Seiring dengan meningkatnya produksi perikanan nasional, kebutuhan akan pakan ikan juga terus mengalami peningkatan. Ketersediaan pakan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan budidaya perikanan. Kondisi tersebut mendorong perlunya teknologi pembuatan pakan yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pengguna, khususnya pada skala usaha kecil dan menengah (UKM).
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) mengembangkan mesin pembuat pakan ikan Skala UKM. Salah satu hasil rancang bangunnya adalah ekstruder twin screw, yaitu mesin yang dikembangkan untuk menghasilkan pakan ikan berbentuk pelet terapung.
Pengembangan mesin ini diharapkan dapat mendukung penyediaan teknologi pembuatan pakan yang sesuai untuk skala UKM. Dengan teknologi ekstrusi, bahan pakan diproses hingga menghasilkan pelet dengan karakteristik yang memungkinkan pakan dapat mengapung di permukaan air.
Ekstruder twin screw hasil rancang bangun LRMPHP telah melalui pengujian dengan sejumlah parameter untuk mengetahui kinerjanya dalam pembuatan pelet ikan terapung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu menghasilkan rendemen terbaik sebesar 83,81 persen, dengan laju aliran massa tertinggi mencapai 9,94 kg per jam.
Selain itu, pelet yang dihasilkan memiliki rasio pengembangan sebesar 1,63 kali, dengan kemampuan daya apung terbaik mencapai 98,75 persen. Stabilitas pelet dalam air juga mencapai sekitar 86 persen. Karakteristik tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pembuatan pakan ikan terapung karena pakan yang dapat bertahan dan mengapung di air akan lebih mudah dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya.
Dalam pengujian, ekstruder twin screw digunakan untuk membuat pelet ikan terapung dengan bahan berupa tepung ikan, tepung Spirulina, tepung bungkil kedelai, tepung jagung, dan tepung tapioka. Formulasi pakan dilakukan dengan memberikan variasi penambahan tepung Spirulina masing-masing sebesar 9,5 persen, 19 persen, dan 28,5 persen.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan tepung Spirulina memberikan pengaruh terhadap karakteristik pelet yang dihasilkan. Semakin besar penambahan tepung Spirulina, terjadi peningkatan pada kadar protein, rasio ekspansi, dan daya apung pelet. Di sisi lain, penambahan tersebut dapat menurunkan unit density pelet ikan terapung.
Pengembangan ekstruder twin screw ini menjadi salah satu upaya LRMPHP dalam menghasilkan teknologi mekanisasi yang dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha perikanan. Teknologi pembuatan pakan skala UKM diharapkan dapat memberikan pilihan bagi pengguna dalam memproduksi pakan ikan secara lebih sesuai dengan kebutuhan, sekaligus mendukung pengembangan usaha budidaya perikanan.
Melalui pengembangan teknologi tepat guna, LRMPHP terus mendorong pemanfaatan hasil inovasi mekanisasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan.






0 comments:
Posting Komentar