Senin, 09 Maret 2026

Teknologi Ekstraksi Rumput Laut untuk Mendukung Produksi Pupuk Cair

Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) terus mendorong pengembangan inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan melalui pembuatan prototipe alat ekstraksi rumput laut yang dapat dimanfaatkan untuk produksi pupuk cair berbahan baku rumput laut.

Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya kelautan secara lebih optimal. Rumput laut diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti hormon pemacu tumbuh dan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk cair organik.

Salah satu tahapan penting dalam pengolahan rumput laut menjadi pupuk cair adalah proses ekstraksi. Proses ini bertujuan untuk mengambil senyawa aktif yang terkandung di dalam rumput laut. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, pembuatan pupuk cair menggunakan air sebagai media ekstraksi pada suhu tinggi tidak merusak keberadaan hormon pemacu tumbuh yang terdapat pada rumput laut.

Namun demikian, metode ekstraksi konvensional umumnya hanya efektif untuk jenis rumput laut tertentu, seperti Sargassum sp. dan Gracillaria sp.. Untuk meningkatkan efisiensi proses serta memperluas potensi pemanfaatan bahan baku, LRMPHP mengembangkan alat ekstraksi rumput laut dengan sistem pemanasan dan pengadukan yang terkontrol.

Alat ekstraksi yang dikembangkan bekerja dengan prinsip perendaman rumput laut dalam media cair yang dipanaskan secara merata. Proses ekstraksi dilakukan dengan pengaturan waktu tertentu hingga kandungan hormon dan unsur hara dari talus rumput laut dapat terekstraksi secara optimal. Sistem pemanas menggunakan fluida panas sehingga suhu di dalam tabung ekstraksi dapat terdistribusi secara seragam. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan pengaduk elektrik yang berfungsi mempercepat proses pelepasan senyawa aktif dari bahan baku rumput laut.

Prototipe alat ekstraksi rumput laut ini memiliki dimensi panjang 351 cm, lebar 68 cm, dan tinggi 97 cm. Dari sisi spesifikasi teknis, alat ini mampu melakukan proses ekstraksi dengan kapasitas hingga 90 kilogram bahan dalam waktu sekitar 90 menit dengan kebutuhan daya listrik sebesar 6.000 watt. Sistem pemanas menggunakan teknologi double jacket yang memungkinkan panas terjaga secara stabil selama proses berlangsung.

Melalui pengembangan teknologi ini, LRMPHP diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan, khususnya dalam pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, kelompok pembudidaya, maupun industri pengolahan untuk menghasilkan pupuk cair organik berbasis rumput laut secara lebih efisien dan berkelanjutan.


0 comments:

Posting Komentar