serta mengunjungi booth pameran UMKM olahan ikan dan hasil laut.

Pada pameran teknologi, LRMPHP menghadirkan inovasi alat dan mesin perikanan tepat guna yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, serta daya saing produk perikanan. Dua produk unggulan yang diperkenalkan adalah Alpindel (Alat Pengisi Adonan Sistem Handel), perangkat pengisi adonan produk olahan berbasis fish jelly berbahan food grade yang sehat, aman, dan bergizi, serta Meat Bone Separator, alat pemisah daging dan duri berbasis motor listrik hemat energi yang sesuai digunakan untuk pengolahan produk perikanan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Booth LRMPHP mendapat perhatian besar dari para pengunjung yang antusias menyaksikan demonstrasi kedua alat tersebut. Inovasi ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu meningkatkan higienitas sekaligus menjamin keamanan produk olahan perikanan.

Partisipasi LRMPHP dalam Gita Laut 2025 menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan cinta laut masyarakat DIY, sekaligus sarana memperluas jejaring kerja sama dengan akademisi, pelaku industri, dan komunitas pesisir. Melalui kegiatan ini, hasil inovasi LRMPHP diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas guna mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.